Mystery

Mystery
Dua pria aneh


__ADS_3

Rumah tempat tinggal Kimberly dan Holdie


"Akhirnya uang ku kembali" ucap Kimberly yang kegirangan karena melihat sejumlah uang tunai yang di depan matanya itu


"Itu adalah hasil kerja mu selama 5 tahun dan di tipu si brengs*k itu" kata Holdie yang duduk di samping Kimberly


"Raymond, bagaimana caranya kau mendapatkan uang ini?" tanya Kimberly dengan penasaran


"Mengunakan kekerasan" jawab Raymond yang duduk di hadapan Kimberly


"Kekerasan?" tanya serentak Kimberly dan Holdie


"Kami memberi pelajaran kapada Markus, dia masih tidak ingin membayarnya, dan kemudian kami menghajarnya" jelas Wilson


"Ternyata begitu, dia memang pantas di hajar" ucap Holdie


"Aku malah merasa sedih" kata Kimberly dengan melamun


"Kenapa kau merasa sedih? dia memang pantas di hajar" ujar Holdie


"Kimberly, jangan lupa sekarang dirimu adalah istriku" ucap Raymond dengan tatapan kesal


"Karena aku adalah istrimu kenapa di saat kau memukulnya tidak mengajakku bersama? aku juga ingin memukul wajahnya sehingga giginya tanggal" teriak Kimberly yang bangkit dari tempat duduknya


"Apa kau gila ya? kau adalah wanita kenapa bersikap seperti seorang pria" bentak Holdie dengan kesal


"Holdie, pria itu aku belum puas menghajarnya, aku hanya ingin memukulnya saja" ujar Kimberly


"Dia sudah mendapat balasannya, hutang dia padamu sudah lunas, aku sudah membantumu mendapatkan uangnya kembali, dan kali ini gantian mu untuk membantuku" ucap Raymond


"Apa yang bisa ku lakukan untuk mu?" tanya Kimberly yang duduk kembali ke kursinya


"Pulang bersamaku ke rumah keluargaku" jawab Raymond


"Apakah mereka baik atau jahat?"


"Tidak baik dan kau harus berhadapan dengan mereka" jawab Raymond dengan senyum


"Katakan padaku, memang sikap mereka seperti apa? apa sepertimu yang mirip makhluk aneh?" tanya Kimberly pindah duduk ke samping Raymond


"Mereka akan lebih aneh dariku, ibu tiriku tidak akan menyukai semua milikku, dan dia akan berusaha untuk menyingkirkannya, termasuk dirimu" jelas Raymond dengan menatap ke istrinya


"Menyingkirkan ku? lihat saja nanti, lalu apa lagi?"


"Ayahku sangat keras dan kejam, dia juga sangat keras denganku, jadi dia pasti akan selalu menyulitkan mu"


"Hanya seorang pria tua, aku tidak takut" jawab Kimberly dengan santai


"Walau dia tua tapi dia sangat keras, apa kau tidak takut?" tanya Raymond dengan senyum


"Seharusnya kamu khawatir saja padanya bukan aku, jika saja dia sampai jantungan maka jangan salahkan aku"


"Aku percaya padamu, dan aku masih ada dua orang adik Simon dan Jacky yang juga memusuhiku"


"Kenapa kau bisa memiliki banyak musuh di dalam keluargamu?"


"Mereka adalah keluargaku dan juga musuhku, dan karena kamu adalah istriku maka kamu juga akan di musuhi mereka"


"Keluargamu adalah musuhmu, kenapa bisa begitu rumit? lalu selain mereka apa masih ada lagi?"


"Ada, sainganmu akan datang bersama"

__ADS_1


"Siapa sainganku?"


"Tina Yoliders?"


"Siapa dia?"


"Dia adalah wanita yang akan di jodohkan untukku"


"Wah...seharusnya kau merasa gembira karena mendapat jodoh"


" Ayah dan ibu tiri sengaja ingin menjodohkan ku dengan wanita itu karena bisnis, ini adalah pernikahan bisnis"


"Tidak ada bedanya, pernikahan kita adalah pernikahan paksa dan dengan dia pernikahan bisnis, lagi pula kau juga tidak rugi, kau adalah pria tidak mungkin kau akan menolaknya kan?"


"Aku ingin kau mengusirnya"


"Apa dia jelek?"


"Tidak!"


"Berarti dia cantik?"


"Bisa di katakan begitu"


"Lalu, kenapa kau menolaknya, dasar bodoh" ketus Kimberly


"Karena dia bukan tipe ku"


"Dia adalah pilihan orang tua mu, dan sekarang kau ingin mengusirnya berarti sama saja aku melawan satu keluargamu?"


"Benar!"


