Miss Culun Dan Mr. Arrogant

Miss Culun Dan Mr. Arrogant
81


__ADS_3

81


Liza semakin geram kepada Keysa, apalagi saat Devano dengan terang-terangan malah membela Keysa daripada dirinya. Hingga akhirnya, gadis itu mengajak Keysa taruhan dan dengan senang hati Keysa pun menerimanya. 


"Akan kupastikan kau kalah!" sarkas Liza dengan angkuhnya sambil meninggalkan bangku Keysa. 


"Kita liat saja nanti." Keysa membalas dengan begitu santai, tidak ada ketakutan sedikit pun meskipun semua orang yang mendengar taruhan itu yakin kalau Keysa pasti kalah. 


Bertepatan dengan itu, Keysa menerima pesan dari Felix yang mengatakan kalau Keysa bisa meminjam villa milik kerabatnya sabtu nanti. "Ah ... felix kau memang bisa diandalkan," gumam Keysa dengan senyum yang mengembang setelah membaca pesan dari rekan bisnisnya dalam memoroti uang Cheryl dan sekarang telah menjadi sahabatnya juga.   


Sepulang kuliah, Devano mengajak Keysa ke ruang senat untuk menemui seseorang yang mungkin bisa membantunya. Sesampai di sana, Keysa begitu antusias saat melihat lelaki yang masih menjabat sebagai ketua senat sebelum serah terima jabatan secara resmi diadakan itu ada di sana. Ia pun langsung menyapa Arsen dan disambut hangat oleh Arsen.


"Kamu butuh bantuan apa? Apa telah terjadi sesuatu, sampai kamu langsung menemuiku di sini?" tanya Arsen. Setelah bicara basa-basi ke sana kemari, Arsen tahu kalau gadis di hadapannya itu sedang mencari kata untuk meminta bantuannya. 


"Apa keliatan banget, ya, kalau aku lagi menginginkan sesuatu?" tanya Keysa sambil memamerkan rentetan gigi putihnya. 


"Terpangpang jelas di jidatmu," sarkas Devano yang sejak tadi terus mengekori Keysa. 


Keysa menoleh ke  arah Devano sambil mencebik begitu mendengar penuturan lelaki itu. Ingin rasanya ia menimpuk kepala Devano karena asal bicara, tetapi bagaimanapun semua ini juga ide brilian lelaki itu sehingga mereka ada di sana dan meminta bantuan Arsen. Sementara itu, Arsen hanya tersenyum sambil geleng-geleng melihat kebersamaan mereka yang tidak pernah akur, tetapi saling melindungi. 


"Memangnya kamu butuh bantuan apa dariku?" tanya Arsen lagi. 


Keysa pun menceritakan tentang taruhannya dengan Liza.  Devano sendiri ingat bahwa peraturan pemilihan wanita tercantik di kampus ditentukan oleh BEM dan Senat. 


"Lalu maksud kalian menceritakan semua itu kepadaku apa?" tanya Arsen lagi. 

__ADS_1


"Jangan pura-pura tidak mengerti," sarkas Devano yang malah dijawab gelak tawa Arsen. 


"Ya, ampun aku tidak menyangka kau sampai berjuang sejauh itu demi Keysa." Arsen malah menggoda Devano dan mendapat pelototan dari lelaki yang digodanya. Keduanya pun malah adu mulut dengan Arsen yang terus menggoda Devano. Devano yang tidak mau kalah pun menggoda Arsen dengan membawa-bawa nama Gabby.


Sementara itu, Keysa yang sudah tidak sabaran malah harus menyaksikan saling ejek antara ketua senat lama dan senat baru. "Kak, mau bantu tidak?" tandas Keysa, menghentikan adu mulut mereka. 


"Ok, baiklah." 


"Ngomong dari tadi apa susahnya," ucap  Devano setelah mendengar jawaban Arsen. 


Sebelumnya, Devano meminta Arsen untuk mengubah peraturan pemilihan putri kampus  demi Keysa. Setelah perdebatan itu, akhirnya Arsen bersedia membantu Keysa—meski Arsen maupun Devano tidak yakin kalau gadis yang bersama mereka itu akan menang. Namun, setidaknya mereka telah berusaha membantu. 


Jalan pertama untuk melancarkan aksinya telah teratasi. Keysa dan Devano pun pulang. 


"Jangan marah, ya! Selain itu aku juga ada urusan penting lain yang tidak bisa ditunda," ucap Keysa saat melihat perubahan di wajah Devano. 


