Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
60


__ADS_3

60


Keysa sangat terharu saat Devano terlihat sangat memikirkan dan mengkhawatirkannya. Dengan seutas senyum, Keysa berterima kasih dan berjanji akan menemui Devano lagi setelah bertemu dengan Gabby.


Kemudian, Keysa pergi menaiki tangga, berjalan sesuai arahan seorang pelayan yang sempat ditanyai Devano tentang letak kamar Gabby.


"Dasar anak pelakor tidak tahu diri. Ternyata ibu dan anak sama saja, sama-sama j*lang! Sekali j4lang selamanya tetap akan jadi j4lang. Kau itu tidak pantas menjadi tuan putri dan tinggal di sini. Tempat yang pantasmu itu di bawah lampu remang-remang sebagai pemuas n4fsu para hidung belang. Bukan malah menggoda kakakmu sendiri."


Setiba di tempat yang disebutkan pelayan tadi, Keysa langsung disuguhkan pemandangan yang tak sedap dilihat dan didengar. Sebelum masuk ke kamar Gabby, dari depan pintu Keysa mendengar jelas kalau temannya itu sedang dihina mati-matian dengan bahasa-bahsa kotor oleh seseorang yang ternyata ibunya Arsen.


Keysa tidak habis pikir ada wanita sejahat itu di dunia ini, mencaci dan menghina, bahkan menyiksa orang lain tanpa rasa malu dan mungkin memang seperti sudah menjadi kebiasaannya. Terlihat dari cara wanita itu memperlakukan Gabby, tidak sedikit pun ada rasa menyesal apalagi belas kasihan kepada gadis yang sudah gemetar karena hardikan dan kekerasan yang wanita itu lakukan. Sungguh potret ibu tiri yang kejam.


Telinga Keysa semakin terasa panas dengan dada yang sudah bergemuruh saat kata-kata j4lang semakin banyak keluar dari mulut wanita itu bersama kata kotor lainnya yang digunakan untuk menghina Gabby. Dan yang semakin membuat Keysa marah, mengapa tidak ada yang membela Gabby sama sekali? Bahkan lelaki yang mengatakan sangat mencintai Gabby dan tidak bisa hidup tanpanya tidak ada di sana untuk membela dan melindungi Gabby—gadis itu hanya seorang diri meratapi perlakuan buruk itu.


"Tante seperti itukah memperlakukan seorang anak gadis? Ingat, Tan, saat telunjukmu menunjuk Gabby sebagai J*lang, ada empat jari lagi yang sedang menunjuk ke arah tante sendiri. Jadi, siapa di sini yang j4lang? Gabby atau Tante?" sarkas Keysa dari ambang pintu. Ia sudah tidak tahan mendengar setiap kata hinaan yang keluar dari mulut pedas wanita itu.


Mendengar suara yang menghardiknya, wanita itu langsung menoleh ke arah suara dengan tatapan tajam. "Siapa kau ini? Berani sekali menantangku. Jaga bicaramu gadis jelek!" sarkas ibunya Arsen dengan tatapan mautnya.


"Aku hanya gadis biasa yang tidak suka ada orang yang merendahkan oranglain, padahal belum tentu mereka juga jauh lebih baik dari orang itu," jawab Keysa.


"Hei! Jaga bicaramu!" Wanita itu menunjuk Keysa dengan segudang kemarahan. Ucapan Keysa membuatnya sangat geram. "Sebaiknya jangan pernah ikut campur urusan keluargaku. Silakan pergi sebelum aku juga akan berbuat nekad padamu!" lanjutnya, mengancam.

__ADS_1


"Lagian siapa yang sudah mengundang gadis jelek dan tidak sopan seperti dia ke pesta ulang tahun anakku?" Ekor matanya melirik Gabby dengan penuh kebencian, sedangkan yang dilirik hanya bisa menunduk. "Ya ... ya ... ya, anak j4lang memang selevel kalau berteman dengan anak gembel. Tapi, pesta anakku bukan untuk kaum rendahan seperti kalian," tandasnya lagi, sambil menatap tajam Gabby dan Keysa secara bergantian.


Baru saja Keysa angkat bicara, membalas semua kata pedas yang keluar dari mulur wanita itu, tiba-tiba seseorang masuk dan membisikkan sesuatu pada wanita sombong itu.


