
Karyawan butik yang sedang melayani pelanggan lain pun langsung melirik ke arah Keysa. Ia sangat terkejut dengan ucapan Keysa dan menyesal telah menghardik Keysa. Ia tidak rela komisi dari belanjaan Keysa diambil karyawan magang, yang jika dilihat dari barang yang diambil sangatlah banyak. Karyawan itu pun langsung meninggalkan pelanggan yang sedang dilayaninya dan menghampiri si anak magang.
"Kamu layani pelanggan itu saja. Nona ini biar aku yang layani," tandasnya, ketus.
Si anak magang hanya mengangguk, kemudian melangkah pergi membuat karyawan butik berseringai lebar.
"Eh, kamu mau ke mana?" Namun, Keysa yang melihat anak magang melenggang langsung menghentikannya.
Si anak magang pun berhenti dan menoleh ke arah Keysa. Ia tidak enak hati meninggalkan Keysa begitu saja, tetapi karyawan butik itu sudah memelototinya untuk segera pergi. "Nona dilayani sama Kak Nita. Saya ada pekerjaan lain," ucapnya dengan seulas senyum yang tertampil, sambil menunjuk ke arah karyawan yang juga sedang tersenyum ke arah Keysa.
Keysa melirik ke arah gadis disebut 'Kak Nita' oleh si anak magang. Menatap sinis gadis yang sedang tersenyum padanya padahal beberapa waktu lalu gadis itu menghinanya habis-habisan. "Dasar penjilat." Keysa berdecak
"Aku kan sudah bilang ingin kamu yang melayani. Ayo, sini, cariin baju buat aku dan temanku!" Keysa meminta anak magang itu kembali. Namun anak itu, terlihat ragu dengan mata melirik ke arah Nita yang sedang mengancam lewat sorot matanya. "Jangan pernah mengancam dia! Atau aku laporkan kepada pemilik butik. Aku tidak mau dilayani oleh penjilat." Keysa memarahi Nita. "Aku hanya ingin dilayani dia. Jadi silakan pergi!" lanjutnya sambil menarik si anak magang.
Nita yang mendapat perlakuan tidak mengenakkan pun langsung pergi seraya mengumpati Keysa dan si anak magang.
"Tidak usah di dengar. Jangan pernah mau direndahkan oleh orang lain, meskipun sama senior sendiri," ucap Keysa yang dijawab anggukan gadis memakai pakaian hitam putih itu. "Namamu siapa?" tanya Keysa kemudian.
"Arin," jawabnya.
Arin pun kembali melayani Keysa dan Disti.
"Key, apa ini tidak terlalu kemahalan?" Disti yang melihat setiap harga di label pakaian yang direkomendasikan Arin harganya fantastis semua. Meskipun ada Devano yang akan membayar, tetapi Disti merasa tidak enak. Apalagi Devano belum tidak kunjung datang, membuatnya sedikit waswas.
Keysa menggeleng dan mengatakan jika Devano menyuruh mereka untuk membeli apapun yang keduanya suka.
***
__ADS_1
Keysa dan Disti sudah selesai memilih baju, tetapi Devano tidak kunjung menampakkan batang hidungnya. Mereka pun memilih menunggu lelaki itu di area VIP seraya mencoba menghubunginya.
Melihat situasi itu, Nita langsung merasa di atas angin, ia mencibir Keysa habis-habisan. "So-soan ingin jadi orang kaya, tapi nyatanya nol besar. Ternyata dugaanku dari tadi tidaklah meleset, banyak gaya mo kasih komisi ternyata apa? Bayar bajunya aja gak bisa," cibir Nita dan masih banyak cibiran lain lagi yang keluar dari mulutnya, membuat Keysa langsung membalas.
Keysa tidak terima dengan hinaan-hinaan yang keluar dari mulut pedas karyawan itu, ia pun balik mencibir Nita dengan kata-kata yang tidak kalah pedasnya membuat keduanya terlibat adu mulut. Arin yang masih setia menemani Keysa pun mencoba menghibur Keysa.
Butik sudah akan tutup, tetapi Devano tidak kunjung datang. Nita pun semakin menjadi dan merasa benar-benar di atas angin. Sementara Keysa sudah mulai dibuat resah karena nomor Devano sama sekali tidak bisa dihubungi.
"Dev, kamu di mana?" gumam Keysa, sambil menatap panggilan yang tidak pernah tersambung.
"Maaf, Mbak, butik akan segera tutup. Jika tidak bisa sekarang, besok bisa kembali ke sini, kok," ucap Arin dengan hati-hati, takut Keysa merasa tersinggung dengan ucapannya.
