Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
185


__ADS_3

Semua anggota Mapala kembali dari hutan dengan membawa berbagai jenis sayuran dan Jamur. Setiap orang memberikan hasil bawaan mereka kepada Reno dan iinstruktur lainnya. Setiap sayur dan jamur yang dibawa anggota diperiksa dahulu, kemudian dipisahkan antara jamur beracun dan tidak. Setelah itu, sayur dan jamur dikumpulkan dalam dua wadah yang berbeda.


Jamur yang sudah terpisah dimasak oleh para instruktur untuk dijadikan sup. Sementara itu, para anggota diberikan waktu sebentar untuk istirahat sambil menunggu makanan jadi.


Setelah makanan selesai dimasak. Seluruh anggota Mapala dipanggil untuk berkumpul dan makan bersama. Mereka yang sudah sangat kelaparan karena banyak kegiatan sejak tiba di sana langsung berkumpul dengan wajah yang semringah. Perut mereka yang keroncongan akan segera diisi.


Panitia membagikan kembali jamur yang diambil dari hutan itu dalam wujud makanan berbentuk sup kepada setiap anggota sebagai makan siang mereka. Mereka yang sudah sangat kelaparan pun, setelah mendapat perintah untuk mulai makan langsung memakan sup yang dibagikan. Tiba-tiba senyum mereka karena lapar yang terobati langsung berubah kecut. Hampir seluruh anggota memuntahkan kembali makanan yang telah masuk ke mulut mereka.


"Oek ... oek!"


"Ini makanan apaan?"


"Tidak enak sekali."


"Ini tidak layak makan."


Mereka memprotes atas sesuatu yang telah masuk ke mulut mereka. Sup yang mereka makan rasanya sangat tidak enak. Bagi mereka yang selalu hidup dengan berbagai makanan dengan level kenikmatan tinggi, merasa seperti sedang makan racun. Bahkan, banyak dari mereka yang langsung membuang sup dari mangkuk.p


Mereka berdemo dan meminta menu makanan diganti, hanya segelintir anggota yang tampak biasa saja dan menikmati sup yang berikan. Namun, protes mereka hanya sia-sia, bukannya mendapat menu makanan baru, mereka langsung mendapat ceramah panjang tentang wajibnya menghargai makanan.


"Seharusnya kalian menghargai makanan yang diberikan oleh alam. Ini adalah makanan organik yang sehat. Tidak seperti makanan yang sering kalian jumpai di kota," tandas salah satu panitia yang memiliki sikap lemah lembut.


"Ini adalah hutan. Tidak ada pizza, burger, ataupun spageti. Di sini kalian harus berbaur dengan alam, menerima yang alam berikan kepada kalian," tandas Reno dengan wajah garangnya. Ia tidak suka dengan sikap para anggota yang memprotes hidangan yang panitia bagikan, bahkan membuang makanan begitu saja. "Silakan nikmati makanan kalian karena setelah ini masih ada banyak kegiatan lagi! Atau kalian akan kelaparan hingga makan malam tiba," sarkas Reno lagi.

__ADS_1


Orang-orang yang belum membuang sup jamur itu terpaksa menghabiskan makanan tersebut atau mereka akan kelaparan sampai malam, sedangkan yang terlanjur membuang makanan hanya bisa menelan ludah dan bersiap keroncongan hingga makanan selanjutnya datang.


***


Matahari sudah mulai condong ke barat. Kegiatan masih berlanjut. Menjelang sore Para anggota mapala ditugaskan untuk berlari mengitari gunung sebanyak lima putaran.


Semua anggota pun tampak bersiap dan menunggu aba-aba untuk berlari, kecuali Keysa. Cucu Kakek Surya diperintahkan mencuci sayuran untuk makan malam. Keysa sedang berkutat dengan banyak sayuran dan berbagai jenis yang harus dicucinya. Membawa sayuran-sayuran tersebut ke sumur.


"Key, aku bantu ya!" Alea tidak mau ikut berlari. Ia menghampiri Keysa yang sedang mengangkat wadah berisi sayuran hendak dicuci.


Keysa mendongak ke arah gadis yang juga sedang memegang wadah yang diangkatnya. Ia tersenyum, kemudian mengangguk.


Mendapat anggukkan dari Keysa membuat Alea semringah. "Kalau begitu yang ini biar aku saja. Kamu bawa yang satu lagi," tandas Alea dengan senyum yang mengembang karena bisa terbebas dari acara pembakar kalori yang sangat melelahkan, apalagi bila harus melakukannya sebanyak lima putaran.


