Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
205


__ADS_3

Keysa pergi menggunakan helikopter bersama pria suruhan Zack. Namun, di tengah perjalanan, pesawat yang ditumpangi Keysa dan pria itu kehabisan bahan bakar. Keysa sempat merutuki ulah Zack yang tidak teliti dan bisa-bisanya membawa pesawat yang belum di isi bahan bakar. Akan tetapi, marah saja tidak akan mendapatkan hasil. Yang terpenting bagi Keysa adalah sampai di kota B dengan selamat.


Keysa dan pria itu akhirnya melompat dari pesawat, hingga gadis yang sangat bersemangat untuk sampai ke kota B itu terbersit untuk mengatakan cintanya dari atas ketinggian. Dari atas ketinggian dengan menggunakan parasut yang membantu Keysa di udara, Keysa berteriak sekuat tenaga, mengungkapkan isi hatinya untuk Devano.


Setelah berhasil mendarat dengan selamat, Keysa langsung dijemput Zack untuk menemui Devano.


"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Zack, begitu sampai di tempat yang disebutkan oleh pria yang membawa Keysa. "Maaf, aku tidak mengecek pesawatnya terlebih dahulu, sehingga kamu harus mendarat darurat di hutan begini," ucap Zack penuh sesal kepada Keysa. Ia sangat takut karena ulahnya yang teledor hubungannya dengan Felix kembali dipertaruhkan.


"Santai saja keadaanku baik," jawab Keysa dengan senyum yang tertampil dari wajah cantiknya, membuat Zack senang campur bingung. "Andai saja helikopternya tidak mati, aku tidak akan pernah melakukan hal sekeren tadi," lanjut Keysa mengingat apa yang telah dilakukannya di udara, kemudian mengajak mereka untuk segera keluar dari hutan.


Zack menatap pria yang bersama Keysa , meminta penjelasan dari pria itu. Namun, di saat temannya akan menjawab, Keysa sudah memanggil mereka lagi dan meminta mereka untuk segera masuk mobil.


"Kita ceritakan nanti saja," ucap Pria itu, kemudian berjalan masuk ke mobil.


Sementara itu, di kediaman Devano, lelaki itu terlihat sangat frustrasi. Seisi kamar pun telah menjadi pelampiasan karena kefrustrasiannya. Kamar tak ayalnya seperti kapal pecah yang terhempas badai dan membentur karang. Hal ini terjadi karena Cheryl mengetahui percobaan Devano yang hendak menemui Keysa, hingga membuat Cheryl kembali mencoba bunuh diri.


Malam saat Zack mengirim adik dan orang-orangnya untuk menjemput Keysa, Zack sendiri pergi menemui Devano. Karena ponsel Devano yang tidak bisa dihubungi, lelaki itu datang langsung ke kediaman utama Devano dan memberitahu bahwa Keysa akan pulang serta meminta bertemu dengan Devano di rumah dekat kampus.


Mendengar berita kepulangan Keysa memberikan secercah kebahagiaan di dunia Devano yang seminggu terakhir terasa suram. Ia pun mencari jalan untuk bisa pergi dari rumah dan menemui Keysa di rumah dekat sekolah.


Namun, jalan untuk bertemu Keysa tidak semudah yang dibayangkan. Penjagaan ketat dari dua keluarga yang akan disatukan dalam ikatan pertunangan tersebut membuat Devano kesusahan untuk bertindak.

__ADS_1


Semakin naas, ketika Cheryl mengetahui bahwa Devano hendak menemui Keysa, hingga gadis itu berusaha untuk mengakhiri hidup lagi agar Devano tidak pergi.


"Kamu pergi, berarti besok akan menjadi hari pemakamanku," ancam Cheryl.


"Jangan gila, Cher! Aku hanya pergi sebentar untuk mengurus pekerjaan."


"Pekerjaan apa? Menemui gadis itu seperti hari itu?" tandas Cheryl lagi, mengungkit masa dimana Devano pergi sehari semalam dengan alasan akan ke perusahaan dan nyatanya pergi ke ibu kota menemui Keysa. Cheryl yang tahu kelakuan Devano sejak tiga hari terakhir itu tidak mau kecolongan lagi. Ia menyita ponsel dan selalu mengawasi Devano setiap saat.


"Kenapa kau terus mengungkit itu?"


"Karena itulah yang akan kamu lakukan."


Namun, langkah Devano terhenti saat orang-orang berteriak dan berhambur ke arah Cheryl. Gadis itu tidak main-main dengan ucapannya. Belum juga Devano melewati pintu, Cheryl sudah tumbang karena menyobek lagi bekas jahitan karena percobaan bunuh diri yang pertama. Cheryl kembali mendapat penanganan dokter.


