Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
87


__ADS_3

87


Setelah makan bersama, Kakek Surya kembali ke ibu kota. Sementara itu, Keysa yang takut Disti mencemaskannya karena tidak pulang semalaman pun langsung kembali ke asrama. Tidak lupa ia membungkus makanan buatan sang koki untuk Disti. 


Sesampai di depan gerbang kampus, Keysa yang baru turun dari mobil dikejutkan oleh Devano yang sedang berdiri bersandar pada gerbang menatap dirinya. 


"Kau? Sedang apa di sini?" tanya Keysa, menghampiri Devano setelah membayar uang taksi. 


"Habis dari mana? Kenapa semalam tidak pulang?" tanya Devano penuh selidik dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada—seperti seorang kekasih yang sedang mengintrogasi pasangannya yang dicurigai selingkuh. 


Keysa tidak menyangka ternyata Devano juga tahu kalau Keysa tidak ada di asrama sejak kemarin dan tidak tidur di asrama. "Semalam aku menemani kakek. Dia habis menjual sayuran lagi dan sengaja menginap semalam untuk melepas kangen dengan cucunya," dalih Keysa dengan senyum yang merekah. 


"Apa kau tidak bohong?" Devano masih tidak percaya. 


"Apa aku perlu menghubungi kakek? Dan kau bisa mencari tahu sendiri dengan bertanya kepadanya," timpal Keysa sambil mengambil ponsel di tas, dan langsung dijawab gelengan Devano. 


"Aku percaya," tandas Devano dan seketika sikapnya kembali hangat kembali. 


Mata Devano pun tertuju pada barang bawaan yang dibawa Keysa.  Ia memperhatikan makanan  yang ada di tangan Keysa dan tingakah lelaki itu tidak luput dari perhatian Keysa. 


"Apa kamu mau? Nih!" Keysa memberikan satu wadah berisi makanan kepada Devano. 


"Apa kau yakin untukku?" tanya Devano yang aneh melihat Keysa tiba-tiba berubah baik tanpa harus diajak berdebat dahulu. 


"Tentu saja. Kalau yang ini untuk Disti, " ucap Keysa sambil mengangkat satu wadah lagi yang hendak ia berikan kepada teman sekamarnya. 

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba jadi baik?" Devano yang sedikit kaget dengan perubahan Keysa sangat gatal untuk bertanya. 


Keysa menatap lelaki di hadapannya dengan seutas senyum lantas berkata, "Asalkan kamu baik padaku, aku pun akan baik padamu," tandasnya, lalu memasuki gerbang. 


Devano yang sudah cukup lama menunggu Keysa pun tidak ingin pulang begitu saja, tanpa menghabiskan waktu sedikit lebih lama dengan gadis yang dirindukannya setelah dua hari tidak bertemu. Ia menyusul Keysa yang sudah masuk ke area kampus. 


"Aku ingin makan ini sambil melihat bintang," ucap Devano sambil menunjuk makanan yang baru saja diberikan Keysa. "Bisakah kau menemaniku?" tanya Devano. 


Belum sempat Keysa menjawab, Devano sudah menarik tangan Keysa dan terpaksa gadis itu pun mengikutinya. 


Dari atap gedung, sambil menikmati salad buah yang dibawa Keysa, mereka menyaksikan bintang-bintang yang bertaburan di langit. Keduanya tampak asyik berburu rasi bintang. Cuaca yang sangat bagus, mereka bisa melihat kerlap-kerlip bintang yang berbaur dengan cahaya dari lampu-lampu dari gedung-gedung membuat malam yang gelap berubah menjadi indah. Canda tawa menghiasi kebersamaan mereka hingga tanpa terasa malam pun semakin larut. 


***


Hari berikutnya .... 


Mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Liza, Keysa lantas menghampiri gadis itu dengan tatapan penuh ancaman, membuat Liza perlahan mundur. "Dasar pengecut!" gumam Keysa dalam hati, melihat Liza yang ketakutan malah membuat Keysa semakin ingin mengerjainya. Keysa terus mengikuti langkah gadis yang semakin mundur itu tanpa bicara apapun, meskipun begitu cukup membuat Liza ketakutan dan bisa membuktikan  kalau dirinya bukan orang yang bisa diganggu hanya dengan tatapan mata saja.


