Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
59


__ADS_3

59


Keysa dan Devano berhasil memasuki seleksi akhir pemilihan ketua senat. Seleksi akhir akan dilaksanakan dengan cara pemungutan suara. Dan, pemungutan suara akan diadakan setelah acara ulang tahun Arsen. 


Hari ini Arsen berulang tahun. Ulang tahu lelaki itu diadakan dengan sangat mewah di kediamannya. Keysa yang merupakan teman Gabby pun mendapat undangan langsung dari Arsen . 


Keysa pergi ke kediaman Arsen untuk memenuhi undangan yang berikan Arsen, juga memenuhi janjinya kepada Gabby. Di depan rumah besar dengan dua orang penjaga berdiri di depan gerbang, di tempat itulah saat ini Keysa berada. Dengan langkah pasti dan penuh percaya diri, ia pun berjalan menuju rumah besar itu. 


"Berhenti!"


Namun, baru saja sampai di gerbang. Keysa sudah dicegat dan diberhentikan oleh dua penjaga yang ada di sana. 


"Kamu mau ke mana?" tanya salahsatu dari mereka dengan sangat garang. 


"Mau ke dalam, Pak. Ini rumahnya Arsen yang sedang mengadakan pesta ulang tahun, kan? Saya temannya dan saya diundang," jelas Keysa dengan seutas senyum yang tertampil. 


Dua lelaki itu menatap Keysa dari ujung kepala sampai ujung kaki secara bersamaan, lalu saling pandang dan tawa mereka pun pecah. 


"Kenapa malah tertawa? Apa ada yang salah?" tanya Keysa yang mudah dibuat bingung oleh tingkah dua lelaki berseragam hitam itu.


"Kami tahu tuan kami orang baik, hingga kebaikannya sering disalah artikan oleh kaum gembel sepertimu!" ujar salah satu mereka sambil menatap sinis ke arah Keysa. 


"Maksudnya?" 


"Jika dia sudah menolongmu bukan berarti dia itu temanmu. Ini pesta untuk orang-orang kaya dan terpandang, jadi sebaiknya gembel sepertimu pergi dari sini," ucap salahsatunya lagi. 


Karena penampilannya yang biasa, mereka menganggap Keysa itu gembel dan mengusirnya. 


"Pergi dari sini! Ini bukan tempat yang cocok bagimu!"

__ADS_1


Tidak mau jadi tontonan orang-orang yang akan masuk, Keysa pun memilih pergi. 


"Untung Tuhan tidak menjadikan kalian bos besar. Baru jadi penjaga saja sombongnya sudah selangit." Keysa menggerundel sendiri mengingat perlakuan dua penjaga tadi yang segalanya dinilai dari penampilan dan menolaknya untuk masuk hanya karena pakaian yang dipakai. 


Masuk jalan depan sudah tidak mungkin, tetapi pulang pun juga tidak mungkin, Keysa sudah terlanjur janji untuk menemani Gabby. Sementara itu, Gabby yang ditahan di dalam rumah pun tidak bisa keluar, tetapi gadis itu sangat membutuhkan Keysa untuk menemaninya. 


"Terus cara aku masuk ke dalam bagaimana?" Keysa memperhatikan rumah besar dengan pagar yang cukup tinggi seraya berpikir, hingga mata Keysa tertuju pada pagar di hadapannya dan terlintas sebuah ide. "Baiklah. Mau tidak mau, bisa tidak bisa, aku harus mencobanya."


Keysa terpaksa memanjat pagar. Dengan susah payah, ia berhasil sampai di atas pagar. "Waduh tinggi juga. Gimana lompatnya? Apa enggak bakal patah kakiku?" Keysa ragu-ragu untuk melompat. 


Baru saja ia akan melompat, tiba-tiba terdengar suara Devano dari bawah. 


"Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa manjat tembok?" tanya Devano. 


Mendengar suara Devano, Keysa langsung melihat ke bawah.  Ia pun menjelaskan yang baru saja dialaminya kepada lelaki itu. 


"Iya. Ini aku juga mau turun," ucap Keysa sambil mengambil ancang-ancang untuk melompat ke dalam pagar. 