"Apa?" Wajah ibu Arsen seketika memucat, keterkejutan terlihat nyata di wajahnya saat mendengar berita yang baru saja masuk ke telinga.


Ibu Arsen menatap gadis yang barus saja juga dihinanya itu, dan seketika kesombongannya yang menggunung itu luntur saat ada seseorang yang tahu bahwa Keysa adalah pasangan yang dibawa Deavano. Wanita itu langsung memberi hormat dan meminta maaf kepada Keysa. Sifatnya langsung berubah 180⁰.


'Ish ... nenek sihir ini ternyata pintar juga mengubah sikap dengan cepat. Dasar bermuka dua!' Keysa terkadung kesal pada wanita itu dan memilih mengabaikannya.


"Bisa tinggalkan kami. Aku ingin bicara berdua dengan Gabby," ucap Keysa dengan begitu dingin.


"Aku tidak apa-apa ini sudah biasa," jawab Gabby dengan bibir yang dipakasakan untuk tersenyum.


Mendengar ucapan Gabby, Keysa hanya bisa menarik napas panjang. Ia sungguh tidak habis pikir dengan perlakuan wanita tadi, sungguh kejam.


"Gab, apa kamu bisa meninggalkan tempat ini bersama Kak Arsen. Kakek sudah mengirimkan hasil tes DNA kalian padaku yang menunjukkan kalau kalian bukan saudara kandung."


"Arsen tidak akan mungkin pergi dari sini bersamaku. Dia adalah satu-satunya pewaris keluarga ini. Dia tidak akan mungkin bisa meninggalkan tempat ini," jawab Gabby dengan sendu.


Keysa tidak bisa memaksa. Ia terpaksa menyerah menerima keputusan Gabby yang tidak mau ikut bersamanya.

__ADS_1


Keysa dan Gabby pun mengganti pakaian mereka dengan gaun, lalu ikut bergabung di acara ulang tahun Arsen.


Mereka berjalan menuruni tangga, menuju tempat yang sudah cukup ramai oleh para tamu. Saat melihat dua gadis itu sedang menuju ke acara pesta, Devano dan Ezra pun langsung menghampiri mereka. Tidak lupa, Devano mengambil segelas jus dari meja yang dilalui, lalu memberikannya kepada Keysa.


"Apa ada seseorang yang menyulitkanmu?" tanyanya Devano, sambil menyodorkan jus kepada Keysa.


Lagi-lagi Keysa dibuat terharu oleh perlakuan lelaki itu. "Ada," jawab Keysa seraya menerima jus yang diberikan Devano. "Tapi, tidak ada lagi yang mempersulitku setelah aku bawa-bawa namamu," lanjut Keysa sambil memamerkan rentetan gigi putih miliknya.


"Kau tenang saja. Aku akan membantumu membalas dendam terhadap mereka yang sudah menyulitkanmu," tandas Devano yang membuat Keysa mengerutkan dahi.


Keysa menatap Devano dengan perasaan bingung oleh sikap lelaki itu yang tiba-tiba berubah sangat baik dan perhatian. 'Ada apa dengan dirinya? Apa setelah aku menginjak bahunya, isi kepalanya sedikit tergeser?' gumam Keysa dalam hati.


Kemudian, terlintas di pikiran Keysa untuk menjahili Devano. "Apa kamu masih mau membantuku balas dendam kalau yang menyulitkanku itu adalah ibunya Arsen?"


"Aku tidak takut kepada siapa pun," ucap Devano. "Apa dia yang telah menyulitkanmu? Kau ingin aku mengapakan dia?" lanjutnya, tanpa ragu.


Keysa yang menyangka kalau Devano akan takut dan menolak membantu karena ibu Arsen yang mengganggunya, hanya menelan saliva saat Devano mengatakan hal itu. "Tidak ada. Aku masih baik-baik saja, jadi tidak ada yang perlu dilakukan," jawab Keysa dengan seutas senyum yang tertampil.


Sementara itu, Ezra yang melihat semuanya yakin bahwa Devano sudah menyukai Keysa, hanya belum sadar akan perasaannya saja.


Di waktu yang bersamaan, Arsen pun datang menghampiri mereka.

__ADS_1


__ADS_2