Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
66


__ADS_3

66


Keysa sedang berdiri di cafe dekat kampus. Gadis itu tidak bisa diam, ia terus berjalan ke sana kemari dengan kepala yang selalu melirik setiap mobil yang berhenti di cafe tersebut, berharap orang yang ditunggunya yang turun dari mobil tersebut. 


Setelah cukup lama  menunggu, akhirnya sebuah mobil hitam dengan sebuah logo yang  tertera di sana, logo yang sangat Keysa kenal, berhenti di depan cafe. 


"Kenapa lama sekali?" rutuk Keysa begitu orang itu menghampirinya dan memberikan hormat.  "Kenapa pula, menemuiku dengan menggunakan mobil itu?" Keysa menunjuk mobil yang terdapat logo keluarganya, lalu melihat ke area sekitar—takut ada orang yang mengenalnya melihat ia sedang berbicara dengan orang suruhan sang kakek.


Orang itu hanya meminta maaf, tanpa berani menatap cucu dari tuannya itu. 


"Ya, sudah. Informasi apa yang baru kamu dapatkan?" 


Lelaki yang sedang bersama Keysa itu pun lantas memberikan seluruh informasi yang didapatnya dengan detail. 


"Kirim informasi ini ke rumah keluarga Arsen!" Keysa meminta orang itu untuk mengirim seseorang untuk memberikan informasi itu ke rumah Arsen. 


"Tapi, Nona, untuk biaya yang ini Tuan tidak mau menanggungnya. Jadi, Nona harus menanggungnya sendiri." Orang itu berujar sesuai dengan yang dikatakan oleh atasannya. 


"Memangnya berapa biayanya?" tanya Keysa. "Ish ... yang benar saja? Dasar Kakek pelit!" umpat Keysa, begitu mendengar nominal uang diperlukan hanya untuk mengirimkan sebuah informasi yang didapatnya. "Ya, sudah. Aku akan memikirkannya. Sekarang pergilah sebelum ada orang yang melihatmu!" Keysa mengusir orang itu karena cafe mulai ramai. Ia takut ada orang yang melihat pertemuan mereka. 


"Satu lagi, Nona. Tuan, hanya memberi waktu satu jam untuk Nona mengirimkan uangnya,  jika  Nona mau tuan terus membantu Nona," ucap lelaki itu yang membuat Keysa ingin melempar apapun di dekatnya kepada orang itu, atau lebih tepatnya ingin melempar benda-benda itu kepada sang kakek yang telah memberi perintah. 


Wajah Keysa sudah memerah menahan kesal dan marah. Lelaki itu pun langsung memberi hormat, lalu pergi sebelum mendapat amukan cucu sang tuan. 


Sementara itu, Keysa masih berdiri di depan cafe dengan kepala yang mulai berputar, mencari akal untuk mendapatkan uang hanya dalam waktu satu jam. Keysa tidak ingin berhenti di tengah jalan. Ia ingin kakeknya itu tetap membantunya menyelesaikan semua yang sudah dimulainya. Terpaksa Keysa pun harus mencari bantuan untuk mendapatkan uang sejumlah yang diminta oleh anak buah Kakek Surya. Satu-satunya orang yang terlintas di kepala dan menurut Keysa bisa dimintai bantuan olehnya hanyalah Devano. Mau tidak mau gadis itu pun menelpon Devano. 

__ADS_1


"What? Untuk apa uang sebanyak itu?" Devano sangat terkejut saat mendengar jumlah uang yang dipinjam Keysa saat panggilan mereka tersambung. 


"Aku sangat membutuhkannya, aku mohon tolong pinjamkan aku uang. Aku janji secepatnya akan kuganti," pinta Keysa dengan sangat memelas.


"Tapi untuk apa dulu?" tanya Devano lagi.


"Ya, sudah, jika tidak mau meminjamkan tidak perlu berbelit-belit.  Aku juga bisa mendapatkan uang segitu dengan cepat. Aku bisa jual diri, pasti banyak yang mau menerima tawaranku," ucap Keysa, yang secara tidak langsung mengancam Devano kalau dirinya akan jual diri,  lalu menutup panggilannya. 


Tanpa disangka, baru saja menutup panggilan, sebuah notifikasi masuk ke ponselnya yang menyebutkan sebuah transfer telah masuk ke rekening Keysa.


"Ternyata dia tidak mau kalau aku jual diri," gumam Keysa dengan senyum yang mengembang karena tahu siapa yang telah mengirimkan uang itu. Kemudian, dengan segera ia mentransferkan uang itu kepada sang kakek. 


***


Seperti yang sudah dijanjikan sang kakek, ada uang semua berjalan lancar. Setelah kemarin Keysa mengirimkan uang pada Kakek Surya, hari ini Keysa mengantar seseorang suruhan kakeknya ke kediaman Arsen, meskipun ia hanya menunggu di mobil—tidak ikut masuk. 


