Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
88


__ADS_3

88


Devano berpikir kalau Keysa mencuri gelang Cheryl untuk memberi pelajaran kepada gadis itu. Ia yang juga pernah ditolong nyawanya oleh kakek Cheryl membuat Devano secara tidak sadar membela Cheryl dan meminta Keysa mengembalikan gelang yang dicari gadis berambut pirang itu. 


Namun, melihat Liza yang terus memojokan Keysa, serta Keysa yang terlihat tampak tenang membuat Devano kembali berpikir ulang dan menyadari ada sesuatu yang mencurigakan sedang terjadi. 


"Maafkan aku." Spontan, Devano meminta maaf kepada Keysa karena telah memarahi gadis itu. 


"Aku tidak mencuri gelang itu. Aku juga tidak menginginkan gelang itu, bahkan bentuk gelangnya saja aku tidak tahu." Keysa membela diri. 


"Bohong! Aku tahu kamu pasti mencurinya saat mengantarkan pesananku ke kelas. Iya, kan?" sarkas Cheryl. "Aku sudah tidak pernah mengganggumu, kenapa kamu masih mengusikku? Kembalikan gelangku. Aku mohon!" lanjut Cheryl dengan wajah yang berubah sendu layaknya orang yang sedang teraniaya. 


Keysa menatap Cheryl. Ia hanya bisa tersenyum masam sambil geleng-geleng melihat akting Cheryl. Keysa yakin ini adalah sebuah perangkap yang direncanakan untuknya. 


"Dev, lihatlah dia malah tersenyum mengejekku. Aku hanya ingin gelangku. Apa aku salah? Tolong suruh dia untuk mengembalikan gelangku." Cheryl lantas mendekati Devano dan meminta bantuan lelaki itu. 


Devano melirik Keysa. Ia melihat gadis itu tidak terpengaruh oleh tuduhan itu, bahkan Keysa tidak lagi membuat pembelaan. Namun, Devano bisa melihat tatapan Keysa tadi menyiratkan sebuah kejujuran.


"Mungkin kamu lupa menyimpannya, Cher. Coba kamu ingat baik-baik! Belum tentu Keysa yang mengambilnya," ucap Devano, yang memilih memercayai ucapan Keysa. 


"Jadi kau sekarang meragukan, Dev? Gelangku hilang dan semua itu karena dia. Dan, sekarang kamu malah membela dia. Kamu tahu kan, gelang itu satu-satunya pemberian kakakku. Aku kecewa sama kamu, Dev. Kamu jahat!" sarkas Cheryl. Ia tidak menyangka Devano yang selama ini selalu membelanya, semenjak ada Keysa lelaki itu selalu saja membela Keysa. 


Tidak tahan dengan sikap Devano yang ujung-ujungnya selalu membela Keysa, Cheryl pun berjingkat hendak pergi. Namun, dengan cepat Liza memegang tangan Cheryl sambil menatap Cheryl dengan kepala yang menggeleng—melarang gadis itu untuk pergi. 


"Cher, kau tidak boleh menyerah. Apa kau akan membiarkan Keysa selalu menang darimu? Ini saatnya kamu buktikan kalau kamu juga bisa menjatuhkannya. Kita buat dia malu semalu-malunya."  Liza mendekati Cheryl, lalu berbisik memanas-manasi gadis yang sedang dibakar api cemburu dan kebencian terhadap Keysa itu. 


Mendengar ucapan Liza, Cheryl pun mengurungkan niatnya dan terus mendesak Keysa untuk mengembalikan gelangnya. "Kembalikan gelangku dengan baik-baik atau aku akan menggeledah semua barangmu!" sarkas Cheryl. 

__ADS_1


"Ayo, kembalikan!" 


"Iya, geledah saja!" 


"Geledah!" 


"Geledah!" 


Para mahasiswa lain pun ikut bersuara, membuat kelas menjadi ricuh.


"Ada apa ini?" Di waktu bersamaan, Arsen muncul di kelas Keysa dan seketika kelas hening. 


Arsen yang memiliki kharisma seorang pemimpin  yang berwibawa, membuat semua orang segan kepadanya dan menghormatinya. "Ada apa? Kenapa ribut sekali? Ini kampus bukan pasar," tandas Arsen. 


Semua orang menunduk, tidak ada yang berani menjawab. Sementara itu, Devano melihat ke arah lelaki yang baru saja datang itu. Devano tahu, beberapa saat lalu  Keysa mengirimkan pesan kepada Arsen untuk meminta bantuan.  Tidak disangka setelah dihubungi, lelaki itu pun langsung datang. 


"Apa yang terjadi?" Arsen menghampiri Keysa yang sedang duduk dan menanyakan yang terjadi. 


