Mystery

Mystery
Demon Dan Kimberly Kembali Bersatu


__ADS_3

Semua iblis api menjadi abu hanya dalam waktu sekejap.


"Inilah akibatnya jika kalian melawanku, tidak ada keselamatan untuk kalian, yang ada hanya kematian" kecam Demon.


"Demon, kau adalah raja api tapi kau malah melenyapkan mereka," bentak Diana.


"Bukan keinginanku untuk melenyapkan mereka, tapi karena kamu yang memaksaku," ketus Demon.


"Demon, bunuh saja aku sekalian!"


"Jika aku membunuhmu maka aku sudah menentang langit dan bumi, dirimu adalah tetua ku, aku bisa memutuskan hubungan denganmu, akan tetapi aku tidak bisa membunuhmu. hari ini sampai di sini saja. aku tidak mau terlibat denganmu lagi," kata Demon dengan tegas dan menghilang dari tempat itu.


Diana hanya bisa pasrah dengan sikap cucunya itu. ia harus menerima kenyataan bahwa anak buahnya yang tewas dan juga cucunya sudah memberontak.


"Anak ini lebih memilih kehidupan sebagai manusia biasa dari pada sebagai iblis, aku sudah kehilangan semuanya," batin Diana.


Demon kemudian muncul di kamar Kimberly. ia melihat istri dan sepasang kembar sedang tidur dengan pulas.


"Kimberly, maafkan aku sudah mengabaikanmu selama ini. selama ini aku hidup bebas. sementara dirimu harus menderita bersama anak-anak," batin Demon.


Demon berjalan menghampiri istrinya yang sedang tidur sambil memeluk Deberly. Demon duduk di tepi kasur dan mencium wajah istrinya dengan meneteskan air mata.


Karena merasakan tetesan air mata Kimberly terbangun dan membuka matanya. ia menoleh ke samping dan mendapati suaminya sedang berada di sisinya


"Demon...."


"Gadis nakal..."


Kimberly yang mendengar ucapan suaminya ia langsung berubah posisi duduk.


"Kamu memanggil aku apa?" tanya Kimberly dengan rasa tidak percaya.


"Gadis nakal," jawab Demon dengan mengeluarkan air mata.


"Apakah ingatanmu sudah pulih?"


"Iya, apakah kau masih ingin aku memasak udang saos untukmu?" tanya Demon dengan senyum.


"Akhirnya kau kembali padaku," ucap Kimberly dengan memeluk suaminya dengan erat.


"Maafkan aku, Kimberly. aku sudah mengabaikanmu selama lima tahun. dirimu sudah banyak menderita selama ini," ucap Demon yang memeluk istrinya dengan erat.

__ADS_1


"Kenapa kau bisa ingat denganku?"


"Aku bertemu dengan raja ular, dia memberitahuku bahwa aku memiliki seorang istri. dan aku juga bertemu dengan Wilson. dia memberitahu nama istriku. kemudian aku mencari kamera tersembunyi dan aku sudah melihat semuanya. Kimberly, mulai saat ini kita tidak akan berpisah lagi. kita akan menjalani hidup kita seperti dulu bersama anak-anak kita,"jelas Demon.


"Aku mengira kita tidak bisa bersama lagi, aku sangat merindukan mu selama ini. Debermon dan Deberly juga menunggumu dan selalu saja mencarimu," kata Kimberly yang melepaskan pelukannya.


"Kita akan merawat mereka bersama, menjalani hidup sederhana dan bahagia untuk selamanya," kata Demon dengan senyum dan mengecup dahi istrinya.


"Demon, terima kasih karena kembali padaku. selama ini aku selalu menunggumu."


"Terima kasih karena selalu setia padaku, kebahagiaan ku bisa bersamu lagi. mulai sekarang kita akan tinggal bersama," ucap Demon


"Bagaimana dengan nenek? dia sangat melarang kita bersama?"


"Dia tidak berhak melarang kita. ini adalah kebahagiaanku, dia bukan siapa-siapa," jawab Demon.


"Kimberly, dia mengancammu dengan mengunakan paman Sean. oleh sebab itu kau tidak berani mengakuiku di saat kita bertemu kembali."


