
"Aku juga butuh kesenangan sendiri, aku tidak melakukan kesalahan sama sekali!" ketus Alex dengan tegas.
"Benar katamu! jika kau bisa melakukan seperti itu maka aku juga bisa melakukannya," balas Cecilia.
"Apa maksudmu?" tanya Alex.
"Maksudku adalah karena kau bisa berpaling demi kepuasan, aku juga bisa melakukan hal yang sama," jawab Cecilia.
"Ada benarnya apa yang dia katakan!" ucap Kimberly sambil menjentik jari.
"Apa maksudmu?" tanya Raymond dengan tatapan tajam.
"Alex, kau ingin menikah lagi, bukan? lakukan saja. aku juga bisa mencari pria muda untuk kebutuhanku," ketus Cecilia.
"Kau hanya akan memalukan keluarga," bentak Alex.
"Jika kau bisa aku juga bisa! kau butuh wanita muda, dan aku juga butuh pria yang masih muda," jawab Cecilia.
"Ide bagus! ini bisa di jadikan ilmu!" ucap Kimberly.
"Apa kau bisa diam?" tanya Raymond dengan menahan kesal.
"Cecilia, kau...?"ucap Alex yang terpotong.
"Kenapa, kau bisa melakukannya kenapa aku tidak bisa. jangan karena kau adalah pria makanya kau merasa hanya kau saja yang layak melakukan ini, aku juga bisa. aku membutuhkan kesenangan juga. di saat suamiku sudah tidak larat makanya aku bisa mencari pria muda yang masih kuat!" jawab Cecilia dengan kesal.
"Setelah tiga puluh tahun kemudian aku sudah tua, tapi aku masih awet muda, dan di saat itu pasti masih banyak pria muda yang bisa ku cari!" gumam Kimberly.
"Coba saja kalau kau berani melakukannya!" kecam Raymond dengan tatapan yang ingin menelan istrinya hidup-hidup.
"Cecilia, kalau kau melakukannya aku akan menceraikan mu!" bentak Alex.
"Silakan segera melakukannya! aku juga tidak sabar lagi dan juga tidak mau melihatmu tidur di sampingku, karena kehadiranmu hanya membuatku jijik!" ketus Cecilia.
"Aku pasti akan melakukannya!" bentak Alex.
"Aku akan menunggu pengacaramu," jawab Cecillia.
Mendengar pertengkaran yang tiada henti Simon bangkit dari tempat duduknya dengan sambil berkata," Ma, Pa, kalian sudah lama menikah. hanya karena ada selingkuhan di luar kalian harus bercerai, apakah ini namanya mencintai keluarga?"
"Aku tidak setuju penceraian ini! kami sudah dewasa dan sekarang kalian ingin pisah jalan, apa kalian masih waras!" ketus Jacky dengan kesal.
__ADS_1
"Pa, tidak apa jika hanya bermain, tapi kenapa harus menikahinya? apakah dia lebih penting dari pada istri sendiri?" kata Simon dengan merasa kesal.
"Kalian tidak akan mengerti!" jawab Alex.
"Memang sotong tua yang tidak bisa jinak!" ketus Kimberly.
"Apa maksudmu dan kenapa hari ini kau datang lagi?" tanya Alex dengan menatap ke arah Kimberly dengan kesal.
"Aku hadir hanya ingin memberi hadiah untukmu, Pa!" jawab Kimberly dengan santai.
"Aku tidak butuh hadiah kalian, pulang sana!" bentak Alex.
"Alex Martinez, aku tidak peduli kau ingin bersama dengan wanita manapun. bagi ku sudah tidak penting. dan aku ingin kau bagi harta sebanyak tujuh puluh persen dan kau tiga puluh persen!" kata Cecilia.
"Ide bagus, dapat harta dan bisa ganti suami!" ucap Kimberly.
"Apa kau ingin mengikuti jejaknya?" tanya Raymond dengan tatapan kesal.
"Kalau aku mau sembilan koma sembilan persen hartamu," jawab Kimberly.
"Selagi aku masih hidup kau jangan berharap bisa bersama pria lain," kata Raymond dengan menahan emosi.
"Kau sangat serakah! aku tidak bisa memberikan sebanyak itu padamu!" bentak Alex dengan menatap ke arah Cecilia.
