
Kegiatan mapala berlanjut. Devano selalu berada di samping Keysa, mewaspadai kemungkinan Cheryl yang akan mencelakai kekasihnya lagi. Meskipun tidak ada bukti bahwa Cheryl di tepi jurang itu berniat mendorong Keysa, tetapi melihat gelagat dan ketidaksukaan gadis itu membuat Devano waspada.
Siang harinya, para peserta mapala melihat kelinci liar. Mereka pun mengejar dan berusaha menangkap hewan berbulu putih dan hitam tersebut untuk dijadikan hidangan makan malam. Semua peserta bekerja sama untuk mendapatkan hewan liar yang lincah itu.
Di saat orang-orang sibuk menangkap kelinci, Alea memanfaatkan kesempatan itu untuk berbicara dengan Keysa dan menanyakan perihal Reno.
"Key, menurutmu Reno itu bagaimana?" tanya Alea.
"Dia lelaki baik dan bertanggung jawab."
"Apa hubungan diantara kalian hanya sekedar Nona dan anak buah saja?" tanya Alea lagi.
Keysa menoleh ke arah gadis yang sedang berjalan di sampingnya. Kedua mata Keysa menyipit saat mendengar pertanyaan Alea. "Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Keysa.
"Reno itu sepertinya bukan hanya pengawal biasa. Dia tampan dan gagah. Dia juga memiliki pendidikan tinggi. Jika pun berhubungan denganmu, tidak akan ada yang mengira kalau dia adalah seorang pengawal." Alea panjang lebar memberikan penilaiannya terhadap Reno. Ia memuji-muji Reno dari segi penampilan, prestasi juga latar belakang keluarga lelaki itu.
Keysa kembali menoleh ke arah gadis yang masih mensejajarinya berjalan. "Tangkap, Lea!" Tiba-tiba seekor kelinci berjalan melintasi mereka. Keysa berteriak dan langsung mencoba menangkap kelinci, begitupun dengan Alea. Namun, kelinci itu seperti belut–sangat licin. Belum ada satu pun kelinci yang berhasil didapat oleh Keysa maupun yang lain. "Yah, gak ketangkap," tandas Keysa lagi dengan wajah yang memberengut, kecewa. Kemudian menoleh ke arah Alea lagi, teringat ucapan Alea sebelum ada kelinci lewat ke hadapan mereka.
"Eh, kenapa menilai Reno seperti itu? Apa kamu menyukainya?" tanya Keysa. Melihat gelagat Alea, Keysa berpikir kalau gadis itu mulai menyukai Reno. Keysa sangat bahagia jika semua itu benar adanya.
Alea yang mendapat pertanyaan seperti itu dari Keysa pun dibuat gelagapan, kemudian dengan cepat membantah. "Bukan begitu. Aku tidak menyukainya. Aku hanya penasaran saja," sarkas Alea.
"Mau suka atau tidak pun itu hak kamu, bukan urusanku juga. Kenapa jadi salah tingkah begitu?"
"Aku tidak salah tingkah. Aku biasa saja," elak Alea.
Keysa tidak peduli dan memilih untuk mengejar kelinci. Sementara itu, Alea pun terus mengikuti dan menanyakan banyak hal tentang Reno kepada Keysa. Namun, jawaban Keysa tidak ada yang memuaskan.
__ADS_1
"Aku tidak tahu tentang Reno. Mau nanya sebanyak apapun pasti kujawab tidak tahu. Aku buka orang yang suka kepo dengan urusan orang lain, jika kamu ingin menanyakan ini dan itu tanyakan saja pada orangnya langsung," ucap Keysa, mulai terganggu dengan pertanyaan dari Alea.
Alea memberengut dengan bibir yang mengerucut atas ucapan Keysa, kemudian memilih pergi karena tidak mendapatkan berita yang diinginkannya. Akan tetapi, di saat belum jauh meninggalkan Keysa, Alea memilih kembali. Ada satu hal lagi yang lupa ditanyakan kepada Keysa, dan bertanya kepada Reno langsung pun tidak mungkin karena sangat memalukan.
"Key!" Alea memanggil Keysa yang masih sibuk mengejar kelinci. "Ular," teriak Alea, kemudian.
Alea yang berjalan menuju gadis yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berada, dibuat terkejut ketika melewati sebuah pohon, langkahnya terhenti. Seekor ular besar sedang merayap turun dari pohon, kemudian tiba-tiba menghampiri Alea yang berada di dekat pohon lantas menggigitnya.
Bertepatan dengan itu, ada beberapa orang yang tiba-tiba menjauh dari kawasan Alea dan Keysa berada dengan tingkah yang mencurigakan. Sementara itu, Keysa dan orang-orang yang mendengar teriakan Alea langsung menghampiri Alea.
"Tangkap mereka!" perintah Reno.
