Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
113


__ADS_3

113


Setelah seminggu lebih Keysa tidak masuk kuliah, lahirnya gadis itu kembali ke kampus. 


Para mahasiswa merasa aneh saat melihat kedatangan Keysa, karena hampir dua minggu Keysa tidak masuk kuliah. Belum lagi, rumor Keysa telah meninggal berselentigan di telinga mereka. 


"Kamu beneran Keysa, kan?" tanya seorang mahasiswa teman sekelasnya, saat berpapasan dengan Keysa ketika akan masuk kelas.


"Ya. Aku Keysa. Memangnya ada apa?" jawab Keysa seraya  mengangguk. 


"Kami pikir kamu telah ...." Orang itu tidak berani melanjutkan ucapannya, tetapi Keysa tahu kemana maksud ucapan gadis yang memakai celana jeans dan blouse motif bunga itu. 


"Berkat seseorang aku masih hidup dan baik-baik saja," tandas Keysa, lalu masuk ke kelas. 


Disti sedang membaca buku, hingga tiba-tiba telinganya mendengar bisik-bisik para mahasiswa saat Keysa datang. Ia pun mendongak ke arah pintu dan dilihatnya Keysa sedang berjalan ke arahnya. 


Dengan senyum yang mengembang, DIsti langsung berhambur memeluk Keysa. "Key!" teriak Disti. Ia yang sangat khawatir dengan keadaan Keysa sampai menangis  bahagia saat melihat Keysa baik-baik saja. 


"Bagaimana keadaanmu? Aku sangat mengkhawatirkanmu!" ucapnya sambil memeluk Keysa dengan air mata yang masih mengalir.


"Aku baik-baik saja," tandas Keysa. Ia sampai terharu melihat Disti yang begitu mengkhawatirkannya. 


"Syukurlah jika kamu baik-baik saja. Aku sangat takut terjadi sesuatu padamu," ucap Disti lagi sambil mengurai pelukannya. 


Keysa meyakinkan kalau dirinya baik-baik saja dan mengajak Disti untuk duduk, kemudian tampak Ezra dan Devano masuk kelas. 


Ezra menghampiri Keysa dan memberikan bekal untuk gadis itu. "Key, sarapan untukmu!" ujar Ezra sambil menyodorkan sebuah kotak nasi kepada Keysa, membuat Keysa menyipitkan sebelah mata. "Devano sengaja menyuruhku untuk membawa makanan ini untukmu," ucap Ezra sembari melirik lelaki yang sepertinya masih kesal karena ditinggal begitu saja oleh Keysa. 

__ADS_1


"Kenapa tidak dia langsung yang memberikannya?" tanya Keysa dengan mata yang juga melirik ke arah Devano, sedangkan yang dilirik pura-pura tidak melihat. 


Ezra sendiri hanya mengedikan bahu, lalu duduk di bangkunya. Ezra yang sudah duduk anteng di tempat duduknya tiba-tiba menerima pesan dari Liza. Ezra tampak mengerutkan dahi saat membaca pesan dari Liza. Lelaki itu tidak mengerti dengan isi pesan Liza, tetapi entah mengapa hatinya mulai tidak tenang.


[Berhati-hatilah! Tidak semua yang kau lihat itu sebuah kebenarannya. Ada sebuah rahasia besar yang akan mampu membuatmu sok, jadi persiapkanlah dirimu, Ez! Karena gadis yang kau sukai  itu tidak lebih dari seorang pembohong.] 


Tidak mengerti dengan isi pesan Liza, Ezra lantas menghubungi gadis itu, tetapi tidak tersambung. 


Siang harinya ....


Mendengar Keysa yang telah kembali, Felix lantas menemui Keysa ke ruang kelas. Keduanya saling menanyakan kabar, hingga akhirnya Felix mengutarakan maksud lain kedatangannya ke kelas Keysa. 


"Sebenarnya aku ingin berbicara sebentar denganmu. Tapi, tidak di sini," ucap Felix, kemudian. 


Devano yang mendengar Felix mengajak Keysa keluar, langsung menghampiri Keysa dan menggenggam tangan gadis itu. "Dia tidak akan pergi ke mana-mana," ucapnya sambil menarik Keysa untuk kembali duduk. 


