
"Kau sangat kurang ajar!" bentak Diana yang ingin melayangkan tangannya ke wajah Kimberly.
"Nenek," panggilan Demon yang berjalan menghampiri neneknya.
"Demon," sahut Diana yang menurunkan tangannya.
"Nenek, apa yang kamu lakukan?" tanya Demon dengan heran.
"Demon, nenek hanya ucap berapa kata saja istrimu sudah melawan nenek, dan karena emosi makanya nenek ingin menamparnya," jawab Diana dengan berpura-pura sedih.
"Kimberly, maafkan nenek ya, tadi nenek tidak sengaja ingin menamparmu," ucap Diana dengan berpura-pura.
"Ingin berakting di hadapan Demon," batin Kimberly
"Nenek, jangan salahkan diri sendiri. nenek tidak bersalah sama sekali. akulah bersalah sebenarnya apa yang di katakan nenek adalah benar. tapi aku malah tidak menerimanya dan juga melawan nenek ini salahku. nenek jangan salahkan aku ya?" ujar Kimberly dengan sengaja.
"Kimberly, ada apa sebenarnya? apa yang nenek katakan?" tanya Demon.
"Tidak ada, Demon. hanya masalah kecil saja," jawab Diana dengan memotong percakapan cucunya.
"Demon, nenek sangat menyayangimu. dan hanya ingin aku pergi agar kau bisa menikahi wanita iblis api, dan setelah itu kau bisa memiliki banyak anak kalau kau memiliki banyak istri. karena aku tidak bisa menerima dan melawan nenek, oleh sebab itu nenek marah padaku. nenek tidak bersalah dia hanya mencintaimu. seharusnya aku yang mengalah dan bukan melawannya," jelas Kimberly dengan berpura-pura.
"Nenek, apakah yang di katakan Kimberly adalah benar?" tanya Demon dengan menahan emosi.
"Ini...." jawab Diana dengan merasa cemas.
"Demon, mungkin aku pergi saja, nenek juga sudah tua dan sangat ingin mengendong anakmu. jika kau tidak segera memiliki keturunan aku hanya khawatir jika nenek tiba-tiba pergi aku akan merasa bersalah," ucap Kimberly
"Dasar wanita ini malah menyumpahku" batin Diana.
"Nenek, Kimberly adalah istri pilihanku sendiri, aku tidak akan menikah dengan yang lain. aku tegaskan untuk terakhir kali. aku hanya inginkan anak yang dilahirkan oleh Kimberly," jelas Demon dengan tegas.
"Nenek hanya bercanda saja tidak serius juga, selama ini nenek juga tidak melarang jika Kimberly menjadi ratu," ucap Diana.
"Demon, jangan salahkan nenek lagi! ini salahku karena aku belum melahirkan anak untukmu, jadi wajar kalau nenek merasa tidak tenang," ujar Kimberly.
"Kimberly, mari kita pulang!" ajak Demon dengan merangkul istrinya dan melangkah keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Kurang ajar sekali gadis ini," ketus Diana yang merasa kesal.
Mansion Demon
"Aaarghhh...." teriakan Kimberly menembus keluar kamar.
"Kenapa kau menarik hidungku lagi?" tanya Kimberly yang sedang duduk di ujung kasur.
"Kau dan nenek sangat pintar berakting, sama-sama saling mengalah di depan ku," ujar Demon dengan senyum.
"Jangan salahkan aku! nenek yang mulai duluan, dan jika bukan karena kamu muncul di saat itu dia pasti sudah menamparku," jawab Kimberly.
"Apa mungkin kau akan membiarkan dia menamparmu?"
"Tentu saja tidak! di dunia ini tidak ada yang berhak menamparku!" jawab Kimberly dengan tegas.
"Istriku yang pintar, aku juga tidak akan membiarkan siapapun yang menyentuh wajahmu ini. karena semua yang ada di tubuhmu adalah milikku," ucap Demon yang mendorong istrinya berbaring di kasur dan mencium bibirnya.
Sesaat kemudian Demon melepaskan ciumannya.
