Mystery

Mystery
Menaklukkan perasaan mu


__ADS_3

"Paman, lepaskan tanganmu!" teriak Kimberly.


"Hahahahaha...Kimberly..kau sangat hebat sekali," kata Holdie dengan tertawa.


"Kenapa kau tertawa?" tanya Kimberly dan paman Sean dengan serentak.


"Kau bertengkar dengan suamimu dan pulang ke sini, kau membalas dendam terhadap kepala ikan papaku dan bukan hanya itu telenan kayu yang baru di beli papa juga terbelah dua, dan sekarang kami harus makan masakan ala Kimberly yang sedang kurang waras," kata Holdie dengan tertawa tanpa berhenti.


"Apakah ada yang lucu?" tanya Kimberly dengan kesal


"Tentu saja lucu, hahahahaha."


"Kami harus makan kepala ikan yang sudah hancur dan di banjiri minyak goreng serta sayurannya yang unik. bahkan koki terkenal saja tidak pernah tumis kulit kentang dan wortel," jawab Holdie dengan sambil tertawa.


"Teman mu ini memang beda, dia adalah spesies langka," ujar paman Sean.


"Paman, jangan mengejekku dan cepat lepaskan tanganmu!" pinta Kimberly yang telinganya masih di tarik oleh paman Sean.


"Apa kau bisa makan semua masakan mu ini?"tanya paman Sean


"Paman dan Holdie saja yang makan!"jawab Kimberly.


"Kenapa, apa kau tidak berani makan? semua ini kau yang masak. jadi kau juga harus mencicipinya!"ujar paman Sean dengan sambil menahan emosi.


"Paman, bagaimana kalau kita beli makan di luar saja? aku yang traktir!" kata Kimberly.


"Tidak perlu buang duit! apakah ikannya masih ada?"


"Mungkin masih di kulkas, Paman."


"Apa kau yakin tidak kau buang?" tanya paman Sean.


"Kalau tidak di kulkas mungkin saja ikannya melompat ke tong sampah," jawab Kimberly dengan alasan.


"Ikan yang sudah mati mana mungkin bisa melompat ke tong sampah," jawab paman Sean dengan kesal.


"Paman, lepaskan tanganmu dulu! kita akan mencari sama-sama ikannya!"


"Tidak perlu cari lagi! dari awal aku sudah yakin jika ikan itu sudah berada di dalam tong sampah," jawab paman Sean.


"Paman rencana kapan baru melepaskan tanganmu? telingaku sakit."


"Kimberly, kau sangat hebat ya, bertengkar dengan suamimu kau menjadikan ikan ku sebagai pelampias kemarahan mu. kau sangat luar biasa!"

__ADS_1


"Paman, aku akan menebusnya dengan membeli ikan yang lebih besar untuk paman," jawab Kimberly.


"Tidak perlu! memangnya kau pintar memilih ikan?".


"Paman bisa mengajariku."


"Aku tidak memiliki banyak waktu harus mengajarimu semua nama ikan," jawab paman Sean dengan kesal.


"Paman, jangan marah lagi padaku! apa paman belum periksa rekening?"


"Apa maksudmu?"


"Aku sudah mentransfer sejumlah uang dari hasil jual rumah dan mobil milik Almost," jawab Kimberly.


"Sudah kau jual?" tanya Holdie yang bangkit dari tempat duduknya.


"Benar, sudah ku jual dan mereka sekarang hanya sisa perusahaan saja untuk menjadi tempat mereka bergantung," jawab Kimberly.


"Kimberly, kau benar-benar melakukan ini terhadap mereka?" tanya paman Sean.


"Iya, karena mereka sudah bersikap egois maka aku juga tidak akan lembut dengan mereka," jawab Kimberly.


"Paman, coba cek saldomu!"


"I-ini?"


"Paman, jangan bekerja lagi! nikmati saja sisa-sisa hidupmu dengan tenang! bawalah Holdie pergi berjalan ke mana pun yang kalian suka. dengan uang ini paman cukup untuk pakai selamanya," kata Kimberly.


"Kimberly, kenapa kau tidak mengunakan uang itu dan malah mengirim ke rekening papaku?"tanya Holdie.


"Aku masih muda dan sudah menikah, lagi pula selama ini aku juga tinggal bersama kalian, biaya yang paman keluarkan untuk aku juga tidak sedikit," jawab Kimberly.


