
96
Keysa mengelak kalau dirinya mengenal Rendra. Ia pun mencari alasan untuk segera pergi dari hadapan Damar. Namun, dengan cepat Damar mencekal tangan Keysa menghentikan langkah gadis itu.
"Apa yang telah kau lakukan kepada anakku?" tanya Damar dengan suara dingin dna penuh penekanan.
"Maksud Bapak apa? Aku tidak mengerti," ucap Keysa sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Damar yang terasa sakit di pergelangannya.
"Jangan pura-pura tidak mengerti. Aku tahu semuanya. Apa yang kau lakukan kepada anakku sampai-sampai ia bertekuk lutut padamu. Mantra apa yang telah kau berikan padanya?" Damar yang merasa Keysa telah menggoda Devano, membuat lelaki itu murka.
"Aku tidak melakukan apa-apa. "
"Bohong! Kau pasti telah menggodanya sampai dia rela melakukan apapun demi dirimu." Damar menggenggam pergelangan tangan Keysa dengan sangat erat serta tatapan tajam yang membunuh, membuat takut siapapun yang ditatapnya.
Seketika Keysa langsung menunduk saat mendapat tatapan tajam dari Damar. "Sungguh, aku tidak melakukan apapun. Jika Bapak tidak percaya, Bapak bisa tanya kepada anak Bapak sendiri," gumam Keysa. Ia mulai ketakutan dengan yang akan dilakukan ayah Devano itu. Keysa yang ketakutan pun segera mendial nomor Devano dan meminta tolong lelaki itu.
"Ada apa?" tanya Devano dari seberang sana, tapi tidak ada yang menyahut. "Halo, Key! Ada apa?" tanya Devano lagi.
"Aku ... aku ...." Keysa yang tersambung dengan Devano melalui earphone bingung harus mengatakan apa pada lelaki di seberang sana.
"Kau bicara dengan siapa?" tanya Damar. "Apa kau sedang menelepon seseorang?" tanya Damar langsung merebut ponsel Keysa. "Kau menghubungi Dev?" tanya Damar lagi, saat melihat nama kontak yang sedang terhubung dengan Keysa.
"Key, kau sedang bersama siapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Devano dari seberang sana.
"Dev, ayahmu menahanku di kampus," teriak Keysa saat ponselnya dijauhkan oleh Damar.
"Daddy apa yang kau lakukan?" tanya Devano lagi.
"Aku ada urusan dengan gadis itu," jawab Damar, datar.
__ADS_1
"Angkatlah telepon dariku. Ada yang ingin aku bicarakan," tandas Devano yang membuat Damar mematikan ponsel Keysa dan menerima panggilan dari Devano yang masuk ke ponselnya.
Damar dan Devano berbicara cukup lama. Damar terlihat mangut-mangut, entah apa yang sedang mereka bicarakan. Ingin sekali Keysa pergi saat Damar sedang berbicara dengan Devano, tetapi ponselnya masih ada di tangan Damar dan membuatnya sabar menunggu sampai ponsel satu-satunya kembali.
"Ini ponsel jelekmu!" Damar memberikan Ponsel Keysa setelah selesai menerima telepon dari Devano, kemudian ia pun pergi. "Ingat! Jangan pernah
membocorkan pembicaraan kita hari ini kepada siapa pun atau kau akan menyesal," ancam Damar sebelum pergi.
Keysa hanya mengangguk pelan. Ia juga pergi setelah lelaki itu pergi dari hadapannya.
***
Kontes terakhir akan segera dimulai dengan menggunakan pakaian bebas. Keysa pun memutuskan untuk memakai kostum merah yang digunakannya saat penampilan bakat. Keysa yang sedang menyiapkan pakaian untuk tampil nanti, tiba-tiba mendapat telepon dari Devano dan mengajaknya keluar untuk makan.
Devano meminta Keysa untuk datang ke restoran di depan kampus karena ia dan Ezra sudah berada di sana. Keysa pun mengiakan ajakan dua lelaki itu dan segera menyusul ke tempat yang disebutkan Devano.
Setiba di sana, Keysa baru menyadari kalau di sana tidak hanya ada Devano dna Ezra, tetapi juga ada Liza, Cheryl dan Erika. "Ternyata ada biang onar juga." Keysa membuang napas kasar, mengingat tidak akan pernah ada kata aman bila sudah berdekatan dengan tiga wanita itu. "Huh! Coba berpikir positif aja, Key," ucapnya pada diri sendiri, kemudian menghampiri mereka.