Beberapa instruktur dan anggota mapala mengejar mereka yang melarikan diri dan menangkap ular yang juga sudah pergi setelah menggigit Alea.
Alea tiba-tiba terasa pusing dengan bekas gigitan ular di kaki yang terasa sangat sakit, hingga sakit itu menjalar ke seluruh tubuhnya yang mulai lemas.
"Key, sakit." Alea tidak bisa menahan tangisnya saat rasa sakit semakin menjalar.
Keysa yang juga kaget dengan kedatangan ular secara tiba-tiba serta orang-orang mencurigakan tadi, mendadak blank. Ia tidak bisa berpikir apa yang hendak dilakukannya. Untung saja dengan sigap Reno juga menghampiri Keysa dan Alea.
"Kita bawa dia ke tenda saja, Nona." Reno yang terlihat sangat khawatir dengan keadaan Alea langsung menggendong tubuh yang dipapah Keysa itu. Ia membawa Alea ke tenda.
Sesampai di tenda, Reno langsung meracik obat untuk penawar bisa ular itu. "Aku tidak akan membiarkan sesuatu hal buruk terjadi padamu." Reno tidak akan membiarkan terjadi hal buruk kepada gadis yang baru resmi menjadi kekasihnya semalam itu.
Kemarin malam, saat Alea pergi, Reno mencari Alea. Ia menemukan Alea sedang duduk sendirian di tepi hutan, langsung menghampiri Alea.
"Apa kamu tidak takut dihampiri harimau yang mencari makan. Duduk sendiri di bawah pohon di tepi hutan," ucap Reno. Tempat Alea cukup jauh dari perkemahan dan pencahayaan pun hanya diterangi cahaya rembulan yang samar karena terhalang pohon-pohon besar.
__ADS_1
"Mereka tidak akan suka. Dagingku pahit," tandas Alea, tanpa menoleh ke arah lelaki yang juga sudah duduk di sampingnya.
Reno menatap Alea dengan seulas senyum. "Kamu kalau sedang marah terlihat sangat cantik," ucap Reno, yang berhasil mendapat cebikan dari Alea.
"Apa sih? Sana minggir, aku tidak mengenalmu!" Alea mengusir Reno. Sikap Reno yang tidak peduli kepadanya membuat Alea ingin meledak.
"Tapi aku ingin di sini bersamamu."
"Kalau begitu aku saja yang pergi," tandas Alea, lalu berdiri.
Ia beranjak hendak pergi, tetapi tangannya dicekal oleh Reno. "Lepaskan!" Alea mencoba melepaskan genggaman tangan Reno.
"Aku mencintaimu." Bukannya melepaskan tangan Alea, Reno malah mengungkapkan perasaannya kepada Alea dan berhasil membuat Alea membatu. "Maaf kalau aku bersikap tegas dan seakan tidak peduli. Aku hanya ingin bersikap adil kepada setiap anggota, termasuk kamu dan Keysa. Pada Keysa saja aku tetap memberikan dia tugas yang cukup berat meskipun dia adalah orang yang seharusnya aku lindungi," tandas Reno, meminta pengertian Alea.
Di bawah sinar rembulan yang menerangi malam, Reno menyatakan perasaan sesungguhnya dirinya kepada Alea yang sebenarnya sudah dipendam sangat lama.
Reno tidak akan membiarkan gadis yang baru semalam resmi menjadi pacarnya itu kenapa-kenapa. Ia meminumkan racikan yang baru saja selesai dibuatnya kepada Alea. Namun, racun di dalam tubuh Alea masih tidak terobati.
"Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi kepadamu," ucap Reno lagi, saat melihat keadaan Alea semakin memburuk. Pandangannya lantas tertuju pada pergelangan kaki Alea dengan bekas gigitan ular di sana.
Reno mengangkat kaki Alea yang terluka. Tanpa memikirkan keselamatannya, ia langsung menghisap bekas gigitan ular itu untuk mengeluarkan racun dari kaki Alea. Alhasil, Alea sedikit membaik, tetapi dirinya terkontaminasi racun.
"Nona, ular itu sepertinya salah sasaran. Tapi, saya juga bersyukur karena Nona tidak apa-apa. Ular itu ditujukan untuk Nona," ucap Reno. Dengan napas yang tersengal-sengal, Reno menceritakan kemungkinan orang-orang itu mengirim ular untuk Keysa, kemudian pingsan.
"Ren! Bangun! Kenapa malah kalian yang terluka." Keysa mencoba membangunkan Reno yang jatuh pingsan, tetapi tidak berhasil.
Sementara itu, Alea yang terkulai lemah menatap sayu pada lelaki yang telah mengorbankan diri untuk dirinya dengan menghisap sebagian racun yang masuk, hingga akhirnya Alea pun kehilangan kesadaran.
__ADS_1
"Aku berjanji akan menyelidiki semua ini. Bertahanlah kalian pasti baik-baik saja," tandas Keysa.