
Keysa menatap makanan yang baru beberapa suap dimakannya. Rasanya memang sangat aneh, tetapi demi menyenangkan Devano, Keysa akan dengan senang hati memakannya. Namun, hubungan mereka yang seperti di ujung tanduk membuat Keysa menghentikan suapannya. Kata-kata pedas yang dilontarkan Devano kembali terlintas di kepala.
'Huh!' Keysa mengembuskan napas kasar, kemudian memilih menanggalkan kotak makanan itu.
Keysa beringsut turun dari tempat tidur, dengan sangat hati-hati berpindah tempat ke kursi roda. Keysa lantas mengambil lagi kotak makanan yang tergeletak di tempat tidur, hendak membuang sisa makanan tersebut, karena makanan itu memang tidak layak makan.
Namun, tiba-tiba Alea yang baru keluar dari kamar mandi langsung menyambar makanan Keysa, yang dari penampilannya terlihat menggiurkan.
"Wihh, ada sarapan enak nih! Kebetulan perutku sudah lapar sekali," gumam Alea, mengambil alih kotak makanan dari Devano. Gadis bermuka tebal yang kelaparan itu pun langsung menyantap makanan itu tanpa meminta izin si pemiliknya.
"Itu–" Keysa hendak memberitahukan tentang citarasa makanan tersebut, tetapi diurungkannya.
"Oek!" Alea langsung memuntahkan kembali makanan yang baru sampai di lidah. Lidah dan perut Alea menolak mentah-mentah makanan yang masuk. Makanan itu tidak layak makan. "Ini makanan apa? Rasanya aneh sekali," gerutu Alea sambil meletakkan kembali kotak bekal di atas tempat tidur Keysa, lalu berlari ke kamar mandi–mengeluarkan kembali makanan yang belum sempat masuk ke kerongkongan itu.
"Makanya jangan asal ambil makanan milik orang," sarkas Keysa berteriak. Puas melihat Alea mendapat karma dari sikapnya tidak sopan, lantas mengambil kembali kotak makanan tersebut.
"Sepertinya lidah dan perutmu bermasalah, makanan sampah seperti itu bisa-bisanya masuk." Alea yang sudah kembali dari kamar mandi mencibir Keysa. Ia bergidik mengingat rasa aneh dari makanan itu, lalu memilih meninggalkan Keysa untuk mencari pengganjal perut yang benar-benar layak dimakan.
Keysa menatap bekal yang membuat Alea muntah itu. Wajah lelaki pembuat bekal tersebut tiba-tiba memenuhi wadah. Keysa melihat bayangan Devano, masa-masa indah kebersamaan mereka pun terus bermunculan. "Aku mencintaimu, Dev," gumamnya, sambil menatap intens bekal seolah-olah sedang menatap Devano.
Keysa masih tetap menyukai Devano, meskipun Devano telah mengakhiri hubungan mereka bahkan telah mencaci makinya.
"Sebaiknya aku tidak terlalu dekat dengan lelaki lain lagi. Aku tidak mau jika Dev mengetahuinya malah semakin menilaiku dengan sangat buruk." Ia merasa tidak enak dengan kedekatannya dengan lelaki di game. Ia harus bisa menjaga perasaan Devano.
Keysa pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Ia lantas mengambil ponsel dan kembali login di aplikasi game. Keysa memanggil Devano yang juga sedang online. Tanpa basa-basi ia mengajak Devano bercerai.
__ADS_1
[Tidak. Aku tidak mau.]
[Ayolah, bukankah kemarin-kemarin kau ingin kita bercerai? Aku mengabulkan permintaanmu.]
[Aku berubah pikiran sampai kapanpun kita tidak akan bercerai.]
[Aku mencintai orang lain. Aku tidak mau orang itu berpikir negatif tentangku.]
[Apa orang yang semalam kau ceritakan?]
[Itu bukan urusanmu. Aku hanya ingin kita bercerai.]