Keysa pun menjelaskan semua yang terjadi dari mulai dirinya yang mengantarkan pesanan sampai tiba-tiba Cheryl datang dan menuduhnya telah mengambil gelang, tidak luput diceritakan oleh Keysa. 


Arsen menoleh sekilas ke arah Cheryl dan Liza. Setelah melihat gelagat mereka, ia curiga kepada dua gadis itu. 


"Bukankah kalian ingin menggeledah tas-nya Keysa?" tanya Arsen kepada Cheryl dan  Liza, juga kepada orang-orang yang ada di sana. 


Semuanya mengangguk. 


"Baiklah, kalau gitu aku yang akan menggeledahnya," ucap Arsen yang langsung disetujui semua orang. 

__ADS_1


Arsen pun mengambil tas Keysa, lalu pura-pura mengecek tas tersebut. Hingga, Arsen dibuat terkejut saat melihat gelang itu benar-benar ada di tas Keysa. Namun, diam-diam Arsen memasukkan gelang itu ke dalam saku ketika orang-orang lengah, kemudian mengeluarkan semua barang bawaan Keysa dan membuktikan bahwa di tas Keysa tidak ada yang Cheryl cari. 


"Tidak ada gelang di tas Keysa," ucap Arsen, setelah mengeluarkan semua isi tas Keysa.


"Bagaimana mungkin? Aku yakin dia yang mencuri gelangku. Kamu pasti telah memindahkannya. Iya, kan? Di mana kamu menyembunyikannya?" Cheryl tidak percaya dan menuduh Keysa telah memindahkannya. 


"Tadi kamu bilang aku mencuri dan menyimpannya di dalam tas. Sekarang, setelah melihat di tasku tidak ada, kalian mau menuduhku menyembunyikannya di mana lagi? Di baju? Bajuku enggak ada saku, celanaku juga enggak ada sakunya," sarkas Keysa. 


Cheryl dan Liza tetap tidak percaya dengan ucapan Arsen dan Keysa, sedangkan Devano mulai merasa ini adalah sebuah jebakan  untuk Keysa. Sementara itu, yang lainnya sangat  percaya dengan ucapan Arsen karena lelaki itu tidak mungkin berbohong. 


"Sebaiknya kalian jangan menuduh orang sembarangan sebelum ada bukti yang konkrit. Dan, kalian juga jangan asal percaya begitu saja pada kabar burung." Arsen menatap tajam Liza dan Cheryl, lalu beralih memandang orang-orang yang ikut memojokkan Keysa. "Asal kalian tahu, adikku tidak akan mungkin melakukan hal itu. Jika ia mau gelang, ia bisa membeli sendiri atau memintanya kepadaku tanpa harus mencuri," tandas Arsen yang membuat semua orang tercengang dengan ucapan terakhir Arsen. 


Lelaki itu mengumumkan bahwa Keysa adalah adik angkatnya. Ia juga mentransfer uang sebanyak 15 miliar kepada Keysa dan membuat semua orang heboh. 


Keysa yang tadi  berencana meminjam uang lagi kepada Devano, mengurungkan  niatnya saat Devano lebih membela Cheryl. Keysa pun memilih meminta bantuan kepada Arsen. Namun, tidak disangka lelaki itu mengirimkannya lebih dari itu. 


"Berapa rekening kamu? Aku akan mengganti seharga gelangmu yang hilang, meskipun aku tidak pernah merasa telah mencurinya," tandas Keysa. 


Akan tetapi, Cheryl yang tidak terima dengan semua yang terjadi langsung pergi begitu saja sambil menangis tanpa memberitahu nomor rekeningnya. 


"Wah dekengannya banyak juga, ya? Tapi ngomong-ngomong sudah diapain aja sama kakak angkatmu sampai-sampai dia mau memberikan uang cuma-cuma sebanyak itu?" bisik Liza, menyindir Keysa, setelah semua orang bubar. 


Keysa hanya menoleh dan menatap Liza jengah tanpa menjawab pertanyaan gadis itu, dan lebih fokus memasukkan kembali barang-barang yang dikeluarkan dari tas. Bagaimana reaksi Liza? Tentu saja ia jadi kesal sendiri karena diabaikan. Ia pun meninggalkan  Keysa. 


***


Jam mata kuliah terakhir telah selesai. Cheryl kembali ke kelas Keysa untuk mengajak Liza pulang bersama, tetapi di ambang pintu langkahnya dihentikan Keysa. 

__ADS_1


"Kau sudah menjebakku. Aku pastikan kau mendapatkan balasannya," ucap Keysa dengan sangat dingin.


__ADS_2