Mystery

Mystery
Demon Vs Iblis Api


__ADS_3

"Anak papa yang pintar," ucap Demon pada dua buah hatinya.


"Kondisi sekarang ada baiknya kita jangan keluar dulu ya! di luar kabutnya sangat tebal. kita tunggu saja kebakaran hutan berhasil di padamkan!" kata Kimberly yang menyentuh kepala putra putrinya.


"Iya, Ma," jawab mereka dengan menurut.


"Papa, Mama, tapi kami ingin belajar menulis dulu sebelum mulai sekolah!" pinta Debermon.


"Papa memiliki banyak waktu, dan papa akan mengajari kalian," jawab Demon dengan senyum.


"Hore....papa akan mengajar kita," teriak Deberly dengan kegirangan sambil memeluk kakaknya.


"Mari kita ke kamar dan belajar bersama!" ajak Kimberly yang mengendong putranya. sementara Demon mengendong putrinya.


Mereka berjalan bersama menuju ke ke kamar, Kimberly mengeluarkan buku-buku tulisan untuk si kembar belajar menulis.


Debermon dan Deberly bisa begitu cepat menguasai semua tulisannya. tidak butuh lama si kembar mampu mengingat semua ajaran orang tuanya.


Setelah satu jam kemudian.


"Hore...aku sudah bisa ingat semuanya," teriak Deberly yang kegirangan.


"Aku juga sama," lanjut Debermon dengan merasa gembira.


"Anak papa sangat pintar sekali," ucap Demon dengan mencium putra dan putrinya.


"Kesayangan mama, kalian sangat cepat menguasai tulisan dan hurufnya," kata Kimberly yang mencium putra dan putrinya.


"Karena kami adalah anak papa dan mama," jawab Deberly dan Debermon. dengan serentak.


"Pintar," ucap Demon dan Kimberly dengan serentak.


Di sisi lain Wilson yang kehilangan tempat tinggal dan uang ia menuju ke rumah yang di tempati oleh Demon dulu. ia tidak mengetahui jika atasannya itu telah pindah.


Tuk...tuk...tuk...tuk...


Ketukan pintu yang di lakukan olehnya. karena tidak ada jawaban dia pun melakukan berulang kali.


Tuk...tuk...tuk...tuk...


"Bos, aku adalah Wilson, apakah bos masih tinggal di sini?" teriak Wilson yang sambil mengetuk pintunya.


Tuk...tuk...tuk...tuk...

__ADS_1


"Kenapa tidak ada yang jawab? apakah sudah pindah? eh iya...baru ingat, bukankah kemarin juga sudah tinggal di sini? ke mana mereka pindah? huff....ke mana aku harus meminjam uangnya? tidak mungkin aku mengunakan uang perusahaan. itu adalah uang bos," gumam Wilson.


Wilson lalu melangkah pergi entah ke arah mana, dia kehilangan mobil serta semua barang miliknya. sakunya sama sekali tidak memiliki sepersen uang pun. tidak bisa menghubungi siapapun karena handphonenya ikut ludes terbakar.


"Sia.lan, kenapa nasibku bisa begitu malang? dasar api kurang ajar yang selalu saja meresahkan semua orang," ketus Wilson dengan kesal.


"Banyak sekali kabut asapnya, tidak tahu kapan baru bisa padam api di hutan itu," ocehan Wilson tanpa berhenti.


Tidak lama kemudian Demon tiba-tiba muncul dari belakangnya.


"Wilson," seru Demon yang wajahnya berubah menjadi Raymond.


"Tuan, akhirnya kau muncul, aku sedang mencarimu. Tuan, datang dari mana?" tanya Wilson yang merasa heran dan melihat ke kiri dan ke kanan.


"Kamu tidak perlu bertanya, apa kamu sedang mencariku?"


"Iya, Tuan, rumahku ludes semua habis tak tersisa. bahkan koin saja aku tidak sempat membawa keluar. aku ingin meminta bantuan Anda," jawab Wilson.


"Katakan saja! ada apa?"


"Tuan, aku ingin meminjam uang untuk menyewa rumah biasa, setelah akhir bulan aku akan membayar hutangku," jawab Wilson.


