
Cheryl datang, lalu ikut menindas Keysa bersama Erika. Kata-kata kotor dan hinaan yang biasa Keysa dengar dari mulut mereka, masih tetap keluar meskipun mereka sudah tahu kalau Keysa sudah resmi menjadi kekasih Devano. Bahkan, Cheryl semakin menjadi karena merasa lelaki paling kaya dan tampan itu tidak pantas sejajar dengan Keysa yang notabene-nya gadis jelek dan miskin.
Devano baru saja kembali setelah bertemu dengan Ezra. Ia yang melihat Keysa sedang ditindas oleh dua gadis angkuh itu langsung mempercepat langkahnya untuk membantu Keysa. Devano yang sudah berada dua langkah di belakang Erika dan Cheryl lantas mengangkat tangan dan bersiap membungkam mulut pedas Erika dan Cheryl, tetapi Keysa yang tahu apa yang akan dilakukan Devano langsung menggeleng pelan—menghalangi lelaki itu untuk melakukan perbuatan yang akan memancing keributan.
"Shhitt!" Devano dengan kesal menurunkan tangan yang bersiap mencekal Cheryl tadi. Andai Keysa tidak melarang, pasti dirinya sudah memelintir tangan kedua gadis itu agar mulut mereka hanya bisa mengaduh kesakitan daripada nyinyirin orang tidak jelas.
Bertepatan dengan itu, Alea datang menghampiri Keysa dan membelanya. "Sepertinya membuat keributan itu bagian kalian seperti makan. Tidak akan ada tenaga kalau sehari saja tidak memancing keributan," sindir Alea. "Enggak bosan apa ribut mulu?" lanjutnya, kemudian menoleh ke arah Keysa. "Key, bagaimana penampilanku? Apakah oke?" tanyanya sambil berputar memamerkan dress merah selutut yang terlihat sangat seksi di tubuh Alea.
Keysa hanya mengangguk. Sementara itu, Cheryl dan Erika dibuat saling pandang oleh tingkah keduanya yang malah terlihat akrab padahal kemarin-kemarin Alea sekubu dengan mereka untuk menghancurkan Keysa.
"Sejak kapan kau jadi penjilat ludah sendiri?" sarkas Cheryl, tidak suka Alea berbaikkan dengan Keysa.
Alea berbalik menatap Cheryl dan Erika dengan tatapan membunuh. Ia mendekatkan langkahnya pada kedua gadis itu. "Aku tidak merasa menjilat ludah sendiri. Disaat merasakan ketentraman dengan berdamai, kenapa mesti terus bermusuhan yang ujungnya akan terus saling menyakiti," ucapnya dengan sangat bijak.
'Jika berteman dengan musuh bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan untuk apa buang-buang energi dengan adu urat dan otot.' Di dalam hati Alea berseringai dengan jalan pikirannya sendiri.
"Sudah sana pergi! Berani ganggu Keysa kalian berhadapan denganku," sarkas Alea lagi sambil mengibaskan tangan, mengusir.
"Dasar penjilat," umpat Cheryl. "Sepertinya kau harus mulai hati-hati dengan serigala yang sedang menyamar jadi domba ini," tukasnya kepada Keysa sambil menunjuk wajah Alea, kemudian pergi.
Keysa sendiri hanya menjawab ucapan Cheryl dengan mengangkat ujung bibirnya ke atas, karena Keysa sendiri sudah sifat Alea—gadis itu baik kepadanya karena ingin dikenalkan dengan Exel.
"Aku sudah usir mereka," ucap Alea, bangga. 'Sekarang, ayo, kenalkan aku dengan Exel," lanjutnya dengan bibir yang mengembang.
Keysa pun mengangguk, lalu mengajak Alea menghampiri Exel yang sedang bersama para tamu lainnya.
Exel yang melihat kedatang Keysa pun langsung menyambut Keysa dengan semringah. Ia juga sempat terpukau oleh penampilan Alea yang cantik dan seksi, meskipun lekuk tubuhnya tidak sebagus Keysa tetapi wajah Alea lebih glowing dan cantik.
Setelah mengucapkan selamat ulang tahun, Keysa memperkenalkan Alea kepada Exel.
__ADS_1
"Exel."
"Alea."
Mereka saling menyebutkan nama masing-masing sambil berjabat tangan dengan mata yang saling memuja satu sama lain. Baik Exel maupun Alea dua-duanya terpesona oleh tampilan lawan bicara mereka, bahkan Exel sempat berpikir untuk beralih hati kepada Alea. Namun, dengan cepat Exel mengurungkan niatnya begitu mengingat keluarga Alea tidak sekaya Keysa dan gadis itu ada diperingkat akhir dari jajaran konglomerat di Negara X.
Exel kembali fokus pada niat awalnya untuk memiliki Keysa. Ia melepas jabatan tangan dari Alea, lantas kembali berbincang dengan Keysa serta menunjukkan kepedulian yang sangat besar terhadap gadis itu.
'Kenapa semua orang harus menyukai Keysa, padahal saat ini dia tidak lebih cantik dari diriku.' Alea menatap tidak suka dengan Exel yang juga dengan terang-terangan menunjukkan ketertarikannya kepada Keysa.
Setelah berbincang cukup lama, Exel pun pamit dan menghampiri tamu lain. Meninggalkan Alea, Keysa dan Disti.
"Kenapa selalu kamu? Apa kurangnya aku? Cantik iya, modis iya, seksi juga iya," protes Alea selepas Exel pergi, yang tidak bisa lagi menutupi kekesalannya.