"Kimberly, apa kau masih waras? tuan Raymond adalah suamimu, kenapa kau malah meminta bayaran?" tanya Holdie


"Holdie, kau tidak mengerti, aku hanya seorang diri dan harus menghadapi ayah, ibu tiri, dua adiknya dan wanita itu, tentu saja bayaranku harus tinggi jika tidak aku menolak" jawab Kimberly dengan tegas


"Berapa yang kamu minta? aku akan melunasinya setelah semua berakhir"


"Tidak bisa! aku mau sekarang" jawab Kimberly dengan mengulurkan tangannya


"Nona, bukankah kemarin tuan sudah memberikan padamu?" ujar Wilson


"Itu hanya untuk pembayaran awal sebagai tanda jadi, beda lagi untuk berhadapan dengan sekeluarga anehnya" jawab Kimberly


Raymond mengeluarkan dompet dari saku bajunya dan memberikan kepada Kimberly


"Ambil saja" ucap Raymond dengan memberikan dompetnya


"Aku akan memilihnya, dan ambil salah satu" ucap Kimberly dengan membuka dompet Raymond yang terdapat banyak kartu kredit


"Yang mana jumlah uangnya yang paling banyak?" tanya Kimberly sambil melihat kartu di dompet itu


"Yang berwarna hitam, Black Card" jawab Raymond dengan senyum


"Kau tidak bohong padaku kan?"


"Tidak, mana mungkin aku berbohong pada istriku sendiri"


"Baiklah, kalau begitu Black Card ini sudah menjadi milikku, dan aku ingin ke suatu tempat" ucap Kimbely yang bangkit dari tempat duduknya


"Kimberly, kau sangat mata duitan" ucap Holdie yang menatap ke arah temannya itu

__ADS_1


"Wilson, mari kita pergi" ajak Kimberly yang melangkah pergi


"Ha..ke-kemana?" tanya Wilson


"Raymond, apa aku bisa memakai asisten mu sebentar, setelah habis pakai aku akan kembalikan padamu" tanya Kimberly yang berdiri di samping Wilson


"Me-memakai ku?" tanya Wilson yang menjaga jarak dari Kimberly


"Iya, hanya sebentar" jawab Kimbely


"Mari kita pergi" ajak Kimberly yang menarik lengan Wilson


Sret....


Robekan kemeja di bagian lengan Wilson


"Hah...jangan menarik ku lagi" teriak Wilson yang sudah trauma


"Kenapa bahan kemeja mu jelek sekali?" tanya Kimberly yang tidak sadar dengan kekuatan sendiri


"Hah..bukan kemeja ku jelek, tapi kau mengunakan tenaga yang kuat" jawab Wilson


"Kimberly, kau sangat ceroboh, lihatlah ini bahan yang bagus dan tebal, bagaimana caranya kau bisa merobeknya?" ujar Holdie yang menghampiri Wilson dan melihat bahan kemejanya


"Aku hanya menarik dengan pelan, jangan menyalahkanku" jawab Kimberly


"Kemeja ku ini baru beli kemarin, dan hari ini robek lagi" ujar Wilson yang melihat bagian lengannya


"Begini saja, mari kita ke toko busana pria, aku memiliki Card ini dan aku belikan satu set untukmu, lagi pula ini adalah uang bos mu, mari kita pergi" ajak Kimberly


"Kimberly" ucap Raymond yang menahan lengan istrinya


"Di hadapan suami mu kau begitu berani menarik pria lain, apa kau tidak menganggapku..ha?" ucap Raymond dengan tegas


"Aku hanya ingin dia mengantarku membeli sesuatu" jawab Kimberly


"Kau jangan mengatakan ingin memborong satu toko cemilan, di kamar mu itu cemilan mu masih bertumpuk di meja dan kursi" ujar Holdie yang merasa kesal dengan temannya


"Nah itu yang ku mau, ada keluar cemilan baru aku ingin mencobanya" jawab Kimberly


"Apaaa? kau mengunakan black card untuk membeli cemilan?" tanya Holdie dengan binggung


"Aku mau membeli sandal untuk paman, karena kemaren sandalnya tiba-tiba terbakar mungkin karena sandal paman sangat tidak enak aromanya maka hantu di pohon itu membakarnya" ucap Kimberly


"Jangan selalu bicara yang tidak-tidak" ketus Holdie


"Apa kau mau menemaniku?" tanya Kimberly yang menatap ke arah Raymond


"Jika istriku ingin aku menemaninya mana mungkin aku menolak" jawab Raymond dengan menyubit wajah Kimberly dengan lembut


Malam hari


"Aaaaaaarrrggghhh" teriakan para pejalan kaki yang terlempar jauh oleh sesuatu


Brugh...


"Aagh" pekikan serentak beberapa pria itu yang tewas dengan mengeluarkan darah di mulutnya, akibat terlempar jauh dari ratusan meter


Dua pria asing tampak aneh membunuh setiap pejalan kaki yang ada di sekitarannya, dengan cara membanting dan melempar.


Di malam itu terjadi pembunuhan yang telah mengorbankan puluhan pejalan kaki yang lalu lalang, dua pria aneh itu membunuh orang dengan tanpa alasan dan tanpa sepatah katapun, mata dua pria aneh tampak berwarna merah api dan terdapat bekas luka bakar di wajah sebelah kiri, sedangkan yang satunya lagi terdapat bekas luka pisau di bagian wajah sebelah kanannya

__ADS_1


__ADS_2