"Aku tidak mengizinkanmu pergi dengan Felix," tandas Devano dengan datar tanpa menoleh ke arah Keysa. 


"Tapi dia temanku. Sepertinya ada hal penting yang ingin Felix bicarakan. Aku harus bicara dengannya," ujar Keysa. Ia tidak enak hati dengan Felix yang masih berdiri di kelas Keysa, berharap Keysa mau diajak bicara. Namun, Devano tetap pada pendiriannya.


"Jikaa kamu tidak mengizinkanku, sebaiknya kita putus saja. Untuk apa menjalin hubungan kalau tidak saling  percaya." Akhirnya, Keysa mengancam Devano. Karena kecemburuan lelaki itu, ia tidak boleh berbicara dengan sahabatnya sendiri. 


"Mereka pacaran?" Semua orang terkejut mendengar ucapan Keysa yang secara tidak langsung menerangkan kalau dua orang itu sudah berpacaran. 


Sementara itu, mendengar ucapan Keysa membuat Devano langsung melepaskan tangan Keysa, lalu pergi. "Terserah kau saja," tandasnya, tanpa menoleh ke arah Keysa. 


Keysa dan Felix lantas pergi ke sebuah tempat yang cukup sepi. 

__ADS_1


"Bagaimana dengan Devano? Sepertinya dia marah," ucap Felix, tidak enak hati dengan sikap Devano yang pergi dengan kemarahan. 


"Nanti aku urus," jawab Keysa. "Kamu ingin bicara apa? lanjutnya. 


Kemudian, Felix menceritakan tentang Erika yang terus mengejarnya, bahkan sampai dicium paksa oleh tunangan Arsen itu. 


"Bagaimana kalau kamu putuskan hubungan dengan Erika?" Keysa memberi saran. 


"Tapi, aku takut diusir dari rumah kalau sampai gadis itu membocorkan semuanya pada keluarga. Bagaimana aku  hidup di luaran sana?" Felix mengutarakan ketakutannya kepada Keysa. Karena ancaman yang diberikan Erika, Felix harus rela dijadikan seperti boneka oleh gadis itu. 


"Daripada hidupmu tertekan, mendingan mandiri saja. Kamu bisa bekerja menjadi influencer. Wajahmu terlihatnya sangat menjual, pasti akan cepat untuk mendapatkan uang," jelas Keysa memberi peluang.


Felix terdiam dan mencerna semua ucapan gadis itu, hingga ia pun berpikir untuk mencobanya. "Idemu, tidak terlalu buruk," tandasnya dengan seulas senyum. 


Setelah urusan dengan Flix selesai, Keysa kembali ke kelas. Sampai mata kuliah selesai, Keysa baru sadar kalau Devano tidak pernah kembali lagi ke kelas. Meninggalkkan tas yang masih tergeletak di meja. 


"Lelaki itu ke mana?" gumam Keysa, kemudian menghubunginya, tetapi tidak ada jawaban dari Devano. 


Ia pun membereskan barang-barang Devano dan membawanya, kemudian pulang ke asrama. 


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Disti setiba di asrama, karena sepanjang perjalanan Keysa yang sedang memikirkan Devano, hanya diam. 


Keysa hanya menangguk. 


"Kamu tahu, Devano sangat peduli padamu! Di saat kamu enggak ada pun, dia terus membelamu mati-matian saat si Liza terus menjelekanmu," tandas Disti kemudian. 


"Aku tahu itu," jawab Keysa dengan seutas senyum mengingat betapa banyak pengorbanan yang telah dilakukan Devano untuknya. Hingga, Keysa menyadari kalau tindakan hari ini kepada Devano telah keterlaluan. "Aku akan meminta maaf saat nanti kita bertemu," gumamnya. 

__ADS_1


Kemudian, Keysa membuka akun media sosialnya yang cukup lama tidak dijamahnya. Tidak disangka pengikutnya bertambah puluhan ribu. Di private message, banyak perusahaan yang puas dengan iklan yang dibintanginya dan berniat memakai jasa Keysa dengan bayaran yang fantastis.


__ADS_2