Keysa pun mengumumkan bahwa ia akan menjual akunnya. Ia akan vakum dari dunia game. Namun, Devano tidak membiarkan itu terjadi. Lelaki itu memperingati para grammer lain, jika ada yang berani membeli akun Keysa, maka Devano akan membunuh mereka.
[Apa yang harus kulakukan agar kau mau menceraikanku?]
Keysa hanya bisa mengembuskan napas kasar. Ia ingin terlepas dari suami game-nya, tetapi orang itu malah meminta bertemu. Jika tidak dipenuhi, Devano pasti terus menerornya.
[Baiklah kita akan bertemu di dunia nyata. Setelah itu, kau harus terima keputusanku.]
Keysa pun memilih keluar dari aplikasi game. Sementara Devano yang sudah tahu bahwa istrinya adalah Keysa, berjanji tidak akan melepaskan Keysa apapun yang terjadi.
Hari bergulir begitu cepat. Kesehatan kaki Keysa pun sudah mulai masa penyembuhan. Ia bahkan sudah menanggalkan kursi roda, kakinya sudah bisa dipakai berjalan dengan baik.
"Kondisinya sudah bagus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku tidak menyangka kamu akan sembuh secepat ini," ucap seorang dokter yang sedang memeriksa Keysa.
__ADS_1
Keysa yang sedang memeriksakan kesehatan kakinya pun mendengarkan penjelasan dari dokter. Ia bernapas lega saat mendengar kesehatan sudah baik-baik saja.
Setelah mengucapkan terima kasih, Keysa pamit kepada dokter yang telah memeriksa, kemudian meninggalkan ruang dokter.
"Akhirnya, aku bisa beraktivitas normal lagi," gumamnya, senang, membuat senyum terukir di bibir berwarna pink soft itu.
Hingga senyum itu perlahan menghilang saat mengingat janjinya dengan seseorang. Keysa membuang napas kasar, sebenarnya malas untuk bertemu langsung dengan suaminya di game. Namun, Keysa juga sudah terlanjur janji jika kakinya sudah sembuh akan menemui lelaki itu.
"Sebaiknya aku ajak Fero saja untuk menemui orang itu. Jika dia macam-macam ada Fero yang membantuku," gumam Keysa.
Ide yang cukup menarik. Keysa lantas menghubungi Ferro dan meminta anak angkat dosennya itu untuk menemaninya bertemu si suami game besok yang bertepatan dengan hari sabtu.
"Ok. Besok aku jemput kamu ke asrama." Tidak hanya menyetujui, Fero juga menawarkan diri untuk menjemput Keysa ke Asrama.
Setelah berbicara sebentar dan mendapat kesepakatan, Keysa pun mengakhiri panggilannya, kemudian mengirim pesan kepada Devano.
Sementara itu, di kampus, Devano sedang menatap ponsel dengan lengkungan senyum yang menghiasi wajah. Hatinya terasa dipenuhi berjuta kupu-kupu saat menerima kotak masuk dari Keysa yang mengajaknya untuk bertemu besok.
"Kita lihat bagaimana reaksimu, kalau suamimu adalah diriku? Aku tidak akan melepaskanmu bagaimanapun caranya," gumam Devano, sambil membayangkan pertemuan mereka.
Di saat Devano sedang membayangkan detik-detik pertemuannya dengan Keysa, tiba-tiba Cheryl datang menghampirinya ke kelas.
"Dev, besok temani aku jalan, ya!" ucap Cheryl tanpa basa-basi, sambil duduk di sebelah Devano.
Devano yang menyadari kehadiran Cheryl, menoleh sekilas ke arah gadis itu, kemudian membuang muka. "Aku tidak bisa. Ada acara penting yang harus kudatangi." Devano menolak ajakan Cheryl.
__ADS_1
Ada yang masih stay kah sama cerita Bang Dev? Maafkan othor yang menghilang terlalu lama, membuat cerita ini terbengkalai. Banyak urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Terima kasih kepada kakak semua yanng masih betah di sini. bulan ini aku up banyak .... mudah-mudahan enggak bulsyit 🤭🤭