
Keysa masih bersama Zian. Penolakan yang didapat dari Keysa, tidak membuatnya pergi dari sisi Keysa. Ia bahkan mengajak gadis yang sangat dicintainya itu untuk berdansa. Selain Zian, Ezra dan Ferro juga mengajak Keysa untuk berdansa. Dua lelaki itu sengaja menghampiri Keysa saat melihat Keysa didekati oleh seorang pria yang tidak mereka kenal, hingga mereka terlibat percakapan meskipun tidak saling kenal dengan Zian.
"Apa mau berdansa denganku?" Tiba-tiba tiga lelaki itu mengajak Keysa berdansa secara bersamaan.
Keysa melirik kepada tiga orang tersebut secara bergantian, hingga terdengar sedikit perdebatan diantara ketiganya yang memperebutkan Keysa sebagai pasangan dansa mereka, meskipun belum ada jawaban apapun dari Keysa. Saat tiga lelaki sedang berdebat, tiba-tiba ada suara pria keempat yang juga mengajaknya berdansa.
"Nona, maukah berdansa denganku?" Seorang pria sudah berada di hadapan Keysa dengan tangan yang sedikit terangkat, mengajak Keysa untuk menggandeng tangannya dan pergi bersama.
Ucapan pria itu, sontak membuat tiga lelaki yang sedang berdebat atas kelayakan menjadi pasangan Keysa pun langsung menoleh ke arah pria bertopeng yang tidak lain adalah Devano.
"Siapa kau mengajak Keysa berdansa? Dia akan berdansa denganku," seloroh Zian, langsung menggenggam tangan kiri Keysa.
Sementara itu, Keysa belum menjawab. Ia malah memindai lelaki di hadapannya. Dari segi penampilan, lelaki itu sangat mirip dengan Devano dan hatinya juga mengatakan kalau lelaki tersebut adalah Devano.
"Aku akan berdansa dengannya." Keysa melepas genggaman tangan Zian, kemudian meraih uluran tangan Devano dan pergi bersama.
__ADS_1
Melihat hal tersebut, urat-urat tangan Zian seketika menegang dengan jemari yang terkepal sempurna. Daripada berdansa dengannya, Keysa lebih memilih berdansa dengan orang baru yang sama sekali tidak dikenal, dan itu sangat melukai hatinya. "Kenapa kau lakukan ini kepadaku, Key?" gumam Zian sangat pelan, dengan bibir terkatup serta gigi yang bergemeretak.
Seolah tidak peduli dengan Zian, Ezra dan Ferro pun meninggalkan lelaki itu sendirian. Hingga keduanya bertemu dengan pasangan dansa masing-masing. Ezra berdansa dengan Nindi, sedangkan Ferro bersama Cheryl.
Tiga pasangan itu sedang berada di lantai dansa dan berdansa bersama. Dalam setiap gerakan yang mengikuti alunan musik yang begitu romantis, Keysa tidak hentinya memerhatikan lelaki yang sedang dirangkulnya. Ia merasa sangat familiar dengan lelaki tersebut.. Sentuhan dan perilaku yang ditunjukkan Devano semakin mengingatkan Keysa kepada Devano.
"Apa kamu adalah pacarku?" tanya Keysa kemudian, mengurai keheningan yang terjadi sejak awal berdansa karena tidak ada yang memulai percakapan.
"Bukan. Saya bahkan baru pertama kali bertemu dengan Nona," ucapnya, dengan mata yang tidak pernah teralihkan dari Keysa.
Namun, lagi-lagi Devano mengelak. Ia bahkan mengatakan kalau dirinya baru pertama kali menginjakkan diri di kota itu, dan tanpa sengaja melihat undangan pesta yang tersebar di media.
"Apa yang membuatmu begitu keras menyembunyikan identitasmu, Dev?" Keysa sangat yakin kalau lelaki itu adalah Devano, meskipun selalu kata penolakan yang didengarnya.
"Karena aku bukanlah Devano, Nona. Aku hanya penggemarmu yang tanpa sengaja sedang berkunjung ke kota ini," jelas Devano, masih mencoba meyakinkan.
__ADS_1
'Aku akan buktikan jika kamu adalah Devano,' gumam Keysa dalam hati.
Keysa tidak lagi berkata, karena pasti hanya penyangkalan yang didapatnya. Ia membiarkan tubuhnya sendiri yang mencari jawabannya.
Di bawah pencahayaan yang temaram, Keysa mendekatkan wajahnya ke wajah Devano hingga bibirnya menempel di bibir Devano. Ia mencium bibir lelaki itu dengan begitu lembut, menyeesap dan mellummat bibir yang terasa manis itu dengan penuh kelembutan.
Devano yang juga sangat merindukan sang kekasih begitu terlena dengan tindakan Keysa yang menciumnya terlebih dulu. Ia yang awalnya hanya menikmati perlakuan sang kekasih tanpa ada niat membalas, akhirnya membalas ciuman tersebut bahkan memperdalamnya hingga ciuman dari keduanya berlangsung sangat lama.
Dalam hati Keysa tersenyum kecil. Ia mengeratkan tangan yang mengalung di leher Devano dan semakin mengikis jarak diantara keduanya. Keysa semakin yakin kalau lelaki tersebut adalah Devano. Ciuman yang didapatnya saat ini adalah ciuman yang selalu didapatkannya dari seorang Devano.
Saat pasokan oksigen terasa semakin menipis. Keysa dan Devano melepaskan pagutan keduanya. Di waktu bersamaan, Keysa melepas rangkulannya dari leher Devano seraya melepaskan topeng yang dikenakan Devano. Hingga senyum yang sempat terbit langsung memudar dan tubuhnya membeku begitu topeng itu terlepas.
"Siapa kau?" tanya Keysa, ketika melihat orang tak dikenal berada ada di hadapannya.
Ciuman dan dansa yang baru saja dilakukannya kembali berputar di kepala Keysa, membuatnya merutuki kebodohannya yang telah menganggap orang lain adalah Devano, bahkan berani menciumnya karena yakin lelaki itu adalah Devano. Namun, yang dilihatnya saat ini benar-benar mematahkan keyakinan Keysa.
__ADS_1
"Hhhh" Seketika Keysa membekap mulutnya sendiri. Ia merasa jijik dan ingin muntah atas semua yang telah dilakukannya dengan orang yang dikiranya adalah Devano.