
Alex yang tangannya di genggam kuat oleh Kimberly merasa sakit hingga tidak bisa bersuara, tangannya memerah dan merasa panas
"Kimberly, kau jangan keterlaluan terhadap papaku" teriak Simon dengan nada tinggi
"Raymond sudah tidak ada di sini, kau jangan beraninya melawan jika tidak mau di pukul" bentak Jacky dengan kesal
"Panas, cepat lepaskan tanganmu" ketus Alex yang merasa sakit pada tangannya
Tidak lama kemudian Kimberly melepaskan tangannya
"Haah.." jerit Alex yang melihat tangannya merah seperti terbakar
"Kimberly, kau sangat kurang ajar, berani sekali melukai papaku" ketua Simon
"Pergi dari rumah ini, keluarga ini tidak pernah menerimamu" bentak Alex dengan kesal
"Aku juga tidak mau tinggal di sini, kalian semua orang yang aneh" ketus Kimberly dengan kesal dan ingin menaiki anak tangga itu
"Siapapun tidak berhak mengusirnya" teriakan suara pria yang tiba-tiba muncul di depan pintu besar itu
Mendengar suara teriakan itu semua mata memandang ke arah suara itu berada
"Raymond" panggil serentak Alex, Kimberly, Candy dan Tina
Alex berjalan menghampiri Raymond yang sedang berdiri di pintu
"Raymond, kau baik-baik saja?" tanya Alex
"Raymond, aku tahu kau pasti masih hidup" ucap Tina yang berlari menghampiri Raymond
"Jika aku tidak pulang, apa kalian berencana ingin mengusir istriku?" tanya Raymond dengan tatapan kesal
"Raymond, kau tidak melihat di saat dia melukaiku, tanganku seperti di bakar karena ulahnya" ujar Alex yang memperlihatkan luka di bagian tangannya
__ADS_1
Kimberly yang melihat suaminya itu merasa bahagia, akan tetapi di saat dirinya ingin melangkah ia mengurungkan niatnya, karena pria yang dia sukai itu telah memiliki seorang anak dengan mantannya
"Raymond, bagaimana dengan kabarmu?" tanya Candy yang membawakan anaknya ke hadapan Raymond
"Raycan, ini adalah papamu" ujar Candy yang memperkenalkan Raymond pada anaknya itu
"Papa, aku merindukanmu" ucap Raycan yang memeluk Raymond dengan sambil menangis
"Namamu Raycan?" tanya Raymond yang melepaskan tangan anak itu
"Iya! itu adalah gabungan dari nama kita" jawab Candy
"Raycan, aku rasa kau sudah salah kenal, aku bukan papamu" kata Raymond dengan mendorong anak itu menjauh darinya
"Raymond, ini adalah putra kita, di saat itu aku menjumpaimu karena ingin memberitahu mu bahwa aku sudah mengandung anakmu, tapi kau malah bertindak kasar padaku, sehingga aku tidak berani lagi memberitahumu, aku memutuskan untuk melahirkannya karena aku mencintaimu, selama ini kami hidup bersama dan sangat berharap suatu saat kau bisa melihat anakmu ini. Raymond, aku tahu kau sudah menikah dan mungkin karena ini kau tidak berani menerima anak ini, tapi aku yakin istrimu pasti mengerti, lagi pula Kimberly juga belum hamil, jadi anakku ini adalah anakmu satu-satunya" ucap Candy dengan merasa sedih
"Apa kau sudah selesai bicara?" tanya Raymond dengan bersikap dingin
"Sudah" jawab Candy dengan merasa takut karena tatapan pria itu
Raymond melangkah menghampiri Kimberly yang sedang berdiri di anak tangga dengan matanya yang berkaca-kaca
"Apa kau tahu jika kau menangis sangat mirip dengan anak kecil" ucap Raymond dengan senyum dan menyentuh wajahnya Kimberly
"Bukankah kau sudah .?" kata Kimberly dengan terhenti
"Aku berhasil keluar dari lewat belakang" kata Raymond dengan senyum
Kimberly langsung memeluk Raymond sambil menangis terisak seperti anak kecil, sementara Raymond hanya tersenyum sambil memeluk istrinya itu
