Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
204


__ADS_3

Nindi, sahabat Keysa di ibu kota yang juga menjadi teman Gabby di kota tersebut, datang bersama Gabby menemui Keysa di kediaman Kakek Surya. Kedua gadis itu datang ke kamar Keysa setelah sebelumnya meminta izin kepada Kakek Surya untuk menemui sahabat mereka.


Keysa yang sedang berada di dalam kamar terkejut saat melihat dua sahabatnya menemuinya.


"Kalian dapat angin darimana tiba-tiba datang ke sini?" tanya Keya setelah saling berpelukan.


"Kamu ini, aku datang salah. Aku tidak datang kamu bilang aku sombong," tandas Nindi menjentik kening Keysa.


"Ya, kalian kan sedang ada kuliah. Kalian juga bilang kalian sedang sibuk. Ya, aku kaget saat tiba-tiba melihat kalian ada di sini," ujar Keysa sambil mengusap kening yang kena jentikkan Nindi.


Nindi menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur Keysa. Sudah lama semenjak Keysa main kabur-kaburan dirinya tidak pernah merasakan bed super empuk milik princess keluarga Atmaja. "Rasa kasurnya masih sama seperti dulu, selalu mengajakku untuk bermimpi indah," gumamnya lagi.


Nindi adalah sahabat dari kecil Keysa. Kepada gadis itu juga Keysa menitipkan Gabby dan memintanya untuk bersahabat juga dengan Gabby.


Namun, niat Nindi saat ini bukan untuk numpang tidur, tetapi menjalankan tugas yang diberikan oleh kakaknya. Nindi langsung bangun, kemudian duduk berhadapan dengan Keysa yang masih berpelukan dengan Gabby dan menanyakan keadaan gadis itu.


"Key, sebenarnya kita ke sini di suruh Zack," ucap Nindi kemudian, yang berhasil membuat Keysa melotot. "Awas matamu keluar!" seloroh Nindi lagi saat melihat mata Keysa hampir keluar semua karena terkejut.


Bukan tanpa alasan Keysa terkejut mendengar Nindi datang ke rumahnya karena diperintah Zack, bahkan sampai bolos kuliah, padahal setahu Keysa hubungan kakak beradik itu tidak baik karena status Zack yang lahir sebagai anak di luar nikah.

__ADS_1


"Kalian sudah akur?" tanya Keysa, penasaran. Ia tidak menyangka kalau Zack akan meminta bantuan kepada Nindi.


"Menurutmu?" Nindi malah bertanya balik dengan mata yang menyipit.


"Sebenarnya hatiku menjawab tidak, tapi melihat kamu yang datang karena diperintahnya membuatku sedikit bingung juga." Keysa tahu bagaimana hubungan Nindi dan Zack yang seperti musuh, tidak akan semudah itu untuk berdamai kecuali ada negosiasi dari keduanya.


"Zack memberikan properti keluarga bagiannya kepadaku," ucap Nindi dengan sangat santai.


"Sudah kuduga." Keysa yang tahu sifat sahabatnya itu hanya bisa geleng-geleng.


"Kesempatan langka, dia mau memberikan propertinya dengan suka rela hanya dengan menemuimu. Padahal, tanpa disuruh pun jika kamu meminta bantuan, aku pasti akan datang dengan suka rela. Kamu hanya tinggal memanggil namaku tiga kali."


"Tidak juga. Kamu tahu sendiri aku bukan jin," ucap Nindi, yang membuat gelak tawa menghiasi kamar Keysa.


Seorang pelayan datang mengantarkan jamuan untuk Keysa dan para tamunya. Nindi mengulas senyum kepada pelayan lelaki yang mengantar makanan tersebut. Ia tahu banyak mata-mata di rumah Keysa yang sedang menjaga Keysa, hingga dirinya belum mau angkat bicara ke topik inti. Ia datang seolah-olah real hanya ingin melepas rindu dengan sang sahabat. Membicarakan hal-hal ringan dan saling berbagi cerita selama mereka tidak bersua.


Nindi dan Gabby menginap di rumah Keysa, keduanya ngobrol santai sambil menunggu bantuan lain datang.


"Key!" Dengan mulut yang dipenuhi snack, Nindi menyenggol gadis di sampingnya yang sedang sibuk dengan ponsel.

__ADS_1


"Hmm ...." Keysa menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


"Seperti apa sih yang namanya Devano itu? Sampai-sampai seorang Keysa tergila-gila dan berani ambil resiko dengan kabur dari rumah segala. Setampan apakah dia sampai princess Atmaja ini menolak lelaki maha sempurna seperti Zian?" Nindi nyerocos panjang dikali lebar, penasaran dengan sosok Devano yang berhasil membuat sahabatnya cinta mati, padahal sudah jelas-jelas Zian pun merupakan lelaki dengan ketampanan maha sempurna dengan segala kharisma dan pesona yang tidak perlu diragukan lagi.


Mendengar pertanyaan Nindi, Keysa langsung menanggalkan ponsel di atas tempat tidur. Ia menatap sang sahabat dengan seulas senyum yang terbit. "Dia lelaki tampan yang mampu menggetarkan hatiku. Lelaki tengil dan arogan, tetapo dengan ketengilan dan kearoganannya yang membuatku semakin tidak bisa berpaling. Bersama dengannya hariku dipenuhi dengan tantangan yang menyenangkan, meskipun kadang menyebalkan juga." Keysa bercerita sambil membayangkan kebersamaannya bersama Devano hingga tanpa sadar bibirnya terus melengkungkan senyum.


"Ya, Tuhan sebucin itukah dirimu kepada orang yang namanya Devano itu?" Nindi menyipitkan mata melihat ekspresi Keysa saat menceritakan sosok Devano.


"Siapa yang bucin?" elak Keysa.


"Kucing sama ikan asin," jawab Nindi asal. "Kamulah siapa lagi?"


"Sepertinya kamu tidak akan percaya Nin, kalau mereka pernah seperti kucing dan anjing. Tidak pernah akur dan saling bersaing. Eh, sekarang malah cinta mati keduanya." Gabby juga ikut nimbrung, membicarakan masa-masa awal Keysa kuliah di kota B yang harus mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari Devano.


"Jadi inti sarinya itu dari kisah mereka adalah benci menjadi cinta. Bukan begitu, Gabb?" seloroh Nindi dan dijawab anggukan Gabby. "Aku jadi berharap bisa bertemu dengan lelaki bernama Devano itu. Aku ingin liat secara langsung orang yang sudah berhasil menggetarkan hati seorang Keysa," lanjutnya, menggoda Keysa.


"Kalian ngomongin apa sih? Kenapa jadi melebar ke mana-mana? Zack sudah ada menghubungi lagi belum?" Keysa mengalihkan pembicaraan, tetapi Nindi dan Gabby tetap menggodanya.


Ketiga sahabat itu tidak ada yang tidur. Mereka terus mengobrol ke sana kemari sambil menunggu arahan selanjutnya dari Zack.

__ADS_1


Jam tiga subuh, seorang pria berhasil menyusup ke rumah Keysa. Lelaki itu membawa perlengkapan untuk membawa Keysa pergi dari rumah Atmaja. Mereka pun pergi saat rumah masih sepi dan penghuni lain sedang terlelap di dunia mimpi masing-masing.


__ADS_2