Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
159


__ADS_3

Felix mengatakan maksud dan tujuan dirinya datang menemui Keysa.


"Cuma , itu? Aku pikir ada hal mengkhawatirkan apa," tandas Keysa. Ia lantas menyanggupi permintaan Felix yang memintanya untuk menemani lelaki itu untuk syuting iklan besok.


Sementara itu, Alea yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka langsung menghampiri Keysa dan Felix, kemudian meminta Keysa untuk mengajaknya.


"Terserah kamu saja," ucap Felix, saat Keysa meminta persetujuan lelaki itu.


Keysa menatap Alea dari atas hingga bawah, mencoba memilih dan memilah dengan telunjuk yang diketuk-ketuk ke dagu. "Ok. Besok kita berangkat bersama," tandas Keysa, kemudian. Ia memilih tuk mengiakan permintaan Alea daripada tinggal di asrama pasti akan mengganggu Disti.


"Aaa ... terima kasih." Senyum bahagia terpancar dari wajah gadis yang kemudian memeluk Keysa. Sebuah ide pun terbersit di kepalanya yang sudah dipenuhi akal bulus.


Setelah memeluk Keysa, Alea lantas kembali ke dalam.


Di kediaman Devano ....


Devano baru saja tiba di rumahnya, saat tiba-tiba Damar menghadangnya dengan kata-kata yang langsung membuat mood Devano berantakan.


"Putuskan gadis itu!" titah Damar, yang sedang duduk di sofa. Setelah Devano merasakan tubuh Keysa, Damar ingin Devano mengakhiri hubungan diantara mereka.


Devano menghentikan langkahnya, kemudian menoleh ke arah suara. "Apa maksudnya?" tanyanya, tidak suka dengan ucapan yang terkesan memerintah itu.


"Putuskan gadis itu. Akhiri hubungan kalian. Kalian tidak mungkin bersama karena daddy dan ayahnya gadis itu musuh bebuyutan dan sebagai anak kau tidak mungkin berhubungan dengan anak musuh bebuyutan daddy-mu," jelas Damar.


Devano tersenyum sinis. Dirinya mulai paham, kenapa lelaki di hadapannya berbaik hati membawa Keysa ke hadapannya semalam. Balas dendam kepada musuh bubuyutan melalui anaknya. Damar sengaja membuat Keysa rusak olehnya, kemudian meninggalkan Keysa begitu saja. Sebuah ajang balas dendam yang sangat menyakitkan, menyakiti musuh melalui orang yang paling disayangi oleh musuh, menyakiti secara tidak langsung tapi langsung menghujam kesasaran.


"Tidak, Aku tidak akan putus. Aku mencintainya dengan tulus. Dan aku sama sekali tidak peduli dengan permusuhan kalian," tandas Devano, lalu pergi dari hadapan Damar, tanpa peduli ayahnya itu yang terus berteriak memanggil namanya. 'Enak saja memanfaatkan cintaku hanya untuk menghancurkan lawan,' rutuk Devano, tidak terima dengan maksud dan tujuan semalam lelaki yang disebut daddy olehnya.


Di Asrama, setelah kedatangan Felix, Keysa pergi bersama lelaki itu untuk mencari makan. Sementara itu, di kamar, Alea menyalakan laptop Keysa, kemudian diam-diam masuk ke akun media sosial Keysa dan melihat riwayat obrolan antara Keysa dan Ezra.

__ADS_1


Senyum licik kembali terbit di wajahnya. Alea lantas menulis sebuah pesan atas nama Keysa dan dikirim kepada Ezra, kemudian menghapus pesan itu lagi setelah terkirim. "Permainan baru akan dimulai," gumamnya, seraya menekan tombol delete pada keyboard dengan seringai jahat yang melekat di wajah. Ia menghapus pesan yang berisi Keysa meminta bantuan kepada Ezra untuk membantu Keysa syuting.


***


Keesokan harinya ....


Keysa, Felix dan Alea pergi ke Villa, tempat mereka akan melakukan syuting. Setiba di Villa, Keysa dibuat terkejut saat melihat sebuah mobil yang sangat dikenal berhenti di hadapannya.


"Ezra? Ngapain dia ke sini?" Kedua alis Keysa menyatu saat melihat lelaki yang benar-benar dikenalnya keluar dari mobil dan menghampirinya.


"Hai, Key! Hai, semua! Apa aku terlambat?" sapa Ezra, yang membuat Keysa semakin kebingungan.


"Hai," jawab ketiganya bersamaan.


"Aku yang mengajak Ezra. Keterampilan fotografer ku jelek, jadi aku meminta Ezra untuk membantuku." Alea yang melihat kebingungan Keysa lantas berbisik kepada gadis di samping nya.


