Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
47


__ADS_3

47


Keysa berjalan bersama Felix sembari bergandengan tangan layaknya seorang kekasih. Namun, karena hanya  sekedar akting, begitu keluar dari kampus mereka langsung mengurai gandengan keduanya, kemudian berpisah. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. 


Sesampai di Asrama, Keysa langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menatap langit-langit kamar asrama berwarna putih tulang dengan pikiran yang melayang entah ke mana. Hari-harinya yang selalu dipenuhi drama membuat kepala Keysa sedikit penat dan lelah. Apalagi saat mengingat sikap Devano yang seharian ini terlihat sangat membingungkan. 


'Lelaki Arogan itu kenapa, ya?' tanya Keysa pada dirinya sendiri, hingga perlahan mata Keysa pun terpejam. 


Keysa yang sedang istirahat, tiba-tiba mendapatkan telepon dari Disti. Ponsel berdering sangat nyaring, membangunkannya yang tertidur pulas. Keysa yang masih dalam keadaan mengantuk, pada awalnya enggan tuk menerima panggilan itu. Namun, setelah melihat nama pemanggilnya adalah Disti, ia pun langsung menerima panggilan tersebut. Khawatir sesuatu terjadi lagi pada sang sahabat.


"Ada apa Dis?" tanya Keysa dengan suara parau khas orang bangun tidur. 


"Apa kau masih ingat denganku?" Terdengar suara lelaki dari seberang sana yang membuat Keysa langsung bangun. 


"Kau." Ternyata orang yang menghubunginya adalah  lelaki yang membuat masalah dengan Disti dan diselesaikan oleh Keysa saat di klub waktu itu. 


"Ya, ini aku Ferro. Apa kau tidak lupa dengan janjimu?" Ia menagih janji Keysa yang berjanji akan memperkenalkan dirinya pada Devano. 


Keysa waktu itu pernah berjanji setelah membawa Bella kepada Devano, ia juga akan memperkenalkan Ferro kepada lelaki itu. Ferro ingin memperkuat kekuasaan  dengan mengenal Devano. Namun, Keysa yang mengingat dirinya akhir-akhir ini sering ribut dengan Devano, ia pun mencari alasan untuk tidak menemui Devano. 


"Aku ingat. Cuma sekarang Devano sedang sibuk, sepertinya kalau hari ini tidak bisa. Lain kali saja, ya!" ucap Keysa, mencari alasan. 


"Jangan bohong! Devano sekarang sedang ada di sini," sanggah Ferro. 


"Eh, maksudku bukan Devano yang sibuk, tapi aku yang sibuk." Keysa mengganti alasannya, tetapi Ferro malah marah dan mengancam Keysa dengan menggunakan Disti. 


"Jika kau tidak datang dan menepati janjimu, jangan harap sahabatmu ini akan baik-baik saja," ucap Ferro sebelum mengakhiri panggilannya. 


 'Kenapa jadi gini sih? Kayaknya hidupku itu tanpa ada masalah kurang asyik,' gerutu Keysa sambil menatap ponsel yang panggilannya sudah terputus. 


Keysa yang takut Disti terluka pun langsung bersih-bersih dan bergegas ke klub untuk menemui Ferro. Namun, sepertinya alam tidak mengizinkan Keysa untuk buru-buru. Gadis yang memakai dress lengan panjang dengan rok di bawah lutut itu harus berdiri hampir 20 menit di tepi jalan menunggu taksi kosong lewat. 


"Sial, kenapa tidak ada taksi yang kosong, sih?" umpat Keysa yang sudah memberhentikan lima taksi, tetapi semuanya berpenumpang. Bahkan, Keysa sudah mencoba memesan taksi secara online, tetapi tidak ada yang menerima orderan.


"Ya, sudahlah jalan kaki saja." Mau tidak mau Keysa yang sangat khawatir Disti diapa-apakan Ferro memilih untuk jalan kaki sambil menunggu taksi yang lewat lagi. 


Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya sebuah taksi yang di-stop Keysa tidak lagi berpenumpang. Ia pun segera naik dan meminta si sopir mengantarnya ke klub.

__ADS_1


Sesampai di klub, Keysa langsung menemui Ferro yang sudah menunggunya di dekat bar. 


"Akhirnya kau datang juga. Aku kira kau sudah tidak sayang lagi dengan sahabatmu," ujar Ferro sembari melepaskan Disti yang sejak tadi dijadikan sandera olehnya. "Tugasmu sudah selesai. Sana pergi!" ucapnya kepada Disti. 


Sebelum pergi, Disti hanya bisa mengatakan maaf yang dijawab anggukkan Keysa dan meminta Disti untuk bekerja lagi. 


"Di mana Devano? Biar aku kenalkan kau dengan dia, supaya urusan kita cepat selesai." 


Keysa menyuruh lelaki yang ingin mendekati Devano untuk suatu kepentingan itu mengantarkannya ke ruangan Devano. Sesampai di ruangan yang di tuju ternyata di sana hanya ada Devano dan Ezra. 


"Key, kamu di sini? Bukankah kamu sedang kencan?" Ezra tampak terkejut melihat kedatangan Keysa di ruangannya. 


Keysa pun membuat alasan kalau ada temannya yang meminta bantuan, jadi ia menunda kencannya bersama Felix. "Oh, iya, sekalian mo bilang, ada orang yang mencari Devano. Ini Ferro, dia ingin bertemu dengan Dev, apa bisa?" 


"Tapi, sayangnya Dev sedang tidak mood berbicara dan tidak ingin bertemu siapa pun," ucap Ezra sambil melihat ke arah Devano yang sedang mabuk, tanpa memedulikan Keysa dan Ferro. 


