Mystery

Mystery
Demon Tidak sadarkan Diri


__ADS_3

"Demon, kau pasti bisa! nenek yakin denganmu, kekuatan mu bukan kekuatan yang rendah," ucap Diana yang merasa khawatir.


"Andaikan Demon mengunakan kekuatan api yang tingkat tujuh, ini akan membahayakan nyawanya, bertarung di dalam laut akan sangat menyulitkan, dan hanya kekuatan tingkat tujuh yang bisa mengalahkan iblis air itu. bukan iblis itu yang menjadi masalah. tapi lautan luas itulah yang menjadi sebuah tantangan sulit," batin Diana.


Di sisi lain Demon masih menahan serangan air yang kuat dan deras, selain menahan putaran air, Demon juga harus melawan ribuan gelembung air yang menyerang dirinya. cahaya merah yang keluar dari tubuh Demon mewarnai lautan luas itu.


"Demon, kau harus menang dan selamat," gumam Kimberly.


"Ini tidak baik," ucap Teddy yang sedang berjongkok sambil menahan sakit.


"Teddy, apa maksudmu?" tanya Kimberly.


"Raja memiliki kekuatan api tingkat teratas, yaitu tingkat tujuh," jelas Teddy.


"Tingkat tujuh?" tanya Kimberly dengan heran.


"Benar! hanya raja saja yang berhasil berlatih, dulu ayah raja gagal untuk menguasainya. tapi raja berhasil mengusainya. hanya saja kalau bukan darurat maka tidak boleh di gunakan," jelas Teddy.


"Kenapa tidak boleh?" tanya Kimberly.


"Karena kekuatan tingkat tujuh itu sangat membahayakan. walau bisa mengalahkan lawan akan tetapi raja akan mengalami luka dalam yang cukup berat, karena raja harus bertarung di dalam laut, oleh karena itu raja harus mengunakan kekuatan tingkat tujuh agar bisa menahan putaran air laut dan sambil menyerang lawannya," jelas Teddy.


"Iblis air itu sangat pintar, dia memanfaatkan air laut untuk menyerang raja, selain itu dia juga mengunakan dirinya menyerang raja. jadi dia mengunakan dua cara sekaligus agar bisa mengalahkan lawannya,"kata Licon.


"Kalau saja Demon luka dalam apakah ada obat untuknya?" tanya Kimberly dengan merasa cemas.


"Semua tergantung juga pada kondisi raja," jawab Teddy.


Tidak lama kemudian iblis air berubah menjadi pu.ting beliung dan sambil berputar dengan laju hingga ke pertengahan lautan sana. Demon yang naik ke permukaan air dan berubah menjadi api yang besar mengejar iblis air itu.


"Demon, kau harus selamat," batin Kimberly.


Kejadian aneh itu di lihat dari setiap sisi.


"Itu angin pu.ting beliung atau air? dan api itu kenapa bisa mengejarnya?".


" Ini sepertinya api sedang bertarung dengan air."


"Lihatlah air lautnya semuanya menuju ke air pu.ting beliung itu, semakin lama semakin membesar. dan apinya juga semakin membesar bahkan panasnya juga terasa hingga ke sini."


Semua orang yang melihat kejadian itu merasa aneh dan juga ketakutan. jalan besar kota itu di padati oleh orang-orang yang melihat kejadian aneh yang sebelumnya belum pernah terjadi.


"Demon Fire, aku ingin melihat seberapa tinggi kekuatan mu," tantang iblis itu yang sedang berputar dengan laju.


"Iblis air, hari ini aku akan menghancurkanmu," gertak Demon yang mengunakan kekuatan tertingginya dan memanaskan air laut sehingga mendidih.

__ADS_1


Rasa panas yang di rasakan oleh semua orang yang jaraknya cukup jauh dari mereka yang sedang bertarung. Kimberly yang berdiri di tepi pantai merasakan panas yang luar biasa. air laut mendidih karena api yang sangat besar sehingga menembus ke dasar lautan


"Apakah ini adalah kekuatan tingkat tujuh?" tanya Kimberly


"Benar! kekuatan ini tidak semua iblis api bisa menguasainya," jawab Teddy


Iblis api yang sedang membesar di tengah lautan saling menyerang dengan putaran air itu.