"Sebentar lagi, ya! Pacarku pasti datang," gumam Keysa.
Bertepatan dengan itu pintu didorong dari luar dan menampilkan Damar yang masuk ke butik. Semua pegawai langsung menyambut Damar dengan begitu hormat. Keysa dan Disti pun membungkuk saat Damar melirik ke arah mereka.
Damar tersenyum sinis, lalu berjalan menghampiri Keysa yang masih berdiri di area VIP. "Kau sedang menunggu siapa? Devano? Dia tidak akan datang, jadi sebaiknya pulang saja," tandas Damar dengan bibir atas yang sedikit terangkat, melihat kesusahan Keysa yang sudah menunggu Devano sangat lama.
Dua jam yang lalu, Dengan bersenandung ria Devano berjalan keluar dari restoran yang dibooking Alea. Senyumnya terus terpancar karena berhasil mengelabui Alea. Ia pun langsung menuju mobil untuk pergi ke pusat perbelanjaan bersama Keysa. Namun, tiba-tiba seseorang menangkap dan menyeretnya masuk ke mobil lain.
"Daddy ini apa-apaan kenapa menangkapku begini?" protes Devano saat tahu siapa yang menculiknya.
"Tidaka ada pilihan lain, atau kau akan menghancurkan rencana daddy," sarkas Damar.
Devano pun tidak bisa mengelak saat Damar memberitahukan sesuatu kepadanya. Ia menurut, tetapi meminta Damar untuk mencari Keysa dan membayarkan semua belanjaan Keysa.
Damar sudah berada di dekat butik itu sejak satu jam yang lalu. Karena lelaki itu, menyetujui permintaan Devano. Namun, Ia tidak langsung menemui Keysa malah menonton perseturuan Keysa dan karyawan butik. Sementara itu, Keysa yang mendengar cerita Devano daro Damar merasa terharu di saat genting pun kekasihnya itu masih mengingat janji untuk Keysa.
__ADS_1
Damar sudah berada di butik, tetapi tidak serta merta lelaki itu membayarkan belanjaan Keysa. Ia malah mempersulit Keysa dan mengatakan tidak akan membayar semua belanjaan Keysa.
Nita yang mendengar ucapan dari Damar pun tersenyum sinis ke arah Keysa. Hatinya tertawa mendengar semua itu dan menyumpahi Keysa yang menurutnya sangat sombong.
Keysa tidak tinggal diam. Ia sudah berjanji akan memberi komisi kepada Arin. Keysa lantas membujuk Damar untuk membayarkan semua belanjaannya, hingga akhirnya Damar pun luluh.
"Terima kasih, Pak!" ucap Keysa dan Disti seraya membungkuk.
***
Keysa pulang ke asrama. Ia mencoba kembali menghubungi Devano, tetapi tidak pernah tersambung membuat Keysa sangat khawatir.
"Aku harus melakukan sesuatu," gumamnya.
Keysa mencoba berpikir dengan tenang, kemudian memilih menghubungi Ezra lalu menceritakan semua yang terjadi dan meminta bantuan lelaki itu. Ia dan Ezra pun merencanakan sebuah siasat untuk membebaskan Devano.
Setelah mendapati sebuah kesepakatan. Keysa dan Ezra janji bertemu di dekat rumah Devano. Keduanya yang sudah memakai pakaian serba hitam pun pergi menyusup ke rumah Devano dengan mengendap-endap.
Saat baru saja sampai di rumah Devano, mereka mendengar Damar yang sedang berbicara dengan seseorang dan mengatakan bahwa dirinya terpaksa menculik Devano karena ingin segera mendapatkan informasi dari Alea tentang ibu Devano.
"Ya, Tuhan! Bagaimana kalau sampai Alea mencelakai Dev?" Keysa menutup mulutnya, khawatir jika Alea mencelakai Devano mengingat gadis itu selalu berbuat nekad. Hingga tanpa sengaja, Keysa memberitahu Ezra kalau Alea pernah melakukan aksi bunuh diri untuk mengancam orang yang disukai.
"Ternyata ada rahasia semengerikan itu di balik wajah cantiknya." Ezra merinding setelah mendengar cerita nekad seorang Alea.
"Ya, begitulah. Aku harap jika nanti Alea mengatakan sesuatu tentangku, kamu tidak akan marah," ucap Keysa, lalu meninggalkan Ezra yang masih terdiam mencerna ucapan terakhir Keysa.
Hingga akhirnya menyusul Keysa dan berniat menanyakannya nanti saja. Mereka menyusup dari balkon untuk masuk ke kamar Devano.
__ADS_1