
Di ibu kota, Kakek Surya mendapat kabar dari anak buah yang mengawasi Keysa bahwa cucunya itu mengalami kecelakaan saat pemotretan. Ia yang merasa khawatir dengan keadaan cucu kesayangannya itu lantas menghubungi Keysa.
"Bagaimana kakimu? Apa tidak terlalu parah?" tanya Kakek Surya begitu panggilannya tersambung, meskipun ia sudah tahu kebenaran kondisi Keysa dari mata-matanya, tetapi ia ingin mendengar kabar itu dari cucunya langsung.
"Putus, Kek." Keysa dari seberang sana berbicara dengan nada yang lemah penuh frustrasi.
"Apanya yang putus? Kakek jemput sekarang, kita berobat ke luar negeri." Kakek dibuat panik oleh jawaban Keysa, padahal anak buahnya hanya mengatakan kaki Keysa patah dan gift bukan putus.
Dengan ponsel yang masih menempel di telinga, Kakek Surya lantas menatap tajam ke arah pembawa berita. "Kau bilang cucuku cuma patah kaki saja, kenapa bisa sampai putus?" sarkas Kakek Surya kepada anak buahnya yang telah membawa berita salah.
Lelaki memakai baju biru dongker, si pembawa berita itu hanya menunduk. Dalam hatinya, ia masih mencoba mengingat berita yang diberitahukan oleh anak buahnya di kota B. Tidak ada yang terlewatkan, ia ingat betul berita apa saja yang diberikan orang suruhannya itu. Ia yakin seribu persen kalau kaki Keysa tidak putus.
Sementara itu, di asrama, Keysa melongo saat Kakek Surya memarahi anak buahnya habis-habisan. "Aku dan Dev sudah putus. Yang putus hubunganku dengan Dev bukan kakiku, Kek," tandas Keysa, sambil membuang napas kasar.
Kakek yang sedang memarahi anak buahnya langsung terdiam. Sementara itu, orang yang dimarahi hanya bisa menarik napas lega sambil mengucap terima kasih kepada Keysa dalam hati, karena kalau sampai beritanya tidak akurat sudah dipastikan pekerjaannya akan melayang.
"Oh, jadi yang putus itu kamu dan Dev? Kakek pikir kakimu." Nada suara Surya berubah biasa-biasa saja, tidak segarang saat mengira kaki Keysa yang putus.
"Iya."
"Ya, sudah kalau putus, ya, putus saja. Tidak perlu sesedih itu," lanjut Kakek saat mendengar suara lemah Keyasa. "Cari lagi yang lain saja, apa susahnya? Lelaki yang lebih keren dan tampan juga masih banyak," lanjut Kakek lagi . Menganggap hubungan Keysa dan Devano tidak spesial dan sama sekali tidak memengaruhi dirinya.
__ADS_1
Keysa hanya mendesah pelan saat mendengar ucapan sang kakek. Sejak awal Kakek Surya memang seperti suka tidak suka dengan Devano, wajar jika kabar kandas hubungan Keysa tidak menjadi masalah besar bagi lelaki itu. Namun, Keysa menjalani hubungannya bersama Devano dengan hati. Ia tidak rela jika hubungannya harus berakhir begitu saja.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kakiku, Kek. Aku baik-baik saja, kecuali hatiku," tandas Keysa, kemudian pamit untuk istirahat dan panggilan pun terputus.
Sementara itu, Devano yang sedang dilanda kemarahan sedang berada di bar. Devano menghabiskan banyak bir sampai dirinya mabuk. Lelaki itu menatap bir yang sedang diminumnya dengan tatapan sinis hingga ujung bibirnya sedikit terangkat membentuk lengkungan senyum yang menakutkan.
"Dasar para pengkhianat! Kenapa kalian tega mengkhianatiku. Dasar brengsek!" Devano meracau memaki Keysa dan Ezra. Selain terbongkarnya identitasnya Keysa, karena ulah Alea, Devano salah paham dengan hubungan Ezra dan Keysa. Hal itu yang membuat Devano semakin meledak dan tidak bisa mengontrol diri.
