
Setelah beberapa saat kemudian Kimberly akhirnya sadarkan diri, ia melihat suaminya yang sedang tersenyum padanya
"Raymond, apa yang sudah terjadi, kenapa aku bisa berada di sini?" tanya Kimberly yang berubah posisi dan duduk berhadapan dengan suaminya
"Apa kamu tahu, kamu di bawa pergi oleh beberapa pria asing dan aku berhasil membawamu kembali" jawab Raymond yang langsung memeluk istrinya
"Apa aku di culik?" tanya kimberly yang di dalam pelukan suaminya
"Iya, mereka ingin menculikmu karena ingin melawanku" jawab Raymond
"Aku sudah mengingatnya, ada yang datang menekan bel dan aku membuka pintu, kemudian mereka menutup mulutku, dan aku tidak tahu apa-apa lagi" kata Kimberly yang melepaskan pelukannya
"Iya, mereka membawamu, dan untung saja aku bisa mendapatkanmu kembali" jawab Raymond dengan mencium bibir istrinya
"Raymond, hari ini aku tidak mau keluar, apa bisa kita di rumah saja?" tanya Kimberly dengan melepaskan ciumannya
"Tentu bisa, jika ini keinginanmu, aku akan menemani mu" jawab Raymond dengan senyum
"Tapi, di mana mereka yang menculikku itu?"
"Mereka sudah ku beri pelajaran, mereka tidak akan bisa lagi membawamu pergi" jawab Raymond
"Apa kamu sudah mengetahui siapa pelaku utamanya?"
"Tentu! aku sudah tahu semuanya" jawab Raymond yang memeluk istrinya lagi
"Siapapun tidak akan bisa membawamu pergi dariku"batin Raymond
Sore hari
Raymond membawa penculik itu ke sebuah rumah mewah, karena dalang utamanya adalah penghuni di rumah mewah itu
Raymond menarik lengan penculik itu melangkah masuk ke dalam rumah untuk menjumpai pelaku utamanya
"Katakan siapa orang yang membayarmu?" tanya Raymond yang menarik penculik itu di hadapan sekeluarga yang berkumpul di sana
"Raymond, apa yang kau lakukan di sini? di sini sudah tidak menyambutmu" tanya Alex yang bangkit dari tempat duduknya
Kemunculan Raymond bersama penculik itu membuat keluarga Martinez merasa aneh dan penasaran. iya, karena dalang utamanya adalah salah satu dari keluarga Martinez.
"Alex Martinez, jangan mengkhayal jika aku menyukai rumahmu ini, hari ini aku muncul di sini karena ada yang ingin ku selesaikan" ketus Raymond
"Katakan, yang mana memberimu uang untuk menculik istriku?" tanya Raymond yang mendorong penculik itu dengan kasar sehingga membuatnya terkapar di lantai
"Dia" jawabnya yang menunjukan ke arah Jacky yang sedang duduk di sofanya
"Kau jangan sembarangan, aku tidak mengenalmu sama sekali" bantah Jacky yang bangkit dari tempat duduknya
__ADS_1
"Raymond, kau jangan selalu mencari masalah dengan adik-adikmu, aku tahu kau merasa iri pada adikmu kan?" bentak Cecilia
"Dasar wanita kampungan! untuk apa aku harus merasa iri pada anak-anakmu yang tidak berguna sama sekali? seharian kerja mereka hanya makan tidur dan berfoya-foya, mereka tidak berguna sama sepertimu" ketus Raymond dengan menghina
"Kau jangan keterlaluan, Raymond" teriak Cecillia
"Cepat pergi sana, sini tidak menyambutmu" bentak Alex dengan nada tinggi
"Hahahahaah...apa kamu mengira aku ingin pulang ke sini? sini adalah keluarga yang tidak punya harga diri, dari dulu hingga sekarang" ucap Raymond dengan menghina
"Setelah keluar dan kini kembali hanya ingin membuat keributan. Raymond, kau jangan lupa bahwa namamu itu masih Martinez" ketus Simon
"Martinez? lalu, kenapa dengan nama Martinez? apa yang perlu di banggakan dengan nama ini?" tanya Raymond dengan senyum sinis
"Hari ini aku tidak ingin basa basi dengan manusia seperti kalian, aku hanya datang menemui pelaku penculikan istriku" ketus Raymond sambil berjalan menghampiri Jacky
"Aku tidak melakukan apapun, jangan sembarangan menuduhku" bantah Jacky
"Dia memberi kami uang, untuk menculik istrimu, untuk mengancammu dengan berniat ingin merebut semua saham Sea World Group" kata penculik itu
"Kau berbohong, aku tidak mengenalmu" bentak Jacky dengan menatap ke arah penculik itu
Raymond menghampiri Jacky dan langsung mengcengkeram leher adiknya itu
"Aaaarrgggghhh" jeritan Jacky yang merasa sakit di lehernya
"Menculik istriku? kau berani sekali menyentuhnya" bentak Raymond dengan kesal dan lalu melempar Jacky sehingga mengenai lemari hiasan di ruang tamu itu
BRAK...
