Mystery

Mystery
Berjanji lagi


__ADS_3

Wilson yang keluar dari kamar wanita tua itu ia langsung mencari keberadaan Kimberly.


"Ini di hotel apa, aku belum pernah ke sini, dan di mana nyonya pergi?" gumam Wilson yang sedang sambil berjalan melihat sekeliling.


Di sisi lain Kimberly yang terpisah dengan Wilson sedang keliling mencari asisten suaminya itu.


"Kenapa kami bisa terpisah ya? aku kan memegang tangannya agar kami bisa pulang bersama!" gumam Kimberly.


"Dasar mutiara kurang ajar! cepat atau lambat aku pasti akan mengeluarkanmu dari perutku, hanya membawaku pulang saja tidak sanggup. memang tidak berguna," ketus Kimberly dalam hati.


Setelah mencari satu jam di dalam hotel mewah itu Wilson masih belum menemukan Kimberly.


"Aneh! kemana nyonya pergi. lebih baik aku pinjam telefon hotel untuk menghubungi bos," gumam Wilson.


"Duduk sebentar! kaki dan tubuhku terasa sakit karena jatuh dan berjalan terus. perutku terasa lapar, dompetku di mana ya?" gumam Wilson yang meraba saku-saku bajunya, saat ia meraba bajunya ia mendapati sakunya ada sesuatu, lalu ia mengeluarkan benda itu dan melihat dengan merasa aneh.


"Apa ini, bentuknya aneh sekali. apakah jagung banyak sekali rambutnya, kelihatannya bukan. dan ini sudah di panggang wangi juga luarnya. apakah ini sosis? tapi setahuku aku tidak menyimpan di dalam saku ku. dari mana datangnya benda ini. aku lapar sekali coba aku patahkan jadi dua dan melihat isi dalamnya," gumam Wilson.


Wilson yang tidak tahu apa-apa lalu ia mematahkan benda itu dijadikan dua, benda yang di pegangnya yang tak lain adalah alat kela.min milik siluman laba-laba itu.


Saat di patahkan menjadi dua karena merasa penasaran maka ia pun mencium aromanya.


"Aromanya aneh sekali. dan daging dalam busuk sekali. sebenarnya ini daging apa? kenapa bisa begini aneh bentuknya," gumam Wilson.


Dan di saat yang sama Kimberly berjalan ke arah Wilson dan di saat dia melihat Wilson yang sedang mencium benda yang di pegangnya Kimberly langsung berteriak dengan berkata," Wilson...jangan makan.."


"Nyonya, kau di sini rupanya, aku mencarimu ke mana-mana tadi," sahut Wilson yang bangkit dari tempat duduknya.


"Kau apakan sotong ini?" tanya Kimberly yang melihat ke dua tangan asisten suaminya sedang memegang alat kela.min yang sudah terbagi dua.


"Sotong? memangnya ini sotong ya? kenapa bentuknya aneh sekali? aku juga baru menemukan dia di sakuku!"


"Jangan kau mengatakan jika kau ada mengigitnya?"


"Tidak, aromanya sangat busuk. apakah sotongnya sudah mati lalu di bakar ya, oleh karena itu sudah tidak segar!"


"Jangan sentuh! di buang saja!"


"Tapi bentuknya tidak mirip dengan sotong. bentuknya sangat aneh dan aromanya sangat busuk," kata Wilson yang melihat benda yang dia pegang.


"Buang saja! jangan di pegang lagi!"


"Nyonya, memang kenapa benda ini bisa ada di sini, apakah saat kita di laut dia masuk ke sakuku, tapi tidak mungkin juga, ini sudah di panggang," kata Wilson yang masih penasaran.


"Sudah jangan melihat lagi! buang saja!" titah Kimberly dengan kesal.


"Tapi, Nyonya, ini apa sebenarnya dan berasal dari mana? apa Anda tahu?" tanya Wilson yang masih penasaran.

__ADS_1


"Apa kau memang mau tahu ini dari mana?" tanya Kimberly.


"Iya, aku penasaran kenapa bisa ada di sakuku!"


"Aku yang menitip di sakumu!"


"Nyonya yang masuk ke dalam sakuku? memang kapan, kenapa aku tidak tahu?"


"Saat kau pingsan!"


"Aku pingsan? aku sudah tidak ingat kejadiannya. dan ini dari apa Nyonya?"


"Ini adalah alat kela.min pria yang menculikku itu," jawab Kimberly.


"A-apa alat ke-kelam*in pria itu?" tanya Wilson yang kebingungan.


