Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
68


__ADS_3

68


Ketiganya terus berjalan, hingga sampai di sebuah toko perhiasan. Devano pun berniat untuk menguji gadis yang sudah berjalan masuk terlebih dahulu, akan tetapi Ezra dengan cepat melarangnya. 


"Dev, jangan aneh-aneh!" ucap Ezra mencekal pergelangan tangan Devano. 


"Tidak aneh-aneh. Aku hanya ingin tahu selera gadis pujaan hatimu itu seperti apa?" jawab Devano sambil melepaskan tangan Ezra, lalu menghampiri Keysa. 


Keysa tampak sedang melihat-lihat perhiasan yang terpajang di sana dengan berbagai model dan bahan. 


"Menurutmu hadiah apa yang cocok diberikan kepada ibu Ezra?" 


Keysa tidak menjawab, tetapi tangannya sibuk menunjuk perhiasan-perhiasan yang ada di sana. "Kalau boleh tahu, ibunya Ezra itu ciri-cirinya bagaimana?" tanya Keysa dengan mata dan telunjuk masih sibuk melihat perhiasan di dalam etalase. Devano pun memaparkan ciri-ciri ibunya Ezra, hingga telunjuk Keysa berhenti pada sebuah gelang yang terbuat dari batu giok. "Itu sepertinya cocok. Gelang yang bagus dan terlihat sangat elegan. Pasti, ibunya Ezra suka," ucap Keysa. 


Devano sendiri dibuat terkejut oleh pilihan Keysa. Gadis itu bisa tahu  tentang perhiasan batu giok dan itu merupakan jenis perhiasan yang disukai ibu Ezra. "Aku ambil gelang yang itu," ucap Devano kepada pelayan sambil menunjuk gelang yang ditunjuk oleh Keysa. 


"Ok, pekerjaanku sudah selesai. Jadi, sekarang aku bisa pulang, ya!" ucap Keysa yang sudah berencana pulang setelah memilih hadiah itu. 


Namun, keinginannya pupus saat Devano mengklaim kalau hadiah yang baru saja dipilih Keysa adalah hadiah dari Devano untuk ibu Arsen, lalu meminta Keysa untuk mencarikan hadiah lagi yang akan diberikan Ezra. Sebenarnya, Devano melakukan hal itu sengaja untuk memberikan waktu kepada Ezra dan Keysa (Faya) untuk bersama. 


"Aku tunggu kalian sambil duduk," ucap Devano, lantas duduk di sebuah kursi. Ia membiarkan mereka bersama sedangkan dirinya lebih memilih bermain ponsel. 


Keysa sendiri langsung memilih hadiah lagi. Begitu selesai, lantas pamitan untuk pulang duluan. Ezra pun tidak bisa menahannya lagi karena yang diinginkan Ezra sudah terpenuhi. 


"Kapan kita bisa bertemu lagi?" tanya Ezra saat Keysa akan pergi. 

__ADS_1


"Bukankah tiap hari kita juga bertemu," ujar Keysa yang berhasil membuat dahi Ezra mengkerung. "Di sosmed. Bukankah kita tiap hari bertemu di sosmed?" lanjut Keysa dengan seutas senyum yang tertampil. "Suatu saat jika Tuhan mengizinkan pasti kita bertemu lagi," lanjutnya lagi, kemudian benar-benar pergi. 


Setelah terpisah dari Devano dan Ezra, Keysa lantas pergi ke toilet. Ia kembali merubah penampilannya. Keysa kembali menjadi jelek. Ia tidak belum berniat untuk memberi tahu semua orang tentang dirinya. 


Saat akan keluar mall, lagi dan lagi Keysa berpapasan dengan dua orang lelaki tadi. Mau tidak mau, Keysa pun kembali menyapa mereka. 


"Kau sedang apa di sini?" tanya Devano. 


"Aku sedang mencari pekerjaan paruh waktu," jawab Keysa berpura-pura. 


Devano hanya mengangguk, kemudian  memberi kode kepada Ezra—menyuruhnya untuk pulang terlebih dahulu. 


"Ok. Aku mengerti dan paham. Aku balik duluan." Ezra melirik sahabatnya, lalu beralih ke Keysa. "Key, aku duluan, ya!"  ucapnya, lalu pergi. 


