Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
138


__ADS_3

Keysa dan Alea kembali ke kelas. Keysa langsung menuju tempat duduknya, tetapi dengan cepat di dahului Alea yang kemudian duduk di sana. 


"Ini tempat dudukku!" sarkas Keysa, meminta Alea untuk pergi dari tempat duduknya. 


Alea berdiri dengan senyum miring menghiasi  wajahnya. Ia lantas mendekatkan diri ke telinga Keysa seraya berbisik. "Apa kamu yakin tidak ingin bertukar tempat duduk denganku?" tanyanya dengan nada pelan, tapi penuh ancaman. 


Keysa menoleh ke arah Alea, menatap tajam ke arah gadis itu. Sejurus kemudian, mengambil tas yang tergeletak di meja dengan kasar, lalu pergi dari sana sambil mendengkus kesal.  


Keysa tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak bisa melawan dan terpaksa memberikan tempat duduknya atau identitas aslinya akan diketahui semua orang. 


Ya, Alea mengetahui tentang penyamaran Keysa dan gadis itu mengancam akan membeberkan semua kepada semua orang termasuk Devano jika Keysa tidak menuruti keinginannya. 


"Ambil saja tempat dudukku," tukas Keysa sambil pergi, lalu duduk di dekat Ezra. 


Orang-orang yang melihat Keysa mengalah pada Alea pun dibuat terkejut dan bertanya-tanya. Tidak biasanya seorang Keysa mengalah pada orang lain, apalagi orang itu dengan semena-mena menindasnya. 


Ezra memerhatikan Keysa yang tiba-tiba duduk di sampingnya, lantas beralih menatap Alea.  Ia merasa ada sesuatu diantara Keysa dan anak baru itu. "Mungkinkah Alea mengetahui sebuah rahasia Keysa? Tidak biasanya gadis ini mengalah begitu saja," gumam Ezra dalam hati, seraya memerhatikan Keysa lagi. 


"Kenapa memerhatikanku seperti itu? Apa aku tak boleh duduk di sini?" Keysa memicingkan kedua matanya saat melihat Ezra menatapnya. 


"Tidak." Ezra menggeleng, lalu mengalihkan pandangannya lurus ke depan. 


Sementara itu, Devano sangat marah mendapati Keysa mengalah begitu saja. Ia tidak rela tempat duduk Keysa direbut oleh orang lain, tetapi ia juga tidak bisa berbuat karena yang dihadapinya adalah Alea. Ia lantas menulis sebuah pesan di buku, lalu menyobek dan melipatnya. 


"Berikan ini kepada Keysa!" sarkas Devano kepada Alea. 

__ADS_1


Alea melihat ke arah kertas di tangan Devano. "Tidak mau, berikan saja sendiri." 


Mendengar jawaban Alea, Devano langsung menatap tajam gadis itu, membuat Alea tahu kalau Devano sedang marah. Akhirnya, dengan terpaksa Alea mengambil kertas itu dan memberikan kertas itu kepada Keysa yang berada di depannya. 


Bertepatan dengan itu, Miss Susi dosen penanggung jawab kelas Keysa datang ke kelas mencari Keysa setelah mendengar suara di radio yang sudah tersebar ke mana-mana. 


"Keysa bisa bicara sebentar," sarkas Miss Susi dengan wajah jutek yang sudah menempel di wajah putih dengan kacamata yang menghiasi mata. 


Keysa mengangguk. Miss Susi pun meminta Keysa untuk ikut ke ruangannya. 


"Keysa bisa dijelaskan apa yang saya dengar di radio?" Miss Susi yang sedang duduk bertanya dengan tangan bersidekap serta tumpang kaki. 


"Maaf, Miss, atas berita yang tidak mengenakkan itu." Keysa membungkuk, meminta maaf, kemudian menjelaskan semua yang terjadi. Semua itu diucapkannya hanya karena kesal kepada Cheryl yang terus mengganggunya. 


"Kamu sudah membaca persyaratan saat kamu menerima beasiswa di sini, kan?" tanya Miss Susi lagi dengan mata yang menatap tajam ke arah Keysa. 


"Lalu kenapa kamu melanggarnya?" 


"Itu karena ...." Keysa tidak mampu untuk menjawab. Ia bingung harus menjawab apa. 


