Mystery

Mystery
Keanehan


__ADS_3

"Paman, apakah sudah mengetahui di mana keluarga Kimberly?" tanya Demon.


"Iya, mereka tinggal di kota ini juga, dan bahkan mereka sudah bertemu sebelumnya," jawab paman Sean.


"Apakah Kimberly sudah mengakui mereka?"


"Tidak, dia belum mengetahuinya. mereka bertengkar karena kejadian yang tidak menyenangkan. orang tua dan kakaknya Kimberly memiliki sifat yang tidak baik dan menghina Kimberly sehingga terjadi pertengkaran," jawab paman Sean.


"Siapa mereka?"tanya Demon dengan penasaran.


"Mereka adalah pemilik perusahaan Almost," jawab paman Sean.


"Perusahaan Almost? apakah istrinya adalah Veronica dan putrinya adalah Yolanda?" tanya Demon dengan penasaran.


"Benar sekali! Raymond, apakah kamu mengenalnya?" tanya paman Sean.


"Aku mengenalnya, dan Kimberly juga pernah bertemu dengan mereka saat mereka datang ke perusahaan ku. terjadi pertengkaran di antara Kimberly dan Veronica di saat itu," jawab Demon.


"Mereka pasti mencari masalah lagi dengan Kimberly. baru bertemu saja mereka sudah terjadi masalah. bagaimana jika mereka sudah saling mengakui? apakah akan begini juga?"


"Dengan sifat gadis ini dia tidak akan mengakui keluarganya, apa lagi mereka memiliki sifat yang buruk suka merendahkan orang," kata Demon yang sambil melihat ke arah istrinya itu.


"Paman, apakah paman akan memberitahu Kimberly tentang hal ini?"


"Aku juga tidak tahu harus bagaimana, andaikan Kimberly mengetahuinya dia pasti tidak akan mau mengakui mereka. lagi pula selama ini Kimberly sangat mandiri. dari kecil dia tidak pernah meminta apapun dan sangat giat bekerja. walau sifatnya kekanakan.tapi itu hanyalah luaran saja. dia memiliki pikiran yang dewasa, dia akan menghadapi sendiri setiap ada masalah. dari dulu itulah dia."


"Kalau begitu, tahu atau tidak tentang keluarganya juga tidak penting, biarkan takdir yang menentukan. jika takdir ingin mereka bersatu maka suatu saat mereka pasti akan mengetahuinya," ucap Demon.


"Kimberly yang sekarang sudah bahagia dan biarkanlah terus seperti ini, hidupnya sudah berubah sejak bersama mu," jawab paman Sean dengan senyum.


"Seharusnya aku yang berubah, karena kemunculan dia hidupku menjadi lebih bahagia dan lebih berarti," ucap Demon dengan tersenyum melihat ke arah istrinya.


"Apa kamu ingin tahu nama aslinya?" tanya paman Sean dengan tertawa.


"Apa nama aslinya?"


"Lolipop adalah nama aslinya, dan Kimberly adalah nama pemberian ku. karena aku tidak ingin dia di ejek oleh temannya karena mengunakan nama asli," jawab paman Sean dengam tertawa.


"Hahahahah...kenapa namanya bisa Lolipop?"tanya Demon dengan penasaran.


"Itu karena dia sangat menyukai permen Lolipop di masa kecilnya, setiap dia menangis maka orang tuanya memberikan dia permen itu. dan dia akan berhenti menangis. oleh sebab itu mereka pun memberikan nama Lolipop untuk dia," jawab paman Sean.


"Namanya sangat lucu dan sesuai dengannya, sangat manis," ucap Demon dengan senyum.


Tidak lama kemudian tiba-tiba terjadinya gelombang air yang tinggi. sehingga pengunjung di sana menjauh dari tepi pantai. Kimberly dan Holdie juga menjauh dari tempat mereka bermain.


"Cepat keluar dari air!" teriakan para pengunjung di sana yang sedang ketakutan.

__ADS_1


Semua pengunjung yang bermain di dalam air langsung lari berhamburan, kejadian menakutkan ini membuat mereka berlari menjauh dari pantai. bagaimana tidak, gelombang tinggi yang tidak biasa itu mencapai sekitar 8 hingga 10 meter. yang terjadi di pertengahan laut dan terlihat sangat jelas bagi mereka yang berada di tepi pantai sana.


"Kenapa bisa terjadi gelombang yang begitu tinggi? pada hal tidak ada angin," ucap paman Sean dengan merasa penasaran.


Demon yang melihat keanehan pada gelombang tersebut langsung membawa mereka tinggalkan tempat itu.


"Mari kita pulang saja! di sini tidak aman!" ajak Demon yang memegang tangannya Kimberly dan berjalan menuju ke mobilnya dengan di ikuti oleh paman Sean dan Holdie.


Dalam perjalanan.


"Tidak ada angin tidak peringatan, kenapa gelombangnya begitu tinggi?" tanya Kimberly yang duduk di samping Demon.