"Hatimu baik juga, gak?" timpal Disti, gemas oleh ucapan Alea. Membuat Alea melengos.
Alea langsung di skakmat oleh ucapan Disti. Kemudian memilih pergi saat ada lelaki kaya lain yang menyapa dan mengajaknya pergi. Sementara itu, Devano tampak sangat jengah karena terus diganggu oleh Cheryl.
"Jadi kamu benar-benar menolakku hanya demi gadis jelek itu?" tanya Cheryl dengan air mata yang mulai mengalir. Ia tidak terima Devano memilih gadis lain dan hanya menganggapnya sebagai adik.
Devano mengangguk pasti. Bagaimanapun gadis di hadapannya harus bisa menerima kenyataan bahwa dirinya telah memilih wanita lain. Cheryl tidak bisa lagi menutupi kesedihannya, ia pergi dari hadapan Devano sambil menangis.
Setelah Cheryl pergi, Keysa yang sejak tadi memerhatikan keduanya langsung menghampiri Devano dan menggoda kekasihnya. "Mentang-mentang pacarnya gak ada di dekatnya, sepertinya malah asyik menggoda wanita lain," goda Keysa, yang langsung mendapat pelototan Devano.
"Siapa yang menggoda wanita lain, jangan ngawur! Jangan berpikir yang macam-macam! Dia yang menggoda bukan aku," bela Devano.
"Oh, ya?" Keysa semakin menggoda Devano dengan alis yang sudah naik turun.
"Kamu benar-benar, ya?"Mendapati Keysa yang semakin menggodanya, Devano menghadiahi gelitikan di pinggang Keysa. "Jangan berkata macam-macam lagi, atau aku akan menghukummu lebih dari gelitikan," tandas Devano, setelah Keysa mohon ampun.
__ADS_1
Acara ulang tahun pun dimulai, hingga akhirnya acara tiup lilin dan makan-makan sambil menikmati hiburan yang disediakan.
Exel yang beberapa waktu lalu habis meniup lilin dengan mengucap permohonan-permohonan sebelumnya, tampak menghampiri Keysa yang sedang menikmati hidangan yang ada di sana.
"Sebagai kado ulang tahun darimu, maukah kamu dansa denganku, Key?" Exel mengulurkan tangan dengan senyum yang terbit mengajak Keysa untuk berdansa bersama.
"Aku sedang makan. Ajak yang lain saja, ya," tolak Keysa.
Exel mengangguk. Meskipun kecewa, ia tetap menampilkan senyum dan memperlihatkan kalau dirinya baik-baik saja dengan penolakan Keysa. Ia lantas mengajak Disti dan langsung dijawab anggukan gadis itu.
"Ya, Tuhan. Ternyata selera orang kaya di kota ini hancur semua. Devano memilih gadis cupu seperti Keysa, dan Exel juga malah memilih gadis desa seperti dia," umpat Alea sambil menunjuk ke arah Disti yang sudah berada di lantai dansa. Ia sangat marah, di antara lelaki paling kaya itu tidak ada satupun yang menganggap kehadirannya.
Setelah selesai dansa, Exel dan Disti kembali ke tempat Keysa berada. Lelaki itu lantas mengajak Keysa dan Disti ke ruang karaoke.
"Ayo," ucap Keysa. Ia awalnya hendak menolak, tetapi melihat Disti juga ikut akhirnya Keysa menerima ajakan Exel. Tidak enak hati juga terus menolak permintaan yang mempunyai pesta.
Mereka pun pergi ke sebuah ruangan lain yang sudah disewa Exel. Di depan pintu saat Keysa sudah masuk, Exel mencekal tangan Disti.
"Dis, tunggu," ucap Exel, menghentikan langkah Disti.
"Ya, ada apa?" Disti terlihat kebingungan mendapati Exel yang menghentikannya di depan pintu.
"Tolong bawakan jus untuk Keysa, ya," ucapnya memerintah dengan seulas senyum di wajah, kemudian masuk tanpa mengajak Disti.
Disti diam terpaku menatap kepergian Exel yang berjalan menyusul Keysa, tanpa terasa air mata menitik di sudut matanya. Sakit hati. Disti menyadari tujuan utama Exel mendekatinya. Lelaki itu tidak benar-benar ingin bersamanya, tetapi hanya menjadikan Disti alat untuk mendapatkan Keysa. "Jadi aku hanya kamu jadikan umpan, supaya bisa mendekati Keysa? Kamu jahat sekali, Xel," gumamnya, lirih.
Di ruang sebelah, Damar tampak sedang sibuk menyelidiki dokumen yang dibawa oleh orang kepercayaannya.
"Dari data dan bukti yang kami temukan, Tuan Abian dan istrinya sudah dinyatakan meninggal tiga tahun lalu," ucap orang yang sedang bersama Damar, membeberkan apa yang diketahuinya.
__ADS_1
Damar hanya angguk-angguk sambil menyamakan data yang ada di tangan dengan ucapan lelaki berpakaian serba hitam di hadapannya. Dari data itu pula, Damar mengetahui bahwa Keysa adalah putra Abian dan merupakan pewaris tunggal keluarga yang terkenal di ibu kota.
Seorang pelayan masuk membawa minuman untuk Damar dan anak buahnya. Pelayan itu memberitahu Damar, jika di ruangan sebelah ada seseorang yang akan diracuni dan Devano berada di ruangan tersebut.