Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
124


__ADS_3

Devano baru selesai makan malam. Ia pun kembali menghubungi Keysa, tetapi  tidak kunjung terhubung. Bahkan, Devano sampai menghubungi gadis itu sampai belasan kali, tetapi hasilnya tetap saja sama. Keysa tidak mengangkat panggilannya. 


Untuk menghilangkan kejenuhan, Devano pun masuk ke aplikasi game yang sering dimainkannya. Akhirnya, Devano dan Keysa kembali berada dalam game yang sama. 


Setelah dengan cara kekerasan tidak berhasil membujuk Keysa untuk bercerai, Devano mencari cara lain agar bisa terbebas dari Keysa. Namun, tidak disangkan lelaki itu malah mengajak berdamai Keysa dan tentunya dengan segala taktik yang sudah dipikirkannya matang-matang. 


Keysa setuju dengan ajakan Devano untuk berdamai. Keysa pun memanfaatkan perdamaian dikeduanya untuk meminta Devano agar mengerjakan tugas bersamanya. Mau tidak mau Devano menyetujuinya. Mereka pun membuat tim untuk menyelesaikan misi. 


Namun, perlengkapan Keysa terlalu buruk, mengakibatkan mereka hampir saja mati karena dibunuh oleh monster. Devano yang tidak pernah mau kalah, apalagi harus mati di tangan monster langsung memarahi Keysa, hingga keduanya bertengkar kembali dan memutuskan untuk battle.


Devano pun mengambil kesempatan itu untuk meminta bercerai kembali dari Keysa. Ia mengatakan, jika Keysa kalah maka Keysa harus mau bercerai dengannya. 


'Jangan bilang Keysa, kala tidak bisa memanfaatkan keadaan,' gumam Keysa dalam hati ketika mendapati gertakan Devano yang lagi-lagi meminta bercerai. Gadis yang sedang berada di kamar mewah bak kamar princess itu langsung menyanggupi permintaan lawan mainnya, tetapi masih dengan sebuah persyaratan.  Ia meminta Devano untuk menambahkan perlengkapan untuk Keysa. 


"Ok, tidak masalah," gumam Devano. Ia yang juga sedang berada di kamar pun, mau tidak mau dan  lagi-lagi harus menyanggupi permintaan Keysa, demi misinya yang tidak boleh gagal. 


Mereka pun berlatih hingga larut malam. 


Setelah lebih dari dua jam bergelut dengan dunia game, Keysa mengakhiri permainannya. 


Melihat Keysa yang sudah tidak aktif lagi, Devano juga ikut keluar dari aplikasi game. Ia yang sedang duduk sila di atas tempat tidur, lantas menjatuhkan kepalanya ke kasur dan meluruskan kakinya. Devano membuang napas dengan kasar sambil menatap langit-langit kamar, ia mulai merindukan Keysa. 


"Belum sampai dua puluh empat jam berpisah dengan Keysa. Aku sudah sangat merindukannya." Devano bergumam sambil memainkan remote lampu kamarnya. Ingin menghubungi Keysa, tetapi takut gadis itu sudah tidur.


Menyala - mati, menyala - mati, Devano menghilangkan kegabutannya dengan mematikan dan menyalakan lampu hingga beberapa kali membuat kamar terang dan gelap secara bergantian. Namun, rasa rindu itu bukannya menghilang malah semakin membuncah. 

__ADS_1


"Tidak. Kalau seperti ini terus aku tidak akan bisa tidur sampai pagi." Devano meletakkan remote lampu, lalu bangun dan mengambil ponsel yang masih tergeletak di tempat tidur. 


Devano lantas mengaktifkan ponselnya dan bergegas mendial nomor kontak dengan sebuah foto seorang gadis yang memakai kacamata tepajang di sana. Daripada tidak tidur semalaman, Devano memilih untuk menghubungi Keysa meskipun malam sudah sangat larut. 


"Ya, halo!" Tidak disangka panggilan tersambung dan diterima oleh Keysa. Suara malas seorang gadis yang terdengar dari seberang sana mampu membuat Devano jingkrak-jingkrak di atas tempat tidur. 


"Halo juga. Kau masih bangun?" Pertanyaan tak berbobot keluar dari mulut lelaki yang sedang kegirangan itu. 