"Duduk di sini!" Devano meminta Keysa duduk di sampingnya.
Dengan senyum yang tertampil, Keysa duduk di kursi samping Devano. "Terima kasih," ucapnya dan dijawab anggukan Devano.
Liza memerhatikan Keysa dan ia menyadari kalau gadis itu membawa baju yang akan dipakai untuk tampil di tas. Diam-diam, Liza pun mengambil ponsel lalu mengirim pesan kepada Cheryl.
[Pakaiannya ada di tas. Kita lakukan sekarang. Ok.]
Cheryl yang membaca pesan dari Liza hanya mengangguk, mengiakan pesan yang dikirim Liza.
Mereka sedang berbincang-bincang, belum ada hal aneh yang mencurigakan. Kemudian, seorang pelayan datang membawa makanan yang mereka pesan. Saat pelayan akan menaruh sup ikan di meja, tiba-tiba dengan sengaja Cheryl menyenggolnya dan sup itu jatuh tepat pada pakaian Keysa.
__ADS_1
"Awww ...." Keysa langsung berdiri saat semangkuk sup ikan tumpah di pakaiannya. Ia tidak apa-apa, tetapi bajunya basah termasuk baju di tas yang akan digunakan untuk pentas dan tidak bisa dipakai lagi.
"Nona saya minta maaf," ucap si pelayan merasa bersalah.
"Maaf. Seharusnya aku yang minta maaf. Aku minta maaf. Aku tidak sengaja," ucap Cheryl sambil mengambil tisu lalu membersihkan pakaian Keysa yang kotor, sedangkan Liza menarik ujung bibirnya sedikit—rencananya berhasil.
Sementara itu, Keysa langsung mengempaskan tangan yang mencoba membersihkan pakaiannya dengan kasar. "Minggir! Aku tahu kau sengaja melakukannya padaku. Tidak perlu berpura-pura," ucap Keysa, dingin. Ia tidak terima perbuatan gadis itu. "Aku tidak sudi memaafkan dirimu," lanjut Keysa yang membuat Cheryl memasang wajah sendu.
"Cheryl itu tidak sengaja. Tidak seharusnya kamu berbicara seperti itu. Dia tulus meminta maaf kepadamu, seharusnya kamu memaafkannya." Liza menyuruh Keysa untuk memaafkan Cheryl, begitu pula dengan yang lain. Namun, Keysa keukeuh pada pendirian karena ia yakin itu adalah faktor kesengajaan.
Mendengar orang-orang yang memaksa Keysa memaafkan Cheryl membuat Devano marah. "Kita pergi dari sini!" Devano menarik tangan Keysa meninggalkan restoran tersebut.
Sehabis Devano pergi, Ezra yang tidak tahan dengan obrolan tiga wanita di dekatnya pun lebih memilih pergi.
"Kita mau ke mana?" tanya Keysa saat mereka pergi menjauh dari area kampus.
"Nanti juga kamu tahu," jawab lelaki yang sedang fokus pada setir dan jalanan.
Devano membawa Keysa ke rumahnya yang tidak jauh dari kampus. Ia mengajak Keysa untuk mengambil baju cadangan untuk Keysa.
"Kita mau ngapain ke sini?" tanya Keysa ketika lelaki itu menarik tangan Keysa untuk ikut masuk ke rumah.
Devano tidak menjawab. Ia terus menggenggam tangan Keysa dan membawanya ke sebuah kamar. Devano pun mengambil sebuah baju yang tergantung di lemari dan memberikannya kepada Keysa.
"Pakailah! Sebagai ganti bajumu yang basah oleh mereka," ucap Devano.
Ternyata setelah melihat penampilan dan bakat Keysa, Devano secara diam-diam membuat beberapa set baju khusus untuk Keysa. Hanya saja baru satu set pakaian yang jadi.
"Apa kamu suka?" tanya Devano saat melihat Keysa seperti sedang mengamati baju yang dipegangnya. Ia juga takut baju yang didesain olehnya style-nya tidak cocok.
__ADS_1
Happy reading semuanya .... Terima kasih atas doa dari kakak semua. Atas seizin-Nya aku bisa melahirkan dengan selamat. Maaf liburnya lama sekali, butuh waktu yang lumayan untuk pemulihan. Insyaallah, mulai hari ini up rutin kembali. Semoga kalian masih betah di rumah Bang Dev dan Keysa 🥰🥰