Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
192


__ADS_3

"Key, apa kamu punya teman wanita yang bisa dijodohkan denganku? Sepertinya aku juga mau insyaf." Marvel meminta Keysa untuk memperkenalkan dirinya kepada teman Keysa, dengan mata yang tidak mau berhenti menatap kekasih sahabatnya itu.


"Kondisikan matamu atau aku cungkil dan lempar ke laut." Devano dibuat geram melihat Marvel yang terus melihat Keysa dengan memuja.


Mendengar ancaman Devano, seketika Marvel langsung mencebik. "Aku hanya minta dijodohkan dengan teman kekasihmu, bukan dengan kekasihmu." Marvel membantah tuduhan tidak mendasar dari maksud ucapan Devano, meskipun dalam hati juga mengakui kalau Keysa memanglah sangat mengagumkan.


"Minta tolong ya, minta tolong, tapi jangan sambil jelalatan kepada Keysa. Itupun jika kau masih sayang kepada matamu," tandas Devano lagi.


"Oh, ya, ampun, Key! Kekasihmu itu mengerikan sekali ancamannya," timpal Marvel lagi sambil bergidik.


Keysa hanya mengulas senyum mendengarkan perdebatan sesama playboy itu, atau lebih tepatnya antara playboy dan mantan playboy.


Bertepatan dengan itu, sekelompok orang memanggil Devano dan memintanya untuk bergabung. Devano menoleh ke arah Keysa, tidak rela jika harus memperkenalkan Keysa pada para teman berandalnya itu. Dari jauh saja mata mereka sudah tidak bisa dikondisikan–ada yang kedip-kedip mata tidak jelas, ada yang menatap Keysa sambil jilat-jilat bibir sendiri–apalagi kalau dalam jarak dekat, bisa-bisa Keysa habis oleh mereka. Namun, Devano juga tidak mau dibilang sombong dengan tidak menghampiri mereka.


"Aku akan menjaga Tuan Putrimu, temui saja dulu mereka. Tenang saja, aku bukan orang yang suka makan teman sendiri." Seakan mengerti kegalauan Devano, Marvel langsung angkat bicara.


Devano menatap Marvel, kemudian berkata, "Key, tunggu sini bentar, ya! Mereka lebih kampret daripada Marvel, jadi sebaiknya kamu di sini saja," ucap Devano, beralih menatap Keysa. Ia percaya kepada Marvel. se-playboy-playboy-nya Marvel, lelaki itu tidak pernah menikung teman sendiri.


"Iya, Key, tunggu di sini saja, Teman Dev yang onoh rada-rada ekstrem." Marvel ikut menimpali sambil menakut-nakuti Keysa.


Keysa pun setuju. Devano menemui teman-temannya yang lain, sedangkan Keysa bersama Marvel.


"Bagaimana, Key? Apa ada teman wanitamu yang masih jomblo? Aku ingin mengakhiri masa pencarianku ini dengan gadis yang cantik dan baik hati bak titisan peri," ucap Marvel. Masih keukeuh meminta Keysa menjodohkannya dengan teman Keysa.


"Aku bukan biro jodoh Marvel!"


"Tapi teman wanita ada kan?"


"Ada sih, tapi dia-nya mau gak sama playboy kayak kamu?"


"Kan mau tobat, tidak perlu diproklamirkan cap playboy-nya," ucap Marvel dengan wajah yang memelas.

__ADS_1


Keysa mengumbar senyum saat melihat ekspresi Marvel. Entah mengapa, ia merasa lucu saat melihat Marvel memelas minta jodoh.


"Baiklah akan aku usahakan," tandas Keysa, yang membuat Marvel jingkrak-jingkrak bahkan hampir memeluk Keysa karena senangnya.


"Kau mau apa?" Marvel yang sudah maju ke dekat tubuh Keysa dengan tangan yang merentang tiba-tiba dikagetkan oleh suara di belakang dengan tubuh yang tiba-tiba tertarik ke belakang.


"Kau mau apa, hm?" tanya Devano yang sedang menarik kerah baju Marvel dari belakang, menjauhkannya dari tubuh sang kekasih.


Melihat Devano sudah kembali, dan menyadari kesalahannya hanya nyengir kuda. "Aku terlalu excited, jadi lupa hampir meluk," ucap Marvel, cengengesan.


Devano melepaskan cengkramannya, kemudian berjalan ke samping Keysa tanpa menanggapi ucapan Marvel. Devano kembali ke sisi Keysa tidak sendiri. Ia bersama seorang lelaki, kemudian memperkenalkannya kepada Keysa.


"Keysa."


"Yosua."


Keysa kembali berkenalan dengan teman Devano. Bertepatan dengan itu, Keysa melihat kakak dari sahabatnya di ibu kota yang lahir di luar nikah juga ada di pesta. Bukan hanya Keysa yang melihat, tetapi lelaki itu juga melihat keberadaan Keysa. Membuat lelaki itu mendekat ke arah mereka.


