Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
146


__ADS_3

Keysa dan Ezra naik ke balkon lantai dua dan bersembunyi. Dari sana mereka bisa mendengar Alea yang menggoda Devano. 


"Ya, ampun! Kata-katanya membuatku mual," gumam Ezra yang merasa risih dengan kata-kata erotis yang dilontarkan Alea.


Di dalam kamar, Alea mendekati Devano seraya mengabsen setiap lekuk tubuh Devano dengan jemari sambil menggoda. Devano yang merasakan tangan Alea menggerayangi tubuhnya pun tidak berbuat apa-apa karena keadaan yang membuatnya tidak bisa melawan. Ia duduk di kursi dengan tangan dan kaki terikat seperti tawanan. 


"Dev, jika dilihat dengan jarak dekat seperti ini ternyata kamu sangat-sangat menawan, pantas saja gadis-gadis mengejarmu." Wanita dengan gaun merah dan seksi itu membungkuk, hingga wajah mereka hampir tak berjarak. Bahkan, deru napas Alea terasa sampai ke wajah Devano.


"Awas! Jangan berani kau menyentuhku! Atau kau akan menyesal." Devano yang tidak suka dengan tindakan Alea pun langsung mengancam. Namun, bukannya takut, tawa Alea malah menggema di kamar. 


"Saat kau berubah galak dan mengancam seperti ini malah semakin menantang. Dan ... aku suka," ucap Alea sambil menggigit bibir bawahnya dengan kerlingan yang semakin membuat Devano semakin muak. Sejurus kemudian, Alea menarik dagu Devano dengan tatapan yang siap  membunuh. "Baik-baiklah denganku jika kau ingin tahu di mana mommy-mu," ancam Alea. 


Setelah itu, ia kembali mengumbar senyum termanis yang dimilikinya dengan jemari yang sudah meliuk-liuk di kulit putih Devano. "Kau ingin mulai dari mana petualangan kita malam ini? Dari sini ... sini ... sini, atau ...." tanyanya sembari menempelkan telunjuknya di bibir,  kemudian turun ke leher, dada dan terakhir menunjuk area sensitif Devano, yang membuat Devano menelan ludahnya sendiri. 


'Dasar gadis saiko!' umpat Devano dalam hati.  


Bertepatan dengan itu, Devano melihat dua bayangan hitam di balkon. 'Apa itu Ezra dan Keysa?' gumamnya dalam hati dan seketika ujung bibirnya refleks terangkat.  'Aku pastikan kau tidak akan mendapatkan yang kau mau, tapi aku akan dapatkan apa yang aku mau.'


"Kau ingin memulai darimana pun terserah kau saja, asalkan kau beritahu di mana mommy-ku," ucap Devano kemudian, yang membuatnya ingin muntah oleh ucapan sendiri. 


"Dengan senang hati, Baby." Seringai lebar menghiasi wajah Alea yang sedang melingkarkan tangannya di leher Devano. Keinginannya untuk memiliki Devano seutuhnya akan segera terlaksana. Ia akan menjerat lelaki itu dengan sebuah kenikmatan surga dunia.

__ADS_1


"Tapi, sebelum semua itu aku haus sekali. Apa kau tidak mau mengambilkan aku air minum dulu?" 


"Ok. Aku ambilkan minum." Mengerti akan ucapan Devano. Dengan hati yang berbunga-bunga,  Alea pun langsung pergi meninggalkan kamar. Tidak lupa, ia memberikan sebuah kiss jauh saat hendak menutup pintu. 


"Oekk!! Dasar gadis gila!" Devano terasa ingin muntah melihat kelakuan gila Alea. "Masuklah! Dia sudah pergi," ucap Devano. 


Keysa dan Ezra pun masuk, kemudian melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki Devano dengan kursi. 


"Are you, ok?" tanya Devano, yang malah mengkhawatirkan Keysa karena tidak bisa datang ke pusat perbelanjaan dan ia yakin ayahnya pasti menyusahkan Keysa. 


