Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
140


__ADS_3

Keysa membantu Alea membawa tasnya sampai ke gerbang kampus tanpa bantahan meskipun terlihat jelas kalau gadis itu tidak ikhlas melakukannya. 


Sesampai di gerbang, dengan mobil yang digunakannya Devano menghampiri mereka. Ia menghentikan mobil dan  dengan cepat Alea masuk ke jok depan samping Devano. Devano sendiri lantas membuka pintu mobil berniat untuk keluar dan menjelaskan sesuatu kepada Keysa. Namun, sejurus kemudian, Devano menutup pintu mobil dengan kasar, tanpa bicara apapun dulu kepada Keysa. 


Keysa yang melihat pemandangan di mana Devano lebih menurut kepada Alea hanya bisa mengembus napas kasar. Lelaki itu pun langsung pergi dari hadapan Keysa hanya karena Alea menatap tajam ke arahnya. 


"Sepertinya Alea memiliki sebuah rahasia tentang keluarga Devano, jadi Dev terpaksa mengikuti semua yang dia mau. Aku harap kamu tidak sakit hati, ya!" Melihat Keysa yang tampak kecewa, Ezra menghibur Keysa. 


Di tempat yang sama, tanpa sepengetahuan mereka Exel berada di sana dan melihat semuanya. Dengan senyum yang mengembang, lelaki yang menggunakan mobil sport hitam itu  lantas mengendarai mobilnya menghampiri Keysa. Ia pun keluar dari mobil dan menyapa Keysa, kemudian mengajak gadis itu untuk pergi. 


Dari kaca spion, Devano melihat kedatangan Exel dan langsung menghentikan kembali mobilnya. Dari jarak beberapa meter, ia melihat interaksi lelaki  itu dengan Keysa. 


"Key, kita main keluar sebentar yuk! Cari udara segar!" ajak Exel dengan senyum yang terus mengembang, begitu melihat wajah Keysa yang masih terlihat kesal. 


Sementara itu, Keysa melihat wajah Disti memerah begitu Exel menyapa mereka membuatnya tahu kalau Disti belum bisa masih memiliki perasaan kepada Exel. 


"Tidak terima kasih. Aku ada pekerjaan dengan Disti, kasihan dia kalau harus ditinggal sendirian," tolak Keysa, dengan Disti menjadi alasannya. 


"Sebenarnya aku juga ingin mengajak Disti keluar. Kira cari tempat buat makan bareng, bagaimana Dis?" Exel juga mengajak Disti. 


Dengan wajah yang masih bersemu merah serta pandangan yang tidak teralihkan dari Exel, Disti menyerahkan jawabannya kepada Keysa meskipun  sudah terlihat jelas kalau gadis itu sangat ingin ikut bersama Exel. "Aku terserah Keysa saja," tandasnya. 


Di tempat yang tidak jauh dari Keysa, menyaksikan kebersamaan Exel dan Keysa membuat Devano terasa panas. Ingin sekali, ia menghampiri Keysa dan membawa gadis itu pergi, tetapi semua itu tak mungkin karena ada Alea di mobilnya. Keadaan membuatnya serba salah, Devano pun hanya bisa mencengkram kemudi dengan erat, menahan amarah. 


"Wah, ternyata pacar jelekmu banyak fans-nya juga, ya!" ejek Alea. 


"Jaga bicaramu!" Devano melirik Alea dengan wajah dan mata yang memerah karena marah, kemudian memilih menjalankan mobil kembali dengan sangat kencang. 

__ADS_1


Keysa dan Disti pun akhirnya memilih ikut mencari makan dengan Exel. Sepanjang perjalanan Disti, bahkan sampai tiba di tempat makan Disti tidak pernah berhenti tersenyum atas kebersamaan mereka.


Setelah makan, Exel mengajak Keysa dan Disti nonton, yang langsung disambut antusias oleh Disti dan mau tidak mau Keysa pun mengikuti mereka. Exel menarik sedikit ujung bibirnya ke atas, ia tidak menyangka bisa memanfaatkan Disti demi bisa bersama Keysa. 


Hari ini Exel benar-benar memanjakan mata Keysa dan Disti, setelah puas nonton, lelaki itu juga mengajak mereka  jalan-jalan ke tempat bermain di taman kota. 


"Apa ada tempat lain yang ingin kamu kunjungi?" tanya Exel kepada Keysa saat mereka sudah berada di mobil. 


"Kita pulang saja. Aku sudah lelah," ucap Keysa dengan kepala yang bersandar pada kepala jok serta mata yang terpejam. 


