Mystery

Mystery
Ratu Siluman


__ADS_3

"Ini masih siang hari, tapi di dalam hutan ini sudah malam,"batin Demon.


"Aku sebagai raja api ingin memperingatkan kalian, jangan coba-coba mengorbankan nyawa yang tidak bersalah. jalani saja kehidupan dunia gelap kalian di sini. jangan sampai aku tahu kalau salah satu kalian muncul dikota lagi," kata Demon dengan tegas dan kemudian menghilang.


Lonceng berbunyi anak-anak lepas jam sekolah.


Seperti biasa si kembar berlari ke arah Demon dan Kimberly saat keluar dari kelas.


"Papa, Mama," teriak si kembar yang menghampiri orang tuanya.


"Debermon, Deberly, mari kita makan siang!" sahut Demon yang gembira melihat sang buah hatinya.


"Aku mau ikan!" pinta Debermon.


"Aku mau udang!" pinta Deberly.


"Mari kita makan apa yang kalian suka," ajak Kimberly yang memegang tangan mungil Deberly.


"Anak kesayangan papa sudah lapar ya?" tanya Demon dengan memegang tangan Debermon.


"Sudah, Pa,"jawab Deberly dan Debermon dengan serentak.


Siang itu mereka makan bersama di sebuah restoran favorit yang biasa di kunjung oleh Demon saat berbinis.


"Kimberly, makanlah ikan ini, rasanya sangat enak," ucap Demon yang menyuapi istrinya.


"Bagaimana rasanya?"tanya Dengan senyum.


"Enak sekali, apa kamu dulu sering makan di sini?"


"Iya, setiap bertemu dengan klien, aku akan makan di sini bersama mereka. masakan ikan di sini sangat enak," jawab Demon yang menyuapi istrinya lagi.


"Aku bisa makan sendiri, tidak baik jika di lihat pelayan restoran jika mereka masuk ke sini," ujar Kimberly.


"Tidak perlu malu, kita adalah suami istri. untuk apa malu," kata Demon dengan tertawa.


"Adik, ini makan sayur yang banyak!" kata Debermon yang menarohkan sayur ke piring adiknya.


"Kakak, aku tidak suka sayur."


"Adik harus makan sedikit, agar bisa menjaga kulitmu!"


"Iya, Kak," jawab Deberly dengan menurut.


Hutan.


Angin bertiup dengan kencang, daun-daunan berterbangan di seluruh dalam hutan. asap kabut lagi-lagi memenuhi hutan tersebut. Akar-akar dari pohon yang di dalam tanah mulai bergerak. tidak tahu apa yang terjadi di malam itu, penunggu hutan seakan sedang marah besar.


Tidak lama kemudian pohon terbesar dan tertinggi di dalam hutan itu, mulai mengeluarkan suara tawa seorang wanita.


"Hahahahahahaha...."

__ADS_1


"Hihihihihihihihihi...."


"Hari ini salah satu siluman pohon di bakar begitu saja, ujar wanita itu yang adalah ratu siluman pohon.


"Ratu, dia adalah raja iblis api, Dowie bocah itu menaruh dendam pada putra putri raja api, sehingga dia menghirup energi anak-anak di sekolah, dan kemudian di kejar oleh raja api," ucap pria tua yang sebelumnya memberi energi kepada Bowie.


"Raja api yang berusia tiga ribu tahun, aku merasa penasaran sehebat apa seorang raja api yang berani membunuh salah satu siluman," ketus pohon besar itu.


"Ratu, apa harus ku lakukan?"


"Hirup lagi energi manusia untukku!"


"Baik, Ratu."


"Hahahahahahaha...." suara tertawa ratu siluman pohon hingga mengejutkan burung-burung yang berada di atas pohon.


Mansion Demon.


"Mama, Mama," panggil Deberly yang menepuk dada Kimberly yang sudah ketiduran.


"Ada apa, sayang?" tanya Kimberly baru terbangun.


"Seperti ada suara wanita yang sedang tertawa," jawab Deberly.


"Tidak ada suara apapun, mungkin hanya salah dengar," jawab Kimberly yang memeluk putrinya.


"Suaranya terdengar sangat jelas, Ma. aku takut," ujar Deberly yang sedang ketakutan.


"Iya, Ma," jawab Deberly yang memeluk Kimberly dengan erat.


"Suara itu berasal dari mana? sepertinya sangat jauh, tapi sangat jelas," batin Kimberly.


Keesokan harinya.


Dipagi itu si kembar belum bangun karena tidak di bangunkan oleh Kimberly.


"Kimberly...." panggil Demon yang melangkah menuju ke dapur.


"Demon, kau sudah bangun," sahut Kimberly.


"Selamat pagi, sayang. kenapa tidak membangunkan anak-anak?" tanya Demon yang mencium wajah istrinya.


"Aku meminta libur untuk mereka," jawab Kimberly.


"Ada apa?"


"Deberly terbangun tengah malam tadi, karena ketakutan. aku tidak tega membangunkan dia."


"Apa karena mendengar suara wanita yang tertawa?"


"Apa kamu mendengarnya juga?"

__ADS_1


"Iya, aku mendengarnya, dan aku yakin orang-orang juga mendengarnya."


"Suara dari mana? apa kamu tahu asalnya?"


"Mungkin saja dari hutan itu, selagi dia tidak menganggu kehidupan manusia, kita biarkan saja."


"Hanya saja jika setiap malam dia tertawa bagaimana anak kita bisa tidur? aku tidak mau Deberly terdengar lagi."


"Jangan..mengcemaskan itu," kata Demon dengan senyum.


"Baiklah," jawab Kimberly sambil menyiapkan sarapan.


"Biar aku membantumu," ujar Demon.


"Iya."


"Demon, apa kamu ada menangkap dalang utama semalam?"


"Tidak ada, anak kita sudah mau pulang makanya aku tidak mau lama berada di dalam hutan, hutan itu tidak ada paginya, dan hanya gelap saja. bagi yang bisa ke sana kebanyakan adalah iblis, siluman," jelas Demon.


"Hutan tidak ada paginya?" tanya Kimberly dengan merasa heran.


"Benar, karena hutan itu sudah di kuasai siluman sehingga hanya ada malam tidak ada pagi," jawan Demon.


"Siluman apa yang ada di dalam sana, sehingga hanya ada malam hari?"


"Aku belum perhatikan di saat aku berada di sana, asalkan mereka jangan keluar menganggu kehidupan orang saja," jawab Demon yang sedang membantu istrinya.


"Aku hanya berharap dia jangan bising seperti tadi malam saja."


Malam hari.


Penunggu hutan yang adalah pria berambut putih itu merasuki tubuh seorang pria untuk mencari mangsa.


Seperti biasa beberapa orang meninggal tiba-tiba karena ulahnya.


"Aku mau lebih banyak energi! dapatkan lebih untukku!" perintah suara dari ratu siluman itu.


"Baik, Ratu," jawab semua siluman bawahannya.


Di malam itu para siluman hutan keluar mencari mangsa atas perintah ratunya. mereka pergi ke rumah orang-orang untuk menghirup energi mereka.


"Hahahahahahahahah....." suara tawa Ratu siluman yang menembus satu kota.


Tentu saja suara siluman itu mengagetkan orang-orang di kota itu.


"Kenapa suara itu mengerikan sekali?"


"Tidak tahu, seperti suara hantu."


"Ini sudah dua malam berturut-turut suara itu sedang tertawa."

__ADS_1


__ADS_2