Ya, semua mahasiswa di sana dilarang memiliki sebuah ikatan, terutama siswa yang memiliki beasiswa. Peraturan aneh yang mungkin hanya diterapkan di sana, sedangkan pengurus yayasan berdalih agar menghasilkan lulusan terbaik karena lebih fokus pada kegiatan kampus daripada berpacaran. Namun, seperti kata pepatah 'peraturan ada untuk dilanggar'. Itu pun yang terjadi di sana, banyak mahasiswa yang secara diam-diam menjalin hubungan. Sialnya, Keysa harus ketahuan karena ulah Cheryl yang merekam pembicaraannya. 


"Keysa selain kau melanggar peraturan kampus, kau juga telah mengusik keluarga Mahardika. Apa kau tidak tahu bagaimana kejamnya keluarga mereka? Apalagi kau secara terang-terangan mengatakan kau telah memanfaatkan generasi penerusnya," tutur Miss Susi, panjang lebar. 


"Maafkan saya, Miss!" Hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut Keysa. 

__ADS_1


"Aku tidak tahu harus berbicara apa lagi, tapi saat ini Dekan telah menunggumu di ruangannya," tandas Miss Susi lagi. 


Keysa dibuat terperangah oleh ucapan Miss Susi.  Membuat Keysa bertanya-tanya, apa separah itu kesalahannya sampai-sampai dekan pun turun tangan. Selama ini Devano sering berhubungan dengan gadis-gadis, apa mereka bernasib sama sepertinya? Akan tetapi, mengingat mantan pacar Devano yang terakhir  sepertinya tidak. Keysa terus bertanya dalam hati, atau mungkinkah karena dirinya miskin dan masuk melalui jalur beasiswa, sehingga mereka bisa semena-mena. 


"Miss, kenapa sampai harus bertemu dekan?" tanya Keysa. 


"Karena kesalahanmu fatal." 


'Sefatal apakah kesalahanku? Orang lain juga banyak yang pacaran di sini.' Ingin sekali Keysa menyanggah ucapan Miss Susi dengan kata-kata itu, tetapi Keysa mengurungkannya mengingat dampaknya malah akan semakin panjang dan merembet kepada mahasiswa lain. 


Keysa mencoba memohon untuk tidak dihukum tanpa harus menyangkutpautkannya dengan mahasiswa lain, tetapi gagal. Ia pun mengirim pesan dan terpaksa meminta bantuan Devano.


Setelah mendapatkan pesan dari Keysa, Devano langsung datang ke ruangan Miss Susi. 


"Satu-satunya cara agar Keysa tidak dihukum, yakni akhiri hubungan kalian," tandas Miss Susi, begitu Devano datang. 


"Putus apanya, Tan? Tidak. Aku tidak mau putus. Di sini aku yang mengajaknya pacaran. Aku yang mencintainya. Kenapa harus dia yang dihukum? Peraturan kampus macam apa sih, itu?" Devano protes tentang peraturan yang entah sejak kapan ada itu, peraturan yang terlalu memberatkan pihak perempuan. 


"Dev, jaga bicaramu!" sarkas Miss Susi. 


"Memang benar peraturan yang sangat aneh. Seharusnya kalian itu menghapus peraturan semacam itu," tandas Devano lagi. Ia yang pernah kabar selentingan tentang peraturan itu dibuat karena sebuah insiden, membuatnya kesal sendiri. 


"Apa Tante tega menghukum anak dari sahabat Tante sendiri? Keysa itu anak dari Sarah, sahabat Tante." Devano yang menyebut Miss Susi dengan sebutan 'tante' itu kembali berucap. 


"Sarah?" Miss Susi menatap Keysa dan Devano secara bergantian, kemudian menyebutkan ciri-ciri sahabatnya yang bernama Sarah itu dan dijawab anggukan Devano. Miss Susi kembali menatap Keysa. Ia tidak percaya kalau Keysa adalah anak sahabatnya, mengingat Keysa terlalu jelek jika harus lahir dari Sarah dan Abian—putri dan pangeran kampus pada zamannya. 

__ADS_1


Di waktu bersamaan Keysa juga mengingat ketika Sarah sering menceritakan tentang seorang sahabatnya yang bernama 'Susi'. "Jadi Susi sahabat mamah yang sering mamah ceritakan itu adalah Miss?" tanya Keysa, yang juga baru mengetahui kenyataan itu.


 


__ADS_2