Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
135


__ADS_3

Keysa baru saja selesai sarapan bersama Kakek Surya, saat sebuah nomor tidak dikenal menghubunginya. Melihat nomor yang menghubunginya, nomor tidak dikenal, Keysa lebih memilih mengabaikannya. 


"Telepon dari siapa? Kenapa tidak diangkat?" tanya Kakek Surya, yang baru menghabiskan sarapannya. 


"Nomor tidak dikenal, Kek."


"Jawab saja siapa tahu penting," ucap Kakek Surya lagi.


Ucapan Kakek ada benarnya juga, Keysa pun lantas menggeser tombol hijau yang tertera di layar. Hingga Keysa dibuat terkejut saat mendengar penuturan orang di seberang telepon, kemudian mengiakan ucapan orang itu. 


"Ada apa?" tanya Kakek lagi, begitu telepon Keysa terputus. 


"Aku disuruh jemput mobil. Orang itu sudah menungguku di dekat rumah yang kemarin," ucap Keysa, sedikit kebingungan.  Mungkinkah lelaki itu benar-benar membelikan kakek mobil sesuai yang disebutkan kemarin. Jika iya, Keysa sangat tidak enak hati kepada kekasihnya itu. 


"Jadi dia benar-benar membelikan kakek mobil?" tanya Kakek Surya lagi seraya menyesap teh hangat yang tinggal setengah. 


"Entahlah! Aku akan memastikannya," tandas Keysa. 


Ia pun lantas pamit kepada Kakek Surya seraya mencium punggung tangan sang kakek, lalu pergi. 


"Mau ke mana, Key?" Saat sampai di depan pintu, Keysa malah berpapasan dengan Zian yang hendak masuk ke rumahnya. 


"Ada urusan bentar," jawab Keysa, sambil jalan terburu-buru. 


Melihat Keysa pergi, Zian pun mengejarnya dan menawarkan jasa untuk mengantar. Keysa mencoba menolak, tetapi lelaki itu tetap bersikukuh. Jika terus berdebat tidak akan pernah ada habisnya, sedangkan orang yang menelpon sudah menunggunya di dekat gubuk. 


"Ok, baiklah!" Akhirnya, dengan terpaksa Keysa mengizinkan lelaki itu untuk ikut. 


Keysa dan Zian berangkat bersama dengan diantar sopir pribadi Zian. 


Setiba di tempat yang disebutkan si penelpon, Keysa langsung keluar dari mobil. Tampak seorang lelaki sudah berdiri di sana dengan seunit mobil yang sesuai dengan permintaan Kakek Surya. 


'Dia benar-benar membelinya?' gumam Keysa dalam hati, yang terkesima melihat mobil hypercar berwarna abu metalic sesuai pilihan kakeknya. 


"Nona Keysa?" tanya orang yang berdiri di samping mobil saat Keysa menghampirinya. 

__ADS_1


"Iya saya sendiri," jawab Keysa, mengangguk. 


"Tuan Devano menyuruh saya mengantarkan mobil ini ke sini untuk Nona," ucap lelaki yang memakai baju serba hitam. 


Keysa lagi-lagi mengangguk. Kemudian, menandatangani beberapa berkas yang dibawa lelaki itu. Setelah itu, Keysa pulang bersama Zian dengan Zian yang mengendarai mobil dari Devano. 


Selepas kepergian Keysa, lelaki serba hitam itu pun menghubungi Devano. 


"Halo, Tuan. Saya sudah memberikan mobil tersebut kepada Nona Keysa," jelasnya. 


"Ya, good job," jawab Devano dari seberang. 


"Tapi ... Nona mengambil mobil bersama seorang lelaki, Tuan." Ia juga menjelaskan tentang kedatangan Keysa bersama Zian. 


Jangan tanya ekspresi Devano saat mendengar kabar tersebut. Dadanya langsung bergemuruh mendengar kedekatan lelaki yang disebut anak buahnya terlihat menempel dengan Keysa. Ia pun langsung mematikan panggilannya dengan orang yang mengantarkan mobil, lantas menghubungi nomor Keysa dengan kemarahan yang bersiap meledak. 


"Berani sekali kau bermain api denganku, Key," gumam Devano. Dengan tak sabar, ia menunggu panggilannya terhubung dengan Keysa. "Cepetan angkat, Key!" 


*** 


"Kau sedang bersama siapa di sana?" tanya Devano yang terdengar sangat dingin dan menakutkan di telinga Keysa. 


"Aku ...." Keysa tidak melanjutkan ucapannya, lantas melirik ke arah lelaki yang sedang fokus mengemudi. 'Aku harus jawab apa?' gumamnya dalam hati. 


"Kau sedang bersama seorang lelaki." Devano melanjutkan ucapan Keysa sambil mengabsen ciri-ciri orang yang sedang bersama Keysa sesuai ucapan anak buahnya. "Siapa dia? Apa aku mengkhianatiku?" cecar Devano, kemudian. 


"Tidak bukan begitu. Dia kakak sepupuku," jawab Keysa, berbohong. 


"Apa kau tidak sedang berbohong?" 


