Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
188


__ADS_3

Kabar tentang adanya mahasiswa yang terkena racun sampai ke pihak kampus. Kampus pun mengirim bus untuk menjemput kembali para mahasiswa pecinta alam tersebut. Acara yang jadwalnya akan berlangsung selama lima hari itu, langsung dibubarkan setelah ada insiden itu. Panitia tidak ingin mengambil lebih banyak resiko jika mereka terlalu lama di tempat yang memang jarang terjamah manusia itu. 


Bus datang menjemput mereka, dengan di belakangnya diikuti oleh dua mobil jenis SUV. Para Mahasiswa langsung berbondong-bondong memasuki bus. Peristiwa Alea yang digigit ular membuat mereka ketakutan dan ingin segera meninggalkan tempat tersebut. 


Sementara itu, Keysa hanya memerhatikan orang-orang yang berebut masuk ke bus dari jarak cukup jauh sambil menggendong ransel. Ia tidak ada niatan untuk berbaur dengan mereka yang saling senggol untuk masuk lebih dulu ke bus. Perasaan tidak enak sejak datang ke tempat itu akhirnya terjawab sudah. Seseorang menjadi korban karena ulah seseorang yang hendak mencelakainya. Ada rasa bersalah di hati Keysa karena telah membuat Alea dan Reno tidak sadarkan diri, bahkan sampai ambulans datag dan memnawa keduanya pun, Alea dan Reno masih pingsan. 


"Seharusnya ular itu menggigitku. Sasaran mereka adalah aku," gumam Keysa. 


"Jangan menyalahkan diri sendiri. Ini adalah musibah," ucap Devano. Lelaki yang setia di samping Keysa itu menggenggam tangan Keysa, mencoba menenangkan. "Aku berjanji akan menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini," lanjutnya, penuh keyakinan. 


Keysa mengangguk, hingga pandangannya tertuju pada seseorang yang sudah berdiri tidak jauh dari dirinya. Orang itu  telah mendengarkan semua ucapan Devano. 


"Nenek?" Keysa menatap tidak percaya kepada wanita yang berdiri dua meter di hadapannya. Keysa yang pikirannya terus melayang memikirkan Alea dan Reno tidak menyadari bahwa mobil di belakang bus itu adalah mobil Nenek Rati dan anak buahnya. 


Keysa berhambur ke pelukan wanita tua yang sengaja datang menyusul cucunya ketika mendengar kabar dari anak buah Surya bahwa Reno terkena racun ular yang ditujukan kepada Keysa. 


"Bagaimana keadaanmu? Apa baik-baik saja?" tanya Rati, sambil memeriksa keadaan Keysa, memutar-mutar tubuh Keysa, memastikan kalau cucunya itu baik-baik saja. 


"Aku baik. Tapi Alea dan Reno tidak baik-baik saja. Mereka sudah dibawa ke kota oleh ambulans," jelas Keysa. 


"Mereka juga akan baik-baik saja." Rati mencoba menenangkan. 


Devano yang melihat kehadiran Rati, lantas menghampiri dan memberi hormat kepada  wanita yang disayangi oleh sang kekasih itu. Sementara itu, Rati hanya menatap Devano dengan sorot mata yang membuat Devano merinding. Ia sudah mendengar kalau Rati meminta Keysa untuk memutuskannya, tetapi ia tidak menyangka akan mendapat tatapan mematikan dari Rati. 

__ADS_1


"Aku mendengar semua yang kamu ucapkan kepada Keysa." Rati kemudian angkat bicara yang membuat Devano sedikit bingung. "Aku harap kamu tidak hanya omong saja, tapi buktikan dengan kenyataan. Selidiki dan selesaikan masalah ini dengan cepat," tandas Rati lagi, membuat Devano mengerti arah pembicaraan Rati. 


Sebenarnya, setelah mengetahui yang terjadi dengan Keysa di hutan, Rati sengaja menyusul dengan anak buah kepercayaannya untuk membantu Keysa menyelesaikan masalah itu. Namun, saat mendengar niat Devano, Rati langsung mengurungkan niatnya. Ia ingin melihat kemampuan Devano dan apa yang akan dilakukan itu demi cucu kesayangannya. 


"Secepatnya aku akan menyelesaikan semua ini. Aku berjanji kepada Nenek dan Keysa," tandas Devano, penuh keyakinan. 


Rati hanya mengangguk, kemudian mengajak Keysa untuk pulang menggunakan mobilnya. 


