Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
36


__ADS_3

36


Gabby yang sedang berbaring langsung duduk begitu melihat orang yang dikenalnya memasuki UKS. Wajah Gabby  pun seketika langsung menegang saat lelaki itu menghampirinya. 


"Jangan mendekat!" teriak Gabby.


"Gab, bagaimana keadaanmu?" tanya lelaki itu, sambil memeluk Gabby. Tidak memedulikan ucapan Gabby,  tampak  jelas ia sangat khawatir kepada gadis di pelukannya itu. 


Namun, yang dipeluk malah terus memberontak. Gabby berusaha melepaskan diri dari orang yang memeluknya begitu posesif. "Pergi! Mau apa kau kemari?" teriak Gabby lagi, mengusir lelaki itu.


"Aku mengkhawatirkanmu, Sayang," jawab lelaki itu tanpa melepaskan pelukannya. 


"Aku tidak butuh khawatirmu! Pergilah!" sarkas Gabby lagi. Ia berhasil mendorong lelaki itu dan keluar dari pelukannya, membuat si lelaki hampir tersungkur.  "Pergilah! Aku mohon!" Gabby mengatupkan kedua tangannya, memohon. 


Namun, alih-alih menuruti keinginan Gabby, orang itu malah kembali mendekati Gabby. Ia menangkup wajah Gabby yang terlihat memerah dengan bekas tamparan di kedua sisi wajah Gabby. Pandangan mereka saling bertemu, membuat gadis itu langsung membuang muka. 


"Siapa yang memukulmu?"  


Yang ditanya diam seribu bahasa, tidak menjawab. 


"Orang yang menampar Gabby  teman se-geng-nya Bella kalau tidak salah namanya Erika." Keysa yang masih ada di UKS ikut menyela percakapan mereka. 


Mendengar nama Erika, orang itu pun langsung terdiam. 


"Sekarang kamu sudah tahu kan?" ucap Gabby dengan nada sinis. " Jadi, silakan pergi!" Ia kembali mengusir lelaki di hadapannya. 


Akan tetapi, tidak semudah itu menyuruh orang itu pergi sehingga mereka terlibat percakapan atau lebih tepatnya perselisihan lebih lama.  Sementara itu, Keysa hanya menjadi penonton setia. Kadang garuk-garuk kepala yang tidak gatal saat mendengar obrolan keduanya, tanpa berani menyela. Namun, dari percakapan mereka, Keysa  bisa merasakan kalau kedua insan itu seperti sepasang kekasih yang saling mencintai, tetapi tidak bisa bersama. Cinta yang tidak bisa saling memiliki.


"Gabby asal kamu tahu sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu," ucap lelaki itu di akhir perselisihan mereka, lalu mencium kening Gabby cukup lama. Kemudian beralih menatap Keysa yang baru saja mengambil kotak obat. "Tolong jaga Gabby!" ucapnya kepada Keysa. 

__ADS_1


"Gabby temanku. Tentu saja aku akan menjaganya," jawab Keysa, dengan sedikit senyum yang tertampil. Lelaki itu pun pergi.


Selepas kepergian pria itu, Gabby langsung menyembunyikan wajah di balik kedua lutut yang dipeluknya, lalu  menangis sejadi-jadinya. 


"Gab, are you ok?" Keysa duduk di samping gadis yang masih menyembunyikan wajahnya dengan bahu yang bergetar karena tangis.


Gabby tidak menjawab.  Ia langsung memeluk Keysa dengan tangisan yang semakin kencang. Keysa yang tidak tahu bagaimana cara menenangkannya hanya bisa memberikan sandaran dan menemani Gabby sampai tenang kembali. 


"Maaf, telah membuat bajumu basah!" ucap Gabby  sembari mengurai pelukannya. 


"Bukan masalah besar. Bagaimana apa sudah sedikit lega?" 


Gabby mengangguk malu-malu.  Setelah sedikit tenang Gabby pun menceritakan tentang dirinya dan lelaki tadi. 


Lelaki itu bernama Arsen Caesa. Gabby pertama mengenal Arsen saat lelaki itu menyelamatkan dirinya dari kejaran preman dan itu terjadi sewaktu ia masih SMP. Dari pertemuan tidak disengaja itu keduanya pun lebih sering bertemu dan akhirnya pacaran. Namun, setelah duduk di bangku SMA tiba-tiba Gabby dicari oleh suatu keluarga dan menyebutnya sebagai anak haram dari keluarga tersebut. Gabby pun terpaksa ikut dengan mereka yang menyebut diri mereka keluarga Gabby. Namun, setiba di rumah mereka, Gabby menemukan kenyataan bahwa Arsen adalah kakaknya, membuat ia maupun Arsen shock. 