Refleks, Keysa memukul lengan Devano karena gemas. Harusnya Keysa yang menanyakan itu kepada Devano sebab Devano lah yang nampak tidak baik-baik saja karena disekap Alea, tetapi  ini  malah sebaliknya. 


"Waktu kita sedikit, kangen-kangenanya nanti saja. Sekarang kita pikirkan cara untuk membuat Alea buka mulut tanpa harus menggadaikan cintamu," tandas Ezra kepada Devano yang malah berpelukan dengan Keysa dan menunjuk lelaki itu dengan kesal.


Handle pintu bergerak, kemudian pintu terbuka secara perlahan. Alea kembali ke kamar dengan membawa dua gelas jus mangga dengan satu gelas untuk Devano sudah dicampuri obat perangsang. 


"Dev, aku ba—" Alea masuk sambil memberitahu bahwa dirinya membawa jus. Namun, ucapannya terpotong saat melihat kamar gelap dan sejurus kemudian ada yang membekap mulutnya dari belakang. 


Keadaan berbalik. Alea dibekap oleh Devano, kemudian diseret ke  kursi dan mendudukkannya paksa di sana. Ezra dengan cepat mengikat  tangan dan kaki Alea seperti yang gadis itu lakukan kepada Devano.


Setelah itu, Ezra menodongkan pisau kepada Alea dan mengancamnya. Tubuh Alea seketika bergetar dengan keringat dingin yang sudah membasahi seluruh tubuh. Ia yang tidak mengenal orang yang berada di kegelapan itu mulai ketakutan dengan ancaman-ancaman yang dilontarkan Ezra. Apalagi saat ujung pisau mengusap lembut wajah mulus Alea dan Ezra mengancam akan merusak wajah cantiknya itu jika tak kunjung angkat bicara. 

__ADS_1


Alea yang sudah sangat ketakutan pun akhirnya angkat suara. Dengan suara yang bergetar dan terbata-bata Alea memberi tahu semuanya. 


Dua tahun lalu, Alea bertemu dengan wanita lumpuh yang sangat cantik di sebuah rumah sakit fisioterapi ternama di Los Angel. Setelah ditelusuri ternyata wanita itu adalah ibunya Devano. 


"Hanya itu yang aku tahu," ucap Alea, setelah mengatakan semua yang diketahuinya. 


Lampu pun  kemudian menyala, menampilkan Keysa, Devano dan Ezra. Ketiga berseringai lebar saat melihat wajah syok Alea dalam keadaan terang yang telah berhasil ditakut-takuti mereka. Sementara itu, Damar yang juga mendengarkan pengakuan Alea langsung mengusir gadis itu. 


Malam sudah larut. Devano meminta Ezra dan Keysa untuk bermalam di rumahnya. Setelah menyeret Alea keluar dari rumahnya, Damar terduduk lemas di sofa dengan wajah kusut dan sendur. Ia tidak menyangka selama ini istrinya lumpuh. 


"Aku akan menyusul mommy-mu ke Las Angel," tandas Damar, kemudian. Ia bertekad untuk mencari ibu Devano dan membawanya pulang. Lelaki yang tampak kusut itu pun menyerahkan  perusahaan kepada Devano dan kakeknya. 


Devano pun menyetujui dan mendukung tindakan Damar, karena sejatinya ia juga sangat merindukan sosok ibunya itu. 


Tengah malam, Devano masuk ke kamar untuk beristirahat setelah terlalu banyak drama yang membuat sakit kepala. Ia membaringkan tubuhnya di samping tubuh gadis yang sudah terlelap terlebih dahulu. 


"Terima kasih sudah membantuku!" Devano  memeluk dan mencium kening Keysa sebelum masuk ke dalam dunia mimpi.  


Sementara itu, Damar yang tidak ingin menunda-nunda waktu lagi. Ia langsung berangkat saat itu juga.


***

__ADS_1


Keesokkan harinya ....


Perlahan Keysa membuka mata dengan posisi tidur telentang. Ia menoleh ke samping dan mendapati wajah tampan yang masih tidur menyamping menghadap dirinya dengan tangan yang diletakkan di atas dada Keysa. 


__ADS_2