Setiba di kota, Keysa, Rati, dan Devano bergegas ke rumah sakit tempat Alea dan Reno dirawat. Alea dan Reno berada dalam satu ruangan, keduanya tampak sudah sadar setelah mendapatkan penanganan dari medis. 


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Keysa, kepada Alea. 


"Sudah lebih membaik." 


"Kalau kamu gimana, Ren?" Keysa beralih menanyakan hal yang sama kepada Reno. 


"Terima kasih sudah menolongku," ucap Alea, tiba-tiba. Ia yang sejak tadi tidak banyak bicara, berterima kasih kepada Reno karena telah menolongnya. 


Reno menarik kedua sudut bibirnya, lalu mengangguk kepada gadis yang berada di ranjang lain di samping ranjangnya. 


Keysa bersyukur melihat mereka sudah mulai membaik. Ia juga meminta maaf atas kejadian yang tidak mengenakkan itu. 


"Ren, terima kasih sudah melakukan banyak hal untukku. Tadi, Kakek menghubungiku. Dia sangat berterima kasih atas semua yang telah dilakukan olehmu. Sebagai ucapan terima kasihnya, dia memintaku untuk memberitahumu kalau  kamu sudah didaftarkan kuliah di luar negeri seperti impianmu." Keysa berbicara panjang lebar sesuai dengan ucapan yang dilontarkan sang kakek saat menelepon di perjalanan. 

__ADS_1


"Tapi, bagaimana dengan Nona?" Ada rasa bahagia saat impian untuk kuliah di tempat impiannya  akan terwujud, tetapi ia sedih jika harus melepas pekerjaannya. Selain itu, yang lebih membuatnya tidak rela, yakni, ia tidak mau berpisah dengan Alea. 


"Aku baik-baik saja. Masih ada yang lain. Kejarlah cita-citamu! Aku akan sangat bangga kalau nanti bodyguard-ku sebuah alumni universitas nomor satu di dunia," tandas Keysa, kemudian. 


Reno tidak menjawab. Ia menoleh ke arah gadis yang raut wajah sudah berubah sendu. Reno tidak tahu harus mengatakan apa lagi, tetapi satu hal yang Reno tahu. Ia tidak mau berpisah dengan Alea, hingga memutuskan untuk menolak tawaran Keysa. "Sepertinya ...."


"Key, apa aku boleh ikut?" Tiba-tiba Alea memotong ucapan Reno, membuat semua orang menatap heran ke arahnya.  "Apa aku boleh ikut dengan Reno? Aku ingin bersamanya," lanjut Alea, yang malah membuat alis Keysa saling bertaut. Ada sesuatu yang telah terjadi, tetapi Keysa belum mengetahuinya. Keysa pun langsung meminta penjelasan. 


Alea melirik lelaki yang masih tersenyum kepadanya, lantas menatap Keysa yang setia menunggu penjelasan. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum memulai bicara, kemudian menceritakan semua yang telah terjadi di malam api unggun. 


"Jadi, kalian sudah resmi berpacaran?" tanya Keysa, setengah tidak percaya. Namun, sejurus kemudian, ia memeluk Alea dan mengucapkan selamat atas hubungan baru mereka. Ia juga mengizinkan Alea untuk ikut bersama Reno. Itu artinya, Alea pun tidak akan mengganggu Devano dan membuat gara-gara lagi. 


***


Reno dan Alea pun berangkat ke luar negeri. Mereka diantar oleh Keysa dan Nenek Rati hingga sampai Bandara. 


Setelah mengantar Reno, Keysa kembali ke asrama, sedangkan Rati kembali ke ibu kota dengan menggunakan pesawat pribadi. 


Saat tiba di asrama, Keysa bertemu dengan Devano yang sudah menunggunya. 


"Dari mana saja hmm?" Devano yang sudah menunggu sejak setengah jam lalu, langsung protes saat melihat Keysa pulang. 


"Antar Reno dan Alea ke Bandara," jawab Keysa sejujurnya. 

__ADS_1


Devano hanya mengangguk, kemudian memberikan ular peliharaan Keysa yang dititipkan kepada Devano.  "Ularmu doyan sekali makan," tandas Devano sambil menyodorkan bayi di depan mata. 


"Eh, ini apa-apaan? Apa yang terjadi dengan si mungil?" Keysa dibuat terkejut saat melihat penampakan ularnya yang begitu gemuk. 


__ADS_2