"Kimberly, paman tahu kau sangat berbakti, tapi apakah kau tidak ingin simpan untuk tabunganmu? uang ini sangat banyak. lagi pula paman sudah tua tidak butuh begitu banyak uang juga," kata paman Sean.


"Paman, jangan berkata begitu! paman gunakan saja uangnya sesuka hatimu! atau kalau paman merasa kesepian paman juga bisa menikahi istri baru lagi!" ujar Kimberly.


"Perkataan seperti apa itu? paman mu ini sudah tua, tidak memikirkan hal itu lagi. kau dan Holdie sudah dewasa dan paman sudah tidak perlu khawatir," kata paman Sean.


"Paman, sudah saatnya pensiun jangan bekerja susah payah lagi! lagi pula paman tidak sendiri. paman masih ada aku dan Holdie yang bisa menjaga paman," kata Kimberly.


"Kimberly, kau harus menjaga keluargamu! Raymond adalah pria yang baik dan setia. percayalah padanya apapun yang terjadi. jangan menjauh saat kalian bertengkar. pertengkaran akan terjadi di setiap pernikahan, itu adalah perkara biasa. dan hanya tergantung pada kalian bagaimana cara menjalaninya," bujuk paman Sean.


"Iya, akan ku ingat kata-kata paman," jawab Kimberly.

__ADS_1


"Paman, kenapa kata-kata paman agak aneh?"


"Aneh di bagian mana?"tanya paman Sean.


"Seperti pesanan terakhir saja," jawab Kimberly dengan ceplas ceplos.


"Kau ini....."ucap paman Sean dengan menahan emosinya.


"Aku tidak berani membayangkan apakah keluarga Almost akan mengila karena ulahmu," ucap Holdie.


"Sikap mereka begitu serakah dari dulu, dan kali ini semua yang mereka hadapi adalah karma. mereka telah meninggalkan Kimberly dari sejak kecil. dan siapa sangka kalau mereka akan mengalami hal seperti ini karena pembalasan dari Kimberly. ini adalah karma dia yang meninggalkan anak kandungnya sendiri," ucap paman Sean.


"Aku tidak sabar ingin melihat bagaimana reaksi mereka!" ujar Holdie dengan tertawa.


"Aku yakin mereka pasti datang ke sini mencari Kimberly," jawab paman Sean.


"Biarkan saja! kalau dia datang aku akan menghadapinya sendiri. aku ingin melihat mereka ingin mengunakan cara apa untuk melawanku," ujar Kimberly.


"Kimberly, uang yang kamu kirim itu seharusnya milikmu. karna kamu mendapatkan aset mereka dengan usaha mu sendiri. oleh karena itu uangnya harus menjadi milik mu," ujar paman Sean.


"Paman, anggap saja aku sedang membalas budi baikmu. maka terima saja uangnya!" jawab Kimberly.


"Tapi itu..."


"Sudah! ini adalah keputusanku. dan paman jangan membantah lagi!" kata Kimberly.


"Kimberly, malam ini kami belum makan, lalu bagaimana dengan menu spesial mu itu?" tanya Holdie dengan tertawa.


"Itu...maaf, aku sudah mengacaukan makan malam kalian," ucap Kimberly.


"Begini saja..malam ini biar aku yang memasak dan kalian berdua membantuku menyiapkan bahannya!"


"Baiklah," jawab Kimberly dan Holdie dengan serentak.


Mansion Demon.


Sore hari Demon kembali ke rumahnya. saat ia melangkah masuk ke dalam rumah ia menuju ke kamar untuk menemui istrinya. akan tetapi ia mendapati istrinya tidak berada di rumah.


"Gadis nakal ini apakah dia masih marah dan tidak ingin pulang?" gumam Demon.


Demon lalu melepaskan dasinya dan melipat lengan kemeja panjangnya, kemudian ia menuju ke dapur dan mengeluarkan sesuatu yang ingin dia masak.


"Beginilah jika istriku sedang marah, dia pasti akan melakukan hal konyol lagi. jika tidak bersembunyi di bawah tempat tidur maka dia pasti akan duduk di atas pohon sambil memeluk tiang lampu," ucap Demon yang sedang sibuk dengan tangannya.

__ADS_1


"Aku tidak percaya dengan cara ini aku tidak bisa menaklukkan perasaan mu yang sedang marah itu," batin Demon


__ADS_2