
"Sudah! jangan bicara sembarangan lagi!" ujar Raymond yang sedang membekap mulut istrinya.
Siluman laba-laba itu berjalan dengan menahan sakit dengan berniat ingin menusuk semua orang yang ada di sana. ia melebarkan kakinya dan langsung mengarahkan ke sasarannya masing-masing.
Karena kesakitan ia tidak bisa bergerak dengan lincah. sehingga gagal ingin menusuk sasarannya.
"Aarghhh..." jerit Alex yang merasa kesakitan.
"Pa, ada apa denganmu?" tanya Simon.
Alex yang merasa kesakitan hingga terduduk sambil memegang tubuh bagian bawahnya.
"Aargghh...." jeritnya tanpa berhenti
"Hahahaha..Alex Martinez, rasakan saja. ini adalah karma karena kau suka selingkuh," kata Cecilia dengan tertawa.
"Pa, ada apa denganmu, bagian mana tidak sehat?" tanya Jacky.
"Pusakamu harus menerima rasa sakit yang luar biasa, dan untuk selamanya tidak bisa di gunakan lagi!" ujar Joline
"Berarti sudah tidak berguna. lalu untuk apa di simpan lagi, potong saja," kata Kimberly dengan ceplas ceplos.
"Aarrghhh...cepat bawa aku ke rumah sakit!" erangan Alex yang sedang kesakitan.
Jacky dan Simon yang ingin memapah ayahnya di hadang oleh siluman yang berukuran jumbo itu
"Kalian sudah terlambat, racun itu sudah menyebar dan segera membusuk. walau dokter juga tidak berguna karena racunnya tidak bisa di buang!" ketus Joline.
"Karma ini adalah karma!" ucap Cecilia..
"Karma kalau prianya berselingkuh dari istrinya," kata Kimberly dengan menatap tajam ke suaminya.
"Untuk apa kau melihatku seperti itu?" tanya Raymond dengan menyentil dahi istrinya.
"Aauhk!"
"Ini adalah dosa untuk pria pengkhianat sepertimu!" ketus Cecilia dengan merasa kesal.
"Pria selingkuh memang harus mendapatkan balasan setimpal," ujar Kimberly dengan menatap ke arah suaminya dengan tatapan tajam.
"Jangan mengunakan tatapan itu lagi terhadapku!" ujar Raymond dengan merasa risih.
"Alex Martinez, aku merasa puas sekali. rasa sakit ku terbayar atas perlakuan mu itu!" ketus Cecilia.
Kimberly menatap ke arah suaminya dengan berkata," pria yang menyakiti istrinya memang breng.sek!"
"Jangan melihat ku dengan tatapan mu itu!" ujar Raymond dengan mulai kesal.
__ADS_1
"Lihatlah dirimu sekarang seperti apa? kau yang sudah tua seharusnya menikmati masa tua yang bahagia. dan sekarang pusaka mu itu sudah keracunan karena naf.su mu, rasakan penderitaan mu!" bentak Cecilia.
"Pria yang bernaf.su dengan wanita lain memang sudah seharusnya sotongnya di hancurkan," ucap Kimberly yang menatap tajam ke arah suaminya dari atas hingga ke bawah.
Raymond yang merasa kesal dengan tatapan istrinya lalu menyentil bibir gadis itu yang tidak bisa diam dari tadi.
"Aauhkk,"
"Kalau kau masih bicara sembarangan percaya atau tidak aku akan lem mulutmu ini," kecam Raymond sambil menarik bibir atas bawah istrinya.
"Wanita siluman, apa yang kau lakukan padaku?" tanya Alex dengan histeris.
"Aku meracuni mu, Alex Martinez. dan pusakamu akan membusuk secara perlahan!" jawab Joline dengan nada tinggi.
"Akibat terlalu nikmat akhirnya menjadi derita seumur hidup! kalau tahu begitu, maunya kemarin sotong laba-laba jantan aku bawa untuk papa saja," ujar Kimberly.
Tidak lama kemudian siluman itu berteriak kesakitan yang luar biasa.
"Aaargghh...." teriakan siluman itu dengan nada memenuhi satu ruangan itu.
Racunnya yang telah menyebar ke seluruh tubuhnya dan organ dalamnya merasa sakit bagaikan di makan serangga. semakin lama rasa sakitnya semakin tak tertahankan.
"Aaargghh...."