Exel menoleh ke arah gadis yang duduk di sampingnya, melihat wajah Keysa yang kembali terlihat kusut. Ia mengira hubungan Keysa dan Devano sedang tidak baik-baik saja, ditambah lagi kehadiran seorang gadis yang masuk ke mobil Devano semakin menguatkan persepsinya. Hingga, tanpa disadari Exel kembali mengangkat ujung bibirnya, lalu mengiakan permintaan Keysa. 


"Terima kasih untuk semua yang terjadi hari ini," ucap Disti kepada Exel, begitu turun dari mobil.


"Sama-sama. Aku senang jika kamu dan Keysa menikmati jalan-jalan hari ini," tandas Exel dengan seulas senyum, lalu pamit dan meninggalkan Disti dan Keysa. 


Keduanya pun masuk kembali ke asrama. Hingga, kemudian langkah Disti terhenti saat melihat seseorang berdiri di koridor menuju kamar mereka. 


"Kenapa malah berhenti?" tanya Keysa, yang langkahnya terhenti saat tangan yang menggandengnya seketika berhenti melangkah. 


Disti menunjuk ke arah lelaki yang sedang berdiri sambil memainkan ponsel menunggu kedatangan Keysa. Keysa pun melihat ke arah tangan Disti menunjuk, hingga menampilkan Devano yang sudah menatap ke arahnya.


"Apa dia akan marah karena kamu pergi sampai hampir larut?" tanya Disti, mengingat temperamen Devano yang suka meledak tiba-tiba. 


Keysa membuang napas kasar, lalu menarik tangan Disti dan kembali melangkah. "Apa hak dia untuk marah? Dia juga jalan malah tinggal serumah dengan gadis lain aku tidak marah," tandas Keysa dengan ketua. Terlihat jelas kalau gadis itu sebenarnya tidak suka dengan tindakan Devano. 


Keysa terus menarik Disti, tanpa menghiraukan Devano yang sudah menunggunya sejak satu jam yang lalu dan sedang menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


"Habis dari mana? Kenapa baru pulang?" tanya Devano, langsung mencekal tangan Keysa begitu gadis itu sudah berada di hadapannya. 


"Key, sebaiknya aku masuk duluan, ya!" Disti melepaskan tangan Keysa, lalu buru-buru masuk. Melihat wajah keduanya yang tidak bersahabat membuat Disti merinding. 'Semoga tidak terjadi perang dunia,' gumamnya, sambil menutup pintu kamar. 


"Habis dari mana? Kenapa baru pulang?" tanya Devano lagi. 


Keysa menoleh ke arah lelaki yang wajahnya sudah terlihat merah padam itu. Keysa lantas menyunggingkan senyum. "Aku habis mengantar Disti jalan bersama Exel, lumayanlah gratisan," tandasnya. 


"Kita bicara sebentar." 


Devano menarik Keysa keluar dari asrama. Keduanya pergi ke tepi danau dan berbincang di tempat favorit mereka, duduk di bangku di bawah pohon rindang. 


"Aku tidak suka kamu terus jalan bersama Exel," tandas Devano, setelah keduanya cukup lama saling diam. 


"Aku juga tidak suka kamu jalan dengan Alea," tandas Keysa. 


Mendengar ucapan Keysa, Devano lantas menoleh  dan melihat wajah Keysa. Mungkinkah gadis itu cemburu dengan kehadiran Alea? Pertanyaan yang muncul di benak Devano, yang entah kenapa malah membuat senang. Itu artinya Keysa benar-benar mencintainya. 


"Apa kamu cemburu dengan Alea?" tanya Devano sambil menyipitkan matanya. 


"Ada hubungan apa antara kamu dan Alea?" Keysa malah bertanya balik, tanpa menjawab pertanyaan Devano.


Devano merangkul bahu Keysa dan menarik tubuh Keysa ke pelukannya, lantas memberitahukan tentang Alea yang mengetahui perihal kabar ibunya. "Melihat Alea yang sepertinya suka kepadaku, Daddy menyuruhku untuk mendekati Alea demi mendapatkan informasi tentang Mommy," jelas Devano. 


"Apa itu benar?" Keysa mendongak ke arah Devano. 


"Tentu saja. Aku tidak pernah berbohong padamu," ucap Devano dengan seulas senyum jahil tertampil di wajah saat dirinya menyentil kening Keysa. 

__ADS_1


Kesalahpahaman dari mereka pun terselesaikan. Keduanya menikmati malam di tepi danau dengan Keysa yang meminta Devano bernyanyi untuk menghiburnya yang terlanjur cemburu dengan kedekatan Devano dan Alea. 


__ADS_2