"Aarrrghh...,"jeritan yang terdengar dari iblis air yang sedang kepanasan karena air laut yang mendidih di rasakan oleh dirinya


Iblis api langsung menyerang lawannya sehingga putaran air raksasa pecah ke semua arah. orang-orang yang melihat dari jarak jauh terkena ciprakan air yang mendidih itu.


"Aarrrghhhh...."


"Aarrrghhhh...."


"Aarrrghhhh...."


Jeritan mereka yang kesakitan pada wajah dan tubuh mereka yang melepuh akibat terkena ciprakkan air tersebut.


Iblis air itu telah di hancurkan karena tidak bisa menahan panasnya yang membuatnya mendidih. air pu.ting beliung itu pecah akibat serangan api yang lebih tinggi kekuatannya. setelah iblis air di kalahkan Demon pun menghilang dari pandangan.


"Hah...di mana Demon?" tanya Kimberly dengan khawatir


"Demon....."


"Demon....."


"Demon....."


Kimberly berlari mendekati pantai sambil berteriak nama suaminya.


"Demon....."


"Demon....."


"Aku di sini!" jawab Demon yang berdiri di belakang istrinya.


"Demon....." panggil Kimberly yang lari ke pelukan suaminya.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Kimberly yang melepaskan pelukannya dan menatap suaminya itu.


"Kimberly, andaikan kita memiliki anak, aku ingin menamakan anak kita, Deberly. sebagai bukti Demon mencintai Kimberly untuk selamanya," ucap Demon dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa kamu berkata seperti itu? apa kamu baik-baik saja?" tanya Kimberly dengan menyentuh wajah suaminya.

__ADS_1


"Gadis nakal, aku masih ingin memasak udang saos untukmu, dan mengupas kulitnya untukmu. dan kemudian menyuapi mu makan," kata Demon dengan memeluk pinggang erat istrinya.


Demon tersenyum menatap istrinya dengan penuh perasaan, dirinya mencium bibir Kimberly sesaat dan kemudian tumbang dengan mengeluarkan darah di mulutnya.


"Demon...." teriak Kimberly yang berusaha membangunkan suaminya itu.


"Raja...Raja...," teriak Teddy dan Licon.


Kimberly memeluk Demon yang tidak sadarkan diri sambil memanggil namanya.


"Demon, cepat bangun! jangan bercanda denganku!" tangisan Kimberly yang sambil menyentuh wajah suaminya itu.


"Luka dalamnya cukup parah," kata Teddy yang memeriksa nadi di bagian leher rajanya.


"Teddy, mari kita bawa Demon ke rumah sakit!" pinta Kimberly.


"Ratu, raja tidak bisa di obati oleh dokter," jawab Teddy.


"Kenapa? pasti ada jalan lain, kan?" tanya Kimberly yang sedang menangis.


"Ratu, mari kita bawa raja pulang dulu!" ajak Teddy


Setelah setengah jam kemudian


Mansion Demon.


Demon di bawa ke kamarnya oleh Teddy dan Licon. kondisi Demon mulai memucat akibat luka dalam yang cukup parah.


"Teddy, Licon, katakan padaku apa yang harus kita lakukan? pasti cara menyembuhkan lukanya, kan?" tanya Kimberly dengan merasa khawatir.


"Cara pasti ada, hanya saja kamu rela atau tidak!" ucap Diana yang tiba-tiba muncul di sana.


"Nenek?" sebut Kimberly yang sedang terisak.


"Kalian keluar dulu!" perintah Diana kepada Teddy dan Licon.


Diana menghampiri Demon yang sedang tidak sadarkan diri.


"Lukanya cukup parah, aku harus membawanya ke istana api untuk merawatnya,"kata Diana.


"Nenek, apa benar ada caranya? berarti Demon akan selamat,"ucap Kimberly dengan merasa senang hati.


"Demon tentu akan sembuh, selagi aku masih hidup cucuku tidak akan ada apa-apa," jawab Diana dengan tegas.


"Nenek, aku akan membantu menjaganya, aku akan ikut nenek pulang ke istana api," kata Kimberly dengan berharap.

__ADS_1


"Demon adalah cucuku, aku bisa menjaganya sendiri!" jawab Diana dengan tatapan dingin.


__ADS_2