
Disti sangat menikmati kamar baru yang disediakan Devano untuknya, sedangkan Keysa masih anteng duduk di sofa dengan mata dan jari fokus pada game yang sedang dimainkan.
"Kamu sedang apa, Key?" tanya Disti, saat melihat Keysa yang terlihat serius, bahkan sesekali gadis itu sampai mengekerungkan alis.
Keysa menoleh sekilas dengan seulas senyum yang terlampir, "Lagi maen game," jawab Keysa yang diakhiri senyum. "Maaf, jadinya kamu aku anggurin," lanjutnya sambil memasang wajah menggemaskan. Merasa tidak enak hati dengan Disti.
"Tidak masalah. It's ok," ujar Disti dengan mengangkat ibu jari.
Keysa lantas menghampiri Disti yang sedang duduk dan bersandar di kepala ranjang, kemudian memeluknya. "Temenku yang satu ini memang paling mengerti," gumam Keysa sambil memeluk Disti.
"Sepertinya kebalik, deh. Kamulah yang selalu ngerti aku, yang selalu memahami perasaanku, padahal aku sempat bikin kamu kecewa." Disti masih merasa bersalah karena kesalahpahaman waktu itu.
"Yang lalu biarlah berlalu. Dalam suatu hubungan kan gak pernah lurus mulu pasti ada liku-likunya," tandas Keysa sambil memamerkan rentetan gigi putihnya yang berjajar rapi.
Keduanya pun saling berpelukan. Kemudian, Keysa duduk di tepi ranjang Disti dan menceritakan permasalahan di game.
"Memangnya kenapa kamu tidak ingin bercerai?" tanya Disti.
"Itu karena aku ingin mendapatkan keuntungan dari dia," jawab Keysa, terus terang.
__ADS_1
Disti geleng-geleng saat mendengar jawaban Keysa. "Ckckck ... selalu untung rugi yang menjadi bahan pertimbangan," tandas Disti yang diakhiri tawa keduanya.
"Sebenarnya aku tidak ingin bercerai untuk mempertahankan harga diriku. Aku tidak mau ditindas seenak jidatnya saja, baik di dunia nyata maupun dunia game," jelas Keysa menggebu-gebu, lantas membenarkan posisi duduknya. "Dan, sekarang aku akan memikirkan cara lain, supaya dia tidak jadi menceraikanku."
"Aku bantu dengan doa," ucap Disti sambil menengadahkan kedua tangannya ke atas.
"Ya. Doain yang banyak biar dia luluh," tandas Keysa, dan tawa keduanya pun kembali pecah.
Keysa kembali online dan bermain game. Di waktu bersamaan, Devano pun kebetulan sedang online. Keysa pun menasehati Devano agar tidak bercerai dengannya.
Setelah berinteraksi cukup lama, akhirnya Devano setuju untuk tidak bercerai dengan Keysa, tetapi dengan satu syarat; Keysa harus mengatakan keberadaannya saat ini.
Mau tidak mau, Keysa pun menyutujuinya demi mempertahankan posisinya sebagai istri Devano. Keysa menyebutkan alamat tempat tinggal dirinya, tetapi belum sempat mengatakannya seseorang telah membunuh Keysa.
Namun, sejurus kemudian Keysa hidup kembali, dan tiba-tiba seorang player wanita muncul di sisi Devano.
"Dia siapa lagi?" gumam Keysa, bahkan alisnya sampai mengkerung melihat player wanita lain yang tiba-tiba muncul di antara mereka.
Player wanita itu merupakan orang yang telah menghabisi Keysa. Dan, player tersebut adalah Cheryl. Cheryl sangat bahagia karena berhasil menyingkirkan istri game Devano. Namun, tidak disangka Keysa kembali hidup.
__ADS_1
Sementara itu, Devano yang tidak tahu player wanita itu adalah Cheryl, langsung membunuhnya juga. Ia tidak suka kepada Cheryl yang terus meminta-minta agar mau menjadi istrinya sebagai imbalan karena sudah berhasil menghabisi Keysa.
"Kak, Dev, malah membunuhku juga! Gimana ceritanya sih ini? Kenapa aku malah dibunuh? Padahal aku sudah berhasil menghabisi istrinya," rutuk Cheryl yang sedang berada di ruang rawat Exel. "Ah ... nyebelin!" Cheryl melemparkan ponselnya ke arah Exel. Untung saja dengan sigap Exel menangkap ponsel itu sebelum mendarat di wajahnya.
"Kau terlalu agresif dalam mendekatinya, jadi dia enek duluan," gumam Exel yang juga menyaksikan Cheryl bermain.
"Au ah ... gak seru!" Cheryl menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan bibir yang sudah mengerucut.
"Eh, liat deh! Dia buat pengumuman lagi," ujar Exel.
Devano yang sudah berhasil membunuh Cheryl pun langsung membuat pemburuan berhadiah lagi. Pemain lain pun dibuat terkesiap dengan hadiah yang dijanjikan oleh Devano, termasuk Exel juga.
"Penawaran yang menarik," gumam Exel sambik tersenyum miring. Sebuah ide terlintas di kepala lelaki itu.
Di ruangan Disti, Keysa pun sedang menatap tidak percaya dengan pengumuman yang dibuat Devano. "Ish, dia benar-benar ngajak ribut! Memang aku apaan ampe dibuat sayembara kayak gitu? Benar-benar suami tidak ada akhlak." Keysa berdecak kesal. "Tapi, ok-lah. Loe jual, gue beli," lanjutnya dengan menggebu-gebu.
Kemudian, Keysa dengan sangat meyakinkan berbohong kalau dirinya sedang bertengkar dengan suaminya. Ia juga menjelaskan kalau Sang suami membuat pengumuman tidak jelas seperti itu secara tidak sadar, semua itu hanya karena orang itu sedang marah kepadanya. Keysa juga menggombal kepada Devano dan membuktikan kepada player lain kalau Devano tidak sungguh-sungguh dengan pengumuman itu dan membuktikan kalau ia bersama sang suami baik-baik saja.
Di saat Keysa sedang merayu Devano, tiba-tiba muncul seorang ahli game lain dengan nama akun El. El itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Exel. Tidak ada yang mengetahui kalau akun itu milik Exel, selain Devano dan Exel sendiri. Kemudian secara tiba-tiba Exel mengatakan kalau dirinya akan menikahi Keysa.
__ADS_1
"Eh, apa-apaan sih? Kenapa dia tiba-tiba mau menikahiku? Bukankah aku sudah bilang kalau aku dengan suamiku baik-baik saja," rutuk Keysa lagi, saat melihat seseorang siap menikahi Keysa sesuai permintaan Devano.
"Tapi, kenapa dia tiba-tiba mau menikahiku?" gumam Keysa lagi, mengingat Exel adalah salah satu pemain game handal yang kemampuannya tidak kalah bagus dari Devano. Bahkan, lelaki itu menduduki peringkat ke dua di dalam game tersebut. Bedanya, Exel memiliki sikap yang ramah kepada pemain lain, sedangkan Devano sangat dingin.