"Aku mengira kau sudah tewas dalam kebakaran itu, aku menunggumu di luar tapi kenapa kau tidak keluar?" tangisan Kimberly yang di dalam pelukan Raymond
"Jangan sedih lagi, bukankah aku sudah pulang ke pangkuanmu, aku tidak apa-apa" bujuk Raymond dengan mengelus ujung kepala istrinya
__ADS_1
Candy dan Tina yang melihat Raymond yang begitu mesra dengan Kimberly tentu membuat merasa cemburu dan kecewa
"Apakah kenangan kami sama sekali tidak berarti baginya? bahkan anak kami juga tidak sebanding dengan wanita itu, aku mengira dengan anak ini Raymond pasti akan menerimaku lagi, tapi nyatanya tidak sama sekali, bagaimanapun ini adalah anak dia, tidak mungkin dia tidak mau mengakuinya, aku yakin dia pasti hanya berpura-pura karena istrinya ada di sini" batin Candy
"Selalu saja mengutamakan wanita itu, aku yang bisa membuat dia mendapatkan keuntungan dari pernikahan kami,akan tetapi dia tetap menolak dan memilih bersama wanita itu" batin Tina
"Sudah jangan menangis lagi, bukankah aku sudah berdiri di hadapanmu" kata Raymond dengan mengusap air mata Kimberly
"Kejadian itu sangat menakutkan, sehingga air mataku keluar terus" ucap Kimberly yang sedang menangis tanpa berhenti
"Papa, Papa, apa malam ini aku bisa tidur bersama denganmu?" tanya Raycan yang berlari mendekati Raymond
"Anak kecil, aku bukan papamu, dan aku tidak akan tidur denganmu" jawab Raymond dengan cuek
"Raymond, dia adalah anakmu?" tangisan Kimberly yang semakin terluka di hatinya
"Dia bukan anakku, Kimberly" jawab Raymond dengan menarik pinggang istrinya dan memeluknya dengan erat
"Kakak, sangat luar biasa, dengan anaknya sendiri juga tidak mau mengakui, hubungan kalian sudah sempat tersebar sepuluh tahun yang lalu, tapi kau masih bisa menyangkalnya" kata Simon dengan sengaja
"Simon, aku tidak tahu dari mana asal usul anak ini, bisa saja ibunya tidur dengan sembarang pria dan kemudian mengakui sebagai anakku, wanita ini aku bahkan tidak pernah menyentuhnya, jadi mana mungkin dia bisa melahirkan anakku" ketus Raymond sambil memeluk Kimberly yang masih belum berhenti menangis
"Raymond, aku tidak menyangka kau bisa menuduh ku seperti ini, kenapa kau bisa begitu tega padaku? selama hidupku hanya kamu satu-satunya pria yang pernah berhubungan denganku, aku tidak pernah mengkhianati mu walau kau telah mengusirku, aku masih setia padamu selama ini, Raymond" ucap Candy yang merasa kecewa
"Raymond, apakah kau tidak ingin mengakui anak kita karena istrimu di sini? apa kau takut dia terluka? lalu, bagaimana dengan perasaan ku? kau menuduhku berhubungan dengan pria lain, aku merasa sangat sakit hati" ucap Candy dengan mengeluarkan air mata
"Aku tegaskan lagi, aku tidak mengenalmu dan juga tidak pernah bertemu denganmu, jadi jangan membawa anak orang lain datang dan mengakui sebagai anakku dengan sesuka hatimu" ketus Raymond
"Raymond, apakah benar anak ini bukan anakmu dan dia bukan mantanmu? tanya Kimberly yang berhenti menangis dan melepaskan pelukannya
"Tentu saja bukan! aku tidak akan mengakuinya karena mereka memang tidak ada hubungan denganku" jawab Raymond
"Raymond, kenapa kau bisa begitu tega padaku? hanya karena kau sudah menikah maka kau menolak anak ini, apa kau tidak merasa ada ikatan batin di antara dirimu dengan anak kita?" ujar Candy
__ADS_1
"Ikatan batin dari mana? aku tidak merasakan apapun, jika kau masih menuduhku besok kita akan melakukan tes DNA" ujar Raymond
"Dan jika dia adalah anakmu aku akan bercerai denganmu, dan aku ingin meminta semua kartu kreditmu" kecam Kimberly sambil menangis dan memeluk Raymond dengan erat