"Saat di depan restoran nenek muncul di hadapanku sehingga aku harus menjaga jarak darimu, aku tidak ingin paman Sean dan Holdie dalam bahaya, dan aku hanya bisa menjauh darimu," jelas Kimberly.


"Aku mengerti, nenek juga menghilangkan ingatan Rico, Teddy dan lainnya tentangmu. oleh sebab itu mereka sudah tidak ingat tentangmu. dan hanya Wilson yang masih ingat denganmu, karena nenek tidak mengenalnya," ujar Demon.


"Apakah nenek akan menyakiti paman Sean lagi?"


"Paman," sebut Deberly dan Debermon yang baru bangun.


"Deberly, Debermon, kalian sudah bangun," ucap Demon.


"Paman, sudah begitu malam. tidur saja di sini ya!" kata Deberly.


"Kita akan pulang ke rumah kita dan tidur bersama, apa kalian mau?" tanya Demon dengan senyum.


"Kami tidur di rumah paman?" tanya Debermon.


"Deberly, Debermon, panggil papa. bukankah selama ini kalian sedang menunggu kepulangan papa? ini adalah papa kalian," kata Kimberly yang menatap ke arah Deberly dan Debermon.


"Mama, apa benar paman ini adalah papa kami?" tanya Debermon dengan merasa tidak percaya.


"Mama, apa benar, Ma?" tanya Deberly yang bangkit menghampiri orang tuanya.


"Benar, Deberly," jawab Kimberly dengan senyum.

__ADS_1


"Papa," panggil Deberly dan Debermon dengan serentak dan memeluk Demon dengan erat.


"Papa ke mana selama ini, kenapa tidak pulang mencari kami?" tanya Deberly.


"Kami selama ini menunggu kepulangan papa. Papa, jangan pergi lagi ya!"ujar Debermon.


"Maafkan papa, sayang. mulai hari ini kita akan hidup bersama dan tidak akan berpisah lagi," ucap Demon dengan mencium pipi putra dan putrinya.


Tidak lama kemudian Sean dan Holdie masuk ke kamar Kimberly.


Klek.


"Sudah malam kenapa kalian belum tidur?" tanya paman Sean.


"Kakek Paman, papa kami sudah pulang," ujar Deberly dan Debermon dengan serentak.


"Demon?" seru paman Sean dengan heran.


"Paman, Holdie," sapa Demon yang bangkit dari tempat duduknya.


"Apa yang sudah terjadi?" tanya paman Sean dengan penasaran.


Demon kemudian menjelaskan semua kejadian yang terjadi selama ini.


Setelah setengah jam kemudian. paman Sean dan Holdie duduk di sofa kamar bersama dengan Demon dan Kimberly.


"Akhirnya kau kembali juga, selama ini paman berharap kau bersama lagi dengan Kimberly dan anak-anak. Deberly dan Debermon selalu mencarimu. kini ingatanmu sudah pulih. dan nenek mu juga tidak bisa apa-apa lagi. dengan adanya dirimu di sini maka dia tidak akan ke sini lagi membawa Deberly dan Debermon pergi atau melukai Kimberly," kata paman Sean.


"Paman Sean, maaf. sudah melibatkanmu selama ini. aku tidak menyangka nenekku bisa melakukan hal seperti ini. dia tetap tega ingin menyakiti Deberly dan Debermon walau sudah mengetahui mereka adalah anakku," kata Demon yang sedang memangku Deberly.


"Papa, jangan tinggalkan kami lagi ya! kami tidak takut jika harus berhadapan dengan nenek itu.dia sangat keterlaluan," ujar Debermon.


"Debermon, bagaimanapun dia adalah tetuamu. jangan berkata seperti itu!" ucap Kimberly.


"Tapi dia sangat jahat, saat itu dia ingin membunuhku dan kakak," kata Deberly.


"Deberly, beri waktu untuk nenek ya, suatu saat nenek pasti akan berubah," bujuk Kimberly.


"Tapi aku takut dengan dia, aku tidak mau," jawab Deberly dengan memeluk Demon dengan erat.


"Deberly...."

__ADS_1


"Kimberly, tidak apa-apa, yang butuh waktu adalah anak kita. ini semua salah nenek. mereka menjadi trauma karena nenek melukai mereka dulu," kata Demon yang memegang tangan istrinya.


__ADS_2