Mystery

Mystery
Kekesalan raja ular


__ADS_3

Setelah melakukan hubungan selama tiga jam Raymond menghentikan aksinya.


"Terima kasih, Ratuku!" ucap Raymond yang mencium bibir istrinya.


"Aku mau mandi lagi!"


"Aku akan memandikanmu," kata Raymond yang mengecup dahi istrinya.


Raymond mengendong istrinya dan menuju ke kamar mandi.


Keesokan harinya.


Mansion keluarga Martinez.


"Simon, kenapa hingga sekarang pembunuh bayaran itu tidak ada kabar sama sekali? tanya Cecilia yang merasa cemas.


"Mungkin mereka sedang menunggu waktu yang tepat, mereka adalah pembunuh profesional, tentu saja tidak boleh sembarangan bertindak," jelas Simon dengan yakin.


"Jangan ketahuan oleh papa, jika tidak kita akan mati bersama!" kata Jacky.


"Aku berharap mendapatkan kabar dari mereka, asal mereka berhasil berapapun yang mereka minta pasti akan ku bayar," ucap Cecilia.


"Mama tenang saja! mereka akan berhasil dan tidak akan gagal lagi, tidak lama lagi Sea World Group akan menjadi milik kita sepenuhnya," ujar Simon dengan yakin.


"Dia sangat berani dan mempermalukan ku, manager keuangan tidak ingin memberikan ku uang, dengan alasan aku tidak ada surat dari bajing*n itu," ketus Cecilia yang merasa kesal.


"Ini sudah keterlaluan! mama adalah istrinya papa, pemilik asli Sea World Group dan apa hak dia tidak memberimu uang?" ujar Simon dengan merasa kesal.


"Dia sudah merajalela, bahkan papa saja tidak sanggup menghadapinya," ujar Jacky.


"Sea World Group adalah milik keluarga dan bukan hanya milik dia seorang diri," ketus Simon dengan kesal.


"Mama adalah istri sah dari segi undang-undang, kenapa harus di abaikan oleh mereka, manager keuangan itu cukup berani sekali melawan mama, itu tidak pantas," bentak Jacky.


"Selagi dia masih hidup maka hidup kita tidak akan tenang, dia tidak akan membiarkan kita mendapatkan apapun yang kita mau," ujar Cecilia.


"Kakak, apa kau yakin dengan pembunuh yang kakak upah itu? apa dia akan berhasil membunuh Raymond?" tanya Jacky.


"Aku yakin dengan mereka! mereka bukan pembunuh biasa," jawab Simon.


Di sisi lain anak buah raja api membawa pembunuh yang masih hidup ke hadapan raja mereka. dari beberapa pembunuh yang di kirim oleh Simon kini hanya sisa satu yang masih hidup dan terluka badan di sekujur tubuhnya.


"Raja, pria ini adalah pembunuh yang datang menembak ratu di saat raja sedang bertarung dengan raja ular," kata salah satu iblis api.


"Apakah kau di bayar oleh Simon ataupun Jacky?" tanya Raymond dengan menjambak rambut pria yang sekarat itu.

__ADS_1


"Bunuh saja aku!" ujar pria itu dengan menahan sakit.


"Demi uang kau harus mati, apakah tidak sia-sia dengan hidupmu?" tanya Raymond.


"Dengan luka ini aku sudah pasti mati, bunuh saja. lagi pula aku juga tidak bisa lari lagi."


"Buang dia ke jurang!" perintah Raymond.


"Baik Raja," jawab anak buahnya.


Anak buah Raymond menarik pria itu dengan kasar dan langsung membuangnya ke jurang


Tidak lama kemudian Teddy dan Licon muncul di belakang Raymond.


"Bagaimana, ada kabar dari dia?" tanya Raymond.


"Raja, kami sudah berpencar mencarinya di hutan, akan tetapi tidak ada jejaknya," jawab Licon.


"Tidak tahu apakah si ular itu masih hidup atau sudah mati, dia seakan lenyap sejak pertarungan itu," jelas Teddy.


"Aku bisa merasakan nafas dia, aku yakin dia masih hidup dan akan muncul suatu saat nanti," ujar Raymond.


