
"Satu lagi sebagai imbalan karena perbuatanmu malam itu, aku sudah mengirimkan fotomu yang waktu itu ke internet."
Wajah Alea berubah pias saat mendengar ucapan Keysa. Berbanding terbalik dengan Keysa yang berseringai dengan wajah yang terlihat santai, seolah-olah hal yang telah dilakukan bukanlah hal yang besar.
"Key, kamu hanya bercanda, kan? Aku tahu kamu tidak akan setega itu," tanya Alea. Berharap ucapan Keysa hanya gertakan semata.
Keysa menarik ujung bibirnya ke atas. Melihat ketakutan Alea ternyata sedikit menyenangkan. "Sayangnya aku tidak sedang bercanda. Kamu yang menabur, kamu juga yang harus menuai," tandas Keysa lalu pergi.
Alea mematung oleh ucapan Keysa. Ia tidak bisa membayangkan foto dirinya yang tanpa pakaian tersebar di media sosial. Jagat maya bisa gempar seketika jika para pengguna medsos melihat foto yang diunggah Keysa. Apalagi kalau sampai dilihat oleh keluarganya, Alea bisa langsung dihijrahkaj ke Kutub Utara. Alea langsung membuka IG Keysa–sosmed yang sering digunakan oleh Keysa–mencoba mencari foto tak senonoh yang katanya sudah diupload oleh Keysa. Namun, di akun Keysa tidak ada foto yang dimaksud.
"Sial! Dia meng-upload fotoku di aplikasi apa? Jangan bilang dia mengunggahnya di situs khusus." Alea dibuat ketar-ketir saat tidak menemukan apa yang dicarinya, ketakutannya semakin besar. "Key, tunggu!" Alea lantas mengejar Keysa yang sudah jauh meninggalkannya.
Alea berlari mengejar Keysa yang sudah hampir tidak terlihat. Ia berlari secepat mungkin untuk meminta penjelasan gadis yang selalu diganggunya itu. "Key, tunggu!" Setelah sangat dekat, Alea langsung mencekal tangan Keysa. "Kamu upload di mana saja fotoku, Key?" tanyanya dengan napas yang tersengal-sengal.
Langkah Keysa terhenti saat Alea berhasil menggenggam tangannya, lantas menoleh ke arah gadis yang seperti kehabisan napas karena berlari cepat dengan jarak cukup jauh. Senyum mengejek tersungging di bibir peach milik Keysa. "Cari tahu saja sendiri," jawabnya. "Mata kuliah pertama akan segera dimulai sebaiknya kita ke kelas saja." Keysa mengubah topik pembicaraan, kemudian berjalan ke arah kelas.
Alea hanya bisa membuang napas kasar saat tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, lantas mengikuti Keysa ke kelas. Sementara itu, senyum masih tersungging di wajah Keysa begitu melihat keputusasaan Alea. Pada kenyataannya, mau mencari ke media sosial atau situs manapun, Alea tidak akan menemukan foto tersebut. Karena sebenarnya, Keysa tidak mengunggah foto itu, hanya mengirim beberapa foto kepada Reno.
Hari bergulir begitu saja. Satu bulan telah terlewati, tetapi Alea tidak pernah menemukan fotonya dalam media pencarian apapun, membuat gadis itu meyakini kalau Keysa hanya menggertak saja. Ada rasa lega jika prasangkanya itu sebuah kebenaranan, meskipun Keysa tidak pernah mengatakannya secara langsung. Alea pun berjanji tidak akan membuat gara-gara lagi.
"Aku tidak butuh omongmu. Buktikan saja dengan perbuatan!" tandas Keysa saat Alea meminta maaf dan berjanji tidak akan berulah lagi.
***
Kampus mengadakan acara MaPaLa. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan Pecinta Alam tersebut pun pergi ke tempat terpencil. Di tempat yang sangat jauh dari keramaian, bahkan jauh dari pemukiman, mereka melaksanakan kegiatannya di hutan. Mereka mendirikan tenda sebagai tempat tinggal. Di setiap tenda ditempati oleh dua orang yang dipilih langsung oleh panitia MaPaLa. Keysa pun mendapatkan nama Alea yang menjadi pasangannya.
"Sepertinya aku memang selalu ditakdirkan tinggal bersamamu." Keysa mencebik kepada gadis yang berdiri di sampingnya. Mereka baru saja selesai mendirikan tenda.
__ADS_1
"Ya, sepertinya begitu," timpal Alea dengan seulas senyum tulus. Ia berjanji akan berubah dan tidak akan mengingkarinya lagi.
Keysa tidak menanggapi lagi. Ia langsung masuk ke tenda untuk mencoba tempat yang baru saja dibuatnya dengan Alea. Sementara itu, rivalnya masih berada di luar. Alea juga bergegas masuk, tetapi langkahnya terhenti saat matanya melihat sosok yang dikenalnya.
"Dia?" Alea terkejut saat melihat orang yang memakai seragam instruktur di kegiatan pecinta alam itu adalah orang yang beberapa saat lalu mengurusnya ketika disekap oleh anak buah Devano dan Keysa.