"Apa mungkin akan terjadinya tsunami?"tanya Holdie.


"Tidak tahu juga! lebih baik untuk sementara ini kita jangan dekat tepi pantai dulu!" jawab paman Sean.


"Gelombang yang aneh, itu bukan karena angin atau mau terjadinya tsunami. akan tetapi dari kekuatan iblis yang sedang berada di dalam laut," batin Demon.


"Demon, apa kamu baik-baik saja?" tanya Kimberly yang menatap ke arah suaminya itu.


"Tidak apa-apa," jawab Demon dengan senyum.


"Bagaimana kita pulang saja, kita sudah seharian berada di luar," kata Holdie.


"Iya juga, papa ingin istirahat sepuasnya. karena hari ini hari libur kerja," jawab paman Sean.


"Baiklah, terima kasih," ucap Holdie.


Mansion Demon.


Demon sedang berada di ruangan baca bersama dengan Teddy dan Licon.


"Selidiki apakah ada iblis lain berada di dalam lautan itu!" perintah Demon.


"Raja, gelombang hari ini cukup mengejutkan sehingga menghebohkan masyarakat, untung hanya sesaat saja," ujar Teddy.


"Raja, apakah menurut raja ada iblis di dalam sana?" tanya Licon.


"Saat terjadinya gelombang aku melihat ada kekuatan yang di air yang naik ke atas itu, kekuatan yang luar biasa. oleh karena itu aku ingin kalian memantaunya jangan sampai ketahuan! dan jangan sampai menelan korban jiwa!" perintah Demon.


"Baik Raja, kami segera ke sana!" jawab Licon.


Mansion Almost.


"Tuan, orang yang Anda cari alamatnya ada di sini!" kata seorang pria yang adalah asisten Almost sambil menyerahkan selembar kertas yang tercantum alamat rumah seseorang.


"Apa kamu yakin dia tinggal di sana?" tanya Almost.

__ADS_1


"Iya, Tuan. dia sudah lama tinggal di sana. tempat tinggal itu sudah di beli olehnya."


"Dengan siapa dia tinggal di sana?"


"Dengan putrinya!"


"Dengan putrinya? baiklah, aku sudah tahu. kau boleh pergi!"


"Iya, Tuan."


Setelah asistennya pergi tinggallah Almost yang duduk di ruang tamu sambil membaca alamat yang tercantum di kertas itu.


"Almost, aku baru melihat Jhonny pergi, apa yang dia lakukan di sini?" tanya Veronica yang berjalan ke ruang tamu bersama Yolanda.


"Jhonny sudah mendapatkan alamat Sean, aku ingin bertemu dengannya," jawab Almost


"Apakah kau ingin bertanya tentang keberadaan Lolipop?" tanya Veronica.


"Benar! ini sudah cukup lama. tidak tahu putri bungsu kita apa masih kenal dengan kita atau tidak!"


"Dia sudah menikah dan hidup bahagia, tidak tahu apa dia masih mau mengakui kita apa tidak?"ujar Veronica.


"Pa,Ma, sudah begitu lama kenapa kalian masih mencari dia? apa lagi dia sudah menikah dengan pria kaya. mungkin saja dia sudah melupakan kita dan tidak akan mengakui kita lagi," kata Yolanda yang merasa iri.


"Kalau dia tidak ingat dengan kita, kita juga tidak bisa menyalahkan dia, karena di saat itu dia masih kecil," jawab Almost.


"Dan kalau dia tidak mau mengakui kita, ini bukan salah dia juga," kata Veronica.


"Sia.lan, sudah begitu lama masih saja mencarinya. dasar Lolipop jangan berharap kau bisa mendapatkan harta keluarga ini. karena selama ini kau sudah di buang dan tidak berjasa untuk keluarga ini sama sekali," batin Yolanda.


"Besok aku akan ke rumah Sean, apa kalian mau ikut aku pergi?" tanya Almost.


"Aku akan pergi bersamamu!" jawab Veronica.


"Yolanda, besok kau ikut dengan kami!" pinta Almost.


"Untuk apa? aku juga tidak akrab dengan Sean."


"Dia bukan orang lain, dia adalah teman lama papa, dan dia juga ada bagian menjaga adikmu," jawab Almost.


"Iya aku mengerti," kata Yolanda dengan merasa tidak senang.


"Almost, apa kamu yakin dia akan mempertemukan kita dengan Lolipop?" tanya Veronica.


"Mudah-mudahan saja dia mau membantu kita!" jawab Almost.


"Tidak tahu apakah dia cantik atau tidak? apakah dia sepintar Yolanda atau tidak? apakah dia selincah Yolanda atau tidak?" tanya Veronica dengan merasa penasaran.

__ADS_1


"Sudah! jangan terlalu penasaran dengan semua itu! yang paling penting adalah dia mau mengakui kita," ujar Almost


__ADS_2