"Bukankah kau sedang mengurus Sea World Group? kenapa bisa tidak memiliki sepersen uang pun?"


"Tuan, Sea World Group bukan perusahaan ku, itu adalah milik Anda. aku mana boleh mengunakan uangnya," jawab Wilson.


"Tapi, Tuan aku...."


"Sudah! jangan membantah lagi! kau sudah kaya dari awal, hanya saja kau tidak sadar," ucap Demon dengan menepuk pundak mantan asistennya itu.


"Tuan, kenapa Anda tidak mau mengurus Sea World Group?"


"Karena Sea World Group bukan milikku, makanya aku menyerahkan padamu,"jawab Demon.


"Sudahlah! jangan di pikirkan lagi!" ucap Demon yang langsung menghilang dari hadapan Wilson.


Wilson yang melihat mantan bosnya yang tiba-tiba menghilang merasa terkejut dan langsung tidak sadarkan diri


Bruk...


Hentakan tubuh Wilson yang tergeletak tidak bergerak.


"Dasar tidak berguna," gumam Demon yang muncul kembali.

__ADS_1


Demon mengangkat Wilson dan menghilang menuju ke rumah sakit.


Di sisi lain puluhan helikopter sedang menyirami hutan yang apinya semakin menyebar luas. mobil pemadam kebakaran bekerja selama dua puluh empat jam tanpa berhenti. api yang terkena air bukannya padam malah semakin membesar. para petugas kesulitan dan juga kewalahan akibat asap tebal yang menganggu pandangan mereka


Saat di siram api itu mengeluarkan wajahnya yang mirip seperti makhluk yang menakutkan. para petugas yang melihat wajah api itu merasa heran dan dan lalu menyemprot air ke arahnya. akan tetapi bukannya padam melainkan semakin membesar sehingga mengenai para petugas pemadam kebakaran.


"Aaarrghhh...." teriakan petugas yang terbakar.


"Aaarrghhh...."


Rekan lainnya menyemprot ke tubuh temannya akan tetapi tidak mempan dan malah semakin besar apinya.


"Aaarrghhh...."teriakan petugas yang di lalap oleh api.


Tidak lama kemudian mereka yang terbakar tewas hingga menjadi abu dan sisa tulang. sedangkan petugas mereka yang masih hidup berusaha berlari menyelamatkan diri.


Api besar itu mengejar mereka dan hanya beberapa detik mereka ikut menjadi korban, serta mobil pemadam kebakaran juga meledak akibat kebakaran itu.


Duar...duar...duar...duar...duar...


Puluhan mobil yang meledak serta para pasukan damkar tewas tak tersisa dalam bertugas.


Keeesokan harinya.


Berita kebakaran kembali mengejutkan para masyarakat. beberapa petugas harus ikut terkorban akibat gagal keluar dari kobaran api tersebut. tentu saja kejadian ini meresahkan para masyarakat yang merasa mulai terancam tinggal di kota itu.


Demon melihat berita di televisinya dan langsung menhilang.


Sesaat kemudian Demon muncul di udara sambil memantau api yang sedang marak menjalar ke mana-mana.


"Iblis api? keterlaluan. dia harus di padamkan, jika tidak maka seluruh kota ini tidak bisa lagi di tempati," gumam Demon.


Demon lalu berubah menjadi kobaran api yang besar menyerang iblis api yang sedang membakar seluruh hutan itu.


Api semakin membesar saat Demon menyerang iblis api itu, bahkan api itu bisa di lihat oleh para masyarakat yang jaraknya jauh dari hutan.


"Kebakarannya semakin besar, lihatlah api itu! apinya sangat tinggi."


"Kota ini akan segera menjadi abu jika api itu masih tidak padam."


"Sangat menakutkan, panas sangat terasa hingga ke sini."


"Kita harus cari cara untuk segera tinggalkan kota ini."

__ADS_1


"Apakah kota ini akan menjadi kota mati? beberapa hari ini selalu saja terjadi kebakaran di mana-mana. bahkan pemerintahan juga tidak sanggup dan tidak ada cara untuk mengatasinya,"


Beginilah perkataan para masyarakat yang sedang melihat api yang naik ke udara hingga mencapai ratusan meter.


__ADS_2