Di sisi lain raja ular yang terluka parah baru sadar dengan berubah wujud menjadi manusia.


Saat dia mengetahui jika dirinya telah kehilangan pusaka berharganya ia langsung histeris.


Teriakan raja ular yang sedang kesal.


"Wanita sialan! aku tidak akan melepaskanmu!" teriak raja ular yang di penuhi dendam.


"Raja, biarkan kami pergi menangkap wanita itu!" ujar siluman ular biru.


"Siapa wanita itu sebenarnya?" tanya raja ular.


"Raja, wanita itu adalah istri Demon Fire, dia adalah manusia biasa akan tetapi dia memiliki kekuatan api, beberapa saudara kami mati di tangannya," jelas siluman ular hitam.


"Demon Fire sebagai raja api ternyata menikah juga, bukankah selama ini dia tidak memiliki seorang wanita pun di sisinya, dan sekarang dia malah menikah dengan manusia biasa," kata Raja ular.


"Raja, kami akan membalas dendam untukmu, kelihatannya Demon Fire sangat menyayangi istrinya itu, kita bisa menangkapnya dan bawa di kehadapan raja," ujar siluman ular biru.


"Karena wanita ini aku menjadi cacat dan tidak bisa lagi menikmati tubuh wanita, dan Demon Fire berhasil membuatku sekarat, luka ku ini akan membutuhkan waktu berbulan-bulan baru akan sembuh, dia telah membakarku sehingga aku menjadi lemah."


"Raja, kawanan kita telah tewas. dan hanya sisa kita saja, kita harus berhati-hati, dan raja tinggal di goa untuk merawat luka, biar kami yang pergi mencari makanan," kata siluman ular biru.


"Tangkap semua siluman ular itu!" perintah raja ular.

__ADS_1


"Mereka...?"


"Aku ingin menghisap semua kekuatan mereka, apa kalian ada melihat di mana pusaka ku? di malam itu wanita gila itu sedang memegangnya,"


"Raja, sebenarnya...." kata siluman ular hitam yang terhenti.


"Ada apa?" tanya raja ular dengan tegas.


"Kami menemukan pusaka raja sudah hangus terbakar!" jawab siluman ular hitam.


"Apaaa, hangus terbakar?" tanya raja ular dengan hampir tidak percaya.


"Iya, Raja. kami menemukannya di tempat pertarungan raja dan Demon," jawab siluman ular biru.


"KURANG AJAR! jika saja tidak terbakar aku masih bisa mengunakannya dan sekarang malah hangus karena si raja api keparat itu," teriak raja ular dengan histeris.


"Bawa wanita itu dan hancurkan dia! aku ingin kalian menidurinya dan kemudian kembalikan kepada suaminya, biar dia tahu rasanya!" perintah raja ular dengan kesal.


"Baik Raja," jawab serentak dua siluman itu.


Mansion Raymond.


Raymond sedang bersama Teddy dan Licon di ruangan


"Selidiki tempat persembunyian si ular itu! kirim lebih banyak iblis api, jika dia sembuh suatu saat dia akan menelan korban tanpa berhenti," perintah Raymond dengan tegas.


"Baik Raja," jawab Teddy dan Licon dengan serentak.


Tidak lama kemudian Kimberly melangkah masuk ke ruangan tersebut sambil membawakan secangkir kopi dan kue.


"Raymond," sapa Kimberly yang melangkah menghampiri suaminya itu.


"Kimberly, mari sini!" sahut Raymond dengan senyum menatap ke arah istrinya.


Teddy dan Licon yang sedang berdiri di sana langsung berubah menjadi bayangan.


"Raymond, makan kuenya. aku membuatnya sendiri!"


"Terima kasih Kimberly! mari sini duduk di pangkuanku!" sahut Raymond dengan menarik pinggang istrinya dan duduk di pangkuannya.


"Apa aku tidak menganggumu jika aku duduk di sini?"tanya Kimberly.


"Tentu saja tidak! aku senang kau menemani ku di sini, ada yang ingin ku perkenalkan untukmu!"


"Siapa?" tanya Kimberly dengan penasaran

__ADS_1


__ADS_2