Liza yang berjalan mundur, melihat Devano dan Ezra berjalan memasuki kelas. Gadis licik itu pun tidak membuang kesempatan untuk memutarbalikkan fakta. Ia langsung menjatuhkan  tubuhnya dan menuduh Keysa telah mendorongnya. 


"Key, apa salahku? Kenapa kamu mendorongku?" ucap Liza dengan begitu memelas serta wajah yang sendu seolah-olah ia sedang diintimidasi oleh Keysa. 


"Apa maksudmu?" Keysa yang merasa tidak melakukan apa-apa malah kebingungan melihat Liza yang jatuh sendiri dan menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi. 


Hingga, Keysa paham saat Ezra dan Devano masuk dan menolong Liza, membantu gadis itu bangun. 

__ADS_1


"Key, apa yang kau lakukan?" tanya Devano dan Ezra secara bersamaan, menatap tajam ke arah Keysa. 


"Aku  tidak melakukan apapun. Dia jatuh sendiri." Keysa mencoba membela diri, tetapi Ezra sama sekali tidak memercayainya. "Seharusnya dia yang disalahkan karena dia yang telah membuatku tersandung, kenapa jadi aku yang disalahkan begini," protes Keysa. 


Meskipun Devano kurang percaya dengan ucapan Keysa karena kebarbaran gadis itu, tetapi Devano tetap membela Keysa. 


"Aku percaya padamu, tapi sebaiknya kalian jangan memperpanjang masalah ini." Kemudian, Devano berniat untuk mendamaikan keduanya. Namun, malah membuat Keysa semakin marah. 


***


Saat istirahat tiba, Keysa kembali mengantar makanan dan tidak disangka orang yang pesan adalah Cheryl. Keysa bernapas lega karena saat memberikan makanan kepada Cheryl tampak gadis itu tidak berencana mempersulit dirinya. Cheryl hanya menyimpan uangnya di depan meja dan menyuruh Keysa untuk mengambil  sendiri. 


Namun, ketenangan Keysa sepertinya akan selalu terusik bila berurusan dengan nama-nama gadis populer di kampus. Baru saja Keysa kembali dari kelas Cheryl, tiba-tiba gadis itu menyusul dan menuduhnya telah mencuri gelang milik Cheryl—gelang yang merupakan pemberian kakak Cheryl yang telah meninggal. 


"Key, kembalikan gelang milik Cheryl!" Devano yang melihat perdebatan di antara mereka meminta Keysa mengembalikan gelang itu. 


"Iya, Key, kembalikan! Kalau ingin gelang ya beli, jangan nyuri. Lagian gadis miskin sepertimu sok berlaga banget pengen gelang, gak mampu beli jadinya nyuri, kan?" Liza malah semakin membuat suasana menjadi memanas. "Dasar pencuri!" cibir Liza. 


"Eh, kalau ngomong jangan asal jeplak. Keysa bukan orang seperti itu. Dia tidak pernah mencuri. Dia tidak akan mungkin mencuri gelangmu. Bisa saja kau lupa menyimpannya," ucap Disti. Saat ini hanya Disti yang membelanya. 


"Memangnya berapa harga gelangmu yang hilang?" tanya Keysa, kemudian. 


"Du-dua mi-miliar," jawab Cheryl dengan tersendat-sendat. 


Keysa menatap Devano dan mulai berpikir jika hanya dua miliar, Devano pasti mau meminjamkannya. Bahkan, lelaki itu rela membelikan gelang seharga itu hanya untuk Keysa, jadi jika saat ini ia meminjam uang untuk mengganti gelang Cheryl yang hilang pasti Devano mau membantunya. Ya, meskipun bukan dirinya yang mencuri. 

__ADS_1


Sementara itu Devano juga menyadari kalau semua ini terasa sangat mencurigakan. 


__ADS_2