"Aaaarrrgghhh" jerit Jacky yang merasa sakit dan kemudian terhempas ke lantai
BRUK...
"kau kurang ajar" teriak Cecilia yang mendorong dan memukul tubuh Raymond
"Dasar jal*ng" ketus Raymond yang mendorong wanita itu sehingga terkapar di lantai
BRUGH..
"Aaaarrrrghhh" jeritan Cecilia yang merasa kesakitan
"Anak durhaka" bentak Alex yang ingin melayangkan tamparan ke wajah Raymond
"Ingin menamparku, apa kau layak?" tanya Raymond yang menahan tangannya ayahnya itu
"Raymond, kau jangan sembarangan, dia adalah ayahmu" teriak Simon
__ADS_1
"Dia bukan ayahku, dia hanya manusia paling licik di dunia ini" ketus Raymond yang langsung mengcengkeram leher Alex dan membantingnya ke lantai
BRUGH...
"Aargghhh" pekikan Alex yang kesakitan
Simon yang melihat sikap Raymond merasa terkejut dan cemas, karena kakaknya itu tidak ragu menyakiti ayahnya sendiri
Raymond berjalan menghampiri Jacky yang terkapar di lantai, lalu ia mengenggam erat bagian tengkuknya dan kemudian mengangkat dan menghentakkan ke lemari hias itu
BRAK...
"Aaaaarrrghhh" teriak Jacky yang kesakitan
"Demi saham di perusahaan kau ingin menyentuh istriku? kau benar-benar ingin cari mati" ketus Raymond dengan kesal
"Aku tidak melakukannya, kau menuduhku, aku akan menuntutmu" bantah Jacky yang tidak mau mengaku
"Menuntutku? lakukan saja jika kau masih memiliki kesempatan ini" jawab Raymond dengan senyum sinis
"Jangan sembarangan membuat keributan di sini" bentak Simon yang menghampiri Raymond
"Kalian semua sama-sama baj*ngan" bentak Raymond yang membalikkan badannya dan langsung melayangkan pukulan mengenai tubuh Simon sehingga membuat adiknya itu terlempar jauh
BRUK
"Aaaaarrrggghhh" Teriakan Simon yang terlempar dan kemudian terhempas ke lantai
Raymond yang merasa kesal atas perbuatan Jacky ia pun langsung melayangkan tamparan mengenai wajah adiknya itu
PLAK....
Tamparan kuat yang di lakukan oleh Raymond mengenai wajah Jacky sehingga menanggalkan kulit wajahnya
"Aaaarrgggghhh" jeritan Jacky yang memegang wajahnya yang sakit itu
"Panaaaaas" pekiknya yang merasa kesakitan yang luar biasa
Kulit wajah Jacky tanggal sehingga menampakan kemerahan bagian dalamnya, mengeluarkan darah yang banyak sehingga mengotori bajunya
Alex, Cecilia dan Simon yang masih tergeletak di lantai sana, melihat luka yang di alami oleh Jacky membuat mereka merasa ketakutan dan gemetaran. bagaimana tidak, hanya tamparan dari Raymond sudah bisa menanggalkan kulit bagian luar wajah Jacky
Jacky menangis karena kesakitan yang luar biasa dia alami, sehingga terduduk di lantai sambil melihat tangannya yang bersimbah darah akibat mengenai darah dari wajahnya itu
"Jacky Martinez, ini peringatan terakhir untukmu, jika saja terjadi sekali lagi, maka aku tidak akan ragu untuk mencabut nyawamu" kata Raymond dengan mengancam
"Alex Martinez, kau harus ingat satu hal. kau ingin merebut posisi di Sea World Group? kau tidak layak sama sekali, karena aku adalah pemegang saham terbesar di sana, jangan memaksaku melakukan hal yang di luar batas terhadapmu" kecam Raymond
__ADS_1