Mystery

Mystery
Kegelisahan Kimberly


__ADS_3

"Aku tidak menyangka bisa mengandung anak kembar lagi," ucap Kimberly dengan senyum bahagia.


"Keluarga kita akan semakin ramai, kita akan di sibukan oleh anak-anak kita,"kata Demon yang memeluk istrinya dengan erat.


"Demon, aku mengira aku akan mati, saat itu aku takut sekali harus berpisah denganmu dan anak-anak," ujar Kimberly yang mengeratkan pelukannya.


"Kau tidak akan bisa meninggalkanku, mutiara yang selama ini di dalam tubuhmu sangat melindungi mu dan juga menyatukan kita."


"Mutiara dari mama?"


"Benar, mutiara dari mamaku telah melindungi mu dari gurita, ini ke dua kalinya mutiara ini menyatukan kita. oleh karena itu kita harus menjaganya dengan baik."


"Mutiara ini adalah peninggalan dari mama yang sangat berharga."


"Iya, karena dia aku mendapatkanmu kembali," kata Demon yang mencium wajah istrinya dan juga bibirnya.


"Aku hampir saja kehilangan lagi, perasaan di saat itu sangat menakutkan, gadis ini terlalu penting bagiku sehingga aku harus selalu melindunginya dengan baik,"batin Demon.


Setelah beberapa hari kemudian.


Demon dan keluarganya telah berpindah ke sebuah rumah mewah yang baru di beli, Demon tidak ingin tinggal lagi di apartemen yang baginya tidak cukup luas untuk istri dan anak-anaknya, serta ingin mulai hidup baru di tempat tinggal yang baru.


Setelah Kimberly di temukan kembali, Demon selalu setia menemani istri dan anak-anaknya di rumah, ia selalu membantu Kimberly sibuk di dapur dan juga mengurus si kembar. urusan perusahaan di serahkan kepada Rico, Demon hanya akan hadir di saat ada hal penting di perusahaan miliknya itu. setiap hari Rico akan datang untuk melapor keadaan perusahaannya.


Kota telah aman dari bencana sebelumnya, semua gurita telah tewas di tangan Demon dan juga iblis api lainnya. hanya saja pencarian korban masih berlanjut, korban gempa dan tsunami telah menelan banyak korban jiwa dan hingga kini belum bisa di pastikan jumlah korban tersebut.


"Demon, selama beberapa hari kamu tidak pergi ke perusahaan, apa Rico bisa menanganinya?"tanya Kimberly yang sedang membaca koran.


"Bisa, dia sudah berpengalaman. saat aku berada di Sea World Grup dia juga yang mengurus perusahaanku," jawab Demon yang duduk bersama dengan Kimberly dan sambil memeluknya.


"Kenapa kamu tidak masuk kerja?"


"Aku ingin menemanimu dan merawatmu."


"Aku sudah baikkan, jangan khawatir!"


"Aku hanya ingin selalu bersamamu dan anak-anak. Kimberly, aku akan selalu ada untukmu dan anak kita."


"Demon, terima kasih karena cintamu sangat tulus," ucap Kimberly yang mencium wajah suaminya.

__ADS_1


"Apa istriku merasa bahagia?" tanya Demon dengan senyum.


"Aku sangat bahagia."


"Kebahagiaanmu adalah utama bagiku,"ucap Demon yang mencium bibir istrinya.


Deberly dan Debermon sedang berada di kamar menonton film kesukaan mereka.


"Kakak,sejak kita pulang papa tidak pernah bekerja lagi, dan lebih sering menemani mama dari pada kita," ujar Deberly duduk di kasur bersama dengan Debermon.


"Papa dan mama saling mencintai, sejak mama sembuh papa tidak pernah menjauh dari mama lagi, apapun yang di lakukan oleh mama, papa pasti akan membantunya," kata Debermon.


"Aku ingin bersama papa dan mama, tapi aku tidak berani menganggu mereka, sudah lama mereka tidak mengendongku."


"Adik, kita sudah dewasa jangan meminta papa dan mama mengendong kita! apa lagi mama sedang mengandung, kita jangan meminta mama untuk mengendong kita!"


"Iya, aku mengerti," jawab Deberly.


"Aku tidak sabar menunggu kelahiran adik kita," ucap Debermon.


"Kalau adik kita sudah di lahirkan, semua mainanku aku berikan pada mereka," ujar Deberly.


"Kenapa?"


"Deberly, kamu adalah kakak yang baik," kata Debermon.


Setelah Enam bulan kemudian.