"Tidak. Mana mungkin aku berbohong padamu," jawab Keysa lagi. "Oh, ya, malam ini aku akan pulang. Kamu tunggu aku di rumah yang dekat kampus. Nanti aku jelaskan di sana," lanjut Keysa, yang membuat Devano sedikit luluh. 


"Ok. Aku tunggu," jawab Devano, lalu menutup panggilannya tanpa ada ucapan cinta dan sayang yang biasanya diucapkan Devano sebelum mengakhiri panggilan. 


Keysa membuang napas kasar saat panggilan terputus. Ia sadar kalau lelaki yang menjadi kekasihnya itu sedang merajuk.

__ADS_1


Sementara itu, Zian menyetir sambil menguping pembicaraan Keysa dan Devano. Ia memastikan kalau tambatan hatinya itu sudah memiliki pacar. 'Jadi dia lelaki yang telah mengambil hatimu,' gumam Zian dalam hati dengan tangan yang mencengkram kemudi dengan kuat, menahan gemuruh di dada karena cemburu. 


"Ian hati-hati," omel Keysa. 


Kecemburuan kepada perbincangan Keysa dengan seseorang yang tidak dikenalnya itu, membuat Zian tidak sadar kalau mereka telah sampai dan ia pun  langsung mengerem mobil sekaligus. 


"Maaf," ucap Zian, lalu turun tanpa menoleh ke arah Keysa. 


Kakek Surya terkejut saat melihat Keysa benar-benar datang dengan mobil mewah yang dijanjikan Devano.  Lelaki tua itu sangat suka dengan mobil itu yang sebenarnya mobil idaman Kakek Surya dan ingin membelinya. Namun, sayangnya mobil tersebut sudah tidak produksi lagi. Ia tidak menyangka, Devano benar-benar mendapatkan mobil tersebut. 


"Bagaimana apa Kakek senang?" tanya Keysa, setelah turun dari mobil dan menghampiri sang kakek yang masih terpana dengan hypercar yang dibawanya.


"Amazing! Ini benar-benar luar biasa," gumam Kakek Surya yang masih terpukau dengan kendaraan tersebut, bahkan ia sampai mengitari mobil itu sambil mengecek—memastikan kalau yang dilihatnya saat ini adalah sebuah kenyataan. "Ini nyata," gumamnya lagi, yang membuat Keysa kesal dan ingin tertawa. 


"Ya, Tuhan, Kek! Apa Kakek pikir ini mobil-mobilan? Atau mobil sihir yang dua menit kemudian langsung hilang? Ini nyata. Aku sudah menumpanginya sampai kemari," tandas Keysa, gemas dengan ucapan Kakek Surya. "Kalau kurang percaya, coba saja sendiri," lanjut Keysa, sambil memberikan kunci mobil kepada sang kakek. 


Kakek  dengan antusias mengambil kunci itu di tangan Keysa. Ia pun menyetir mobil itu sebentar dan merasa puas. Kesannya terhadap Devano juga semakin membaik. 


Setelah Kakek Surya puas mengendarai mobil, mereka pun makan siang bersama. Zian pun makan siang di sana, kemudian menemani Kakek memancing. Sementara itu, Keysa yang kekenyangan malah tertidur dengan pulas di ruang tengah. 


"Dia malah tidur di sini." 


Sekembalinya dari kolam, Zian mendapati Keysa yang masih tertidur di sofa. Ia lantas menghampiri gadis itu. Zian memperhatikan wajah damai Keysa yang terlihat sangat cantik saat sedang terlelap. Hingga sebuah kecupan mendarat di kening Keysa. 


Merasakan ada sesuatu yang menyentuh keningnya, Keysa langsung membuka mata dan dibuat terkejut saat melihat wajah  Zian berada sangat dekat dengan wajahnya.  "Apa yang kau lakukan?" Keysa dengan spontan mendorong Zian menjauh. 


Dengan cepat, Keysa bangun lalu duduk. Zian pun lantas mendekat, kemudian bersimpuh dengan satu lutut menyentuh lantai lantas menggenggam tangan Keysa. Ia kembali menyatakan cintanya kepada gadis yang baru bangun tidur itu. 


"Jawabanku masih sama. Maaf!" Keysa yang dibuat canggung oleh pernyataan cinta Zian langsung melepaskan tangan yang menggenggamnya kemudian pergi. 


Melihat Keysa pergi, Zian langsung mengejar dan memeluk gadis itu dari belakang. "Aku sangat mencintaimu. Kenapa kamu tidak pernah memberikan kesempatan agar perasaan ini semakin tumbuh dan berkembang bersamamu," ucap Zian, seraya menancapkan dagunya dengan frustrasi di pundak Keysa. 


"Jangan meminta lebih, Ian," gumam Keysa pelan, tetapi cukup didengar oleh Zian. Ia melepaskan tangan yang melingkar di pinggangnya, lalu kembali melangkah meninggalkan Zian yang menatap nanar punggung Keysa. 


Lelaki itu pun memilih pergi dari rumah Keysa dengan hati yang hancur karena Keysa terus saja menolaknya. 

__ADS_1


Di tempat lain, Kakek Surya yang masih berada di pinggir kolam pun tampak sedih mengingat Keysa akan pergi meninggalkannya lagi. 


__ADS_2