Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
180


__ADS_3

Kakek Abraham sedang duduk di kursi makan kebesarannya. Matanya tidak pernah teralihkan dari dua orang yang sedang berada di meja yang sama dengannya. Sejak kedatangan Keysa dan Devano untuk sarapan bersama, Kakek Abraham terus memerhatikan interaksi Devano dan Keysa yang terlihat sangat dekat.


"Siapanya kamu lagi, Dev? Tidak baik bermain dengan banyak wanita. Bukankah kau sedang menjalin hubungan dengan gadis sekelasmu itu? Jangan mempermainkan perasaan mereka," tandas Kakek Abraham, tidak suka dengan sikap Devano yang seperti playboy. Matanya menatap tajam Devano.


Yang ditatap bukannya takut, malah mengulas senyum dengan tangan yang sengaja menggenggam erat tangan Keysa dan meletakkannya di atas meja. "Apa Kakek tidak mengenalnya?"


"Tentu saja tidak. Mana mungkin kakek tahu, kalau hari ini adalah kali pertama kamu membawanya kemari," tandas Kakek Abraham.


Senyum semakin merekah di bibir Devano, lantas memberitahu bahwa gadis di sampingnya sudah pernah bertemu Kakek Abraham, bahkan berkali-kali bertemu. Kakek Abraham yang tidak merasa pernah bertemu Keysa wujud cantik pun langsung memarahi Devano.


"Apa kau pikir aku sudah pikun, hah? Sampai lupa siapa saja yang pernah kau ajak ke mari. Kau itu hanya pernah membawa satu orang gadis ke rumah ini, yaitu gadis jelek yang kau bela mati-matian itu. Setelah membela sampai mau mati, kau malah mengkhiantinya. Ckckck …." Kakek Abraham dibuat menggeleng oleh tingkah sang cucu. "Apa kau tidak sayang dengan pengorbananmu, hah?" tanya Kakek Abrahama, merasa kesal sendiri dengan tingkah Devano yang menurutnya tidak menghargai kerja keras.


"Aku tidak pernah mengkhianati Keysa, Kek," elak Devano.


"Lah itu!" Kakek langsung menunjuk tangan Keysa dan Devano yang saling bertautan.

__ADS_1


"Keysa dan gadis ini adalah orang yang sama, Kek. Aku tidak pernah mengkhianatinya," ucap Devano kemudian yang membuat Abraham bingung. "Ini adalah Keysa, Kek. Dia orang yang sama dengan gadis yang sering bertemu dengan Kakek," jelas Devano sambil memandang Keysa.


"Jadi, maksudnya gadis jelek itu dan dia satu orang yang sama?" Kakek masih mencoba mencerna ucapan Devano. Perbedaan yang sangat jomplang membuat lelaki itu susah menerima.


'Ya, Tuhan, tidak perlu diucapkan pula jeleknya, Kek. Aku kan bingung jawabnya,' gerutu Devano dalam hati.


Devano memilih diam dan tersenyum, tidak menjawab pertanyaan Kakek Abraham. Jika diiyakan berarti dirinya mengakui secara langsung bahwa Keysa jelek di hadapan orangnya langsung dan alamat perang dunia akan terjadi, jika menggeleng maka Kakek Abraham akan tetap salah paham dan mengira dirinya playboy.


"Aku Keysa, Kek. Keysa yang sama dengan yang beberapa waktu lalu ke rumah ini." Keysa angkat bicara.


Keysa pun menceritakan latar belakang dirinya dan alasan Keysa bisa sampai ke kota itu dengan penampilan yang berubah.


'Apa yang dimaksud kekasih Devano itu Surya Atmaja? Gadis ini berasal dari keluarga Atmaja? Bagaimana bisa? Tapi, sepertinya Dev tidak mengetahuinya.' Kakek Abraham dibuat tersentak saat mendengar cerita dari Keysa dan Devano. Kakek Abraham melirik Devano yang tampak baik-baik saja. 'Apa dia belum menyadarinya? Kenapa dia malah tampak sangat nyaman dengan gadis itu?' gumamnya dalam hati, tanpa ada niatan membocorkan semua informasi tentang Keysa, meskipun benar bahwa gadis di hadapannya adalah keluarga Atmaja.


"Kakek juga ingin mengenal keluarga kekasih cucu Kakek lebih jauh. Jika nanti Dev pergi ke rumah kakekmu, jangan lupa ajak kakek juga, ya!" pinta Kakek Abraham kepada Keysa dan Devano. Ia harus meyakinkan sendiri bahwa Keysa benar-benar keluarga Atmaja.

__ADS_1


Keysa dan Devano pun dengan senang hati mengiakan. Perasaan Devano tidak perlu ditanya, ia seakan mendapat air di padang oase saat lelaki di hadapannya itu memberi lampu hijau atas hubungannya.


Mereka pun makan bersama.


Di rumah yang sangat luas, Kakek Abraham hanya tinggal berdua dengan Damar, sedangkan Devano lebih sering tinggal di rumah dekat kampus. Semenjak perjanjian pembatalan pernikahan Damar, hubungan lelaki tua dengan wanita seumuran anaknya pun berakhir. Semenjak itu pula kakeknya Devano itu kesepian dan hanya ditemani pembantu dan para pengawal.


Seraya sarapan, Keysa yang mendengarkan keluh kesah Kakek yang hidup sendiri di masa tua merasa iba dan kasihan. Kemudian terbersit di kepala Keysa untuk mendekatkan Kakek Abraham dengan Nenek Rati–keduanya bisa saling menemani dan melengkapi karena keduanya sama-sama kesepian.


Sementara itu di tempat lain, Kakek Surya tampak sedang berbicara dengan seseorang lewat panggilan telepon, menanyakan kasus yang menimpa Alea.


"Kami sudah berhasil menyelamatkan Alea, Tuan," ucap seseorang dari seberang sana.


"Bagus. Lalu, bagaimana keadaannya?"


"Baik, Tuan. Tapi kami mendapat perintah untuk menyembunyikan Nona Alea selama sebulan. Apa itu perintah dari Tuan?" si penelpon yang pernah mendapat pesan untuk menyembunyikan Alea selama sebulan menanyakan kebenarannya.

__ADS_1


"Itu jauh lebih baik agar tidak mengganggu Keysa terus. Aku juga akan ke sana untuk menemui gadis itu!" tutur Kakek Surya kemudian, membuat anak buahnya berpikir kalau bos mereka juga berada di kota yang sama.


__ADS_2