"Maksudku turun ke sini." Devano meralat ucapannya. "Melompat ke sini dan aku akan menangkapmu," jelas Devano, meminta gadis itu melompat ke arahnya. Ia tidak mau terjadi sesuatu pada Keysa setelah melompat dari pagar yang cukup tinggi itu.


"Enggak mau. Nanti kalau gak ketangkep yang ada aku bonyok kena aspal," tolak Keysa. 


"Kau meragukan kemampuanku?" Devano mendongak dengan kedua matanya yang menyipit. "Cepat lompat! Dan aku akan menangkapmu. Tidak akan ada yang namanya nyium aspal," ucap Devano mencoba meyakinkan. 


Keysa tetap menolak. Ia malah ingin menginjak bahu Devano untuk turun dan anehnya Devano langsung menyetujuinya begitu saja. 


Devano pun langsung menempelkan tubuhnya menghadap tembok, kemudian Keysa perlahan menurunkan satu kaki untuk menggapai satu bahu Devano, lalu menginjaknya. 


"Ya, Tuhan. Kalian sedang buat atraksi apa? Ah ... kenapa aku merasa ini so sweet sekali?" Ezra yang baru saja sampai, melihat kedua kaki Keysa yang berada di bahu Devano langsung membuat lelucon sambil menangkup dagunya sendiri. "Sejak kapan seorang Devano mengizinkan orang berada di atasnya apalagi sampai menginjak bahu segala?" lanjutnya. 

__ADS_1


Selama Ezra mengenal Devano lelaki itu tidak pernah berbuat hal semacam itu. Devano merupakan sosok yang tidak mudah tersentuh dan disentuh. Ia sangat menghargai tubuh dengan segala perawatannya itu dan tidak akan membiarkan tubuhnya sakit, apalagi ada yang menginjaknya begitu saja. Daripada ia yang turun tangan, masih banyak anak buah yang siap disuruh ini dan itu. 


"Diam kau!" ancam Devano dengan suara yang tertekan karena menahan beban berat. Kemudian, perlahan lelaki itu berjongkok saat kedua kaki Keysa sudah berada di bahunya, lalu Keysa pun turun. 


"Makasih," ucap Keysa. 


"Hmmm ...." Hanya suara itu yang keluar dari mulut Devano. Ia lantas berdiri sembari menepuk dan memijat pelan bahunya yang terasa sangat pegal.


"Apa itu sakit?" bisik Ezra sambil mengulum senyum dan langsung mendapat pelototan Devano. 


"Dev, apa boleh kamu tunjukan jalan menuju kamar Gabby? Gaunku ada di Gabby. Tidak mungkin aku masuk ke acara itu dengan seperti ini, baru mau masuk saja sudah diusir penjaga gerbang," ucap Keysa, menghentikan Ezra yang masih mencoba menggoda Devano. 


Devano memperhatikan penampilan Keysa yang memang tampak biasa-biasa saja dan pantas jika kedua penjaga itu mengusir gadis itu. 


"Kalau aku tahu kau akan menghadiri acara ini, pasti akan kupersiapkan gaun untukmu," gumam Devano sangat pelan. 


"Apa kamu berbicara sesuatu?" tanya Keysa. Ia melihat gerakan di bibir lelaki itu, tetapi tidak mendengar yang diucapkan. 


"Ikutlah bersamaku," jawab Devano. Meminta Keysa mengikutinya dan Ezra, meskipun bukan itu yang diucapkan Devano sebelumnya. 


Devano dan Ezra pun berjalan menuju   pintu gerbang dan menunjukkan kartu undangan mereka. Saat melihat kedekatan Keysa dengan Devano dan Ezra, kedua penjaga itu pun memberi hormat kepada Keysa.


'Dasar penjaga matre!' Keysa mendumel dalam hati. Ia masih kesal dengan perlakuan mereka. 


Setelah berhasil masuk dan Devano menunjukkan jalan menuju kamar di rumah itu, Keysa langsung pamit untuk mencari Gabby. "Terima kasih bantuannya. Aku akan mencari Gabby dulu," ucap Keysa sebelum memisahkan diri.


"Setelah bertemu Gabby, temui aku lagi. Karena kamu adalah pasanganku. Datang bersamaku, pulang bersamaku dan di sini pun harus bersamaku," ucap Devano cukup keras, sehingga banyak telinga yang mendengarnya.


 

__ADS_1


__ADS_2