Perut Kimberly semakin membesar, usia kehamilan masuk bulan ke tujuh, dan emosi Kimberly juga selalu berubah sehingga Demon selalu berusaha menenangkan istrinya itu. malam dan siang hari Kimberly kesulitan untuk tidur, seluruh badannya sering saja merasa pegal dan juga sakit di kakinya, Demon yang melihat istrinya begitu menderita ia selalu dengan setianya menemani istrinya itu. bila istrinya tidak tidur semalaman maka Demon juga akan menemaninya hingga pagi.


Akibat sering merasa sakit sehingga menyebabkan emosi Kimberly sering berubah, si kembar yang pengertian selalu saja mengalah dan menurut saat di marahi oleh ibunya walau mereka tidak melakukan kesalahan.


Di siang itu Kimberly menangis akibat pegal yang dia rasakan membuatnya tidak bisa tahan, Demon memijat tubuh istrinya dengan pelan.


"Hentikan saja! jangan memijat lagi! pegalnya juga tidak akan hilang," kata Kimberly yang duduk di sofa.


"Kimberly, bersandarlah padaku!" kata Demon yang menarik Kimberly duduk bersandaran di tubuhnya.


"Apa kamu mengantuk?" tanya Demon yang memeluk istrinya dari belakang.

__ADS_1


"Aku tidak bisa tidur sangat pegal sekali," jawab Kimberly yang memejamkan matanya.


"Sebentar lagi nenek akan datang membawakan obat untukmu," ujar Demon yang memeluk istrinya


"Mama, jangan menangis! biar kami yang memijat," kata Deberly yang berdiri di samping Kimberly.


"Sayang, mama tidak apa-apa, pergilah bermain di kamar!" ucap Kimberly dengan senyum menatap putra putrinya.


"Tapi mama begitu menderita, kami tidak bisa tenang," ucap Debermon yang merasa sedih.


"Kalian pergilah ke kamar, mama tidak apa-apa, mama ingin memejamkan mata sebentar," ucap Kimberly yang merasa sangat tidak nyaman.


"Kimberly, istirahatlah! pejamkan matamu dan kau akan tertidur," ujar Demon yang memeluk istrinya.


"Iya."


"Anak-anak, kalian pergilah ke kamar ya!"


"Iya, Pa," jawab Deberly dan Debermon dengan serentak.


Kimberly memejamkan matanya di pelukan suaminya itu, setelah masa kehamilan semakin membesar badan Kimberly semakin terasa pegal dan sakit sehingga sulit untuk tidur, terkadang dirinya juga sulit untuk menelan makanan karena sering merasa mual.


"Setelah melihat dengan mata sendiri, aku baru sadar bahwa Kimberly begitu menderita saat hamil, mulai dari bulan ketiga hingga sekarang dia tidak bisa tidur dengan pulas, hanya memejamkan mata selama beberapa saat dan kemudian tidak bisa tidur lagi. tidak menyangka hamil membuatnya begitu tersiksa, apa lagi harus bertahan berbulan-bulan lamanya," batin Demon


"Cukup dua pasang kembar saja, aku tidak mau Kimberly hamil untuk ke tiga kali lagi," batin Demon.


Bulan ke delapan.


Usia kehamilan Kimberly telah memasuki bulan ke delapan, kondisinya masih tidak berubah, sering merasakan pegal dan sakit serta emosinya sering meluap.


"Deberly, mana papamu?" tanya Kimberly yang sedang berbaring di atas kasur.


"Mama, tadi mama ketiduran sebentar, paman Rico menemui papa dan mengatakan ada klien penting yang ingin bertemu dengan papa," jawab Debermon.


"Ternyata begitu, di mana mereka bertemu?" tanya Kimberly lagi.


"Sepertinya di salah satu pub," jawab Deberly.


"Pub? selama ini Demon bertemu dengan klien tidak pernah di tempat itu, kenapa kali ini bisa di sana? apa pikiranku menyasar? tidak mungkin, aku yakin Demon tidak akan menyentuh wanita sana. di sana terlalu banyak wanita seksi dan cantik. sedangkan aku sudah begini. dari masa kehamilan ku masuk tiga bulan Demon sudah tidak pernah menyentuh ku lagi. sudah lima bulan aku tidak melayaninya karena rasa pegal dan sakit pada tubuhku, dia juga tidak pernah memintanya," batin Kimberly.

__ADS_1


"Hah...aku lebih baik jangan berpikir sembarangan, aku harus percaya padanya. tapi bagaimanapun dia sudah lama tidak melakukannya denganku, apa dia tidak akan menyentuh wanita yang di sana untuk pelampiasan?"batin Kimberly


Rasa gelisah Kimberly saat mendengar suaminya berada di pub yang terdapat banyak wanita penghibur di sana. tentu saja Kimberly takut jika suaminya sampai mengunakan wanita malam itu untuk melepaskan hasratnya yang selama lima bulan ini tidak di lakukan terhadap istrinya.


__ADS_2