Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
97


__ADS_3

97


Keysa pergi ke ruang ganti.  Di ruang ganti, gadis itu tidak lantas memakai baju yang ada di tangannya. Keysa malah memerhatikan dan menilik-nilik  kostum yang diberikan Devano dan malah membuatnya speechless. "Apa Devano tidak salah memberikan kostum?" tanya Keysa pada diri sendiri. 


 Kostum yang dibuat Devano juga berwarna merah, tetapi lebih terbuka dan seksi, membuat gadis itu menelan salivanya yang terasa seret. "Apa ini kostum yang harus aku pakai?" gumam Keysa lagi, sangat pelan. Keysa tidak yakin dengan pilihan Devano.  Bajunya terlalu seksi bagi Keysa. "Tidak. Aku tidak mau memakainya," ucap Keysa, sambil geleng-geleng. Lalu, keluar dari ruang ganti tanpa mengganti pakaian. 


"Dev, apa tidak ada baju lain yang bisa aku pakai?" tanya Keysa kepada Devano yang sedang sibuk bermain ponsel. 


Devano menggeleng. "Memangnya kenapa dengan pakaian itu? Apa ada masalah?" tanya Devano. 


"Bajunya terlalu bagus untuk aku," ucap Keysa. Tidak mungkin, ia mengatakan kalau bajunya terlalu seksi dan malah akan membuat lelaki itu tersinggung.


"Dan akan semakin bagus jika kamu yang pakai." Devano melanjutkan ucapan  Keysa dengan senyum yang menghiasi bibirnya. Kemudian, lelaki itu meminta Keysa untuk segera berganti pakaian.


Keysa hanya tersenyum kaku, lalu kembali ke ruang ganti. Tidak ada pilihan lain, waktu pun terus berjalan dan lomba akan segera dimulai. Mau tidak mau, Keysa memakai baju yang dibuat Devano.


Tidak selang berapa lama, Keysa kembali keluar dari ruang ganti.  Devano sedang memainkan ponsel saat keysa keluar dari ruang ganti. Ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat Keysa berjalan ke arahnya, bahkan ponsel yang sedang dipakainya pun tanpa sadar terjatuh. 


"She is beautifull," gumam Devano dengan mata yang tidak berkedip. 

__ADS_1


Keysa terlihat cantik dan seksi dengan pakaian yang dikenakan yang memperlihatkan lekuk tubuh Keysa yang sangat indah. 


"Awas kesambet," gumam Keysa saat menyadari lelaki itu melamun sambil menatap dirinya dengan tidak berkedip, apalagi saat pandangan lelaki itu beralih ke bawah sedikit dan menampilkan bagian dada yang tercetak begitu indah. "Jangan sembarangan melihat!" tandas Keysa lagi yang sadar ke mana arah mata Devano memandang. 


"Liat sembarangan gimana?" tanya Devano terkesiap, menyadari kalau Keysa tahu apa yang dilihatnya. 


"Kondisikan matamu!" ujar Keysa lagi. 


"Aku hanya mengagumi mahakaryaku. Ternyata cocok juga dipakai sama kamu," tandas Devano. "Dengan ditambah sedikit make up, pasti akan semakin cocok," lanjut Devano. 


Keysa hanya mencebik, lalu berjalan hendak meninggalkan kamar untuk kembali ke kampus.  Devano yang melihat Keysa melangkah lagi-lagi dibuat tidak bisa berkata-kata. Lelaki itu sampai melamun saat melihat lekuk tubuh Keysa dari belakang yang tidak kalah indahnya. 


Devano mendorong tubuh Keysa hingga ditahan di dinding, kemudian satu tangannya mengangkat sedikit dagu Keysa dan  mendaratkan sebuah ciuman di bibir Keysa.  Devano menjelajahi setiap lekuk benda kenyal berwarna merah chery itu. Tidak puas hanya menikmati bibirnya saja, Devano menggigit sedikit bibir Keysa, membuat gadis itu membuka mulut. Lidah Devano pun dengan cepat merangsek masuk menjelajahi mulut gadis itu bermain di sana, saling bertukar saliva, saling membelit dan menyessap. Ciuman yang awalnya hanya ciuman biasa, berubah menjadi ciuman yang menuntut. Bahkan tubuh Keysa sampai melemas oleh ciuman panas mereka. 


Keysa mendorong tubuh Devano dan mengakhiri ciuman mereka saat pasokan oksigen yang dimiliki Keysa habis. 


"Antar aku ke kampus sekarang," ucap Keysa dengan wajah yang sudah bersemu merah karena ciuman mereka, lalu pergi mendahului Devano, tanpa berani menatap lelaki itu. Ciuman yang baru terjadi membuat Keysa jadi salah tingkah. 


Tersadar gadisnya sudah tidak ada, Devano pun mengejar Keysa, kemudian mengantar gadis itu ke tempat lomba. Selama perjalanan, tidak ada pembicaraan dari keduanya. Kejadian spontan yang dilakukan Devano membuat keduanya canggung, meskipun Keysa juga menikmati ciuman itu dan ikut andil dalam permainan bibir yang membuat tubuhnya melemas. 

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Keysa begitu sampai di kampus dan langsung keluar dari mobil. 


Sebelum pergi, Keysa berbalik lalu membungkuk. Dari balik jendela mobil, Keysa  kembali  melihat ke dalam yang menampilkan Devano yang masih duduk di balik kemudi. 


"Setelah acara ini selesai. Aku akan memberikan jawabannya," tandas Keysa, lalu pergi tanpa menunggu jawaban Devano. 


Devano yang mendengar ucapan Keysa malah terdiam, mencoba mencerna ucapan Keysa. "Apa dia akan memberikan jawaban tentang ungkapan cintaku kemarin?" tanya Devano pada dirinya sendiri. "Aku akan setia menanti, jangankan sampai lomba selesai sampai tahun depan pun aku akan setia menunggu." Sejurus kemudian senyumnya mengembang, membayangkan Keysa akan memberikan jawaban yang ditunggunya itu. Entah, mengapa ia sangat yakin kalau gadis itu memiliki perasaan yang sama dengannya. 


Devano pun keluar dari mobil dengan senyum yang terus tertampil. Ia pergi menuju tempat penonton. Sementara itu, Keysa yang sudah berada di belakang panggung sedang memoles wajahnya dengan  make up yang sesuai dengan kostumnya. Kemudian seorang penata rambut menata rambut Keysa dengan dikepang dengan gaya pull-through braid, tidak lupa sebuah sirkam dengan berhiaskan bunga putih dan mutiara menjadi pelengkap penampilan rambut Keysa membuat gadis itu terlihat lebih menawan. 


"Mbak punya pita, gak?" tanya Keysa setelah si penata rambut menyelesaikan pekerjaannya. 


"Ada." 


"Boleh pinjam?" tanya Keysa lagi dengan seutas senyum yang tertampil. 


"Sebentar. Aku ambilkan dulu," jawabnya, lalu membuka kotak peralatan yang dibawanya. "Apa pita seperti ini?" tanyanya, menunjukkan sebuah pita panjang kepada Keysa. 


Keysa mengangguk pasti. Penata rambut itu pun membawa dan memberikan pita panjang itu kepada Keysa. 

__ADS_1


Masih ada waktu yang tersisa sebelum acara dimulai. Keysa memilih untuk mengisi waktu luang itu untuk  latihan menari dengan menggunakan pita panjang tersebut. 


__ADS_2