"Tidak. Aku sedang di alam mimpi," jawab Keysa, asal. "Kalau aku masih angkat teleponmu tentu saja aku masih bangun," lanjutnya, dengan suara yang terdengar sudah mengantuk sambil menguap. 


Devano mengajak bicara Keysa untuk melepas rasa rindunya. Rasa kantuk yang melanda Keysa semakin tidak bisa ditahan lagi. Ia yang baru saja melakukan perjalanan jauh merasakan seluruh tubuhnya terasa lelah dan butuh istirahat. 


"Apa sudah ngantuk?" tanya Devano, saat mendengar suara sang kekasih semakin melemah saat menanggapi ucapannya, bahkan di sela-sela bicara terdengar beberapa kali Keysa menguap. 


"Kalau ngantuk, tidurlah! Tapi, jangan dimatiin ponselnya, ya. Aku ingin tidur ditemani sama kamu," ucap Devano. 


Namun, sudah tidak ada jawaban  dari Keysa. Gadis itu benar-benar sudah terlelap dengan ponsel yang masih menyala. 


"Ternyata sudah tidur," gumam Devano, sedikit kecewa. "Good night, happy nice dream my baby. I miss you!" Devano mencium layar ponsel sebagai pengganti Keysa. 


Devano lantas berbaring dan menyimpan ponselnya di bantal—samping kepalanya. Ia membiarkan panggilan itu terus tersambung, meskipun sudah tidak terdengar tanda kehidupan di sana. Ia pun menutup mata, mencoba untuk tidur meskipun rasa kantuk tidak kunjung menghampiri. 


***


Hari telah berganti. Devano berangkat ke kampus dengan lingkar hitam di bawah mata, membuatnya persis seperti panda. 

__ADS_1


"Sepertinya ada yang tidur semalaman karena ditinggalkan sang kekasih," goda Ezra, yang datang lebih dulu ke kampus. 


"Apa senyum-senyum?" sarkas Devano dengan mata sayu yang dipaksakan untuk melotot sempurna, membuat Ezra terbahak oleh tingkahnya. "Malah tertawa," tandasnya lagi sambil melempar tas ke meja, lalu duduk. 


"Baru berpisah satu hari saja hidupmu sudah selesu ini, bagaimana kalau dia tidak balik lagi?" Ezra semakin menggoda Devano dengan sedikit menakut-nakutinya, hingga keduanya pun kembali adu mulut. 


Sementara itu, di rumah Kakek Surya, Keysa tampak sedang menemani Kakek sarapan. Mereka sarapan dengan menu makanan kesukaan Keysa sebagai menu sarapan mereka, yang menjadi salah satu bentuk kebahagiaan Kakek Surya karena sang cucu telah kembali. 


"Hari ini kakek mau ke mana?" tanya Keysa di tengah-tengah sarapan mereka. 


'Tidak ke mana-mana. Hanya ingin melepas penat dengan memancing di belakang," jawab Kakek Surya. "Memangnya kenapa?" lanjutnya.


"Aku ikut, ya!" pinta Keysa dengan sangat antusias, dan di jawab anggukan Kakek Surya.


Setelah sarapan, Keysa pun menemani Kakek Surya memancing di kolam besar yang terdapat di belakang rumah. Dengan segala perlengkapan pancing, Keysa sudah berada di tepi kolam bersama sang kakek sambil memegang pancingang. 


Keysa tahu menjelang peringatan hari kematian kedua orang tuanya, selalu menjadi hari terburuk bagi Kakek Surya. Lelaki tua itu selalu berubah murung seperti tidak lagi memiliki gairah hidup. Kejadian yang merenggut nyawa anak dan menantunya selalu menjadi mimpi buruk bagi Kakek Surya. Keysa yang takut sang kakek berbuat nekad, selalu menemani kemana pun lelaki itu pergi.


Tiba-tiba kepala pelayan rumah datang menghampiri Keysa dan Kakek Surya. Orang itu membawa kabar dan berhasil mengganggu kebersamaan Keysa, membuat Keysa terkejut sekaligus kesal. 


"Tuan Zian datang kemari, Tuan!" ucap Kepala Pelayan tersebut. 


"Apa?!" sarkas Keysa, langsung berdiri.


Othornya enggak ngerti soal game, akhirnya bingung ngembangin kerangkanya. Alhasil isi kepala jadi stuck dan update molor lagi. 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2