"Sakit sekali!" teriak Joline yang badannya berubah menjadi wujud laba-laba. kini wujudnya adalah siluman laba-laba raksasa. yang sedang menahan sakit.
"Pa, mari kita ke rumah sakit," kata Jacky.
"Sakit sekali! teriak Alex yang membuka sletingnya dan melihat pusakanya itu.
"Aaaarrggggghhh...." teriakan Alex yang hampir tidak percaya dengan bentuk miliknya yang berubah kehitaman karena racun yang sudah memenuhi pusakanya itu
"Ke-kenapa bisa begini?" tanya Simon.
"Potong saja kalau tidak maka racunnya akan menyebar ke jantung," ujar Kimberly dengan asal-asalan.
"APA KAU BISA DIAM!" bentak Jacky dan Simon dengan serentak.
Siluman laba-laba itu yang sedang kesakitan tidak lama kemudian ia pun tidak bergerak lagi, karena racun yang menghancurkan organnya telah beraksi.
"DIA SUDAH MATI..!" teriak Kimberly dengan nada tinggi dan sambil menunjuk ke arah siluman laba-laba itu yang sudah terdiam.
"Apa kau harus berteriak begini ya, kami bukan tidak melihatnya!" ketus Cecilia yang merasa kesal karena mendengar teriakan Kimberly.
"SOTONG PAPA BERDARAH," teriak Kimberly yang lagi-lagi mengejutkan semua orang di sana.
"APA KAU TIDAK BISA DIAM!" bentak Cecilia, Jacky dan Simon yang dikejutkan oleh suara gadis itu.
__ADS_1
"Pa, kau tidak apa-apa? mari kita ke rumah sakit!" ajak Simon.
Kimberly yang melihat ke arah laba-laba itu dengan membuka besar matanya sambil berteriak," DIA MAU MELEDAK."
"DIAM, JANGAN BERTERIAK TERUS," ketus mereka bertiga yang merasa kesal karena teriakan Kimberly.
Tidak lama kemudian tubuh laba-laba itu meledak akibat racun di dalamnya, isi dalam yang adalah cairan menciprak ke mana-mana sehingga mengenai semua orang di sana. sementara Raymond dan Kimberly langsung menghilang.
"Aaarghh...." teriakan Cecilia yang merasa jijik karena cairan putih itu mengenai wajahnya, begitu pula dengan Alex, Simon, Jacky yang juga terkena cairan tersebut.
"Menjijikan sekali!" ketus Jacky.
Alex yang merasa kesakitan sehingga terbaring di lantai dengan mengerang kesakitan.
"Kemana mereka berdua?" tanya Cecilia yang sedang melihat semua arah.
"Tadi mereka masih ada di sini!" jawab Jacky yang melihat ke sana ke sini.
"Biarkan saja! mari kita mengangkat papa ke rumah sakit dulu!" ajak Simon yang mengangkat di bagian dua lengan.
"Iya," jawab Jacky yang sedang mengangkat dua kaki ayah mereka.
Di saat mereka sedang mengangkat ayahnya tiba-tiba saja Kimberly dan Raymond muncul di sana. Kimberly lalu berteriak dengan lantang," KAMI ADA DI SINI!"
Mendengar teriakan yang tiba-tiba itu Simon dan Jacky yang merasa terkejut ikut berteriak," Aarrghh..." karena merasa terkejut mereka pun melepaskan pegangan pada ayahnya, sehingga membuat tubuh Alex terhempas ke lantai.
BRUGH...
"Aaarghhh...." jerit Alex yang merasa kesakitan.
"KENAPA KAU BERTERIAK TERUS!" bentak Simon dan Jacky dengan kesal.
"Kalian juga berteriak!" balas Kimberly yang tidak mau kalah
"Pa, maaf. kami tidak sengaja," ucap Jacky dan Simon yang mengangkat ayahnya lagi.
"APA KALIAN INGIN PERGI DENGAN PENAMPILAN BEGINI, KOTOR SEKALI!" teriak Kimberly dengan nada tinggi.
"Aaarrghh..." teriakan serentak Simon, Jacky dan Cecilia yang lagi-lagi di kejutkan oleh suara Kimberly sehingga membuat Alex terhempas ke lantai.
BRUGH...
"Aaarrghhh," jeritan Alex yang merasa kesakitan.
"Papa!" teriak Simon dan Jacky.
"Hei...apa kau bisa diam jangan berteriak terus!" ketus Simon.
__ADS_1
"TIDAK BISA!"jawab Kimberly dengan nada tinggi.