"Iya, yang kau pegang dan kau cium itu adalah alat kelam*in pria itu!" jawab Kimberly


Wilson yang mendengar jawaban Kimberly menjadi terdiam dan melihat benda yang dia patahkan tadi itu. lalu ia pun merasa mual dan melempar benda itu entah ke arah mana dan muntah di pojokan sana.


Woak...woak...woak...woak...woak...


"Sudah ku suruh kau buang kau malah bertanya lagi," gumam Kimberly.


Sesaat kemudian Raymond muncul di hadapan Kimberly.


"Kimberly," panggil Raymond yang mendekati istrinya.


"Aku mendeteksi keberadaan mutiara dan posisinya tidak tetap dan berubah-ubah. apa kau menyasar ke mana-mana?" tanya Raymond.


"Iya, tempat yang ku sasar sangat luar biasa, dari tengah laut, pepohonan sampai ke atas genteng rumah orang, dan yang paling parah adalah aku juga muncul di kamar hotel sepasang suami istri yang sedang melakukan hubungan," jawab Kimberly dengan kesal.


"Hahahaha...kau tidak bisa mengendalikan kekuatanmu, sehingga salah berkali-kali," jelas Raymond.


"Mutiara mu ini yang salah, seharusnya dia tahu di mana rumah kita. tapi masih saja membawaku ke tempat yang salah."


"Sudah tidak apa-apa! asal kau baik-baik saja, apa kau terluka?"


"Aku tidak terluka, tapi dia yang dalam kondisi tidak baik!" jawab Kimberly yang menunjuk ke arah Wilson yang di pojokan sana


"Ada apa dengan dia?"


"Dia muntah karena memegang sotong pria itu."


"Dia harus masuk ke rumah sakit!" ujar Raymond.


"Mari kita pulang!" ajak Kimberly.

__ADS_1


"Baiklah!" jawab Raymond.


"Wilson, apa kamu baik-baik saja?" tanya Ryamond yang menghampiri asistennya itu.


"Tuan," sapa Wilson yang menoleh ke arah atasannya.


"Apa kamu tidak sehat?" tanya Raymond dengan senyum.


"Bukan, hanya saja aku merasa mual karena aku memegang benda itu," jawab Wilson


Raymond yang ingin membawa Kimberly dan Wilson kembali ke rumah, ia mengunakan caranya membuat Wilson tidak sadarkan diri. dengan menepuk bagian tengkuk asistennya.


Tidak lama kemudian mereka meninggalkan tempat itu.


Mansion Raymond.


"Aargghhh...." teriakan Kimberly dengan nada menembus keluar kamar.


"Kenapa kau mencubit wajahku, sakit sekali!" teriak Kimberly yang merasa kesal dan sedang duduk di kasur.


"Apa kau tahu berapa kerugian yang harus di ganti?" tanya Raymond dengan senyum.


"Jangan menyalahkanku! aku melakukan itu hanya untuk melindungi diri sendiri."


"Apa kau sudah lupa dengan janjimu?"


"Memangnya aku janji apa padamu?"


"Kau berjanji tidak akan merusakkan barang, tapi hari ini kau telah merusakkan hampir semua barang di pusat perbelanjaan itu."


"Aku tidak bersalah sebenarnya, di saat itu aku berjanji pada tanggal 30 febuari. dan hari ini sudah tanggal 2 maret. jadi, janji itu sudah tidak berlaku," jawab Kimberly.


"Kenapa bisa tidak berlaku? sebuah janji berlaku untuk selamanya!"


"Siapa bilang berlaku selamanya? janjiku itu hanya berlaku pada hari itu saja. dan tidak berlaku lagi untuk hari ini. hari itu sudah lewat. jadi, aku tidak salah," jawab Kimberly yang sedang membela diri.


"Ternyata begitu ya, janji hanya berlaku sehari? kau sangat pintar istriku," ucap Raymond dengan menarik hidung istrinya.


"Aaargghh....." teriakan Kimberly dengan nada memenuhi ruangan kamarnya.


"Apa besok kau masih akan merusakkan barang?" tanya Raymond dengan menarik hidung mancung istrinya.


"Tidak lagi...tidak lagi!" jawab Kimberly yang sedang kesakitan.


"Bagaimana kalau besok kau melakukannya lagi?" tanya Raymond dengan senyum.


"Maka lusa aku berjanji lagi,"jawab Kimberly yang sedang menahan sakit.

__ADS_1


"Kau semakin pintar istriku," ucap Raymond yang mencubit ke dua pipi istrinya dengan kuat.


"Aaarrrghhhh..." teriakan Kimberly dengan nada menembus keluar kamar.


__ADS_2