***
Alea yang ditinggalkan oleh Ezra juga oleh Felix dan Keysa terpaksa harus pulang ke asrama dengan menggunakan angkutan umum. Malam hari gadis itu baru sampai ke asrama setelah beberapa kali naik angkutan umum yang berbeda karena salah ambil tujuan. Namun, semua itu tidak membuatnya marah dan kesal karena saat ini hatinya terlanjur bahagia karena melihat kehancuran hubungan Keysa dan Devano.
Dengan senyum yang masih merekah di wajahnya, Alea langsung masuk kamar saat mendapati pintu tidak dikunci. "Aaa ...." Akan tetapi senyum itu langsung menghilang ketika melihat ada ular dan kodok di tempat tidurnya. Alea yang sangat takut dengan dua hewan itu pun langsung pingsan.
Keysa dan Disti menatap Alea yang tidak sadarkan diri dengan senyum yang mengembang di bibir keduanya. Mereka lantas memainkan alis masing-masing, saling pandang dan pembalasan dendam pun dimulai.
"Aku akan membereskan barang-barangnya," tandas Disti. Ia yang tidak suka kepada Alea karena selalu menindasnya pun terlihat sangat antusias saat Keysa berencana untuk memberi pelajaran kepada gadis sombong tersebut.
Keysa hanya mengangguk.
"Sesuai perintah," lanjut Disti, kemudian melucuti semua pakaian Alea.
__ADS_1
Disti menarik tubuh Alea dan mendudukkannya di kursi, lalu mengikatnya di sana. Setelah itu, ia mengambil air dan mengguyur tubuh Alea agar gadis itu terbangun.
"Mmppuaah ...." Alea dibuat gelagapan saat air mengguyur wajahnya, seketika ia pun langsung sadar. "Apa yang terjadi padaku?" gumamnya, hingga matanya tertuju dua gadis yang sedang duduk di atas ranjang sambil menatapnya dengan begitu tajam.
"Apa yang kalian lakukan padaku?" tanya Alea lagi, saat menyadari tubuhnya basah kuyup dan terikat di kursi tanpa sehelai benang pun. "Lepaskan!" Ia menatap balik Keysa dan Disti seakan-akan menantang, tetapi sejurus kemudian nyalinya menciut dan ketakutan setengah mati saat melihat ular yang sedang ada dalam pangkuan Keysa.
"Hanya bermain-main sedikit," ucap Keysa, santai. Kemudian, mengambil ponsel dan memotret Alea yang tubuhnya tidak terhalang apapun itu, lalu tidur tanpa memedulikan Alea yang kedinginan.
'Sialan!' umpat Alea dalam hati. Alea tidak berani memberontak dan menyanggah ucapan Keysa. Ular yang ada bersama Keysa benar-benar membuatnya tidak bisa berkutik. Gadis itu mau tidak mau hanya pasrah dan tidur di kursi tanpa sehelai pakaian pun semalaman, hingga akhirnya sakit karena kedinginan.
***
Keysa dan Alea akhirnya dua-duanya tidak bisa masuk kuliah karena sakit. Mereka berhasil membuat rival masing-masing tidak berdaya dengan cara yang berbeda.
Devano menatap kursi kosong yang berada di sampingnya. Sudah dua hari semenjak insiden di Villa itu, Devano tidak bertemu dengan Keysa. Ia juga tahu kalau Keysa sedang tidak sehat karena kecelakaan di Villa waktu itu, tetapi masih bimbang untuk pergi menjenguknya.
Ada rasa rindu terbesit di hati untuk Keysa saat tidak melihat gadis itu, kebersamaan mereka dan canda tawa serta kejahilan Keysa tiba-tiba terlintas begitu saja. Meskipun Devano sudah sangat kecewa oleh Keysa, tetapi hatinya tidak bisa dibohongi. Ia masih sangat mencintai Keysa dan rasa itu tidak berubah meskipun Keysa sudah menghianatinya.
Sementara itu, di saat Devano masih bimbang untuk menemui Keysa, Ezra dengan antusias membeli banyak makanan untuk Keysa. Bersama Disti, Ezra pergi menjenguk Keysa.
*Maaf beribu maaf membuat kalian kesal karena masih belum bisa tayang tiap hari. Semoga bulan depan aku bisa konsisten lagi di sini. 🙏🙏
__ADS_1