"Kenapa pulang duluan?" tanya Keysa, melihat Ezra melangkah pergi sedangkan Devano masih berada di sana. 


"Kamu enggak ikut?" 


"Enggak, itu bukan urusanku," kilah Devano. "Apa kau akan pulang? Bagaimana kalau kita pulang bersama?" Lelaki itu menawarkan Keysa untuk pulang bersama. 


Bukannya  menjawab, Keysa malah menatap Devano dengan  kedua alis yang bertaut, heran dengan lelaki itu yang tiba-tiba mengajaknya pulang bersama. 


"Kelamaan mikirnya." Tiba-tiba Devano menarik tangan Keysa, membawanya keluar dari mall. 


***

__ADS_1


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang hutangmu padaku. Untuk yang tadi pagi aku hanya bercanda." Di perjalanan Devano membahas tentang uang yang ditransferkan Keysa kepadanya. "Jika kau belum ada uang tidak perlu buru-buru mengembalikannya. Tidak perlu  mencari kerja paruh waktu seperti itu. Apa aku perlu mentransfernya ulang?" ujar Devano. Ia menganggap gadis di sampingnya itu mencari pekerjaan paruh waktu karena uang Keysa habis untuk membayar hutang kepadanya. 


Tidak disangka Keysa malah menggoda Devano begitu mendengar ucapan lelaki itu. "Ya, Tuhan. Sepertinya ada yang  perhatian padaku? Aku terharu." Keysa melirik Devano sambil menangkup wajahnya sendiri dengan senyum yang mengembang. 


"Kau ini ... aku serius," tandas Devano. 


"Terima kasih atas perhatiannya. Hati-hati lho, dari perhatian kecil nanti bisa-bisa kecanduan memperhatikanku. Aku tidak tanggung jawab kalau nanti kamu jatuh cinta padaku," lanjut Keysa semakin menggoda Devano. 


"Diamlah aku sedang fokus menyetir aau kau kuturunkan di sini!" Devano mulai kesal karena Keysa terus menggodanya. 


"Turunkan saja. Memangnya siapa yang minta aku ikut naik di mobil ini?" jawab Keysa dengan senyum yang terus mengembang, sedangkan Devano hanya bisa diam karena dia sendiri yang menarik gadis di sampingnya untuk masuk ke mobil. 


Dengan diam, Devano mengantar Keysa sampai ke area kampus. Setelah Keysa mengucapkan terima kasih dan sedikit menggodanya lagi, Devano pun berputar balik  untuk pulang. Sementara itu, Keysa sendiri langsung pergi ke asrama. 


Sesampai di Asrama, Keysa langsung memasang iklan di media sosialnya. Tidak selang berapa lama, tiba-tiba Ezra mengirimkan sebuah pesan dan meminta izin untuk mencetak foto yang dipasang Keysa. Keysa pun tanpa berat hati langsung menyetujuinya. 


[Bisakah, kamu memberikan kesempatan untukku untuk mengejarmu? Aku serius dengan perasaanku.] lanjut Ezra dalam pesan selanjutnya. 


Namun, Keysa tidak tahu harus menjawab apa, hingga ia memilih mengabaikan pesan tersebut. Ia tidak membalas pesan Ezra. 


***


Hari pemilihan ketua senat sudah tiba. 


Devano sangat  populer, sehingga lelaki itu tidak memerlukan mencari suara dari teman-temannya untuk mendapatkan suara. Mereka dengan suka rela langsung memilih Devano. 

__ADS_1


Berbeda dengan Keysa, untuk mendapatkan suara banyak ia harus  menyapa sana-sini. Dibantu Disti dan Felix, Keysa mencari suara, tetapi kebanyakan dari mereka tetap memilih lelaki populer nomor satu daripada dirinya. Namun, tiba-tiba Arsen datang dan ia bersama teman-temannya memilih Keysa, sehingga secara bertahap hasil pemungutan suara  untuk Keysa  bisa menyusul  suara Devano.


Baru nongol lagi 🤭🤭🤭. ada yang mau crazy up, gak?


__ADS_2