Keysa menoleh ke arah Alea. Ingin protes dengan sikap semaunya sendiri gadis itu, tetapi mengingat Ezra yang juga sudah mengetahui rahasia sebenarnya tentang dirinya, Keysa hanya ber-oh ria dan menyetujui ide Alea.


Ezra menanggapi ucapan Keysa dengan mengangguk dan seulas senyum yang terbit di wajah, kemudian mengikuti langkah Keysa dan dua temannya masuk ke Villa.


Keysa pun bergegas ke kamar di lantai dua untuk berganti pakaian dan mengubah penampilannya menjadi sosok dirinya yang sebenarnya. Setelah selesai, ia langsung turun dan bergabung kembali bersama ketiga temannya.


Ezra sedang memegang kamera saat mendengar langkah kaki dari tangga. Ia yang sedang mengajari Alea pun secara spontan menoleh ke arah suara, hingga matanya dibuat tidak berkedip ketika melihat Keysa dalam wujud asli. Keysa yang sedang menuruni tangga terlihat sangat cantik dan anggun dengan memakai gaun renda hitam panjang.


"Dia benar-benar Faya. Cantik sekali," puji Ezra dengan mata yang tidak teralihkan. Ia terus memandangi Keysa penuh kekaguman.


Alea yang berada di samping Ezra pun memandang Keysa dengan tidak suka. Ia cemburu saat melihat setiap mata selalu saja tertuju kepada gadis yang sedang berjalan ke arahnya itu. 'Pertunjukan sesungguhnya akan segera dimulai, Sayang,' ucap Alea dalam hati, sambil mengirim pesan kepada seseorang.


Sementara itu, Ezra masih tertegun dengan apa yang sedang dilihatnya, hingga tidak menyadari kalau gadis yang ditatapnya sudah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Apa bisa kita mulai pemotretannya?" tanya Keysa, membuyarkan lamunan Ezra.


"Eh ... I-i-iya." Ezra yang ketahuan memuja Keysa menjawab dengan tergagap. "Ayo, kita mulai," lanjut Ezra, sambil mencari kamera. Jantungnya berdebar sangat kencang saat Keysa berada di dekat seperti itu dan membuatnya salah tingkah.


"Kamu nyari apa, Ez?" tanya Keysa saat melihat Ezra yang malah berputar di tempat.


"Kameranya di mana, ya? Perasaan tadi di sini," ucap Ezra seperti orang linglung.


"Kamu nyari kamera?" Keysa menyipitkan sebelah mata kepada lelaki yang tampak kebingungan itu dan dijawab anggukan oleh Ezra. "Beneran nyari kamera?" tanya Keysa memastikan.


"Iya, Key. Kalau kameranya tidak ada, bagaimana ambil fotonya?" tandas Ezra, membuat tawa Keysa dan Felix lepas.


"Memangnya yang kamu pegang itu apa?" ucap Keysa dengan tawa yang masih menghiasi wajah.


"Pegang?!" Spontan, Ezra langsung menunduk dan melihat ke arah tangan kanan yang sedang memegang kamera. "Oh, ya, ampun!" Ezra menepuk jidatnya sendiri. Malu dengan tingkahnya sendiri, bisa-bisa saking terpana akan kecantikan Keysa dirinya melupakan kamera yang sejak tadi dipegang.


Keysa hanya menggeleng, kemudian mengajak Ezra menuju tempat pemotretan.


Keysa dan Felix pun melakukan sesi pemotretan, keduanya pun tampak serasi. Tampan dan cantik dengan keindahan villa sebagai latar pemotretan menjadi perpaduan yang indah bagi siapapun yang memandang. Lagi-lagi Alea dibuat iri oleh keberuntungan Keysa yang selalu digandrungi lelaki-lelaki tampan.


Setelah mengambil dua set foto, Alea sengaja membuat Felix meninggalkan Keysa.


"Aku ingin lihat hasilnya," ucap Keysa. Sambil menunggu Felix kembali, Keysa menghampiri Ezra yang berdiri tidak jauh darinya.


Namun, dengan sengaja Alea menghadang kaki Keysa yang sedang berjalan. Jalanan yang dipenuhi batu-batu cukup besar dan sandal tinggi yang digunakan membuat Keysa kehilangan keseimbangan dan terjatuh.


"Aaa ...."


"Keysa, awas!" teriak Ezra saat melihat Keysa terjatuh.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Devano baru saja datang dan mendengar Ezra yang memanggil Keysa cantik dengan nama Keysa.


__ADS_2