"Ini tidak ada hubungan denganmu!" ketus Alex dengan menatap ke arah Kimberly.
"Aku tidak peduli kau setuju atau tidak! yang jelas kau harus serahkan tujuh puluh persen untukku," tegas Cecilia.
"Bibi, ini ide yang bagus. aku mendukungmu. bibi bisa mencari pria muda yang tampan dan kuat di ranjang," ucap Kimberly dengan sengaja.
"Apa kau bisa diam!" bentak Alex dengan kesal.
"Papa, jangan marah! papa sendiri sudah meniduri wanita lain dari pagi dan malam, jadi bibi juga bisa melakukan hal yang sama. bibi juga bisa mencari pria muda yang sanggup melakukannya dari pagi hingga malam," kata Kimberly.
"Di sini tidak ada urusan kalian, pergi!" ketus Alex
"Kami ingin berada di sini, jadi kalian lanjutkan saja dengan permasalahan kalian," ujar Raymond yang memegang tangan istrinya dan duduk di sofa.
"Jangan membuang waktu! lakukan saja sekarang! setelah itu kau boleh keluar kemana pun kau inginkan. dan rumah ini akan menjadi milikku!" ketus Cecilia dengan menatap kesal.
"Aku tidak setuju!" seru Jacky.
__ADS_1
"Aku juga!" lanjut Simon.
"Kalian sudah dewasa, suatu saat kalian pasti akan mengerti kebutuhan papa. kita sama-sama pria dan tentu saja ingin kesenangan. setelah kalian mengalaminya maka kalian akan mengerti semua ini," ucap Alex.
"Iya, pria memang brengs*k! walau sudah tua masih saja mencari lobang buaya, dan sotongnya juga tidak berguna. mudah-mudahnya saja sotongnya di sambar petir," ketus Kimberly.
"Apa kau bisa diam!" ketus Alex.
"Papa, jangan salahkan aku, aku hanya ingin mengatakan sesuatu, lobang buaya yang papa suka itu adalah siluman. jadi, lebih baik papa pergi periksa ke dokter untuk memastikan apa sotongnya masih utuh!" jawab Kimberly.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu!" ketus Alex.
"Pa, tidak usah dengarkan dia! kami hanya tidak mau kalian berpisah karena pihak ketiga," ujar Jacky
"Andaikan kalian cerai, maka aku akan sangat kecewa!" ucap Simon.
"Panggil pengacara sekarang juga!" tegas Cecilia.
"Ma, jangan pernah melakukan itu!" ucap Jacky.
"Mama tidak butuh pria yang tidak kuat di atas ranjang. jadi, jika dia memilih wanita itu lebih baik dia pergi saja!" jawab Cecilia.
"Wanita yang di selingkuhi ternyata menjadi lebih hebat!" gumam Kimberly.
"Apa yang kau katakan?" tanya Raymond.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, di dunia ini begitu banyak pria kenapa dia hanya memilih pak tua itu," jawab Kimberly.
"Kimberly, kau sangat tidak sopan!" ketus Alex.
"Papa yang melakukan kesalahan kenapa aku yang di salahkan? lagi pula bukankah papa sangat menikmati dengan wanita itu,kan? sehingga papa dan wanita itu mengerang selama berjam-jam lamanya, apakah karena bibi tidak sanggup makanya papa melakukan hal seperti ini?"ujar Kimberly dengan sengaja.
"APA KAU BISA DIAM!" bentak Alex, Cecilia, Simon dan Jacky
"Kimberly, bukankah kau ingin mengeluarkan rekamannya!" ujar Raymond yang sedang duduk di samping istrinya.
"Hah...iya, jika kalian ingin tahu kehebatan papa maka kalian harus menonton rekaman ini, dan untuk bibi mungkin bisa belajar dari wanita cantik itu, dia mampu membuat sotong papa bergerak terus," kata Kimberly dengan ceplas ceplos
"Apa kau bisa diam atau tidak!" bentak Cecilia.
"Bibi, jangan marah dulu. jika bibi melihat wanita ini aku yakin bibi pasti iri. atau kalau bibi mau berlatih bisa juga,"kata Kimberly.
__ADS_1
"Raymond, bawa dia pergi!" teriak Cecilia dengan kesal.
"Kami akan pergi setelah memperlihatkan sebuah rekaman," ujar Raymond.