"Keysa, ya?" sapa orang itu begitu sampai di tempat Keysa.


"Kalian saling kenal, Zack?" Devano menyipitkan mata.


Zack mengangguk. "Tentu saja saling kenal. Dia sahabat adikku. Lagian siapa yang tidak mengenal Keysa, gadis pewaris utama keluarga Atmaja. Gadis yang digadang-gadangkan akan menjadi istri Zian Anderson. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kuatnya dua keluarga itu jika sampai bersatu," tandas Zack dengan sangat antusias.


"Calon istri Zian Anderson?" ujar Yosua dan Marvel bersamaan dengan mata mereka yang sudah melotot sempurna.


Zack kembali mengangguk. Ya, dari Zack-lah awal mula Devano tahu tentang Zian. Devano mengorek banyak informasi tentang Zian dari Zack.


"Awalnya aku kira Dev hanya bercanda saat mengatakan Keysa adalah kekasihnya, tapi setelah melihat ini, sepertinya aku harus percaya seratus persen." Zack yang suka ceplas-ceplos bicara tanpa henti hingga ucapannya melemah saat melihat Devano sedang menatap tajam ke arahnya. Zack sudah keceplosan dan langsung menutup mulut sambil merutuki diri sendiri. Tidak seharusnya, dirinya memberikan informasi itu kepada orang lain, selain kepada Devano waktu itu, apalagi mengatakan telah meragukan hubungan Devano dan Keysa.


'Apa yang sudah aku bicarakan?' rutuk Zack, dalam hati.

__ADS_1


"Itu hanya gosip. Jika pun iya, memangnya ada yang akan berani merebut kekasih Dev?" tandasnya lagi. Ingin sekali Zack kabur dan bersembunyi di lubang semut karena sudah asal bicara.


Semua orang tidak membahas itu lagi dan memilih mengalihkan pembicaraan, ketika melihat wajah Devano yang sudah tidak bersahabat. Setelah cukup lama, Yosua dan Marvel pun meninggalkan Keysa dan Devano, bergabung dengan teman-teman lain.


"Apa kalian mengenal akun atas nama 'Felix Handsome'? Dari bio-nya dia satu kampus dengan kalian?" tanya Zack kepada Devano dan Keysa, ketika suasana sudah mencair lagi.


"Dia teman Keysa. Memangnya ada apa?" jawab Devano.


Mendengar Keysa adalah teman akun itu, seketika wajah Zack langsung semringah. Senyum menghiasi wajah, bahkan sampai menengadahkan tangan–bersyukur– seakan habis mendapat jackpot.


"Akhirnya, ku menemukan jalan," gumam Zack, sambil mengusapkan kedua tangannya di wajah dari atas ke bawah.


Sementara itu, Keysa dan Devano hanya menatap kakak sahabat Keysa itu penuh keheranan.


"Key, boleh minta tolong tidak? Tolong rekomendasikan aku kepada Felix," ucap Zack dengan nada setengah memohon.


"What?" Devano dan Keysa tercengang.


"Aku menyukai Felix. Aku mohon bantu aku untuk mendapatkannya. Kenalkan aku kepada temanmu itu, ya!" ujar Zack lagi, memelas.


Keysa menelan ludahnya yang terasa seret. Sulit dipercaya, lelaki tampan dan macho yang bahkan wanita pun mengantri untuk mendapatkannya malah tertarik pada sesama jenis. "Kamu menyukai Felix?" tanya Keysa, memastikan.


Zack mengangguk pasti, membuat Devano dan Keysa saling pandang.


"Memangnya apa keuntungan bagi kami jika kami membantumu berkenalan dengan Felix?" tandas Devano, kemudian.


"Aku akan melakukan apapun asalkan kalian mau membantuku mendapatkan Felix," ucap Zack, serius.


Devano melirik Keysa, kemudian bibirnya terangkat ketika kepalanya memikirkan sesuatu. "Ok. Aku akan bantu, dengan satu syarat. Kamu harus melepas villa yang ada di dekat bukit." Devano membuat penawaran.


Devano yang teringat tadi siang saat membawa Keysa ke desa, di perjalanan Keysa terpana oleh sebuah villa dengan desain mirip istana. Kekasihnya itu, tidak meminta, tetapi Devano ingin memberikan villa yang dikagumi Keysa sebagai permohonan maaf. Mengingat pemilik villa itu adalah Zack, ia tidak ingin menunda kesempatan emas untuk mendapatkan villa tersebut.

__ADS_1


Zack yang memang sudah tergila-gila oleh lelaki cantik teman Keysa, tanpa berpikir dua kali langsung mengiakan.


"Ok. Deal!"


__ADS_2