"Gabby adalah cucu saya yang sudah lama hilang," ucap orang itu seraya memberikan bukti yang menunjukkan kalau Gabby adalah cucunya. Lelaki itu juga memberikan uang sebanyak lima miliar sebagai kompensasi kepada keluarga Arsen karena telah mengurus Gabby, dan langsung diterima oleh keluarga Arsen tanpa banyak perdebatan. 


Masalah pun selesai. Gabby bisa terbebas dari keluarga Arsen. Ia dibawa lelaki itu meninggalkan rumah yang sudah memberinya banyak luka daripada kebahagiaan itu. Keysa yang sejak tadi menunggu di mobil pun bisa bernapas lega saat melihat gadis itu keluar dari rumah Arsen bersama tiga orang suruhan sang kakek. Mereka lantas pergi ke Bandara. 


"Selamat kamu telah bisa keluar dari rumah nenek sihir itu. Sekaligus selamat tinggal! Semoga kamu bisa hidup dengan baik di sana. Jaga diri baik-baik, jangan pernah berbuat nekad lagi. Ingat, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya!" ucap Keysa panjang lebar kepada Gabby, saat mereka sudah sampai di Bandara. 


"Terima kasih untuk semuanya." Gabby langsung berhambur memeluk Keysa. 


Cukup lama keduanya berpelukkan. 

__ADS_1


"Key, kalau boleh tahu siapa sebenarnya dirimu?" tanya Gabby selepas melepaskan pelukannya. 


Ia menatap Keysa dengan intens, penuh selidik, membuat yang ditatap langsung salah tingkah. 


"Kenapa melihatku seperti itu? Aku Keysa, seorang mahasiswi yang datang ke kota ini untuk kuliah. Aku juga temanmu. Iya, kan?" dalih Keysa. 


"Bukan itu maksudku. Aku tahu kamu pasti mengerti maksudku. Tidak mungkin orang biasa bisa melakukan hal yang telah kamu lakukan untukku. Pasti banyak uang yang keluar untuk bisa sampai di titik ini, dan itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang berduit." Gabby mulai curiga  dengan jati diri Keysa yang sebenarnya—Keysa bukanlah orang biasa. 


"Itu tidak penting. Yang terpenting kamu bisa terbebas dari mereka dan kamu bisa menjalin hubungan dengan Arsen tanpa ada embel-embel cinta sedarah lagi." 


Keysa tidak mau mengatakan identitasnya yang sebenarnya karena takut semuanya akan terbongkar. Gabby pun tidak bisa memaksa, bisa keluar dari keluarga Arsen saja ia sudah bersyukur. 


"Jika tidak ingin bicara, aku tidak memaksa. Terlepas dari siapapun kamu, aku hanya ingin mengucapkan banyak terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu." Gabby kembali memeluk Keysa lagi sebelum naik pesawat.


 "Paman, aku titip Gabby. Tolong jaga dia, seperti Paman menjagaku. Perlakukan dia seperti Paman memperlakukanku." Secara khusus, Keysa meminta lelaki yang disebutnya 'paman' untuk menjaga Gabby dan dijawab anggukan oleh lelaki itu.


"Kamu tenang saja. Paman akan menjaga dia seperti anak paman sendiri. Jaga dirimu baik-baik di sini!" ucap lelaki itu, sambil mengusap pucuk kepala Keysa. 


Setelah mengantar Gabby, Keysa pun keluar Bandara. Keysa tidak menyadari jika dari tadi ada yang mendengarkan pembicaraan mereka dari sudut Bandara. 


Orang itu adalah Exel, ia yang penasaran dengan Keysa lantas mengikuti dan menyelidikinya. Betapa terkejutnya Exel saat mengetahui kebenaran tentang gadis yang selalu bersama Devano dan mencari gara-gara dengan adiknya. Ia tidak menyangka kalau Keysa adalah pewaris utama dari empat orang terkaya di Negara X (orang terkaya nomor 2-5) dan bila diakumulasikan  kekayaan Keysa jauh lebih banyak dari orang terkaya nomor satu sekalipun—Devano. 


Fakta yang baru didapatnya membuat Exel tertegun dan tidak bisa berkata-kata. Benar-benar sebuah berita besar yang berhasil membuatnya hampir mati berdiri karena terlalu kaget. 


"Aku bisa memanfaat gadis itu untuk balas dendam kepada keluarga Devano." Dengan seringai licik yang tertampil Exel mengejar Keysa. 

__ADS_1


Happy reading, Kak. Maaf up-nya telat, othornya sedang kurang fit, maklum berbadan dua kadang kesehatan mendadak down. Maaf juga komenannya belum sempat like apalagi balas. Buat yang ngerasa up-nya makin dikit, ini up-nya masih di atas seribu kata, lho 🤭🤭


__ADS_2