Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
84


__ADS_3

84


Liza mencoba mengompori Ezra dengan kedekatan Keysa dan Devano. Keduanya yang sedang menyalakan api terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bersenda gurau. Liza juga mengatakan kalau Keysa bukanlah gadis baik-baik karena mau melayani siapa pun yang mendekat kepada Keysa. Namun, Ezra membantah setiap ucapan Liza dan mengatakan bahwa Keysa (Faya) bukan orang yang seperti itu. Jika berurusan dengan Faya, Ezra akan membelanya mati-matian. Tidak peduli meskipun Liza akan marah padanya.


"Kami tidak tinggal di hutan, jadi wajar tidak bisa menyalakan api juga." Di dekat api yang sudah menyala Devano menyanggah ucapan Keysa. 


"Memang ada keharusan orang yang bisa menyalakan api, orang yang tinggal di hutan?" tanya Keysa balik. 


"Aku orang terkaya di kota ini. Aku tidak pernah bermain dengan api, jadi wajar kalau tidak bisa menyalakan api." 


"Iya, orang kaya sepertimu bisanya menyalakan api kerusuhan," ejek Keysa yang membuat Devano kesal sendiri. 


Keduanya pun berdebat yang dimulai dari masalah api untuk pembakaran. Namun, seperti biasa, Keysa selalu bisa menjawab perkataan Devano, sehingga lelaki itu kehabisan kata-kata untuk menyanggah setiap ucapannya. 


'Berdebat dengannya kenapa malah membuatku merindukan Keysa.' Devano terdiam, menerawang jauh. Ia merindukan gadis yang selalu mengajaknya berdebat, gadis yang sudah berhasil mencuri hatinya.


Melihat Devano yang sedang terdiam dan tidak menyanggah ucapannya lagi, Keysa pun beranjak dan berbaring di kursi tidur sambil menunggu api dari tumpukan kayu dan arang itu berubah menjadi bara kemerahan. 


Dengan tangan yang terlipat di bawah kepala sebagai bantalan, Keysa menikmati indahnya pemandangan di sana dengan langit yang berwarna biru dan awan-awan putih yang bertebaran di sekitarnya, serta lingkungan di villa yang bagus, nyaman dan sejuk membuat Keysa betah berlama-lama di sana.


Devano yang menyadari Keysa sudah meninggalkannya pun, beranjak dan menghampiri gadis itu. Hingga mata Devano tidak bisa berkedip saat melihat gadis sedang berbaring di atas kursi itu. Keysa terlihat sangat cantik dan sempurna. Kulit putih dengan hidung mancung dan bibir tipis itu akan membuat siapapun terpana. 


"Awas ngences!" Keysa yang sadar sedang diperhatikan Devano pun malah menggoda lelaki itu. 


"Kalau bicara jangan asal!" rutuk Devano, tetapi tak ayal mengusap bibirnya juga, membuat Keysa tertawa. 


Orang-orang yang melihat kebersamaan Keysa dan Devano pun mengatakan kalau mereka pasangan serasi. Namun, anggapan itu langsung ditepis oleh Ezra.  Ia tidak mengakui jika dua sejoli itu memanglah sangat cocok. 

__ADS_1


Melihat Ezra yang tampak sangat mengagungkan Keysa, membuat Liza iri pada gadis itu. Ia pun pergi dari dekat Ezra. Liza mengambil tempat pembakaran arang dan menuangkan isinya ke dalam tempat BBQ-an, hingga mengeluarkan asap saat dituangkan. 


Keysa yang sedang berbaring pun langsung bangun karena tersedak asap dari tempat BBQ yang berada di sampingnya. Liza tersenyum sinis begitu melihat Keysa yang tersiksa. 


"Maaf, asapnya kena kamu semua, ya!" ujar Liza seolah-olah tidak sengaja. 


Keysa hanya meliriknya sekilas. Ia tahu gadis itu sengaja membuatnya tersedak. 


Mereka pun mulai BBQ-an. Mereka memanggang berbagai jenis makanan dari mulai daging, sosis, seafood dan jagung.


Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk memanjat gunung.


"Aku tidak ikut." Keysa yang memakai dress langsung menolak ajakan mereka dan memilih untuk tetap di villa. 