"Arghh .... kenapa jadi kayak gini?" Devano memegang kepalanya, menjambak kuat rambutnya ketika mengingat saat Cheryl mencoba mengakhiri hidup lagi.


Bertepatan dengan itu, Keysa sampai di kediaman Devano dan dibuat syok saat melihat kamar Devano berantakan dengan keadaan lelaki yang terlihat kusut. "Ada apa ini? Kenapa berantakan sekali?" Keysa masuk, mendekati lelaki yang masih duduk di lantai sambil menjambak rambutnya sendiri.


"Dev, apa yang terjadi?" tanya Keysa.


Devano mendongak saat mendengar sosok yang sangat dirindukannya. Namun, Devano langsung membuang muka saat mengingat keadaan Cheryl di rumah utama yang telah ditangani dokter sebelum dirinya datang ke rumah yang ditempati saat ini.

__ADS_1


"Aku merasa tidak seharusnya kamu datang ke sini," ucap Devano di tengah kefrustrasiannya.


Keysa langsung duduk berhadapan dengan Devano, kemudian menarik wajah yang tidak berani memandangnya itu. "Apa maksudmu? Kenapa kamu berbicara seperti itu? Apa kamu tidak mencintaiku lagi?" tanyanya dengan tangan yang menangkup wajah Devano, memaksa lelaki itu untuk melihat wajahnya.


"Ini bukan masalah cinta. Kamu sendiri tahu hanya kamu yang ada di hatiku dan sampai kapanpun hanya kamu yang aku cintai," ucap Devano, menunduk. Ia sama sekali tidak berani memandang wajah Keysa, apalagi harus berserobok dengan mata bening Keysa. Selemah itu dirinya saat ini yang dikarenakan tekanan keluarga. Ia tidak bisa memilih antara cinta dan keluarga, tetapi keadaan memaksanya untuk memilih.


"Mungkin kita ditakdirkan bersama di kehidupan ini. Jodoh kamu di kehidupan sekarang bukanlah aku. Tapi, aku akan selalu berdoa semoga di kehidupan berikutnya kita akan bersama tanpa ada hambatan seperti ini," lanjut Devano lagi.


"Kamu ini bicara apa? Aku kabur dari rumah dan sengaja menemuimu dengan segala kesusahan yang dihadapi bukan untuk mendengarkan ucapan keputusasaan seperti ini. Kenapa kamu jadi pesimis seperti ini? Bukankah kamu yang selalu menguatkanku dan berkata bahwa cinta kita itu sangat kuat. Saking kuatnya tidak akan ada yang mampu menggoyahkan hubungan kita." Keysa mengingatkan Devano pada ucapan-ucapan Devano sendiri yang pernah dilontarkan kepada Keysa.


"Ini sulit dan sangat sulit. Hubungan kita sejak awal ditentang oleh kedua belah pihak. Ditambah kasus Cheryl yang lagi-lagi berusaha mengakhiri hidupnya membuatku sangat frustrasi. Aku tak tahu harus melakukan apa? Aku seperti orang yang kehilangan arah," ucap Devano, dengan tubuh yang bergetar.


Keysa tidak menjawab. Ia langsung memeluk lelaki yang tampak sangat frustrasi itu. Keduanya saling diam, menikmati kebersamaan mereka dengan hati mereka yang teriris oleh keadaan.


Devano menarik napas dalam-dalam dan membuangnya secara kasar. Ia harus membuat keputusan. Devano mengurai pelukannya dengan Keysa, lantas memegang bahu Keysa dan mendorong sedikit tubuh yang tadi memeluknya, dan mata mereka saling bertemu. Berat baginya untuk mengatakan perpisahan kepada gadis yang sangat dicintainya itu.


"Pulanglah! Kakek pasti sangat mengkhawatirkanmu karena pergi tidak bilang-bilang. Jaga dirimu baik-baik! Aku akan selalu mendoakan kebaikan untukmu," ucap Devano. Suaranya terdengar sangat dalam dan bergetar.


Devano melepaskan tangan kedua tangannya dari bahu Keysa, kemudian beranjak tanpa berani menatap Keysa lagi. Ia berkata dengan tubuh yang membelakangi Keysa. "Pulanglah! Dan, sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita sampai di sini," ucap Devano dengan setetes air mata yang luruh begitu saja.


Namun, Keysa masih bergeming di tempat kamar itu. Ia sama sekali tidak berniat pergi dari tempat itu dan malah menjatuhkan tubuhnya di atas bed yang sudah tidak diselimuti seprei. Mendengar ucapan-ucapan Devano yang ingin mengakhiri hubungan mereka membuat Keysa berpikir untuk menculik lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2