Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
75


__ADS_3

75


Keysa tampak acuh dengan ucapan para tamu yang mencibirnya. Gadis itu melirik sekilas ke arah Disti yang tampak ragu dan malu untuk menghadiri  acara tersebut, membuat Keysa menarik sedikit ujung bibirnya saat melihat reaksi Disti. Ya, Keysa mengajak Disti ke acara itu untuk memperlihat perbedaan antara Disti dengan keluarga para konglomerat itu. Sekaligus memperlihatkan perbedaan antara mereka dalam menghadapi para konglomerat itu. 


"Tidak perlu mendengarkan ucapan mereka. Ayo, masuk!" ucap Keysa sambil menarik tangan Disti, memasuki rumah besar dan megah milik keluarga Ezra. 


Dengan diantar oleh pelayan, Keysa diarahkan menuju tempat perjamuan. Disti yang baru pertama kali menghadiri acara di keluarga konglomerat langsung terpana dengan rumah Ezra yang sangat  besar serta semua pernak-pernik yang terlihat tradisional dan antik serta mewah.  


Begitu sampai di tempat perjamuan, lagi dan lagi semua orang menatap ke arah Keysa dan Disti. Mereka bahkan mencibir gaun yang dipakai Keysa adalah gaun imitasi. Sementara itu, Devano yang melihat kedatangan Keysa langsung menghampirinya, hingga membuat orang-orang semakin saling berbisik. Mempertanyakan bagaimana kedua gadis itu bisa mengenal Devano dan Ezra, bahkan bisa masuk ke acara itu dengan mudahnya. 


"Apa ada yang menyusahkanmu lagi?" tanya Devano sambil melirik orang-orang di sekitarnya saat mendengar bisik-bisik dari mereka. 


"Hal seperti itu sudah biasa. Bukankah orang-orang seperti mereka selalu seperti itu padaku. Aku sudah kebal," ucap Keysa  dengan sedikit tarikan di ujung bibirnya, menampilkan senyum  meskipun setengah dipaksakan. 


"Good girl!" Devano mengusap rambut yang ditata dengan gaya pull-through braid itu. Kemudian, ia mengajak Keysa untuk menemui ibu Ezra. 


Devano dan Keysa berjalan berdampingan menghampiri seorang wanita yang terlihat sangat elegan dengan gaun merah yang dikenakan serta perhiasan super mahal yang semakin menunjang penampilannya. Tampak juga, Ezra di samping wanita dengan memakai kemeja putih yang dipadupadankan dengan jas semi formal, crop pants dan sepatu loafer yang membuat lelaki itu terlihat sangat tampan. Lelaki itu sedang memberikan hadiah ulang tahunnya kepada sang ibu. 


"Wow ... hadiahnya indah sekali. Sangat cantik. Mama sangat suka. Terima kasih Handsome." Ibu Ezra langsung memeluk Ezra dan mencium kening sang anak setelah melihat hadiah yang diberikan anaknya itu. 

__ADS_1


Bertepatan dengan itu, Devano dan Keysa sampai di sana. Ezra pun langsung menjelaskan kalau hadiah yang diberikannya adalah pilihan Keysa. Dan, berhasil membuat Keysa kebingungan karena saat memilihkan hadiah itu dirinya sedang menjadi Faya.  Devano pun menyerahkan hadiah yang dibawanya dan menyebutkan kalau itu juga pilihan Keysa.


"Tante, ini ada hadiah dariku juga! Sama seperti punya Ezra, hadiah dariku juga Keysa yang memilih. Aku jamin Tante pasti suka," ucap Devano dengan seutas senyum. 


'Apa mereka sudah tahu aku yang sebenarnya?' ucap Keysa dalam hati yang semakin kebingungan.


"Terima kasih, Sayang. Kalian memang selalu memanjakan wanita yang tak lagi muda ini. Aku sayang kalian." Ibu Ezra yang sudah menganggap Devano seperti anaknya sendiri pun langsung memeluk Devano dan Ezra bersamaan. 


'Ah, mampus, kalau mereka benar-benar mengetahui kebohonganku.' Sementara itu, Keysa masih merutuki dirinya sendiri. 