"Yakin, tidak mau ikut? Di sana pemandangannya sangat bagus. Cocok sekali untuk tempat shooting." Devano mencoba membujuk Keysa untuk ikut. 


"Tidak. Terima kasih. Keperluan shooting-ku sudah cukup," ujar Keysa, tetap menolak. 


Sesampai di pertengahan gunung, tiba-tiba hujan turun. Keysa yang memakai sandal beberapa kali terpeleset dan hampir terjatuh. Untung ada Ezra dan Devano yang berhasil menariknya dengan cepat. 


"Hati-hati," ucap Devano dan Ezra bersamaan yang dijawab anggukan Keysa.


"Terima kasih  sudah menolongku." Keysa berucap, lalu meneruskan perjalanan dengan tangan yang masih dipegang Devano dan Ezra. 


Hujan turun semakin lebat, perjalanan mereka pun tidak mungkin dilanjutkan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk turun dari gunung sebelum cuaca semakin buruk. 


Perjalanan saat turun ternyata lebih menyulitkan bagi Keysa yang menggunakan sandal, lagi-lagi Keysa terpeleset dan berhasil ditahan oleh Devano yang berada di belakangnya. 

__ADS_1


"Aaa ...." Di tempat curam Keysa kembali terpeleset, dan dengan cepat Devano menangkapnya. Namun, keduanya malah jatuh dan terperosok ke dalam lubang. 


"Dev!" 


"Key!" teriak mereka saat melihat dua orang itu terjatuh. 


Semua orang terlihat panik dan memutuskan untuk mencari tim penyelamat. 


"Kalian turunlah bawa tim penyelamat ke sini. Aku akan mencari mereka duluan," ucap Ezra yang bersikeras ingin mencari Keysa dan Devano saat itu juga, meskipun sudah dijelaskan kalau itu berbahaya tetapi Ezra tidak peduli. 


Sementara itu, Devano dan Keysa hanya luka gores sedikit. Mereka terjatuh ke dalam lubang yang ternyata sebuah goa.  


"Terima kasih, lagi-lagi kamu sudah menolongku," ucap Keysa dengan tulus. 


"Sama-sama, sudah menjadi kewajibanku menolong orang yang kesusahan. Lagian kau seperti ini karena aku juga yang memaksamu untuk ikut," tandas Devano. "Maaf." Ada sesal telah mengajak gadis di sampingnya itu untuk ikut naik. 


"Tidak perlu meminta maaf. Kalau aku tidak menerima ajakan kalian, semua ini juga tidak akan terjadi," ucap Keysa dengan seutas senyum. 


Senyum yang tiba-tiba mengingatkan Devano kepada Keysa versi jelek. Lagi dan lagi wajah culun itu kembali bergentayangan di pikiran Devano, membuatnya berandai-andai jika yang terjebak sekarang adalah dirinya dan Keysa versi jelek pasti akan menyenangkan dan akan ia jadikan momen itu menjadi momen untuk semakin mendekatinya. 


Devano yang terus memikirkan Keysa, tanpa sadar memberitahu Keysa cantik kalau dirinya menyukai Keysa jelek. 


"Dunia itu aneh, ya? Dari sekian banyak gadis cantik yang mengejarku, kenapa aku malah mencintai gadis yang menurut orang lain di bawah rata-rata bahkan minus," ujar Devano. 


"Memangnya siapa gadis yang kamu suka?" Keysa menoleh ke arah lelaki yang sedang memeluk lututnya sendiri dengan pandangan yang menerawang. 


"Namanya Keysa, Keysa Indira Fidelya, dia gadis cupu yang berhasil menarik hatiku untuk terus mendekat kepadanya," jawab Devano dengan seutas senyum yang tertampil membayangkan wajah Keysa yang sedang menjulurkan lidah mengejeknya—itu terlihat sangat menggemaskan. 

__ADS_1


Melihat Devano yang begitu antusias menceritakan tentang dirinya versi jelek, Keysa mulai menyadari bahwa lelaki di sampingnya itu selama ini yang posesif kepadanya bukan hanya karena merasa paling berkuasa, tetapi karena lelaki itu menyukainya. 


Keysa juga diam-diam mengagumi Devano yang memiliki jiwa penolong yang luar biasa. Meskipun lelaki itu tidak tahu kalau dirinya adalah Keysa, tetapi ia tetap mau menolongnya. 


__ADS_2