"Ibu? apa kamu sudah mengizinkan ku untuk melahirkan?" tanya Kimberly yang berada di bawah suaminya.
"Tentu saja! mutiara api tidak berada di dalam tubuhmu, jika kau bersedia maka kita akan melakukannya malam ini. jika kau belum bersedia maka kita akan melakukannya saat mutiara api sudah stabil," kata Demon.
"Aku bersedia melahirkan anak untuk mu. bahkan bukan hanya satu saja, aku ingin memiliki banyak anak," jawab Kimberly dengan semangat.
"Melahirkan tidak semudah itu, sayang. aku masih ingat saat aku mendengar teriakan selir ayahku. mereka kesakitan sekali selama proses persalinan. setiap tahun selir ayahku pasti melahirkan anak hanya untuk mendapatkan banyak keturunan," jelas Demon.
"Bukankah usia iblis sangat panjang kenapa harus setiap tahun?"
"Karena ayahku sangat menyukai anak-anak. sehingga semua selirnya harus melahirkan untuknya,"jawab Demon.
"Ternyata begitu! lalu, aku harus berapa lama sekali untuk melahirkan?"
"Kimberly, kita akan memiliki seorang anak dulu. setelah dia sudah dewasa kita baru melahirkan lagi," jawab Demon dengan senyum.
"Baiklah, semua dengar katamu saja!" ujar Kimberly yang mencium bibir suaminya dan saling berpelukan.
__ADS_1
Tengah malam.
Demon yang sudah ketiduran membuka matanya dan bangkit serta mengenakan pakaiannya yang berserak di lantai yang di lemparnya saat sedang bercinta dengan istrinya tadi. setelah selesai berpakaian ia pun langsung menghilang.
Ia muncul di tepi pantai sedang melihat air laut yang sedang berputar sehingga naik mencapai ratusan meter ketinggiannya. air laut tersebut terlihat seperti angin pu.ting beliung yang sedang berputar-putar di tengah-tengah lautan sana. putaran air itu berpindah posisi tidak tahu apa sebabnya.
Demon langsung menghilang dan menghampiri putaran air itu, ia pun langsung masuk ke dalam laut yang sedang terjadinya putaran yang sangat kuat.
Saat di dalam air ia mengunakan mata api untuk melihat kondisi dalam sana. ia melihat putaran air yang dari arah lain datang menyerangnya, tubuh Demon berada di dalam putaran air tersebut. niat iblis air adalah ingin membuat lawannya kehabisan nafas. Demon yang berada di dalam putaran air mengeluarkan kekuatan dengan cahaya api dari dalam tubuhnya..
Kelihatan cahaya merah dari air yang sedang berputar itu selama beberapa menit. dan tidak lama kemudian putaran air itu terpecah dan kembali menjadi normal seperti biasa, Demon pun langsung keluar dari laut dengan kekuatannya dan berdiri di atas udara.
"Iblis air, keluarlah! aku sedang menunggumu di sini!" teriak Demon yang berada di udara sambil melihat ke bawah sana.
Tidak ada reaksi selama Demon memanggilnya, air kembali tenang seperti semula.
"Aku tahu kau ada di dalam sana, selagi ada aku jangan berharap kau bisa sesuka hati," kata Demon dengan nada tinggi.
Tidak lama kemudian Demon menghilang dan kembali ke rumahnya.
Keesokan harinya.
Kimberly yang sedang berjalan sambil melihat barang-barang yang ingin dia beli di toko pinggir jalan itu. dan di saat yang sama Almost yang tidak jauh jaraknya dengan Kimberly, ia menghentikan langkahnya saat melihat putri bungsunya itu yang ada di depan matanya.
"Lolipop..?"
Kimberly sedang fokus melihat barang yang ingin dia beli sehingga tidak menyadari jika Almost sedang menghampirinya.
"Lolipop..." teriak Almost yang berjalan menghampiri Kimberly.
"Lolipop..."
Mendengar suara panggilan, Kimberly menoleh ke arah suara itu berada.
"Lolipop..." panggil Almost yang menghampiri Kimberly
"Kenapa dia ada di sini?" gumam Kimberly yang menatap kesal.
__ADS_1