Melihat Devano yang sedang mabuk berat dan tidak memungkinkan mengajak lelaki berbicara, Keysa pun mengajak Ferro pergi dari ruangan itu. Namun, saat Keysa akan beranjak pergi, tiba-tiba Devano menghentikan langkahnya. 


"Jangan pergi!" ucap Devano dengan suara yang aneh. 


Ezra menoleh ke arah Keysa yang hendak pergi dan meminta gadis itu untuk tetap tinggal, seperti yang diminta Devano. Ia meminta Keysa menjaga Devano karena lelaki itu sudah terlalu banyak minum alkohol. Lalu, Ezra mengajak lelaki yang datang bersama Keysa itu untuk pergi. 


"Ez, tak bisakah jangan tinggalkan aku sendiri di sini? Aku takut." Keysa yang takut Devano akan memukulnya karena terlalu banyak minum, meminta Ezra untuk tetap di sana. 


Ezra melirik sekilas kepada lelaki yang sedang menenggak minuman langsung dari botolnya, lalu beralih melihat Keysa. Ia tahu Devano tidak akan tega melakukan hal seperti itu, lantas berkata kepada Keysa, menenangkannya. "Tenang saja, Devano tidak akan berbuat apa-apa," ucapnya, lalu pergi dan tidak lupa menutup pintu. 


Selepas kepergian Ezra dan Ferro, Devano tiba-tiba berdiri dan berjalan ke arah Keysa. 


"Kamu mau ke mana?" Melihat wajah Devano yang sangat mabuk dan mendekatinya, membuat Keysa ketakutan. 


Devano tidak menjawab. Ia terus berjalan mendekati gadis yang berdiri tidak jauh darinya. Keysa yang ketakutan pun lantas berlari ke arah pintu dan hendak melarikan diri, tetapi pintunya terkunci. 


"Sial, kenapa Ezra menguncinya, sih?" umpat Keysa. 


 Devano semakin mendekat, membuat Keysa semakin ketakutan. Ia pun berlari ke arah lain dan Devano terus mengejarnya, hingga Keysa terpojok ke tembok. Bahkan, tubuhnya sampai menempel dengan tembok.


Tangan kiri Devano berada di belakang tubuh Keysa, menyentuh tembok, mengunci pergerakan gadis itu. Kemudian, ia mengayunkan sebelah tangan lagi ke arah wajah Keysa. Keysa yang mengira Devano akan menamparnya pun langsung memejamkan mata. Namun, diluar dugaan, Devano malah memegang dagu Keysa. 

__ADS_1


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Keysa dengan suara sedikit bergetar. 


"Aku ingin membalas dendam," jawabnya dengan mata yang merem melek. "Aku ingin melakukan apa yang telah kau lakukan padaku," ucap Dev, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Keysa, hingga deru napas Devano sangat menggelitik saat menerpa kulit Keysa.  Mereka hampir tidak berjarak. 


"Dev, kau jangan macam-macam." Keysa  menghalangi wajah Devano dengan telapak tangannya. 


"Kenapa jangan? Aku hanya ingin menciummu. Kenapa tidak boleh menciummu?" sarkas Devano dengan mata melotot sembari menyingkirkan tangan yang menghalangi pemandangannya. 


"Karena kau tidak suka padaku. Jadi kau tidak boleh menciumku." 


"Memangnya kau tahu dari mana kalau aku tidak menyukaimu?" Devano menyipitkan sebelah matanya. 


"Memangnya kau menyukaiku?" Keysa malah balik bertanya. 


"Tidak," jawab Devano sambil menggeleng. 


Jawaban Devano membuat Keysa merasa dipermainkan oleh lelaki mabuk yang satu itu. "Jika tidak suka, maka tidak boleh cium!" sarkas Keysa, kesal. 


"Kalau begitu kenapa tadi siang Felix boleh menciummu? Apa kalian saling suka?" tanya Devano lagi. 


Daripada ia habis dilahap Devano  Keysa yang melihat lelaki itu sedang mabuk berat pun memilih berterus teras kalau dirinya dan Felix hanya sedang akting.


"Tentu saja tidak. Tadi aku dan Felix hanya sedang pura-pura akan berciuman karena aku sedang akting jadi pasangan lelaki itu," jelas Keysa.


"Jika cuma akting, kenapa tidak akting denganku saja?" tanya Devano lagi. 


"Jika akting denganmu, aku tidak akan mendapatkan uang." 


"Kenapa kamu ingin uang?" 


"Tentu saja untuk kelangsungan hidupku. Kamu pikir hidup di kota besar seperti ini tidak butuh uang? Asal kamu tahu, seluruh pengeluaranku di kota ini, aku harus cari dan tanggung sendiri. Tidak seperti dirimu yang dengan mudahnya bisa mendapatkan apapun hanya dengan jentikan jari karena dirimu lahir di keluarga kaya raya," jelas Keysa. 


"Aku akan memberimu uang. Aku punya banyak uang."


**Karena banyak yang minta double, hari ini aku membandel dan pura-pura hilap 🤣🤣🤣🤣. Semoga kalian suka, tapi jangan ngarep sering-sering, ya. Karena aku-nya hilap, mudah-mudahan ada yang hilap juga ngirimin bunga atau kopi sama Babang Dev yang lagi mabok 🤭🤭🤭.


Oh iya, buat yang mau tiap hari up double, karyaku sebelumnya yang berjudul 'Janda Cantik Milik Pak Polisi' mulai up lagi untuk season dua masih di buku yang sama. Kalian bisa maen ke sana, insyaallah aku up double setiap hari. Happy reading! I love you all** ....

__ADS_1


__ADS_2