Lelaki itu pun hanya mengangguk dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Padahal, ia sangat berharap kalau Keysa mau ikut bersamanya. 


***


Sabtu pagi, Keysa dan Felix sudah sampai di villa kerabat Felix. Setelah memarkirkan mobil, Felix dan Keysa masuk ke Villa untuk menyimpan barang-barang mereka dan mempersiapkan keperluan yang dibutuhkan untuk shooting video. Keysa pun masuk ke salah satu kamar,  lantas berdandan dan mengganti pakaiannya. 


"Key, sudah belum?" Felix yang sudah menunggu cukup lama di luar kamar langsung menyerobot masuk. "Eh ... kau siapa? Di mana temanku?" Felix termangu dengan mata yang membulat sempurna saat melihat sosok gadis yang sangat cantik seperti bidadari ada di depan matanya. "Tidak mungkin aku salah kamar kan? Dari tadi aku berdiri di depan kamar enggak ke mana-mana. Lalu Keysa di mana?" gumamnya. Felix menjadi bingung sendiri dengan semua yang dilihatnya. 


Sementara itu, Keysa yang menunjukkan wajah aslinya di depan Felix hanya tersenyum melihat reaksi lelaki itu. Kemudian, ia berjalan dengan anggun menghampiri Felix. Namun, kepala Felix saat melihat wanita cantik di depan mata bukannya memuji ia malah mencaci maki Keysa karena berpikir kalau gadis itu penghuni villa dan telah melenyapkan temannya. 

__ADS_1


"Heh hantu penunggu dimana kau sembunyikan temanku? Kembalikan dia," sarkas Felix yang langsung membuat tawa Keysa menggelegar di ruangan itu. "Biarpun cantik aku tidak akan tertipu oleh penampilanmu," sarkas Felix yang pernah ditakut-takuti kerabatnya itu kalau di sana ada penunggunya yang suka mengganggu.


"Wah, sialan kau pasti sudah berbuat macam-macam pada Keysa sampai tertawa Keysa pun kau tiru." Tiba-tiba Felix teringat pada hantu-hantu yang akan berubah cantik setelah mendapatkan darah perawan. Entah mengapa kepalanya beranggapan kalau hantu di depannya juga telah melakukan hal itu. 


Keysa mendengar ucapan Felix yang semakin ngawur pun semakin terpingkal-pingkal, bahkan dia sampai memegangi perutnya yang terasa sakit karena tertawa. 


"Felix, ini aku Keysa. Sejak kapan kau percaya akan tahayul seperti itu?" ujar Keysa di sela tawanya. 


"Apa?" Felix masih tidak percaya dengan yang didengarnya. Gadis di hadapannya berbanding 180⁰ dari Keysa yang dikenalnya. 


"Aku Keysa, temanmu!" ucap Keysa sambil tersenyum. 


Felix masih tidak percaya. Ia bahkan sampai memutar-mutar tubuh Keysa mencari kemiripan antara Keysa temannya dengan wanita di hadapannya yang juga mengaku menjadi Keysa. 


Keysa pun akhirnya memberitahukan jati dirinya yang sebenarnya kepada Felix setelah kepalanya terasa sangat pusing karena diputar-putar seperti gangsing. Keysa sudah menganggap Felix sebagai sahabatnya dan ia yakin kalau lelaki itu bisa menjaga rahasianya. 


Setelah mendengarkan sebuah rahasia besar tentang seorang Keysa, Felix dan Keysa pergi ke tempat pemandangan untuk merekam video. 


Felix sebagai juru kamera, merekam Keysa yang sedang memegang produk skincare sambil menyebutkan kata-kata iklan untuk menarik penonton. Keduanya mengambil video di beberapa tempat yang pemandangan sangat instagramable. Terakhir, Keysa dan Felix mengambil shooting di pemandian air panas. Tidak disangka di tempat itu mereka bertemu dengan Ezra, Devano, liza dan beberapa orang teman sekampusnya juga. 


"Faya?!" Ezra sangat terkejut saat melihat kehadiran Keysa versi Faya di pemandian air hangat itu. 


Ezra pun menghampiri Keysa yang baru saja selesai melakukan shooting, meninggalkan Liza yang kebingungan melihat Ezra yang mengenal Faya yang sedang sangat terkenal di medsos saat ini. 


"Hai, Faya!" sapa Ezra.

__ADS_1


__ADS_2