Alea sangat paham kalau ucapan itu ditujukan kepadanya. Ia menoleh ke arah suara sambil mencebik, merasa lelaki itu pilih kasih. Namun, Alea juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menurut. Alea memberikan kembali wadah yang dipegangnya kepada Keysa, lalu kembali ke barisan dengan wajah yang langsung membuang muka saat berpapasan dengan Reno.


Malam pun telah tiba. Semua orang yang baru merasakan lelahnya mengitari gunung tampak lahap memakan sayuran yang dimasak oleh panitia dan Keysa. Cape karena mengitari gunung lima putaran membuat mereka sangat lahap menghabiskan sayuran tersebut tanpa protes. Jika pun protes hanya akan menyusahkan diri mereka sendiri, karena sudah dipastikan mereka kelaparan sampai besok.


Api unggun menyala di lahan kosong dengan dikelilingi tenda-tenda anggota. Semua anggota mengitari api unggun tersebut sambil menghilangkan capek setelah seharian melakukan banyak kegiatan. Malam hari di acara mapala diisi dengan berbagai pertunjukkan dari anggota dan panitia yang berbaur.


"Siapa lagi yang akan menampilkan keterampilan kalian, kami silakan untuk maju!" ucap seorang instruktur yang berlakon sebagai mc di acara api unggun.


Para anggota saling pandang satu sama lain, berharap ada lagi yang maju untuk menampilkan sesuatu setelah salah satu dari mereka baru saja selesai bernyanyi. Mereka saling berbisik, saling suruh untuk maju, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang mau beraksi.

__ADS_1


"Dev, kita maju yuk!" ajak Keysa, kepada lelaki yang tidak pernah mau jauh dari dirinya.


"Main apa?"


"Kamu nari pedang dan aku memainkan piano sebagai musiknya." Keysa menatap Devano penuh harap.


Devano menoleh, menatap wajah Keysa yang tersorot cahaya kemerahan dari api. Wajah cantik sang kekasih tampak sangat antusias, membuat Devano yang sebenarnya enggan untuk tampil tidak tega menolak. Devano mengangguk. "Ok. Ayo, maen!" tandasnya, kemudian mengacungkan tangannya dan tangan Keysa yang saling berpegangan.


Si MC tersenyum ke arah Keysa dan Devano, lalu memanggil keduanya untuk maju dan memperlihatkan kemampuan mereka.


Devano menampilkan tarian pedang yang sangat indah dengan diiringi musik yang diperolehan dari balok-balok not yang ditekan Keysa penuh irama. Penampilan apik dan serasi dari pasangan tampan dan cantik menghipnotis semua orang. Tepuk tangan terdengar begitu riuh saat keduanya berhasil menyelesaikan pertunjukan dengan sangat baik.


"Terima kasih," ucap Keysa dan Devano, sebelum kembali ke tempat duduk.


"Terima kasih untuk Devano dan Keysa yang sudah melakukan kolaborasi yang sangat indah," ucap si MC. "Barusan anggota yang melakukan pertunjukkan, sekarang bagaimana kalau kita melihat atraksi dari instruktur tampan, gagah dan rupawan kita," lanjut si Pembawa Acara dengan mata yang tertuju kepada Reno.


Anggota yang tahu siapa orang yang dimaksud langsung menyetujui ucapan pembawa acara.


"Karena semua yang hadir sudah setuju, jadi mari kita panggil instruktur tampan kita ... Kak Reno!" Pembawa acara memanggil Reno dan diiringi tepuk tangan dari semua orang yang juga memanggil nama yang sama.


Reno pun maju dan berada di tengah-tengah para anggota. Ia membungkuk memberi hormat terlebih dahulu, kemudian melakukan aksinya. Reno menampilkan keahlian dengan bermain pisau terbang. Reno menangkis banyak pisau yang tertuju ke arahnya dengan si pemegang pisau yang matanya ditutup. Para mahasiswa memuji penampilan Reno yang sangat memukau, bermain dengan pisau tanpa tergores sedikit pun.


"Permainan biasa begitu disebut bagus. Bagus dari mananya, coba?" Di saat orang lain memuji penampilan Reno, Alea yang masih sakit hati dan marah karena tingkah Reno yang tidak memedulikannya mengatakan bahwa penampilan Reno biasa saja.

__ADS_1


__ADS_2