Setelah memeluk kedua anak lelakinya, ibu Ezra menatap gadis yang disebut telah memilihkan hadiah untuknya. "Kenalkan, saya Selena mamanya Ezra." Ibu Ezra mengulurkan tangan kepada Keysa, memperkenalkan dirinya kepada  Keysa yang belum sempat kenalan karena sibuk membuka hadiah dari Devano dan Ezra. 


Dalam hati Selena, ia menilai penampilan Keysa yang terlihat biasa saja, tetapi memiliki sikap yang sopan dan ramah. Di saat Keysa dan Selena sedang bercakap-cakap, tiba-tiba seorang gadis cantik dengan memakai gaun satin yang mewah–gaun mirip dengan gaun yang dikenakan Keysa, tetapi asli—memasuki ruangan. Semua mata pun tertuju padanya dan memuji kecantikan gadis itu. 


Gadis itu adalah Liza, teman kecil Devano dan Ezra. Liza langsung menghampiri Selena dan memeluk wanita itu sembari mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan hadiah. Hubungan keduanya pun tampak sangat akrab. Berbeda dengan Selena yang terlihat bahagia dengan kedatangan Liza, Devano dan Ezra menampilkan wajah terkejut mereka saat melihat gadis itu.


"Liza?" pekik Devano dan Ezra bersamaan. "Sejak kapan kau ada di kota ini?" tanya Ezra. 


Mendapat teriakan dari dua sahabat kecilnya, Liza langsung menoleh ke arah dua lelaki itu. "Oh, my god! Aku merindukan kalian," ucapnya sambil memeluk Devano dan Ezra bergantian, meskipun yang dipeluk merasa risih. 

__ADS_1


"Eh, liat deh! Gaun mereka sama, ya? Tapi sayang yang dipakai si culun palsu dan yang asli itu yang dipakai Liza." Tiba-tiba ada seorang gadis yang mencibir gaun yang dipakai Keysa. "Yang aku katakan benar, kan?" tanyanya kepada Keysa dengan nada mengejek.


"Iya. Gaun yang aku pakai memang imitasi. Memangnya kenapa?" Tanpa malu, Keysa membenarkan ucapan gadis itu yang berujung malah semakin dipermalukan. 


"Dasar gadis miskin tidak tahu malu. Sudah miskin masih saja bermimpi memakai barang mewah, akhirnya hanya kesampean pake barang imitasi saja!" ucap salah satu dari tamu.


Semua orang yang mendengar ucapan Keysa pun langsung mencibir dan juga menyebut Keysa gadis miskin tidak tahu malu. Keysa hanya diam, tidak menanggapi ucapan mereka. Kali ini, ia tidak mau membuat kacau acara orang lagi. Sementara itu, diam-diam Selena tersenyum mendengar ucapan Keysa dan menilai kalau Keysa bukanlah gadis yang gila harta. 


Belum puas dengan menyebut gaun Keysa gaun palsu, gadis tadi ingin mempermalukan Keysa lagi. Ia meminta Keysa untuk membuka hadiah yang akan diberikan Keysa kepada Selena. 


"Aku jadi penasaran dengan hadiah yang akan diberikannya kepada Tante Selena. Dari luarnya saja sudah terlihat buluk dan tidak berkelas, pasti hadiahnya juga murahan," ucap gadis itu, merendahkan Keysa. 


"Jangan pernah memandang apapun hanya dari luar saja. Belum tentu sesuatu yang baik di luar, baik juga di dalamnya. Begitupun sebaliknya, belum tentu yang jelek di luar, jelek juga di dalamnya," sanggah Keysa dengan sangat santai, membuat geram gadis itu.


"Kalau begitu buka hadiahmu sekarang dan buktikan kalau ucapanku salah," sarkasnya. 


"Tante, sebenarnya ini hadiah untuk Tante dariku dan tidak baik kalau aku asal buka padahal sudah diniatkan untuk Tante. Kalau Tante izinkan, aku ingin membukanya terlebih dulu sebelum memberikannya kepada Tante, apa boleh?" Keysa meminta izin dulu kepada Selena. 


Selena mengangguk dengan seutas senyum anggun yang tertampil. Keysa pun langsung membuka kotak hadiah setelah mendapat persetujuan dari Selena. Ia mengeluarkan sepotong kain yang mewah dan berhasil membuat semua orang yang melihatnya tercengang.

__ADS_1


__ADS_2