Alea hendak menghampiri dan menyapa Reno. Namun, baru saja beberapa langkah, lelaki itu membunyikan peluit sebagai instruksi agar seluruh anggota MaPaLa berkumpul. Seketika tempat yang seperti lapangan dengan dipenuhi rerumputan pendek itu dipenuhi para anggota kegiatan, membuat Alea hanya terpaku di tempat.
"Jangan melamun di tengah hutan. Kerasukan baru tahu rasa," gumam Keysa, yang sudah berada di samping Alea.
"Key, lelaki itu!" Alea menunjuk ke arah Reno, yang memasang wajah tegas dan berwibawa dengan seragam ketat yang menampilkan otot-ototnya membuat Reno terlihat gagah, apalagi potongan rambut cepak membuat lelaki itu seperti pasukan militer.
"Ya?"
"Bukannya dia anak buah kakekmu? Kenapa dia ada di sini?" tanya Alea, kebingungan.
"Itu ...." Belum sempat menjawab panjang, Keysa dan Alea ditegur karena berbicara di tengah-tengah instruktur memberikan arahan kegiatan mereka.
Wajah garang Reno menatap tegas ke arah Keysa dan Alea, meminta keduanya diam dan mendengarkan Reno yang sedang berbicara. Keysa dan Alea pun seketika langsung diam dan memerhatikan ke depan. Meskipun Keysa adalah Nona-nya, tetapi di kegiatan tersebut hanya segelintir orang yang tahu bahwa Reno pelindung Keysa, dan sebagai instruktur Ia harus bisa tegas kepada siapapun tanpa pandang bulu.
"Saya harap kalian jangan seperti mujair, membuat kolam di dalam kolam. Dengarkan orang yang berbicara di depan kalian. Jangan malah sibuk sendiri dengan pembicaraan kalian!" tandas Reno kepada semua anggota, setelah menegur Alea dan Keysa.
Selanjutnya, Reno menyuruh seluruh anggota untuk mencari jamur dan sayuran untuk menu makan mereka di hutan itu.
"Laksanakan tugas kalian! Waktu kalian hanya setengah jam," tandasnya lagi, yang dijawab 'siap' oleh seluruh anggota.
Semua anggota pun membubarkan diri dan melaksanakan yang diperintah Reno. Mereka berpencar masuk ke hutan lebih dalam untuk mencari sayur dan jamur. Sementara itu, Keysa yang membawa keranjang kecil untuk wadah sayur dan jamur tampak melihat-lihat orang disekitarnya.
__ADS_1
"Itu dia," gumamnya saat melihat Reno juga ikut dan mengawasi kegiatan para anggota MaPaLa.
Di saat orang-orang lengah, Keysa menghampiri Reno.
Reno yang melihat Keysa mendekat ke arahnya pun langsung membungkuk memberi hormat dan meminta maaf karena telah membentak dan berkata dengan tegas kepada Nona-nya itu.
"Tidak masalah. Di sini aku junior dan kamu senior. Dan aku salah. Sudah seharusnya kamu berbuat seperti itu," ucap Keysa. Sama sekali tidak sakit hati dengan tindakan Reno. "Aku hanya ingin menanyakan teman-temanmu yang lain. Apa mereka juga ikut?" tanya Keysa.
Keysa merasa ada sesuatu yang akan terjadi di kegiatan itu, membuatnya harus memastikan bahwa anak buah sang kakek ada di sana semua.
"Nona tenang saja. Kami akan selalu menjaga Nona. Teman-teman yang lain juga ada di sekitar sini. Mereka akan menjaga Nona dari jauh," ujar Reno, membuat Keysa merasa tenang.
Keysa mengangguk, kemudian pamit untuk mencari jamur dan sayuran. Namun, langkahnya terhenti saat Reno melarang dan memberikan tugas lain sebagai ucapan terima kasih karena telah mengirim foto Alea tempo itu.
Devano yang juga mendengarkan pembicaraan Reno dari jarak lumayan dekat, langsung menghampiri mereka dan menarik Keysa membawa gadis itu pergi dari hadapan Reno.
"Tidak perlu tarik-tarik. Tidak ditarik pun aku akan mengikutimu," tandas Keysa. Ia yang diminta bersama dengan Devano oleh Reno mencoba melepaskan genggaman tangan yang dicekal oleh sang kekasih, lantas menoleh sekilas ke arah Reno yang masih menatapnya dengan seulas senyum. "Kalian pasti kongkalikong." Keysa beralih menatap Devano penuh selidik.
Devano menoleh sambil tersenyum, kemudian melepas genggaman yang memegang erat tangan Keysa. "Aku hanya ingin dekat denganmu di mana pun dan kapanpun."
"Ish ... lebay!" tandas Keysa, seraya mencebik meskipun dalam hati bersorak gembira.
"Bukan lebay, tetapi itu bukti kalau aku sangat mencintaimu dan tidak bisa jauh-jauh darimu."
Keysa hanya angguk-angguk, kemudian mengalihkan pembicaraan jika terus diladeni Devano akan tiba-tiba menjadi penyair cinta. "Bagaimana keadaan ularku?" Keysa menanyakan ular peliharaannya yang dititipkan di Devano.
"Aku telah merawatnya dengan baik."
__ADS_1
-