Walaupun tidak bisa bersama, Arsen dan Gabby tidak mau berpisah, sehingga mereka menjalin hubungan diam-diam. Hingga suatu hari keluarga mereka memutuskan untuk mencarikan jodoh untuk Arsen. Akhirnya, Gabby memilih untuk menyerah dan berusaha melepaskan rasa yang sudah tertanam sangat lama di hatinya. Namun, tidak bagi Arsen, lelaki itu tidak mau melepaskan Gabby. 


Drama percintaan yang sangat tragis. Cerita Gabby membuat Keysa sangat sedih, hingga tanpa terasa air mata juga meleleh di pipinya. 


Setelah membersihkan luka Gabby, Keysa mengajak gadis itu untuk kembali ke asrama. Keduanya meminta izin untuk hari ini karena keadaan Gabby yang tidak memungkinkan mengikuti kelas. 


Saat Gabby istirahat, Keysa membuka akun media sosialnya, lalu mengirimkan pesan yang sama kepada Ezra dan Devano. 


[Aku baru saja bertemu dengan sepasang kekasih. Setelah sekian lama, mereka baru tahu kalau ternyata mereka adalah saudara seayah, tapi beda ibu. Saling mencintai, tapi tidak bisa saling bersama. Menurutmu, apa yang harus mereka lakukan?]


Di kelas. Ezra dan Devano sedang duduk menunggu dosen masuk, tiba-tiba ponsel mereka berdering dan sebuah pesan dari Faya masuk ke akun mereka.  Setelah berpikir sejenak, keduanya pun membalas dengan jawaban yang berbeda. 


[Di negara ini ada kasus seperti ini. Sepasang kekasih tersebut memutuskan untuk saling bersama, tapi tidak mau memiliki anak.] Pesan dari Ezra.

__ADS_1


Jawaban dari Ezra membuat Keysa berpikir kalau itu bisa dilakukan. Namun, mengingat Arsen merupakan anak laki-laki tunggal, hal seperti itu pasti sangat sulit dilakukan. 


Kemudian, Keysa membaca pesan dari Devano yang juga turut menjawab pertanyaannya. Namun, lelaki itu malah membalas dengan nada sedikit bercanda. Devano malah bertanya apa mereka benar-benar kakak adik, dengan dibubuhi emoticon tertawa. Kemudian ia menjelaskan kalau dirinya pernah membaca buku yang lucu, di dalamnya berisi dua orang kakak adik hidup bersama, tetapi sebenarnya mereka bukanlah saudara kandung. 


"Ya,Tuhan. Aku bertanya serius dia malah sempat-sempatnya ngajak aku bercanda dan malah nyeritain novel," rutuk Keysa. 


Namun, sejurus kemudian, Keysa terdiam. Ia mencoba meresapi isi pesan dari Devano. "Bisa saja mereka bukan saudara kandung, sama seperti kisah yang dibaca Dev," gumam Keysa. "Ya, itu bisa saja terjadi." 


"Sepertinya aku harus meminta bantuan untuk menyelidikinya," gumamnya lagi. 


Keysa pun mengirim pesan kepada sang kakek. Meminta lelaki itu untuk 


mencari tahu tentang keluarga Arsen. Kemudian, ia kembali mengirim pesan kepada Devano dan Ezra. 


[Jika kamu mengalami kasus seperti tadi, apa yang akan kamu lakukan?]


Jawaban Ezra, [Aku akan melakukan apa saja demi orang yang kucintai, tanpa peduli apapun.]


Jawaban Devano, [Daddy-ku sangat mencintai mommy, meskipun mommy sudah meninggal. Jadi, kasus seperti itu tidak akan mungkin terjadi dalam kehidupanku.]


Mendapat jawaban berbeda dari Devano dan Ezra membuat Keysa juga berpikir, apa yang akan dilakukannya jika kasus seperti itu juga menimpa dirinya? Hingga akhirnya, Keysa pun tertidur dengan pertanyaan yang masih belum bisa terjawab. 


***


Keysa baru saja keluar kamar mandi. Ia baru saja selesai cuci muka dan menggosok gigi, lalu mengganti pakaian dengan baju tidur—bersiap untuk bermimpi indah bersama guling dan bantal. Namun, tiba-tiba ia mendapatkan panggilan dari Disti.


"Key, tolong aku!" ucap Disti dengan nada ketakutan begitu panggilan tersambung, membuat Keysa khawatir.


"Ada apa?" 

__ADS_1


Disti pun menjelaskan dia sedang menjajakan minuman di klub, tetapi malah diganggu oleh sekelompok orang dan sekarang Disti sedang bersembunyi di toilet. 


"Aku tahu kau di dalam. Keluarlah! Atau kudobrak pintunya." Saat Disti menelpon, Keysa mendengar samar-samar orang-orang meneriaki Disti untuk keluar. 


__ADS_2