Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
94


__ADS_3

94


Keysa baru saja akan pergi bergabung dengan peserta lain saat tiba-tiba ponselnya berdering. Dua buah pesan masuk dari sang kakek dan Gabby. Kedua orang itu memberitahu Keysa kalau Zian sudah mencurigai tempat Keysa sekarang. Kakek Surya juga meminta Keysa untuk segera pulang sebelum semuanya menjadi masalah besar.


[Tolong kelabui dulu Zian, jangan sampai dia datang kemari!]


Keysa meminta Kakek Surya dan Gabby untuk membohongi Zian tentang keberadaanya, kemudian segera pergi karena namanya sudah beberapa kali dipanggil oleh panitia lomba.


Sesuai urutan kemarin, Keysa masih tetap tampil urutan terakhir. Saat Keysa tampil di atas panggung semua penonton berteriak karena hanya Keysa peserta yang memakai masker. Namun begitu, body Keysa terlihat sangat bagus dengan tinggi tubuh ideal serta bentuk tubuh yang langsing tapi berisi dan berhasil membuat mereka terpana.


"Wow ... pemandangan yang sangat indah."


"Benar-benar ciptaan Tuhan paling seksi."


Para penonton memuji bentuk tubuh Keysa yang sangat bagus. Penonton lelaki menatap pemandangan itu dengan sangat mendamba, bahkan ada yang dengan terang-terangan menyebutkan kalau mereka dibuat berfantasi oleh penampilan Keysa.


"Meskipun wajahnya jelek, tetapi bodynya itu aduhai sekali," ucap salah satu dari mereka sambil menelan ludahnya sendiri, membayangkan tubuh yang tercetak pada pakaian renang itu. "Ini sangat-sangat menjual," lanjutnya.

__ADS_1


"Jaga ucapan kalian! Sebelum aku merobek mulut kalian itu!" Mata elang Devano menatap tajam penuh permusuhan ke arah mereka. Komentar para penonton yang tidak senonoh itu membuat Devano sangat marah. Melihat kemarah Devano mereka pun langsung diam dan tidak berani berkomentar lagi.


Devano sendiri tidak dapat mengalihkan pandangannya dari gadis yang sedang bersiap untuk terjun ke dalam air. Pemandangan itu pun tidak luput dari penglihatan Liza. Liza yang memperhatikan Devano sedang memperhatikan salah satu peserta, mengikuti ke mana arah mata lelaki itu memandang dan berakhir pada gadis memakai masker yang berdiri tepat di sampingnya.


Liza tidak bisa menyembunyikan rasa irinya. Kedua tangannya mengepal sempurna saat melihat pemandangan itu, hingga dengan sengaja ia mendorong Keysa dan membuat Keysa kehilangan keseimbangan lalu jatuh ke air. "Mampus, kau!" gumam Liza dengan seringai liciknya.


"Aaaa ...." Karena dorongan kuat dari Liza, Keysa pun terjun ke kolam dari atas panggung tanpa persiapan.


Semua orang yang ada terlonjak kaget menyaksikan Keysa yang jatuh. Mereka saling mempertanyakan sebab yang menjadi membuat gadis itu bisa jatuh. Orang-orang pun semakin riuh saat Keysa tidak kunjung muncul ke permukaan setelah terjun bebas ke dalam air.


"Sudah kuduga dia pasti tidak bisa berenang," gumam Liza sangat pelan dengan seringai licik menghiasi wajahnya. "Hei, tim penyelamat kenapa diam saja? Tolong Keysa, dia pasti kesusahan!" ucapnya kepada petugas keselamatan yang sudah siap siaga di tepi kolam, seolah-olah peduli pada keselamatan Keysa.


"Kenapa jadi begini?" Sementara itu, Liza yang menyaksikan aksi Keysa dari atas panggung tampak kesal. Rencana mempermalukan Keysa lagi-lagi gagal.


Lomba renang yang sesungguhnya dimulai. Para peserta berdiri di garis yang sudah ditentukan. Mereka pun mulai menceburkan diri secara bersamaan ke dalam air setelah ada aba-aba dari pemandu. Juri pun mulai  mengamati peserta lomba dan memberikan penilaian.


Liza dan Keysa berada di garis yang bersampingan. Keduanya saling memamerkan kelihaian mereka dalam olahraga air itu. Akan tetapi, penonton merasa body serta gaya berenang Keysa lebih bagus daripada Liza.

__ADS_1


"Amazing! She is beautiful." Devano yang melihat aksi Keysa sampai menganga. Lelaki itu semakin terhipnotis oleh pesona Keysa yang membuat matanya tidak bisa berhenti memuja.


Sementara itu, melihat bagian belakang tubuh Keysa, Ezra merasa sangat familiar dengan bentuk tubuh itu. "Kenapa aku merasa dia mirip seseorang, ya?" gumamnya sangat pelan. Namun, pikirannya segera teralihkan saat melihat Devano yang terus memotret Keysa. "Awas kameramu meledak karena terlalu banyak ngambil foto Keysa!" Ezra mengolok-olok Devano yang tiada henti mengambil gambar Keysa.


"Syirik aja, kau!" gumam Devano.


"Aku merasa kau sudah melebihi batas normal. Aku tidak pernah melihat kau sampai segitunya. Apa perlu aku membawamu ke ahli kejiwaan? Siapa tahu ada sesuatu di kepalamu yang menggeser sedikit," lanjut Ezra, menggoda sang sahabat.


Devano menoleh ke arah sang sahabat yang masih mengolok-oloknya, dan memberikan tatapan membunuh. "Semoga suatu saat nanti kau merasakan hal yang jauh lebih parah dari ini," ucapnya, lalu kembali fokus kepada Keysa.


Lomba pun selesai. Juri kembali mengumumkan hasil kontes ronde kedua. Lagi-lagi, Liza menjadi juara dua dan Keysa sebagai pemenangnya, membuat Liza semakin membenci Keysa.


Liza dan Keysa kembali naik ke atas panggung, untuk menerima penghargaan dari ronde yang dilaksanakan. Keysa yang naik ke panggung masih dengan memakai masker pun menjadi pertanyaan di kalangan para juri.


"Sudah dua ronde yang terlewati dalam ajang putri kampus ini. Kemarin, saya mengira masker yang digunakan merupakan properti dari penampilan kemarin. Tapi, melihat kamu yang hari juga memakai masker, sepertinya ada sesuatu yang kamu tutupi. Apa itu benar?" tanya salah satu juri kepada Keysa.


Keysa menarik napas panjang sebelum menjawab pertanyaan sang juri. Ia juga sempat melirik Liza yang sedang tersenyum licik—Liza mengira jika juri tahu wajah Keysa sesungguhnya, Keysa akan didiskualifikasi. Kemudian melihat sekilas ke arah Devano yang berdiri di antara para penonton, lelaki itu mengangguk sambil tersenyum pertanda mendukung jawaban Keysa.

__ADS_1


"Kenapa saya memakai masker? Jawabannya mungkin semua penonton sudah tahu. Sebenarnya saya tidak cantik seperti peserta lain, sehingga saya lebih memilih memakai masker karena takut menurunkan ekspetasi semua orang termasuk para juri," jawab Keysa panjang lebar. "Saya minta maaf, kalau yang saya lakukan menyalahi aturan," lanjutnya sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada sambil menunduk.


Para juri pun jujur, bahwa lomba kali ini tidak hanya dilihat dari kecantikan saja. Lomba kali ini lebih menilai dari segi pendidikan dan budaya. Mereka meminta untuk Keysa tidak perlu menutupi wajahnya terus dan kontes kedua pun selesai.


__ADS_2